"Dulu aku hanyalah pemuda biasa tanpa bakat, tanpa kekuatan, dan tanpa tujuan. Dunia terasa abu-abu sampai akhirnya aku bertemu dengannya—cahaya yang menerangi hidupku dan mengajarkanku arti cinta."
Namaku Li Yao. Aku tidak memiliki bakat kultivasi, namun cintaku padanya membuatku rela membelah langit dan bumi demi menjadi kuat. Bersamanya, aku merasakan kebahagiaan yang tak terlukiskan, hingga sebuah malam kelam mengubah segalanya.
Mata keparat merenggut nyawanya di hadapanku. Aku tak berdaya. Aku hanya bisa menangis melihat darahnya menetes. Saat napas terakhirnya berhembus, sebuah sumpah setan terucap:
"Aku akan membasmi mereka semua. Walau harus menjadi iblis, walau harus menyeberangi lautan darah, dendam ini akan kubayar lunas!"
Kini, dunia tidak lagi memiliki Li Yao yang lembut. Yang tersisa hanyalah Pendekar Berhati Es, seorang pembunuh dingin yang pedangnya selalu basah oleh darah musuh. Setiap tebasan adalah doa dendam, setiap nyawa yang melayang adalah persembahan unt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichsan Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20 Makam Bunga dan Sumpah Setan: Aku Akan Membunuh Mereka Semua!
Di sebuah bukit tersembunyi yang jauh dari pandangan, tempat di mana bunga-bunga liar tumbuh paling indah dan angin selalu berhembus lembut, Li Yao menumpuk tanah merah yang subur.
Ini bukanlah makam untuk mayat, karena tubuh Ling Qingyu telah kembali menjadi abu. Ini adalah makam untuk kenangan, makam untuk cinta, dan makam untuk masa lalu yang telah mati.
Dengan tangan yang hati-hati namun dingin, Li Yao menanam ribuan bibit bunga berwarna merah darah dan putih bersih di sekeliling gundukan tanah itu. Bunga-bunga itu adalah favorit Ling Qingyu, bunga yang dulu sering mereka petik bersama.
Selesai menanam, Li Yao duduk bersila di depan gundukan tanah itu. Ia meletakkan sebuah batu batu besar yang halus di bagian atas. Dengan ujung jarinya yang memancarkan energi tipis, ia mengukir nama di atas batu itu.
"Di Sini Berbaring Cintaku, Ling Qingyu"
Huruf-huruf itu tertulis rapi, namun setiap goresan mengandung kekuatan yang begitu padat, hingga batu keras itu terlihat seperti mentega.
Li Yao menatap tulisan itu lama sekali. Wajahnya tanpa ekspresi, namun atmosfer di sekitarnya terasa begitu berat hingga burung-burung pun enggan berkicau.
"Qingyu..." panggilnya pelan. "Kau bilang jangan membenci... kau bilang jalani hidup dengan bahagia..."
Ia tersenyum miring, senyum yang sangat jahat dan dingin.
"Tapi maafkan aku... aku tidak bisa menuruti itu. Hatiku sudah mati saat kau pergi. Tidak ada ruang untuk kebahagiaan lagi di sini. Yang ada hanyalah kekosongan yang harus diisi dengan darah para pelakunya."
Tiba-tiba, Li Yao mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi ke langit, seolah menantang para dewa dan roh leluhur.
"AKU, LI YAO, BERSUMPAH DI DEPAN MAKAM INI, DI DEPAN JASAD DAN ARWAH KEKASIHKU!!"
Suaranya meledak, bergema di seluruh lembah bukit itu.
"MULAI HARI INI, AKU MEMBUANG KEMANUSIAANKU! AKU MENGABDIKAN SELURUH HIDUP DAN MATIKU UNTUK SATU TUJUAN SAJA: PEMBALASAN!"
Mata Li Yao memerah menyala, memancarkan aura iblis yang murni.
"SIAPA YANG MEMBUNUHMU? SIAPA YANG MENGHANCURKAN KITA? KLAN NAGA HITAM BUKAN? PARA PEMBUNUH ITU BUKAN?"
Li Yao menjatuhkan tinjunya ke tanah tepat di samping batu nisan.
DONG!
Tanah di sekitarnya bergetar hebat, retakan muncul di mana-mana.
"AKU BERJANJI PADAMU, QINGYU! AKU AKAN MENCARI MEREKA SATU PER SATU! AKU AKAN MENCARI KEPALA PEMIMPIN MEREKA YANG BERTANDUK ITU! DAN AKU AKAN MEMUTUS LEHER MEREKA DENGAN TANGANKU SENDIRI!"
"Yao... jangan..." seakan bisikan penyesalan terdengar samar.
"TIDAK! CUKUP SUDAH KEBODOHAN ITU!" Li Yao mengamuk pada angin. "Kebaikan tidak melindungimu! Cinta tidak menyelamatkanmu! Hanya kekuatan! Hanya kekerasan! Hanya kematian yang bisa menuntut keadilan!"
Ia menatap tajam ke arah utara, arah di mana markas musuh berada.
"Jadi dengarkan aku, kalian para sampah! Kalian yang bersembunyi di balik kekuatan dan kekuasaan! Kalian yang berpikir bisa melakukan apa saja sesuka hati!"
Li Yao berdiri, tubuhnya memancarkan aura hitam pekat yang nyaris terlihat mata.
"SIAPKAN DIRIMU! KARENA AKU AKAN DATANG! AKU AKAN DATANG MEMBAWA NERAKA BERSAMAKU!"
Teriakan terakhirnya itu begitu dahsyat hingga burung-burung di pohon-pohon sekitar berterbangan panik, meninggalkan tempat itu selamanya.
"AKU AKAN MEMBUNUH MEREKA SEMUA!! SEMUA!!"
Hening kembali menyelimuti bukit itu. Li Yao kembali tenang, namun ketenangan itu jauh lebih menakutkan daripada amukannya barusan. Ia menunduk, mencium permukaan batu nisan itu dengan penuh kasih sayang yang aneh.
"Tunggu aku, Cintaku... Saat dendam ini lunas... saat nama mereka musnah dari muka bumi... barulah aku akan datang menemuimu lagi. Dan saat itu, aku tidak akan lagi menjadi Li Yao yang lemah."
Ia berdiri tegak, membetulkan pakaiannya yang compang-camping. Matanya yang dulu penuh cahaya kini menjadi dua buah lubang hitam yang mengerikan.
"Selamat tinggal... masa laluku."
Li Yao berbalik badan, tidak pernah menoleh lagi ke belakang. Ia melangkah pergi meninggalkan makam bunga itu, meninggalkan desa, dan menuju dunia luas yang kejam.
Perjalanan seorang iblis telah dimulai. Dan dunia... belum siap untuk apa yang akan terjadi.