NovelToon NovelToon
Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Nasib Shafiya terjebak dalam pernikahan yang dimulai dengan niat dendam dari seorang pria bernama Arash. Kematian kekasihnya yang tidak mendapat pertanggungjawaban dari keluarga Shafiya membuat pria tempramental itu menikahi kekasih yang seharusnya menjadi istri dari tunangannya.

Shafiya harus menerima takdirnya menjalani pernikahan dengan laki-laki yang tidak mencintainya, rumitnya pernikahannya dengan lika-liku drama pernikahan yang dia alami.

Apakah Shafiya akan bertahan dalam pernikahannya? atau justru pada akhirnya Shafiya menyerah karena lelah? tetapi apakah Arash akan melepaskannya?"

Jawabannya hanya ada di bab-bab berikutnya...

Jangan lupa di follow Ig saya.
ainunharahap 12

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 1 Rencana Pernikahan.

"Shafiya tunggu!" langkah gadis cantik berhijab pashmina sebagai penutup kepalanya tampak simple dan terlihat begitu modis dan cantik dengan balutan atasan di pasukan dengan rok berwarna putih.

Pria tampan berkulit kuning langsat itu menyusunnya ketika keluar dari toko bunga.

"Iya, Mas Zidan," sahut Shafiyah

Nama gadis cantik bertubuh kecil dengan berkulit putih itu bernama Shafiya Zahra Aqela.

"Ini?" Zidan memberikan bouket bunga mawar untuknya.

Shafiya terlihat malu-malu menerima hadiah pemberian dari Zidan.

"Untuk saya. Mas?" tanyanya memastikan membuat Zidan menganggukkan kepala.

Shafiya mengambil dengan menghirup aroma pada bunga itu.

"Hmmm, saya sedikit gugup bertemu dengan kamu sampai tidak mengatakan apapun saat di dalam, saya senang Shafiya mendapat kesempatan untuk bertemu dengan kamu sebelum hari pernikahan kita," ucap Zidan.

Shafiya tersenyum mendengar kata-kata yang keluar dari mulut manis pria di hadapannya itu.

"Membicarakan tentang pernikahan? apa, Mas akan datang bersama keluarga menemui Abi dan Umi?" tanya Shafiya.

"Sudah pasti Shafiya. Insaallah kami akan berkunjung lusa," jawab Zidan.

"Shafiya menunggu," sahut Shafiya dengan tersenyum menunduk.

Zidan menganggukkan kepala.

****

"Assalamualaikum..." sapa Shafiya ketika sudah pulang ke rumah dengan membawa bunga yang baru saja diberikan calon suaminya.

"Walaikumsalam Shafiya...." seorang wanita tanpa memakai hijab berjalan menghampirinya.

"Kamu baru saja bertemu dengan Zidan?" tebak wanita itu.

Shafiya menganggukkan kepala.

"Zidan benar-benar, harus diberi kode-kode, baru mengerti jika sangat penting memberikan wanita bunga," ucap Kanaya.

"Apa Kakak yang menyuruhnya melakukan semua itu?" tanya Shafiya memastikan.

"Hmmm, menurut kamu apa tipe pria seperti Zidan tiba-tiba saja punya ide cemerlang untuk melakukan hal itu?" Kanaya kembali bertanya.

Shafiya tampak tidak merespon, sebagai wanita pasti sangat bahagia jika diberikan bunga, tetapi kebahagiaan itu akan berkurang jika mengetahui bahwa pemberian itu bukan berasal dari diri sendiri melainkan saran dari orang lain.

"Shafiya kamu sudah kembali?" seorang wanita berhijab melangkah menghampiri kedua wanita tersebut.

"Iya Umi," Shafiya tersenyum dengan menganggukan kepala dan tidak lupa mencium tangan wanita itu.

"Umi sudah mempersiapkan beberapa hal yang perlu untuk pernikahan kamu dan juga Zidan. Abi juga sudah menghubungi beberapa rekannya untuk membantu proses pernikahan kalian agar berjalan dengan lancar," lanjut Umi Laina.

"Terima kasih Umi untuk semua kebaikannya, maaf pernikahan ini harus merepotkan banyak orang dan termasuk juga Kakak," sahut Shafiya.

"Kamu tidak perlu mengucapkan terima kasih kepada saudara sendiri, kamu juga dulu bantu bagaimana pernikahan Kakak," sahut Kanaya.

"Ya sudah kalau begitu Shafiya mau istirahat sebentar," ucap Shafiya berpamitan kepada Laina dan juga Kanaya membuat mereka menganggukkan kepala.

*****

Kediaman rumah Shafiya terlihat begitu ramai karena didatangi keluarga dari calon suaminya.

Shafiya ikut bergabung di ruang tamu bersama dengan kedua orang tua dan juga Kanaya. Sementara Zidan juga datang bersama keluarganya kedua orang tuanya dan juga adiknya Rania.

"Alhamdulillah kita bisa menentukan tanggal pernikahan yang pas untuk kedua anak-anak kita," ucap Abi Thoriq.

"Alhamdulillah, semoga proses pernikahan ingin diberikan kelancaran," sahut Wira, Ayah dari Zidan.

"Amin," sahut semuanya dengan serentak.

Shafiya sejak tadi hanya menunduk tidak berani mengangkat kepala untuk melihat calon suaminya yang tepat duduk di hadapannya.

"Assalamualaikum!" di tengah pembicaraan itu tiba-tiba seseorang mengucapkan salam membuat mereka menoleh ke arah suara tersebut.

"Walaikumsalam salam?"

Keluarga Shafiya kebingungan melihat pria tampan berkulit putih melangkah menghampiri ruang tamu.

"Kak Arash akhirnya sampai juga," sahut Rania.

"Maaf saya terlambat saya tadi salah alamat," sahut Arash.

"Tidak apa-apa. Arash. Ayo kamu sapa keluarga istri calon Zidan," sahut Wira.

"Pak Thoriq, ini adalah Arash keponakan saya," ucap Wira.

Arash mengulurkan tangannya berjabat tangan dengan Thoriq.

"Saya ayah dari calon istri dari Zidan," sahut Thoriq.

"Wajah tuan tidak asing apakah kita pernah bertemu?" tanya Arash terus menatap wajah Thoriq.

"Mungkin saja kita tidak sengaja bertemu di jalan atau di manapun itu, karena kita sudah saling mengenal dan lain kali bisa saling menyapa satu sama lain," sahut Thoriq.

"Ya, semoga banyak pertemuan kedepannya," sahut Arash melepaskan uluran tangan tersebut.

Saat berkenalan dengan Umi Laina. Laina menyatukan kedua tangannya untuk tidak bersentuhan dan sementara kepada Kanaya mereka berjabat tangan dengan saling berkenalan satu sama lain.

Sama halnya dengan Shafiya juga hanya menyatukan kedua tangan untuk tidak bersentuhan dan bahkan Kanaya langsung menundukkan kepalanya untuk tidak melihat pria di hadapannya itu terlalu intens.

"Duduklah Arash," sahut Zidan.

Arash menganggukkan kepala dan kemudian duduk di sebelah Zidan.

"Arash ini keponakan saya yang selama ini tinggal di Amerika. Arash kebetulan sedang ada pekerjaan di Indonesia dan dia juga berkenan ikut untuk menghadiri acara pembicaraan pernikahan ini," jelas Wira.

"Padahal kak Arash pasti sangat sibuk, tapi syukurlah jika datang tepat waktu dan yang paling penting tidak salah alamat," sahut Rania.

"Mana mungkin salah alamat jika kamu terus saja menghubungi dan menanyakan Kakak berada di mana," sahut Arash.

Pembicaraan pernikahan dilanjutkan tetapi tatapan mata Arash tertuju kepada Thoriq, melihat pria itu sangat berwibawa dalam berbicara membuat Arash tersenyum miring penuh arti.

Pandangan matanya juga beralih pada Shafiya yang akan menjadi calon istri dari sepupunya itu. Shafiya menyadari bahwa sejak tadi dia ditatap membuat Shafiya melihat ke arah Arash dan mata mereka bertemu.

Shafiya dengan cepat mengalihkan pandangan itu dan entahlah apa maksud Arash menatap dirinya dengan cara seperti itu.

*******

Hari pernikahan.

Shafiya terlihat begitu cantik mengenakan kebaya berwarna putih syar'i dibalut dengan hijabnya yang senada dengan kebaya tersebut.

Wajah cantik itu tampak berseri-seri dengan aura pengantin yang terlihat jelas di wajahnya, banyak orang mengatakan bahwa pengantin tampak begitu pangling.

"Kamu adalah pengantin yang paling cantik yang pernah Kakak temui," Kanaya berdiri di belakangnya melihat cantiknya Shafiya dari pandangan cermin.

"Jangan terlalu memuji Shafiya seperti itu, Shafiya jadi malu," ucap Shafiya.

"Beginilah jika orang cantik, maka tidak percaya diri dengan kecantikannya dan selalu mengatakan malu. Shafiya kamu harus bersyukur memiliki wajah cantik seperti ini dan Alhamdulillah kamu menikah dengan Zidan yang juga memiliki ketampanan," ucap Kanaya.

"Pernikahan tujuannya bukan untuk mencari ketampanan atau kecantikan, tetapi sesungguhnya pernikahan adalah ibadah terpanjang dan hanya mencari ridho Allah," sahut Shafiya.

"Iyaaa... Bu ustadz," sahut Kanaya.

"Ya sudah sekarang kita sebaiknya turun saja, pengurus sudah datang dan begitu juga dengan keluarga Zidan, tetapi sepertinya Zidan akan terlambat datang," ucap Kanaya.

"Kenapa seperti itu?" tanya Shafiya dengan menoleh ke arah Kanaya.

"Ya, ampun kamu langsung panik seperti itu. Hey tidak perlu terlalu khawatir, tadi Kakak bertanya pada rombongan mereka dan ternyata Zidan harus mengambil cincin pernikahan kalian terlebih dahulu, jadi mereka terpisah, tetapi sekarang sedang dalam perjalanan dan sebentar lagi juga sampai," jelas Kanaya.

Wajah Shafiya terlihat murung, seperti ada sesuatu yang dia pikirkan tetapi tidak mampu untuk diucapkan.

"Kanaya kamu tidak perlu memikirkan hal buruk, tidak ada masalah besar apapun. Ayo kita langsung turun dan jangan membuat semua orang menunggu!" ajak Kanaya.

"Baik, Kak," jawab Shafiya menganggukkan kepala.

Kanaya bersama dengan Shafiya sama-sama keluar dari kamar menuju tempat pernikahan yang sudah disiapkan.

Bersambung......

1
Dew666
💝💝
vitrienoor99
gitu donk Arash kamu jangan langsung emosi denger dulu penjelasan shafiya
Dew666
☀️☀️☀️
vitrienoor99
Arash sebaiknya masalah kecelakaan cantika kamu omongin baik baik dengan abi thoriq biar jelas semuanya
Dew666
🪭🪭🪭
vitrienoor99
semoga Arash benar-benar sudah berubah, jadian shafiya
vitrienoor99
Arash yang benar nie... ga mau belah duren😄 nanti kalau udah berhasil belah duren pasti kamu ketagihan
vitrienoor99
usir aja Amelia dari rumah Arash, nek
vitrienoor99
ternyata Arash pintar juga menghadapi Amelia, lama lama tumbuh benih cinta dech si Arash ke shafiya
vitrienoor99
oh ternyata Arash sudah menyelidiki tentang Amelia dan masa lalunya, semoga Arash cepat menyadari kalau dirinya hanya dijadiin alat balas dendam Amelia, semangat updatenya thor
Dew666
🔥🔥🔥
vitrienoor99
kira kira siapa yang berkunjung mau bertemu dengan willi ya, berarti willi masuk penjara gara gara Kanaya ya, masalahnya apa ya sampai willi masuk penjara
Anonim
Maaf ….. aku paling benci baca novel wabita yg selalu terrindas …..
mama: 🤣sama kak,pling benci baca novel wanita ny lemah yg bisanya cm nangis🤭.. gk seruuuu.
total 1 replies
Dew666
🍎🍎🍎
vitrienoor99
esmosi banget aku bacanya, Arash lucu ketika zidan ngasih harapan ke syafiyah, Arash ga Terima. Arash jangan terlalu benci ke syafiyah takutnya nanti kamu bencimu jadi bucin kan malu nanti
Dew666
👑👑👑
Dew666
💜💜💜
Dew666
🌹🌹🌹
Dew666
💎💎💎
Dew666
🪻🪻🪻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!