Nara adalah seorang gadis yang memiliki kekurangan yang terletak pada wajahnya ia setiap hari dibully oleh teman sekelasnya sampai ketika ia menyelamatkan seorang pria mulai sejak itu kehidupannya berubah kedatangan pria itu membuat hidupnya menjadi lebih baik. pria itu selalu melindunginya dan membantunya ketika ia menghadapi masalah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8
Milka dan teman-temannya sampai di sekolah sebelum siswa lain sampai. Mereka memang sudah merencanakan untuk datang lebih awal, untuk melakukan rencana yang sudah mereka susun tadi malam .
"Gimana, lo udah bawa lem yang gue minta kan" tanya Milka kepada Tasya.
"Udah dong, gue jamin lemnya kuat banget" balas Tasya.
"Bagus kalau gitu" ucap Milka.
"Gue yakin kali ini, pasti Nara malu banget" ucap Lala.
Dan mereka bertiga pun tertawa terbahak-bahak.
"Hei ,berhenti ketawanya cepet lakuin aja sebelum ada yang datang" ucap Milka.
*Lala lo jaga di pintu, jangan sampai ada yang lihat kita ngelakuin ini "perintah Milka.
"Oke ,gue yang jaga di pintu" jawab Lala.
"Cepetan olesin Kalau bisa yang banyak" perintahnya kepada Tasya.
"Iya iya sabar, ini lagi gue kerjain kok "jawab Tasya.
"Hei ,cepetan ada yang datang "ucap Lala.
Karena panik mereka cepat-cepat menutup kaleng lem lalu menyimpannya di dalam tas. Setelah itu mereka berpura-pura membersihkan kelas. Agar tidak ada yang tahu, apa yang sebenarnya mereka lakukan.
"Lala, kok tumben lo pagi-pagi udah di kelas" tanya salah seorang temannya.
Lala hanya tersenyum karena bingung ingin menjawab apa. Karena biasanya dia tidak pernah datang sepagi ini.
"Lah, kalian juga udah dateng" ucapnya lagi kepada Mila dan Tasya.
"Iya, kita datang pagi-pagi buat beres-beres kelas iya kan Tasya" ucap Milka.
"Iya iya bener itu soalnya kemarin kami yang udah berantakin kelas, jadi kami harus tanggung jawab dong "ucap Tasya.
Mereka bertiga terlihat sangat gugup, sehingga membuat temannya pun merasa curiga. Tetapi karena tiba-tiba temannya datang ,untuk mengingatkannya tentang piketnya di kantor, ia langsung lupa untuk memeriksa apa yang Milka dan teman-temannya sedang lakukan sebenarnya.
"Hey ayo ,katanya tadi mau piket kantor kenapa sekarang malah bengong .nanti kalau guru udah dateng kita bisa kena marah "ucap temannya.
"Oh iya astaga gue lupa , tunggu gue simpan tas dulu" Ucapnya kepada temannya.
Setelah itu ia langsung pergi.
"Hampir aja ketahuan" ucap Milka.
"Iya, Untung aja nggak ketahuan "ucap Tasya.
"Ya udah ,cepetan kita keluar jangan sampai ada yang lihat lagi .nanti mereka bisa curiga kalau kita tetap di sini" ucap Lala.
Lalu mereka bertiga pun langsung bergegas pergi ke kantin. untuk menghilangkan kecurigaan teman-temannya ,jika melihatnya datang pagi. karena memang benar mereka tidak pernah datang se pagi-pagi itu.
Beberapa saat kemudian Sisil dan Nara pun datang bersama murid-murid yang lain. Sisil langsung duduk di tempatnya begitu pula dengan Nara. ia belum sadar bahwa di bangkunya itu telah ditaruh lem. Ia hanya santai berbincang-bincang dengan Sisil.
Sampai akhirnya Keandra datang.
"Nara kamu tadi dipanggil Bu Tiara ,katanya ada sesuatu yang ingin ia bicarakan di ruang guru denganmu "ucap Keandra.
"Bu Tiara" ucap Nara.
"Iya, katanya ada hal penting yang mau dia bicarain sama kamu" ucap keandra lagi.
Saat Nara ingin bangun roknya telah menempel di kursi sampai ia bahkan tidak bisa berdiri . Karena bingung melihat Nara yang tidak berdiri berdiri Sisil langsung bertanya.
"Kenapa lo nggak pergi "tanya Sisil.
Lalu Nara berbisik kepada Sisil " kayaknya rok gue nempel sama kursinya deh "jawab Nara.
"Masa sih "ucap Sisil yang nggak percaya.
"Iya beneran" ucap Nara.
Sisi langsung memeriksa rok Nara untuk memastikan apakah roknya memang tertempel atau tidak. Setelah ia benar-benar memastikan bahwa roknya benar-benar tertempel ia pun jadi panik.
"Hah, kok bisa sih" ucapnya bingung.
"Pasti ada yang sengaja ngelakuin ini sama aku "ucap Nara.
Keandra yang dari tadi berdiri di depan pintu langsung menghampiri Nara dan bertanya
" kenapa kamu nggak pergi, apa kamu masih takut, atau mau kita temenin" ucapnya.
"Nggak kok" ucap Nara.
"Nar ,kita nggak punya pilihan lain selain gunting rok kamu" ucap Sisil.
"Maksudnya ,kenapa rok Nara harus digunting" tanya Kiandra dengan bingung.
Lalu Sisil menjawab pertanyaan Kiandra
" kursi Nara ada yang otak-atik ,mungkin ada yang ngasih lem di kursinya jadi sekarang rok Nara ketempel di kursi sampai nggak bisa lepas" ucap Sisil.
"Tapi gue pakai celana pendek "ucap Nara.
"Tapi kita nggak punya pilihan lain nar .ucap Sisil.
Kiandra yang saat itu memakai jaket, ia langsung membuka jaketnya lalu memberikannya kepada Nara.
"Nih, kamu pakai aja dulu "ucap keandra.
Karena tidak ada pilihan lain Nara pun mengambil jaket itu.
"Ya udah, gue ajak semua orang buat keluar kelas dulu, biar gue yang jaga di pintu "ucap Keandra.
Lalu Keandra mengajak semua teman-teman sekelasnya untuk keluar kelas.
"Hei kalian bisa keluar dulu nggak "ucap Keandra.
Teman-teman yang ada di kelasnya pun serentak merasa bingung kenapa Keandra menyuruh mereka untuk keluar.
"Kenapa kita harus keluar "ucap salah seorang temannya.
"Ada hal penting yang nggak bisa aku jelasin, jadi bisa nggak ikut aku keluar sebentar aja" ucap keandra.
Lalu mereka semua pun keluar dengan rasa penasaran dan wajah yang bingung. Setelah semua teman-temannya keluar dan hanya tersisa Sisil dan Nara. lalu Keandra menutup pintu dan jendela agar tidak ada yang melihat apa yang sebenarnya terjadi di dalam.
Karena begitu penasaran Alex pun bertanya kepada Keandra.
"Kenapa semua anak-anak ada di luar, terus kenapa juga lo kunci pintu terus tutup jendelanya" tanya Alex.
Cuman ada masalah sedikit di dalam ,bukan masalah besar ucap keandra.
Setelah semua teman-temannya keluar Sisil langsung mengeluarkan gunting dari tasnya. lalu memotong rok Nara ,setelah itu menggunakan jaket dari keandra untuk menutupi bagian paha Nara.
"Terus kita harus cari rok di mana "ucap Nara.
"Kalau hal itu ,gue juga nggak tahu tapi coba gue tanya sama anak kelas sebelah. jadi lo tenang aja selama ada aku ,kamu pasti akan baik-baik aja" ucap Sisil menenangkan Nara.
Keandra yang teringat bahwa Nara tidak memiliki rok cadangan, langsung bergegas untuk meminjamkannya ke ruang guru .ia meminta tolong pada Alex untuk jangan membiarkan siapapun masuk sebelum dia datang.
"Alex ,gue bisa minta tolong nggak sama lu" ucap keandra.
"Minta tolong apa" tanya Alex.
"Lo bisa nggak jaga pintu ini ,sebelum gue datang jangan pernah buka pintunya "ucap Kiandra.
Karena melihat wajah Keandra yang begitu serius Alex pun hanya mengangguk.
Lalu Kiandra pun buru-buru berlari menuju ruang guru . Setelah ia sampai di sana ia langsung meminta tolong kepada Bu Tiara.
"Assalamualaikum Bu" ucap keandra.
"Waalaikumsalam ada apa keandra" ucap Bu Tiara.
"Bu ,apakah di sini ada rok cadangan "tanya Kiandra.