NovelToon NovelToon
TEN DYNASTY LEGEND ( Sepuluh Dinasti Legendaris )

TEN DYNASTY LEGEND ( Sepuluh Dinasti Legendaris )

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Epik Petualangan
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: muhammad rivaldi

Chapter 1-20= Prologue & Origin Arc (Arc Pembuka dan Asal-usul)

Chapter 21- 35 = Sura Training Arc (Arc Latihan di Desa Sura)

Chapter 36 - 45 = Road to Tianjian Capital Arc ( Arc Perjalanan Menuju Ibu Kota Tianjian )

Chapter 46 - ? = Ten Dynasties Tournament Arc ( Arc Turnamen Sepuluh Dinasti )

Di tengah perang besar, seorang bayi misterius diselamatkan dari kejaran pasukan kerajaan. Bertahun-tahun kemudian, bayi itu tumbuh menjadi pemuda bernama Cang Li, yang hidup sederhana di sebuah desa kecil tanpa mengetahui masa lalunya.
Namun hidupnya mulai berubah ketika kekuatan aneh dalam dirinya bangkit sedikit demi sedikit. Kilatan petir ungu, rahasia kalung misterius, dan bayangan masa lalu perlahan membuka kebenaran tentang asal-usulnya.
Tanpa ia sadari, Cang Li adalah pusat dari rahasia besar yang dapat mengguncang dunia.
Kini, di tengah bahaya, pengkhianatan, dan kekuatan yang terus terbangun, Cang Li harus mencari tahu siapa dirinya sebenarnya… sebelum semuanya terlambat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon muhammad rivaldi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15 - Meja Bundar Sepuluh Kaisar

Di dalam aula utama Markas Besar Dinasti Tianjian, suasana terasa sangat hening.

Ruangan itu begitu luas dan megah, dengan pilar-pilar batu raksasa yang menjulang tinggi hingga ke langit-langit. Cahaya dari lampu kristal menggantung di atas meja bundar besar yang terbuat dari batu giok hitam, memantulkan kilau dingin ke seluruh ruangan.

Tak seorang pun berbicara.

Bahkan suara langkah kaki para penjaga di luar aula pun nyaris tidak terdengar.

Di tempat itulah, sepuluh penguasa tertinggi Benua Tian Zhu duduk mengelilingi meja bundar yang selama ini menjadi simbol keseimbangan kekuasaan antar dinasti.

Mereka adalah:

Chu Yu dari Dinasti Huangtu,

Shi Hao dari Dinasti Longhuang,

Qin Xuan dari Dinasti Moyuan,

Tang San dari Dinasti Fenyan,

Guan Yan dari Dinasti Tianjian,

Lu Jue dari Dinasti Huanying,

You Lan dari Dinasti Qilinsheng,

Hua San dari Dinasti Xuehai,

Zhu Long dari Dinasti Yeluo,

dan yang terakhir—

sosok paling misterius di antara mereka semua,

Kaisar Bertopeng dari Dinasti Leiting.

Topeng perak yang menutupi wajahnya memantulkan cahaya lampu aula dengan kilau dingin. Ia duduk diam di kursinya, tetapi aura yang memancar darinya membuat keberadaannya terasa sulit diabaikan.

Di kursi utama, Guan Yan selaku tuan rumah rapat mengangkat pandangannya dan mulai membuka pertemuan.

“Terima kasih atas kehadiran kalian semua,” ucapnya tenang, namun suaranya cukup kuat untuk menggema di seluruh aula. “Enam belas tahun terakhir telah menjadi masa damai yang cukup panjang bagi Benua Tian Zhu. Itu bukan hal kecil.”

Beberapa kaisar mengangguk pelan.

Namun belum sempat suasana menjadi lebih tenang, sebuah suara dingin memotong dari sisi meja.

“Damai?”

Itu adalah Chu Yu.

Tatapannya lurus tertuju pada Kaisar Leiting yang duduk di seberang.

“Bagaimana kita bisa membicarakan perdamaian,” lanjutnya dengan nada tajam, “jika ada seseorang di ruangan ini yang bahkan tidak berani menunjukkan wajahnya sendiri?”

Aula itu langsung menjadi lebih tegang.

Chu Yu menyandarkan punggungnya sedikit, tetapi sorot matanya tetap penuh tekanan.

“Kalau aku tidak salah ingat,” katanya lagi, “aturan rapat para kaisar cukup jelas. Tidak boleh ada penyamaran, penutup wajah, atau identitas yang disembunyikan di meja ini.”

Beberapa penguasa lain saling bertukar pandang, tetapi tidak ada yang langsung ikut campur.

Mereka semua tahu—

ini bukan sekadar soal topeng.

Ada sejarah lama dan luka lama yang belum selesai di antara mereka.

Beberapa detik kemudian, Kaisar Leiting akhirnya berbicara.

Suaranya berat, tenang, dan terdengar dingin dari balik topeng peraknya.

“Aku sudah mendapat izin langsung dari Tuan Rumah, Kaisar Guan Yan.”

Ia berhenti sejenak, lalu sedikit memiringkan kepalanya.

“Atau jangan-jangan...” lanjutnya pelan, “kau punya masalah pribadi dengan topengku, Chu Yu?”

Nada suaranya berubah lebih tajam.

“Atau mungkin... kau takut melihat siapa yang ada di baliknya?”

Ucapan itu membuat aura Chu Yu langsung berubah.

Tekanan energi dari tubuhnya perlahan menyebar, cukup untuk membuat udara di sekeliling kursinya terasa lebih berat.

Namun sebelum suasana berubah menjadi bentrokan terbuka, Guan Yan langsung mengangkat tangannya.

“Cukup.”

Suaranya tidak keras.

Tetapi wibawanya cukup untuk menghentikan ketegangan di ruangan itu.

“Ini bukan tempat untuk membuka pertengkaran lama,” katanya tegas sambil menatap satu per satu wajah para kaisar. “Kita berkumpul di sini karena ada ancaman yang jauh lebih besar daripada konflik pribadi.”

Ucapan itu membuat perhatian seluruh ruangan kembali terfokus.

Guan Yan menatap semua orang dengan serius.

“Dinasti Cangmo dari Benua Jue Wang mulai bergerak.”

Kalimat itu langsung membuat suasana berubah.

Tak ada lagi yang bercanda.

Tak ada lagi yang memikirkan topeng.

Nama Dinasti Cangmo saja sudah cukup untuk membuat semua orang mengerti bahwa pembicaraan ini bukan main-main.

“Beberapa mata-mata kami telah melaporkan pergerakan pasukan, perdagangan senjata terlarang, dan aktivitas mencurigakan di wilayah perbatasan,” lanjut Guan Yan. “Mereka belum menyerang secara terbuka, tetapi semua tanda menunjukkan bahwa mereka sedang mempersiapkan sesuatu yang besar.”

Hua San dari Dinasti Xuehai sedikit menyipitkan matanya.

“Seberapa besar ancamannya?” tanyanya.

Guan Yan menjawab tanpa ragu.

“Jika mereka benar-benar memulai invasi...” suaranya merendah, “maka tidak ada satu dinasti pun di antara kita yang bisa menanganinya sendirian.”

Ruangan kembali hening.

Semua orang memahami arti dari kalimat itu.

Jika Dinasti Cangmo menyerang, maka yang dipertaruhkan bukan lagi wilayah atau tahta.

Melainkan seluruh Benua Tian Zhu.

Setelah diskusi yang cukup panjang, para kaisar akhirnya mencapai satu kesepakatan.

Jika invasi dari Benua Jue Wang benar-benar terjadi, maka sepuluh dinasti besar harus bekerja sama dan saling membantu.

Untuk sementara, itulah keputusan terbaik yang bisa mereka ambil.

Namun ketika pembicaraan mulai mereda, Tang San dari Dinasti Fenyan tiba-tiba membuka suara.

“Aku punya usul lain.”

Semua mata langsung beralih padanya.

Tang San duduk santai, tetapi sorot matanya tampak penuh perhitungan.

“Kalau kita benar-benar ingin mempererat hubungan antar dinasti,” katanya pelan, “maka kita tidak bisa hanya mengandalkan janji di atas meja.”

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan.

“Kita perlu sesuatu yang bisa menyatukan generasi muda kita... sekaligus mengukur kekuatan mereka.”

Guan Yan mengangkat alis.

“Maksudmu?”

Tang San tersenyum tipis.

“Sudah delapan tahun sejak terakhir kali diadakan Turnamen Kultivator Muda Antar Sepuluh Dinasti.”

Beberapa penguasa langsung terlihat tertarik.

Yang lain mulai berpikir.

Tang San menyilangkan tangannya di depan dada.

“Kalau dunia memang sedang menuju masa yang tidak tenang, maka generasi muda kita harus dipersiapkan dari sekarang.”

Alasannya terdengar masuk akal.

Masuk akal sekali.

Namun saat berbicara, Tang San sempat melirik sekilas ke arah Chu Yu, Shi Hao, dan Qin Xuan.

Kerlingan itu berlangsung sangat singkat.

Begitu cepat hingga hampir tidak terlihat.

Namun cukup jelas untuk menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak dikatakan secara terbuka.

Sebuah rencana tersembunyi.

Sesuatu yang mungkin jauh lebih gelap daripada sekadar turnamen persahabatan.

Sayangnya, tidak semua orang menyadari hal itu.

You Lan dari Dinasti Qilinsheng langsung mengangguk setuju.

“Itu ide yang bagus,” ujarnya. “Selain mempererat hubungan antar dinasti, turnamen juga bisa menjadi ajang untuk mencari bibit-bibit terbaik generasi muda.”

Beberapa kaisar lain pun mulai memberikan persetujuan.

Setelah pembahasan singkat, keputusan akhirnya diambil.

Turnamen Kultivator Muda Antar Sepuluh Dinasti akan resmi diadakan dua bulan lagi, dan wilayah penyelenggaraannya berada di Dinasti Tianjian.

Keputusan itu tampak seperti kabar baik bagi seluruh benua.

Namun jauh di balik keputusan itu, beberapa orang di ruangan tersebut tahu—

turnamen kali ini kemungkinan besar akan menjadi panggung bagi sesuatu yang jauh lebih berbahaya.

End Chapter 15

1
KETUA SEKTE
Jelek👍
KETUA SEKTE
👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!