NovelToon NovelToon
Hilang Ingatan, Aku Ganti Calon Suami

Hilang Ingatan, Aku Ganti Calon Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

Viola Denada Danuarta, itulah namanya, seorang gadis berparas cantik memiliki darah keturunan Belanda. Ia adalah anak kedua dari keluarga Danuarta yang cukup berpengaruh.

Namun, memiliki ekonomi yang serba berkecukupan tak bisa membuat seorang Viola bahagia. Karena ujian nya ada di kisah asmara nya.

Di kali kelima dia menunggu sang kekasih, tepatnya didepan kantor catatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan, dia kembali di bohongi dan di hianati oleh sang tuanangngan.

Setelah dia memutuskan untuk melupakan segalanya tentang laki-laki itu dia malah mengalami kecelakaan hebat, pada akhirnya kecelakaan tersebut merenggut ingatan Viola selama tiga tahun terakhir, tak hanya itu dia juga di nyatakan lumpuh sementara.

****

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab #27

"pak Pandu maaf, kita harus segera kembali ke perusahaan, ada beberapa hal penting yang harus di tangani," ucap Monica kepada Pandu dengan senyum tipis nya.

"Baiklah, Sekar, kalau begitu aku pergi dulu, lain kali kita bicara lagi," ucap Pandu berbalik dan kemudian meninggalkan Sekar.

"Huh, bagus lah kalau begitu, aku tidak perlu menjawab pertanyaan nya tuan muda Pandu," kata Sekar merasa tenang dan kemudian meneduh di dekat pohon pinggir jalan.

"Siapa wanita itu? Ini pertama kalinya aku melihat pak Pandu datang menghampiri seorang wanita yang kucel dan kumuh seperti dia," batin Monica sebelum dia masuk ke mobil Pandu.

Mereka pun meninggalkan tempat tersebut, namun Pandu yang merasa tidak enak hati terus memikirkan Sekar, dia merasa kalau sesuatu telah terjadi kepada Sekar.

"Pak Pandu, apa yang sedang kau pikirkan? Siapa wanita tadi?" tanya Monica memecah keheningan di dalam mobil tersebut.

"Bukan urusan mu, kerjakan saja apa yang seharusnya kau kerjakan, lain kali tolong jangan terlalu banyak ikut campur saat aku berbicara dengan seseorang," kata Pandu yang merasa kesal dengan kedatangan Monica tadi, membuat dirinya tidak mendengarkan penjelasan Sekar.

"Maaf pak, aku hanya sedikit peduli," jawab Monica dengan pipi merah menahan malu.

Sebagai seorang asisten dan juga sekertaris Pandu, Monica merasa dirinya paling berkuasa, baik di luar maupun di dalam perusahaan, dia selalu bertindak seolah-olah dia lah yang paling layak memerintah selain Pandu.

Tak hanya itu, Monica juga sudah sangat lama diam-diam menyukai Pandu, dia berharap kalau suatu saat nanti Pandu akan jatuh cinta pada dirinya, dengan begitu dia akan menjadi istri tuan muda dari keluarga Danuarta, tampa Monica sadari kalau seluruh harta kekayaan keluarga Danuarta tertulis atas nama Viola Denada Danuarta, Pandu dan sang papa memiliki bisnis sendiri, mereka tidak ingin harta itu sama sekali karena itu adalah milik Viola kesayangan mereka.

"Pak Pandu memarahiku karena wanita tadi, apa hubungan mereka sebenarnya, aku harus segera mencari tahu," batin Monica.

Sementara itu ...

Sekar baru saja menerima pesan dari rumah sakit kalau ibunya sedang dalam masalah perawatan, apa lagi, ini pasti ulah nya Liam.

"Kak Liam benar-benar keterlaluan, dia rela membuat ibu ku, bibi nya sendiri menderita karena keegoisan nya," ucap Sekar berlari terengah-engah di pinggir jalan untuk mencari taxi.

Liam benar-benar tidak main-main dengan ancaman nya, setelah memberhentikan Sekar dari perusahaan, dia langsung memutuskan biayanya pengobatan sang bibi, ya itu ibunya Sekar.

Tak butuh waktu lama, Sekar pun tiba di rumah sakit dengan taxi yang di naiki nya.

Ia membayar ongkos taxi tersebut dengan uang terakhir yang dia punya lalu segera berlari masuk ke lorong rumah sakit.

"Ibu! Ibu!" teriak nya saat tiba di depan ruang rawat sang ibu.

"Sekar, apa yang terjadi? Kenapa pak Liam memutuskan biaya pengobatan ibu mu?" ucap salah satu dokter.

"Aku, aku tidak bisa menjelaskan apa alasan nya," kata Sekar dengan air mata yang membasahi pipinya.

"Sekar kami minta maaf, kami tidak bisa berbuat apa-apa, kami hanya dokter biasa di sini, dan aku hanya bisa membantu selama dua hari saja, sebaiknya kau segera mendapatkan biayaya pengobatan, jika tidak kami benar-benar akan memutuskan semua alat bantu ibumu," ucap sang dokter sambil memegang pundak Sekar.

"Ya tuhan, ibu, kenapa nasip kita sangat malang seperti ini? Maafkan aku, aku tidak menyangka kak Liam akan sangat kejam kepada kita Bu," ucap Sekar sambil memeluk ibunya yang terbujur kaku di atas ranjang rumah sakit.

Sekar tak tau harus bagaimana, satu-satunya cara yang dia punya hanya lah segera mendapatkan pekerjaan yang bisa menghasilkan uang banyak dengan cepat, dia pun mulai memutar otak untuk memikirkan jalan keluar dari permasalahan ini.

Sementara itu di sisi lain,

"Nyonya muda, apakah kau sedang sibuk?" tanya Hani kepada Viola yang saat ini duduk sambil memainkan iPad milik nya di dalam kamar.

Dia sedang bermain game piano, Viola sangat menyukai musik karena itu ia tidak bisa lepas dari game piano.

"Tidak, ada apa Hani?" tanya Viola sambil menatap ke arah Hani.

"Hmm, sebenarnya aku agak sedikit bingung bagaimana untuk mengatakan nya, tetapi barusan aku melewati ruang kerja tuan muda Zehan, aku melihat Erik menemui nya," jelas Hani.

"Lalu? Kenapa? Bukan kah Erik adalah asisten nya kak Zehan? Jadi wajar saja jika mereka bertemu, kan?" jawab Viola tak mengerti dengan maksudnya Hani yang sebenarnya.

"Iya nyonya aku tau itu, tapi sepertinya setelah Erik pergi, suasana ruangan itu jadi sedikit aneh, tuan muda mengunci dirinya di dalam sana, bau asap rokok terus menyebar keluar, dia bahkan tidak keluar untuk makan siang," kata Hani menjelaskan.

"Apa? Bagaimana bisa seperti itu? Hani bisakah kau bawa aku ke sana sebentar? Aku ingin melihat apa yang sedang terjadi di sana dengan nya?" ucap Viola yang jadi penasaran.

Keduanya memang terkadang seperti Tom and Jerry, namun Viola yang akhir-akhir ini sering mendapatkan perhatian serta merasakan kepedulian Zehan terhadap nya mulai tak bisa mengabaikan sang suami.

"Ayo nona muda, aku bawa kau ke sana," Hani pun mendorong kursi roda Viola pergi ke ruang kerja Zehan.

Flashback on ...

Beberapa jam yang lalu.

"Tuan muda," sapa Erik yang saat itu berdiri di hadapan Zehan yang sedang mengerjakan pekerjaan nya di ruang kerja rumah tersebut.

"Ada apa? Bukan lah seharusnya ku di kantor?" ucap Zehan lagi.

"Ya, tapi tentang penyelidikan kecelakaan maut beberapa tahun yang lalu, anak buah ku sudah menemukan jawaban nya," kata Erik sambil menundukkan kepala.

Mendengar itu Zehan seketika menghentikan aktivitas nya dan menatap ke arah Erik.

Sudah bertahun-tahun lamanya penyelidikan tentang kecelakaan mama dan papa nya yang merenggut nyawa sang mama itu, kini baru lah ada titik terang dari masalah tersebut.

"Kau yakin? Mereka benar-benar mendapatkan petunjuk?" ucap Zehan sambil mengerutkan keningnya.

"Ya, setelah di selidiki beberapa kali, akhirnya salah satu dari mereka menemukan secerca fakta terkait kecelakaan tersebut," ungkap Erik.

"Jelaskan padaku," ucap Zehan penasaran.

"Tuan muda, selama ini kau sudah bersalah karena membenci papa mu, beliau sama sekali tidak pernah teledor dalam mengemudi mobil, mobil yang dia kemudikan saat membawa nyonya juga adalah mobil yang sering sekali di periksa ke bengkel untuk kestabilan nya," jelas Erik memulai percakapan serius mereka.

Deg ...

Jantung Zehan terasa ingin berhenti berdetak setelah mendengar ucapan Erik barusan, dia sudah menebak satu hal kemungkinan.

"Lalu?" tanya nya lagi, terlihat tidak sabar.

"Saat itu, mobil yang papa mu kendarai tiba-tiba diikuti dari belakang oleh mobil asing yang tidak di kenal, mereka berusaha mengecoh, mengejar mobil papa mu," ucap Erik lagi.

"Mereka? Mereka siapa?" kata Zehan lagi.

"Aku juga tidak tau, intinya setelah menyadari ada yang mengikuti dari belakang, papa ku jadi tidak konsentrasi, mama mu mengalami kecemasan dan akhirnya membuat papa mu tidak fokus menyetir, terjadilah kecelakaan itu, dalam hal ini aku bisa mengambil kesimpulan kalau kecelakaan yang di alami papa dan almarhum mama nya tuan muda adalah ulah seseorang," jelas Erik sambil memberikan beberapa berkas dan juga foto buram sebagai bukti.

Zehan menerima berkas dan foto-foto buram tersebut, tangan nya gemetar, dia tidak bisa melihat jelas bukti-bukti foto itu, tetapi setelah tau kalau kematian mama nya adalah hal yang telah di rencanakan seseorang, Zehan jadi semakin fursatsi.

"Sepertinya mereka memang sudah mengincar nyawa nyonya dan tuan, namun untungnya tuan bisa di selamatkan meskipun nyonya sudah tiada, tetapi sepertinya target utama mereka memang mama mu tuan muda," lanjut Erik lagi.

"Katakan kepada mereka untuk terus menyelidiki, cari tau siapa pengemudi mobil yang ada di belakang mobil papa dan mama ku, bawa mereka ke hadapan ku hidup atau mati," ucap Zehan sambil mengepalkan tangannya.

"Baik ruan muda, namun kita harus kembali mengeluarkan modal besar, dan juga penyelidikan ini mungkin akan memakan waktu lagi," kata Erik.

"Aku tidak peduli, mereka yang sudah merenggut nyawa, harus mempertanggung jawabkan perbuatan mereka kepada mama ku," ujar Zehan yang tak terlalu mementingkan soal uang karena kekayaan mereka cukup untuk melakukan hal tersebut.

"Baik ruan muda," ucap Erik yang kemudian meninggalkan rumah tersebut.

Flashback off.

Setelah kepergian Erik, Zehan yang memendam rasa kecewa dan bersalah pun tak bisa mengontrol dirinya, selama ini dia selalu menyalahkan papa nya atas kematian sang mama, tapi faktanya sang papa juga hampir menjadi korban, perasaan Zehan kini campur aduk.

Ia kembali menyesap rokok nya, sebatang demi sebatang, tidak ada henti-hentinya sehingga ruangan tersebut penuh dengan bau asap rokok.

"Uhuk ... Uhuk ..." suara batuk.

Sampai terdengar di kedua kuping Zehan, sayup-sayup suara batukan kecil Viola terdengar dari pintu ruangan tersebut.

Zehan pun menoleh dan menatap ke arah pintu.

"Bawa nyonya keluar," ucap nya kepada Hani dengan tatapan tajam.

"Ba ..."

"Tidak Hani, kau saja yang keluar," ucap Viola menolak.

Hani pun patuh dan kemudian meninggalkan Viola di sana bersama dengan Zehan.

Melihat kegigihan istri nya, Zehan pun mematikan rokok tersebut dan menghampiri Viola yang kini berjarak beberapa meter dari dirinya.

"Apa yang kau lakukan di sini? Bukan kah bisa menunggu di luar? Kau tidak mendengarkan aku?" ucap Zehan sambil membungkuk di hadapan Viola sambil menumpukan kedua tangan nya di kedua sederan tangan kursi roda nya Viola.

"Kak Zehan, bisakah aku bertanya satu hal? Uhuk-uhuk," ucap Viola sambil sedikit terbatuk-batuk.

Zehan yang melihat itu pun segera melepaskan jas yang dia pakai lalu mengibas-ngibas kan di sekitar Viola agar asap tersebut tidak menggangu pecinuman sang istri.

Dia yang awalnya fursatsi dengan keadaan seketika melupakan semua hal tersebut karena kedatangan Viola, bagi Zehan tak ada alasan secuil pun untuk dirinya melibatkan sang istri dalam urusan ribet nya ini.

****

1
Felycia R. Fernandez
good Hans👍👍👍
👑公爵夫人🪷: hihihihihi
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Disini Viola gak bisa jadi istri yang punya firasat ke suami.malah ngerti Hani.walaupun bisa dikatan hani udah lama kenal Zehan,tapi kan sebagai istri seharusnya lebih peka
👑公爵夫人🪷: betul banget 🤭🤭
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Sundel bolong 😠
Felycia R. Fernandez
ini ngapain lagi sekretaris ikut campur urusan boss nya
Felycia R. Fernandez: siiip kk Thor...
aku pembaca setia mu 😆😆😆
total 4 replies
Felycia R. Fernandez
jangan ragu,kamu bisa kerja di perusahaan Pandu
Felycia R. Fernandez
udah tau adik sepupu butuh biaya untuk Tante nya malah di pecat,gak profesional lho ...😠
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
duuuh nona muda,mulut nya lho
😆😆😆😆
Felycia R. Fernandez
Langsung terlacak ke Zehan ya,bukan ke Pandu lagi
Felycia R. Fernandez
Berarti disini Liam tidak tau ya kalau viola anak orang kaya???🤔
Felycia R. Fernandez
makanya gak usah sok nolak suami deh Vio, akhirnya kamu butuh Zehan juga kan 😆
Felycia R. Fernandez
Semoga infonya gak setengah setengah ya,biar Liam tau kalau Viola sudah kembali ke keluarga dan sudah menikah.bukan hanya kecelakaan dan lumpuh
Felycia R. Fernandez
ho'oh...
semua perhatian mu selalu di terima lain ma Viola...
Sabar ya Zehan...tunjukan terus niat tulus mu ma Viola,lama lama ntar vio luluh juga
Felycia R. Fernandez
naaah itu...
sama pikiran kita Zehan 😆😆😆
Felycia R. Fernandez
Zehan
Felycia R. Fernandez
Perasaan Viola nethink Mulu ke Zehan...😞
Dulu dengan Liam kok cupu bener sampai bolak balik di kibulin
Felycia R. Fernandez
Lah,kenapa pisah kamar Ze??? 🤔
Felycia R. Fernandez
wow 6 lantai ...
Felycia R. Fernandez
kamu nya aja yang cerewet 😅😅😅
Felycia R. Fernandez
Dulu juga kamu ninggalin papa dan kk mu demi pacar,sekarang ninggalin papa dan kk demi suami malah keberatan... jalani hidupmu sebagai istri Vio,tau diri.Zehan juga gak kejam kejam amat,mulut nya aja yang pedes
Felycia R. Fernandez
tipe Viola ini,suka kabur kalau ada masalah.dalam percakapan juga.jadi gak pernah nyimak.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!