Mendadak jadi istri dari seorang billionaire? mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kalian, tapi tidak dengan Serafina. Semenjak menjadi istri dari pria billionaire, Serafina tidak bisa menjadi dirinya sendiri dan harus menjadi standar perilaku para wanita kalangan atas didunia. Apalagi suaminya tidak mencintainya dan hanya menganggap nya sebatas istri pelunas hutang.
demi melunasi hutang hutang paman dan bibinya, Serafina dipaksa masuk kedalam kehidupan para kalangan elit. dia harus bisa menjadi seorang istri yang anggun dan menjadi contoh para wanita di dunia.
apakah pernikahan Serafina bertahan?
______________
hai semua, aku author Flower senang bisa bertemu dengan kalian🦩❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Love Me Hubby²⁷
Para pelayan mension terlihat takut, bahkan sampai ada beberapa yang keluar dengan alasan belanja ke pasar, karena sangking takutnya jadi pelampiasan Alexander.
"Kau lihat? mereka tidak seromantis yang kita lihat" bisik pelayan. "Kau benar, melihat gadis itu bisa duduk disamping Alexander membuat aku jadi lebih percaya diri sekarang, aku yakin tuan Alexander akan lebih tertarik padaku" ucapnya dengan percaya diri.
"jebak saja tuan Alexander untuk menikahimu, kau kan putri dari keluarga terpandang, pasti tuan Alexander tidak menyesal telah menikah dengan wanita yang tepat"
"untuk saat ini, belum saatnya. tapi nanti setelah kita berhasil membuat wanita licik ini ditendang dari mension" wanita itu tertawa puas dengan rencananya. "aku setuju, aku akan membantu mu menyingkir kan wanita itu, ia tidak akan pernah hidup bahagia disini"
"apakah kau tahu? saat ia datang kesini, wajah sok cantik nya itu benar benar ingin aku hancurkan! semalaman aku hanya menangisi pernikahan mereka"
"sepertinya kau harus bersabar, mungkin ini belum saatnya kau menjadi nyonya, tapi dunia tahu bahwa kaulah yang lebih pantas untuk tuan Alexander, bukan wanita rubah itu" wanita itu tersenyum senang mendengar perkataan sahabat nya, membuat ia semakin bertekad untuk menyingkirkan Serafina.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
"bagaimana ini" Serafina mondar mandir sembari memegangi kepalanya yang sakit, orang orang disekitarnya hanya menatapnya dengan aneh. "haish, dia pasti marah besar" entah kenapa pikiran Serafina hanya tertuju pada Alexander, padahal jelas-jelas ia sedang kelupaan mengingat alamat mension.
"apa aku chat Asisten Roky saja ya?" tiba tiba, mobil yang sangat dia kenali kini sudah terparkir dihadapannya, Serafina tampak was-was dan ancang-ancang akan kabur jika yang keluar Alexander, namun ternyata Asisten Roky lah yang keluar. "nyonya, mari kembali karena tuan sudah menunggu anda dirumah"
Serafina hanya mengangguk, ia melangkah memasuki mobil tersebut. Pikirannya kini semakin menjalar kemana mana, tubuhnya terasa panas dingin. Selama diperjalanan, hanya ada keheningan yang menyelimuti keduanya sampai sampai Serafina membuka suara.
"eum...tuan" panggil Serafina "panggil saya Roky nyonya"
"ah tidak sopan, kalau begitu aku akan memanggilmu kak Roky saja" ucap Serafina membuat asisten Roky kebingungan, apakah wajahnya setua itu dimata Serafina?.
"Apakah menurutmu, tuan Alexander akan sangat marah saat ini?"
Roky menatap wajah Serafina yang biasa saja namun terlihat jelas nada bicaranya mengandung ketakutan. "anda tenang saja nyonya, jika tuan Alexander marah dia tidak akan membunuh orang" ucap Asisten Roky menenangkan istri atasannya itu.
"Ngomong-ngomong, kalau saya boleh jujur, seharusnya anda bisa menjaga perasaan tuan Alexander, karena dia memiliki temperamen yang buruk nyonya, apalagi ketika penyakit nya kambuh"
"m-memangnya, tuan Alexander punya penyakit apa?" tanya Serafina penasaran. "Panik attack" jawab asisten Roky singkat. Mata Serafina membulat, ia berusaha mencerna apa yang baru saja assiten Roky katakan.
"Tuan Alexander menderita panik Attack semenjak kematian kedua orang tuanya karena insiden kebakaran, mulai sejak itu tuan Alexander sangat posesif pada orang terdekatnya, terutama Kakek william. tuan Alexander takut kehilangan kembali seseorang yang tersisa bersamanya, makanya tuan Alexander juga selalu menuruti perkataan kakek William"
Serafina menganggukkan kepalanya "nyonya" panggil asisten Roky.
"iya?"
"kalau bisa, buatlah tuan Alexander mencintai anda, karena hanya andalah yang mampu menyembuhkan penyakit tuan Alexander" jelas Asisten Roky dan hanya dibalas oleh tawa kecil dari Serafina.
"kalau untuk hal seperti itu kembalikan lagi pada tuan Alexander" Asisten Roky mengernyit dahi. "kenapa?" tanya nya sambil menatap sekilas kearah Serafina.
"kau tahu? aku menikah dengan tuan Alexander tidak didasarkan cinta, melainkan karena kepentingan masing-masing"
"tuan Alexander menikahi ku karena ingin membuat kakek William bahagia, sedangkan aku menikah dengan tuan Alex karena sebagai jaminan pelunas hutang, jika tuan Alexander bosan dan membuangku, maka aku tidak bisa menuntut lebih, karena memang inilah tujuan dari pernikahan kami" jelas Serafina tersenyum, menyembunyikan sesuatu yang sedang ia rasakan saat ini.
"saya paham apa yang anda bicarakan nyonya, hanya saja....tolong, buat tuan mencintai anda" pesan assiten Roky.
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
skip waktu.
akhirnya mereka sampai di mension, Serafina kemudian melangkah masuk dengan perasaan takut, beberapa pelayan sudah memandang nya sinis namun Serafina memilih untuk mengabaikan mereka semua.
perlahan tangan lembut itu membuka pintu kamar, Serafina masuk dan menutup pintu dibelakangnya. Ia menundukkan kepalanya saat sudah melihat Alexander duduk dibibir ranjang dan menatap kearahnya dengan tatapan permusuhan.
hening....sampai akhirnya Alexander berdiri dan mendekati nya. Langkah Alexander terdengar sangat jelas, setiap langkah pria itu membuat tubuh Serafina terasa berat dan sesak.
Bersambung.....
*
*
*
Hai para readers kesayangan Author, tetap semangat dalam menjalani hari hari biasa ya, jangan pernah menyerah dalam menghadapi keadaan🍃
tapi kita lihat apa akan sama Kya yg lain suka oleng kalau masa lalu datang