NovelToon NovelToon
10th Anniversary

10th Anniversary

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Poligami
Popularitas:25.6k
Nilai: 5
Nama Author: Laviolla

Di balik kelembutan sikap sang suami, ternyata ia menyimpan sejuta duri...

Rengganis tidak pernah menyangka jika di hari ulang tahun pernikahan yang ke sepuluh, ia akan mendapatkan sebuah kado yang sangat spesial. Kado yang menjadi awal petunjuk bahwa ada banyak dusta yang disembunyikan oleh sang suami.

Berawal dari sebuah foto USG yang ia temukan di dalam saku kemeja sang suami, Rengganis berhasil membuka sebuah rahasia yang selama ini disembunyikan. Satu rahasia bahwa ternyata sang suami diam-diam telah menikah sirri dengan wanita lain.

Lantas, jalan apakah yang akan diambil oleh Rengganis di saat pernikahannya sudah dipenuhi dusta oleh sang suami? Apakah ia akan tetap mempertahankan pernikahannya dengan menerima wanita lain untuk menjadi madunya? Atau apakah ia akan mengakhiri biduk rumah tangganya yang sudah berlayar sepuluh tahun dengan melepaskan sang suami?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laviolla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anniv 27. Terkesima

Sebuah tenda dome berdiri kokoh di sebuah tempat yang letaknya jauh dari tenda-tenda lainnya yang berada di tepi pantai. Tempat yang jauh dari keramaian yang nampak sedikit lebih privat. Sebuah tempat yang dipilih oleh Krisna untuk bisa ia gunakan sedikit lebih nyaman dan tenang untuk melewati malam ini. Malam yang akan terasa jauh lebih syahdu dengan berduaan bersama sang istri. Dari tenda yang akan ditempati Krisna dan Ganis ini nampak juga beberapa tenda yang digunakan oleh para pecinta alam yang memang memiliki hobi menikmati suasana alam dengan mengagendakan camping di dalam daftar agenda mereka.

Krisna baru saja selesai membuat api unggun. Malam ini memang terasa sedikit lebih dingin dari biasanya, sehingga dengan membuat api unggun seperti ini bisa menjadi suplai kehangatan untuknya dan untuk sang istri. Tak selang lama, Ganis menghampiri sang suami sembari membawa dua cangkir white coffee.

"Minumlah Mas. Sepertinya dingin-dingin seperti ini akan semakin nikmat jika kita duduk sambil menikmati secangkir kopi."

Ganis mengulurkan secangkir kopi untuk sang suami. Krisna tersenyum manis. Ia menerima secangkir kopi dari sang istri kemudian melingkarkan lengannya di pinggang Ganis. Ia menghirup aroma kopi dari cangkir yang ada di tangannya sambil menyesapnya perlahan. Perasaan nyaman dan menenangkan seketika datang menggelayuti hatinya.

Krisna labuhkan pandangan matanya ke arah kening Ganis, kemudian ia kecup dengan intens. "Aroma kopinya sungguh nikmat, sama seperti aroma tubuhmu, Sayang." Krisna kembali menatap lekat wajah Ganis kemudian mencium bibirnya. "Terimakasih istriku!"

Ganis hanya bisa tersipu malu mendengar gombalan dari Krisna. Meskipun hanya ucapan-ucapan gombal, namun selalu saja bisa membuat wanita itu merasakan kebahagiaan yang tiada terkira.

"Sama-sama Mas."

Krisna kembali merengkuh tubuh Ganis dan membawanya ke dalam pelukan. Lengan tangannya begitu erat memeluk pinggang Ganis seperti menggambarkan keposesifan seorang suami terhadap istrinya. Begitu pula dengan Ganis, ia menemukan kenyamanannya tatkala meletakkan kepalanya di pundak Krisna.

Bulan terlihat membulat sempurna. Ditemani ribuan kerlip bintang dan semburat awan tipis seolah ikut meramaikan suasana malam ini. Suara debur ombak yang memecah batu karang dan memecah pantai seakan kian menambah kesyahduan yang mereka rasakan.

"Bagaimana Sayang? Apakah kamu menyukai tempat ini?"

Ganis mengangguk. "Iya Mas, aku benar-benar menyukainya. Terimakasih banyak sudah mengajakku ke tempat yang begitu indah ini ya Mas."

Krisna terkekeh. "Itu sudah menjadi kewajibanku untuk membahagiakanmu Sayang. Salah satunya dengan mengajakmu di tempat yang indah seperti ini."

"Iya Mas. Terimakasih."

Hening... Keduanya larut dalam pikirannya masing-masing.

Ganis menghela nafas dalam kemudian ia hembuskan perlahan. "Kamu lihat langit malam itu Mas?"

Krisna mengangguk. "Iya Sayang, aku melihatnya."

"Menurut kamu langit malam itu seperti apa?"

Dahi Krisna sedikit mengerut. "Hmmmm... Langit malam itu gelap. Betul begitu kan?"

"Ya, itu benar sekali Mas. Namun lihatlah, selain suasana gelap yang terlukis di langit malam, apakah kamu bisa melihat yang lainnya?"

Krisna menganggukkan kepalanya. "Tentu Sayang. Aku bisa melihat ribuan kerlip bintang di sana, pantulan lembut cahaya rembulan dan pastinya awan tipis yang ada di sekelilingnya."

Ganis tersenyum simpul. "Bagiku itu semua ibarat kehidupan yang aku jalani saat ini, Mas. Sesekali kita memang harus merasakan satu kegelapan agar kita bisa melihat sesuatu yang begitu indah di balik kegelapan itu."

Krisna semakin mengernyitkan kening. "Maksud kamu Sayang? Aku tidak paham."

Ganis terkekeh pelan. Beberapa hari ia tinggal bersama madunya di atap yang sama, ia merasa semakin ikhlas menjalani garis takdirnya.

"Aku baru sadar jika kehidupan rumah tangga yang aku jalani tidak akan selalu mulus. Benar saja, saat ini aku sedang diuji dengan kerikil-kerikil tajam yang menjadi satu penghalang kebahagiaanku. Kerikil-kerikil tajam itulah yang membuat kehidupan rumah tangga yang aku jalani terasa lebih gelap dan sulit."

Krisna makin erat mendekap tubuh Ganis. Ia paham betul apa maksud yang tersirat di balik ucapan istrinya ini.

"Aku minta maaf Sayang. Karena pada kenyataannya aku sendirilah yang memasang kerikil tajam itu di bawah kakimu. Dan pastinya membuatmu terluka."

Ganis tersenyum getir. "Tapi aku sungguh penasaran bagaimana ceritanya kamu bisa tertarik kepada Dinda Mas? Apa yang membuatmu jatuh cinta pada wanita itu?"

Krisna membuang napas kasar. Tiba-tiba saja ingatannya tertuju pada saat awal-awal ia mengenal Dinda.

"Awalnya aku kenal Dinda sebagai salah satu sales rokok keliling, Sayang. Hampir setiap hari Dinda mampir ke kantor untuk menawarkan rokok ke karyawan. Hasilnya lumayan karena semua karyawanku yang merokok membeli rokok yang ditawarkan Dinda."

Krisna menjeda ucapannya sejenak untuk mengambil napas. Ia merasa saat inilah waktu yang tepat untuk menceritakan semuanya. Sedangkan Ganis masih tetap intens menunggu cerita Krisna.

"Dari sanalah aku dan Dinda semakin dekat. Aku juga sering curhat perihal kita yang belum di karuniai anak. Sampai pada akhirnya Dinda menantangku untuk tidur dengannya sebagai pembuktian bahwa aku tidak mandul. Dan ya akhirnya terjadilah sesuatu itu dan sekarang Dinda mengandung anakku."

Ganis tersenyum sumbang. Entah bagaimana menyakitkannya cerita yang ia dengar, namun ia tetap mencoba untuk tetap tersenyum dengan penuh keikhlasan.

"Beruntung sekali ya Mas, dengan sekali main saja bisa langsung jadi. Padahal aku yang kamu nikahi secara sah sudah sepuluh tahun belum bisa memberimu keturunan."

"Aku sungguh minta maaf Sayang. Aku benar-benar tidak tahu jika semua akan seperti ini."

"Iya Mas, aku sudah memaafkan semua. Entah mengapa saat ini hatiku jauh terasa lebih ringan."

"Apakah itu artinya rasa cintamu untukku sudah mulai terkikis Sayang?" tanya Krisna sedikit takut.

Ganis mengendikkan bahu. "Entah terkikis atau aku yang mulai mencintai diriku sendiri melebihi rasa cintaku ke kamu Mas. Karena jika bukan diriku sendiri yang memeluk, lantas siapa yang akan memelukku ketika hatiku terluka? Dan siapa yang akan menyembuhkan luka itu jika bukan aku sendiri?"

Krisna mengecup jemari tangan Ganis dengan intens. "Tidak masalah jika kamu sudah tidak mencintaiku Sayang, asalkan kamu jangan pergi dari sisiku."

"Seperti apa yang pernah aku ucapkan Mas, aku tidak bisa menjanjikan apapun. Selagi Allah belum menyuruhku untuk berhenti, aku tetap bertahan pada pernikahan ini. Semoga setelah kegelapan ini, aku bisa melihat cantiknya sinar matahari yang hadir menerangi."

"Jagung bakar... Jagung bakar... Jagung bakarnya, Om.. Tante...!"

Obrolan Ganis dan Krisna terhenti kala tiba-tiba di depan tenda mereka melintas seorang anak perempuan yang berusia sekitar sepuluh tahun. Gadis kecil itu menenteng sebuah container berukuran sedang yang ia bawa ke sana kemari.

Wajah yang terlihat sedikit berantakan namun tetap terlihat bersih. Meski pakaian yang dipakai oleh gadis ini sedikit kumal karena warna aslinya sudah pudar, namun tetap menjadi daya tarik sendiri bagi Ganis untuk membeli dagangannya.

"Sayang, jualan jagung bakar?" tanya Ganis membuka pembicaraan.

Gadis kecil itu menganggukkan kepala. "Iya Tante, aku jualan jagung bakar. Tante mau beli? Mumpung masih hangat."

Ganis tersenyum. "Satunya harga berapa Sayang?"

"Sepuluh ribu Tante. Tante mau berapa?"

"Itu yang kamu bawa berapa?" tanya balik Ganis.

Gadis itu membuka container yang ia bawa Dengan seksama ia menghitung jagung bakar yang ia bawa.

"Masih ada lima belas, Tante."

"Oke, Tante beli semuanya ya."

Gadis penjual jagung bakar itu terperangah dengan bibir yang menganga lebar. Seakan tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Ganis.

"T-Tante serius?"

"Iya Sayang." Ganis berujar sembari tersenyum lebar. "Jam segini kenapa kamu masih berkeliling?"

"Iya Tante, dari tadi belum ada yang beli. Maka dari itu aku sampai malam seperti ini."

"Memang besok kamu tidak sekolah, Sayang?"

"Aku tidak sekolah, Tante. Bapakku sakit jadi aku dan ibu harus bekerja untuk cari uang agar bisa makan."

"Ya Allah, maafkan Tante ya Sayang, Tante tidak bermaksud untuk menyinggung perasaanmu."

"Tidak apa-apa Tante."

"Jadi ini yang bakar jagung ibumu?"

"Iya Tante, setelah itu aku keliling untuk menjualnya."

"Boleh Tante memelukmu Sayang?"

Gadis itu sedikit terkejut. "Tapi bajuku kotor Tante. Nanti pakaian Tante pasti ikut kotor juga."

"Tidak apa-apa Sayang."

Gadis kecil itu menggeser tubuhnya untuk bisa lebih dekat dengan Ganis. Tanpa menunggu waktu lama, Ganis langsung memeluk tubuh gadis kecil itu.

"Kamu gadis yang kuat dan hebat. Kamu juga berbakti pada orang tuamu. Semoga kebahagiaan dan kecukupan selalu mengiringi langkah kakimu dan keluargamu ya Sayang."

"Iya Tante. Terima kasih untuk doanya."

Ganis mengusap-usap punggung gadis kecil ini. Bahkan ia labuhkan sebuah kecupan di kepala si gadis kecil. Hal inilah yang membuat Krisna semakin terkesima dengan sosok wanita yang sudah ia nikahi selama sepuluh tahun ini.

Ya Allah, terbuat dari apa hati istriku ini? Mengapa dia sama sekali tidak merasa risih ataupun jijik memeluk tubuh gadis penjual jagung bakar yang terlihat kumal dan berantakan ini?

Ganis melerai pelukannya. "Jadi totalnya berapa Sayang?"

"Seratus lima puluh ribu Tante."

Ganis merogoh saku celananya. Ia ingat jika masih ada uang cash yang tersimpan di sana. Lima lembar pecahan seratus ribuan ia berikan semuanya kepada gadis kecil ini.

"Nah, ini semua untukmu ya Sayang."

Gadis kecil itu menghitung lembaran uang yang diberikan oleh Ganis. "Tapi ini banyak sekali Tante."

"Tidak apa-apa Sayang. Sisanya bisa kamu tabung atau bisa kamu gunakan untuk berobat bapak. Oke?"

"Terima kasih banyak Tante." Gadis penjual jagung menyerahkan semua jagung bakar yang sudah ia masukkan ke dalam kantong plastik bening. "Ini jagungnya Tante."

"Sayang, jangung-jagung ini tolong kamu bagi-bagikan ke semua orang yang ada di tenda sana ya," ucap Ganis seraya menunjuk ke arah tenda-tenda lain yang sudah berjajar di tepi pantai.

.

.

.

1
Laviolla
selamat membaca semua.. jangan lupa untuk like, komen, subscribe, follow dan share ya.. mkasih
Astuti Puspitasari
Pindah kemana ya? ngomong2 proyek rahasia sama pak Dokter apakabar thor? apakah msh berlanjut? sudah lama kak author tidak melaporkan kepada para readers 🤭
Laviolla: nanti akan di spil kak.. kita fokus ke konflik-konflik kecil dulu.. 🤣🤣 kakak.. follback akun saya ya, biar bisa japri
total 1 replies
Laviolla
selamat membaca semua.. jangan lupa untuk like komen subscribe follow dan share ya.. mkasih
Ma Em
Bukan baru sadar Krisna emang kamu bodoh milih selingkuhan kok tdk lbh baik dan lbh cantik dari Ganis istri pertamamu Krisna , benar kata Bu Maryati sdh tdk cantik hrs nya cantik hatinya ini tdk sdh tdk cantik busuk pula hatinya dasar Krisna bodoh .
Laviolla: kakak... follback akun saya ya... biar saya bisa japri... mau kirim hadiah untuk kakak
total 1 replies
Astuti Puspitasari
Tapi anehnya ko ada ya yang suka sama Dinda..itu loh yang kenalan di Bali, emang se cantik apa sih Dinda? Apakah dia mau menipu dinda atau beneran suka sih?
Anonim: seiyuu Thor atau Voice actor
total 4 replies
Masha 235
baru nyadar skrng,,,,kmaren2 ngpain aj ..
Laviolla: kemarin masih belum sadar kak..😂
total 1 replies
Laviolla
selamat membaca semua.. jangan lupa untuk like, komen, subscribe, follow dan share ya.. mkasih
sunaryati jarum
Pastinya itu bukan anak Krisna,tapi anak kekasihnya .Krisna saja yang bodoh,nanti baru menyesal telah terbongkar,dan Ganis minta cerai
Anonim
Kebanyakan mikir anda Kris.. sudah lepaskan habis gampang.. konoyaro bakayaro aho
Laviolla: wkkwkkk paket lengkap🤣
total 3 replies
cinta semu
resiko di madu nis...moga aja ..ada bahagia untuk u ... meskipun tdk bersama Krisna ....
Laviolla
selamat membaca semua.. jangan lupa untuk like komen, share, subscribe, follow ya Makasih
Adel Lia
double up Thor makin seru ceritanya
Laviolla: asiiaaaapppp... wkkkwkk
total 3 replies
linda
salutt sama bu mar..bener2 pelindung untuk ganis
linda
wkkwkkkk.. ngadu ke mertua,, cemen banget sih kamuu din
linda
uluuhhh.. kagak tau malu ya Dinda
linda
istri udah spek bidadari malah di poligami.. bakal nyesel lu kris
linda
ya terserah mereka dong din, masa kamu yg ngatur boleh bermesraan ato enngak
linda
bulan madu dalam rangka anniv ke 10 tp rasanya seperti pengantin baru ya,,,
linda
jempol sepuluh untuk bu marrrr.. kamu keren bu.. bisa gerak cepat untuk melindungi ganis
linda
heleehhh.. baru ajja liat ganis dideketin cowok kamu lgsg cemburu Kris, lalu gimana ganis yg ngeliatmu nikah lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!