NovelToon NovelToon
10th Anniversary

10th Anniversary

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Poligami
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Laviolla

Di balik kelembutan sikap sang suami, ternyata ia menyimpan sejuta duri...

Rengganis tidak pernah menyangka jika di hari ulang tahun pernikahan yang ke sepuluh, ia akan mendapatkan sebuah kado yang sangat spesial. Kado yang menjadi awal petunjuk bahwa ada banyak dusta yang disembunyikan oleh sang suami.

Berawal dari sebuah foto USG yang ia temukan di dalam saku kemeja sang suami, Rengganis berhasil membuka sebuah rahasia yang selama ini disembunyikan. Satu rahasia bahwa ternyata sang suami diam-diam telah menikah sirri dengan wanita lain.

Lantas, jalan apakah yang akan diambil oleh Rengganis di saat pernikahannya sudah dipenuhi dusta oleh sang suami? Apakah ia akan tetap mempertahankan pernikahannya dengan menerima wanita lain untuk menjadi madunya? Atau apakah ia akan mengakhiri biduk rumah tangganya yang sudah berlayar sepuluh tahun dengan melepaskan sang suami?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laviolla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anniv 23. Kamu Cemburu, Mas?

Di toko kue miliknya, Ganis tengah sibuk berjibaku dengan kue-kue yang ada di display. Ia pastikan penataan kue-kue yang ada di rak display terlihat rapi sehingga bisa semakin menarik perhatian para pembeli. Sejenak, pandangannya mengedar ke setiap penjuru ruangan. Senyum wanita itu merekah, pada akhirnya usaha yang ia rintis sejak lima tahun yang lalu bisa sampai di titik ini. Titik di mana toko kue miliknya bisa ramai dengan para pelanggan tetap maupun baru.

"Bu Ganis!" sapa Rani yang baru saja keluar dari dapur produksi.

"Iya Ran, ada apa?"

"Saya lupa menyampaikan ke Bu Ganis, kemarin pemuda karang taruna kampung datang kemari Bu, katanya minggu depan pas malam Jumat di masjid depan sana mau diadakan pengajian akbar."

"Lalu apa kata mereka Ran?"

"Mereka meminta sumbangan seikhlasnya dari warga. Karena toko kue milik bu Ganis masih berada di wilayah sini, maka dari itu bu Ganis diharapkan untuk ikut berpartisipasi."

Ganis mengangguk-anggukkan kepala. "Baik Ran, nanti semisal mereka datang kemari lagi dan tidak ada aku, tolong sampaikan, untuk semua konsumsi aku yang tanggung."

"Hah, serius semua konsumsi Bu?" teriak Rani dengan wajah yang dipenuhi oleh keterkejutan. "Ini pengajian akbar loh Bu, yang datang bisa ratusan orang."

Ganis hanya mengangguk pelan. "Iya Ran, aku serius."

"Lalu, Bu Ganis mau pesan konsumsi di mana?" tanya Rani kepo.

"Kenapa harus pesan di tempat lain Ran? Aku kan penyedia jasa konsumsi. Jadi, pesan di tempatku sendiri saja."

"Pesan di sini? Siapa yang mau mengerjakan pesanan sebanyak itu Bu?" seru Rani sedikit syok.

Ganis tergelak pelan. "Ya semua crew yang ada di sini Ran, memang mau siapa lagi?"

"Ya Allah, apa sanggup kami, Bu?" ucap Rani dengan sedikit memelas.

Ganis tergelak. Ia menepuk-nepuk pundak Rani yang memasang wajah memelas itu. "Untuk minggu depan, outlet tutup dulu tidak apa-apa Ran. Kamu dan seluruh crew mengerjakan konsumsi untuk pengajian akbar saja ya. Nanti pasti dibantu oleh beberapa warga di sini."

"Lalu, menunya apa Bu?"

"Hmmmmm... Aku anggarkan satu box nya harga dua puluh ribu ya. Nanti ada tiga macam roti, seperti roti isi abon, croissant, brioche, cinnamon roll juga air mineral."

"Tidak jajanan pasar saja Bu?"

"Lebih baik jangan jajanan pasar Ran, dari segi ketahanan lebih tahan roti-roti yang aku sebutkan itu."

"Baik Bu, saya nurut apa kata bu Ganis saja."

"Semoga kita semua yang terlibat untuk acara Jumat pekan depan turut mendapatkan keberkahannya Ran," doa Ganis.

"Aamiin Bu."

"Assalamualaikum Nis..."

"Waalaikumsalam..."

Ganis yang tengah berbincang dengan Rani, seketika ia hentikan obrolannya itu. Terlihat Rangga sudah datang ke outletnya.

"Dokter Rangga! Mari silakan duduk Dok!"

Rangga hanya tergelak. "Ini di luar jadwal praktekku, Nis. Jadi kamu hanya boleh memanggil namaku saja, tanpa embel-embel dokter."

Ganis ikut tertawa renyah. "Iyaa, iya, Ga. Ayo silakan duduk."

Rangga mendaratkan bokongnya di atas kursi yang ada di sudut ruangan. Pria itu membuka resleting tas yang ia bawa kemudian ia keluarkan laptop dari dalam sana.

"Nah Nis, rencana kita untuk membuat coffee shop di tanah milikmu sudah dimulai ya. Hari ini fokus untuk suplay bahan-bahan bangunan sekaligus untuk membuat pondasi." Rangga membuka ponselnya kemudian ia tunjukkan kepada Ganis. "Ini dokumentasi dari tadi pagi Nis."

Ganis menatap lekat foto-foto yang ditunjukkan oleh Rangga. Mata wanita itu nampak berbinar melihat tanah peninggalan orang tuanya bisa ia gunakan sebagai bekal di masa depannya kelak.

"Ga, pokoknya aku percayakan semuanya sama kamu. Aku manut saja, yang penting semua berjalan lancar."

"InshaAllah Nis. Aku yakin semua akan berjalan dengan lancar."

"Tapi aku heran sama kamu Ga," ucap Ganis sedikit menggantung.

"Heran kenapa Nis?"

"Kamu ini dokter yang pasti sangat sibuk kan? Tapi kenapa kamu masih punya waktu untuk membuat coffee shop seperti ini?"

Rangga hanya terkekeh. "Kan bukan aku yang mengerjakannya secara langsung Nis. Ada orang khusus kok yang meng-handle semuanya."

"Memang siapa orang itu Ga? Kok kamu bisa percaya penuh sama orang itu?"

"Itu adikku sendiri Nis. Kebetulan adikku punya holding khusus coffee shop dan co working seperti itu. Jadi, inshaAllah aku percaya sama dia."

"Oh adikmu? Aku kira adikmu juga jadi dokter Ga," kekeh Ganis.

"Adikku yang satu ini emang passion nya bukan di kesehatan Nis. Entahlah, dia sangat sulit ditebak. Dulu kuliah di sospol tapi setelah lulus malah bikin holding yang bergerak di dunia coffee shop, co working dan juga FNB."

"Ndak masalah Ga. Itu artinya profesi di keluargamu lengkap dan bisa saling me...."

Tap... Tap... Tap...

"Sayang!"

Obrolan Gamis dan Rangga terpangkas kala tiba-tiba terdengar suara derap langkah kaki dan suara bariton seorang laki-laki yang merembet masuk ke dalam indera pendengaran. Ganis dan Rangga sama-sama menoleh ke arah sumber suara.

"Mas Krisna!"

"Sayang, kamu sedang apa?" tanya Krisna sembari mendaratkan bokongnya di sebuah kursi yang masih kosong. Ia labuhkan pandangannya ke arah Rangga. "Ini siapa Sayang?"

"Oh kenalkan Mas. Ini Rangga, teman satu sekolahku waktu SMA dulu."

Rangga mengulurkan tangannya. "Selamat siang Mas. Saya Rangga."

Netra Krisna menatap lekat wajah lelaki yang ada di hadapannya ini. Dari sorot mata lelaki itu nampak kilatan tidak suka yang begitu kentara. Dengan sangat terpaksa, ia menyambut uluran tangan Rangga.

"Aku Krisna, suami Ganis."

Rangga tergelak lirih. Dari kata-kata yang keluar dari mulut lelaki itu, Rangga paham jika Krisna memang sedikit tidak menyukai keberadaannya.

"Iya Mas, saya tahu kok." Rangga membereskan laptop yang ada di hadapannya. Ia kemasi semua barang bawaannya dan ia masukkan kembali ke dalam ranselnya.

"Loh Ga, mau ke mana?" tanya Ganis yang kebingungan melihat temannya ini mengemasi barang bawaannya.

"Nis, aku pamit dulu ya. Sepertinya ada hal penting yang ingin dibicarakan oleh suamimu. Takut mengganggu."

Sejenak Ganis melirik ke arah Krisna. Benar saja wajah suaminya ini nampak ditekuk. Kusut sekali seperti jemuran yang belum disetrika.

"Oh baik kalau begitu Ga. Hati-hati di jalan ya."

"Oke Nis. Jangan lupa vitamin yang aku resepkan diminum rutin ya."

"Siap Ga."

Rangga mengayunkan tungkai kakinya. Meninggalkan toko kue milik Ganis dan kini hanya menyisakan sepasang suami-istri itu. Sorot mata Krisna menatap tajam ke arah Rangga, meski saat ini lelaki itu berada di luar outlet dan mulai melajukan mobilnya.

"Nis, aku dengar orang itu berbicara soal vitamin, memang dia siapa? Apa kapasitas dia meresepkan vitamin untukmu?" tanya Krisna dengan nada bicara yang sedikit ketus.

"Namanya Rangga, Mas. Kan sudah aku kenalkan."

"Aku tidak peduli siapa namanya, Nis. Yang aku tanya, dia itu siapa? Mengapa dia mengingatkanmu untuk meminum vitamin?"

"Dia dokter yang menangani promilku saat ini Mas. Makanya, dia mengingatkanku untuk rutin minum vitamin."

"Hah, dia dokter?" tanya Krisna sedikit terkejut. "Katamu dia yang ingin merenovasi toko kue milikmu ini? Lantas, bagaimana ceritanya dia bisa jadi dokter yang menangani promilmu?"

Perihal coffee shop di mana aku dan Rangga bekerja sama, lebih baik tidak perlu aku sampaikan ke mas Krisna. Toh tanah itu adalah milikku sendiri bukan gono-gini yang aku dapat setelah menikah.

"Aku cancel rencana itu Mas. Aku ingin fokus sama promilku dulu saja. Akupun tahu dia seorang dokter juga belum lama Mas."

"Tapi aku tidak suka melihatnya ada di sekelilingmu Nis."

"Tidak suka?" tanya Ganis sedikit kebingungan. "Tidak suka dalam hal apa Mas? Dia baik, sopan. Lantas apa yang membuatmu tak suka?"

Krisna membuang napas kasar. "Entahlah Nis, aku tidak tahu. Tapi menurut feeling ku, dia menyukaimu. Terlihat jelas dari cara dia menatapmu, dari cara dia berbincang denganmu, dan dari gesture tubuh yang seolah begitu perhatian kepadamu."

"Ah masa sih Mas? Tapi aku melihatnya biasa-biasa saja."

"Nis, kenapa kamu masih bisa santai seperti itu?" tanya Krisna dengan gemas.

"Lantas aku harus bagaimana Mas?" tanya Ganis semakin bingung sendiri. "Tapi tunggu. Kenapa kamu terlihat takut seperti itu sih Mas?"

Hening .. . Tak ada jawaban dari Krisna.

"Tunggu, tunggu. Kamu tidak sedang cemburu kan Mas?"

Krisna terhenyak. Tak ada satupun jawaban yang keluar dari mulutnya.

.

.

.

1
suciati
puspa jadi pindah haluan ya.. tau bakal punya cucu dari Dinda, eh Ganis dilupakan
suciati
ulalaaalaa..pinter akting juga ya dia.. cocok tuh dijadikan pemain film
suciati
ngebet jadi orang kaya sampai lupa klo mereka sedang numpang
Hanindia
nah loh gk bisa jawab kan
Hanindia
emang punya segudang cara licik yaa,, tp gtw, ntar berhasil atau tidak
Hanindia
kereennn.. lawan mertuamu nis
Laviolla
selamat membaca semua... jangan lupa untuk like, komen, follow, subscribe dan share ya... mkasih
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
bagus Ar... klo gitu kan enak, biar Krisna cepet ketahuan
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
hayooloohhhhh awal-awal minta dikenalin, Lama-lama minta warisan🤣
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
sampai di magelang kamu yang akan terkejut Nis😂😂
cinta semu
ya lihat aja biasa ny pelakor tu licik ny tiada tanding😂😂benar u nis ..manis asam garam sudah u makan hidup bersama Krisna ...jadi g masalah mau harta terbagi bahkan jatah tubuh terbagi ..gass aja ...
Anonim
basi anying
Anonim: asli .. muak lapar malah basi
total 2 replies
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
siap2 hancur akibat ulahmu sendiri Kris
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
Krisna pintar ngibulll... udah pro banget dia kayaknya...
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
hahaha terlalu banyak yang dipikirkan sampai nge-blank gitu🤣
Laviolla
selamat membaca semua... jangan lupa untuk like, komen follow subscribe dan share ya.. makasih
Masitoh Masitoh
seruuu
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
hayoloohhh ketemu juga tuh foto USG nya.... besok bakal ketahuan tuh🤣
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
tuh kan si tukang bohong udah mulai beraksi... entah kebohongan apa lagi yang bakal ia katakan.. pasti ada yang lain juga kan..
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
kasian sampai ketiduran gitu.. padahal suaminya lagi ehem-ehem sama istri keduanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!