Alya, wanita cantik yang sudah lelah dengan kisah kehidupannya, mencoba untuk membuka hatinya kembali untuk seorang pria yang dijodohkan oleh bos di kantornya. Ia berharap itu yang menjadi cinta terakhirnya. Namun, siapa sangka ternyata pria itu menyimpan sebuah masa lalu yang membuat Alya, kembali berpikir apakah ia harus hidup tanpa cinta untuk selamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon empat semanggi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah baru
Akhirnya, apa yang dinanti-nantikan Alya selama ini tiba juga.
Hari ini, ia dan Raka resmi keluar dari rumah kakek Aaron dan nenek Carrol setelah hampir dua bulan menetap dirumah megah itu.
walaupun rumah yang ditempati mereka saat ini tidak terlalu besar seperti rumah kakek dan neneknya, namun Raka bersyukur karena hidup Alya tidak harus tertekan karena sikap neneknya itu.
Hanya kakek Aaron yang mengantar mereka, sedangkan nenek Carrol wanita paruh baya itu tak keluar kamar sejak pagi, ia bahkan tak ikut sarapan dengan alasan tak enak badan.
Alya tahu, itu hanya alasan dari wanita paruh baya itu, karena semalam ia masih terlihat baik-baik saja.
Nenek Carrol juga melarang Raka untuk menemuinya. wanita paruh baya itu sepertinya kesal karena Raka lebih menuruti keinginan Alya dibandingkan mendengar ucapannnya.
Kakek Aaron meminta Alya dan Raka untuk sering-sering berkunjung dirumah mereka, karena rumah megah mereka akan kembali sepi, setelah kepergian suami isteri itu.
yaaa,,walaupun ia tahu, isterinya pasti tak akan suka jika mereka datang, apalagi ada cucu menantunya juga.
sebenarnya, kakek Aaron juga bingung, mengapa isterinya itu sangat membenci Alya. Padahal, Alya adalah wanita yang baik, dan sangat ceria. Sudah ia tanyakan berulang kali pada isterinya, namun hanya keheningan yang ia terima.
^^^^
"wahh,,ku pikir hanya satu lantai" ucap Alya saat melihat rumah minimalis yang telah dibeli Raka. Rumah itu tak terlalu besar, tak juga kecil sesuai dengan keinginan Alya.
Raka berupaya memberikan yang terbaik pada Alya, demi kenyamanan wanita itu. Apapun yang Alya inginkan, akan ia usahakan, dan berikan pada wanita cantik itu.
Raka juga sudah menawarkan Alya untuk kembali bekerja, namun Alya menolaknya. sepertinya Alya memikirkan ucapan nenek Carrol untuk segera memberikan seorang cicit pada mereka.
Alya katakan akan kembali bekerja, jika ia telah siap. Namun, untuk saat ini sepertinya ia belum memikirkan itu.
Pria tampan itu juga sengaja, membeli rumah yang tak terlalu jauh dari perusahaan agar ia bisa kembali ke rumah saat jam istirahat. Raka merasa, tak bisa jauh-jauh dari isterinya.
Raka juga sudah mendapatkan seorang sekertaris yang ia inginkan walau tak segesit Dave, namun ia tak mempermasalahkan hal itu.
"kau suka?" tanya Raka memastikan.
"hmmm,,sangat suka,," jawab Alya cepat.
"aku sengaja, belum membeli perabotan yang lain, agar kita bisa memilihnya bersama" ucap Raka lagi membuat Alya menganggukan kepala cepat.
"yaaa,,apa kita bisa pergi sekarang?" tanya Alya yang nampaknya sudah sangat tak sabar itu.
Raka terkekeh melihat tingkah Alya itu. "ok,,ayo kita pergi" ajak Raka.
untuk saat ini, Raka masih memakai mobil kakeknya, ia akan membeli mobil nanti, karena baru saja membeli rumah.
...
Raka dan Alya menuju ke salah satu toko furniture yang menjual perlengkapan rumah tangga yang cukup lengkap.
Raka membiarkan Alya memilih sesuai dengan selera wanita itu, karena selera Alya tak jauh berbeda dengan seleranya.
selesai memilih sofa, Raka dan Alya juga membeli beberapa perlengkapan dapur. Semua itu Raka serahkan pada Alya.
walaupun sebelumnya Alya ada seorang wanita karir, namun soal perlengkapan dapur Alya tak kalah dengan ibu-ibu rumah tangga. Raka cukup kagum dengan Alya, walaupun cukup sibuk di perusahaan namun Alya juga tak asing dengan perlengkapan dapur.
Bisa Raka bayangkan, apa yang terjadi jika bukan Alya yang menjadi isterinya. Semuanya mungkin serba instan. yang membuat Raka semakin kagum pada Alya adalah, wanita itu menolak untuk mempekerjakan seorang pembantu, karena bagi Alya ia masih bisa melakukan semua pekerjaan rumah tangga apalagi hanya mereka berdua yang ada dirumah itu.
selesai membeli perabotan rumah, Alya dan Raka kemudian mampir disalah satu restoran untuk makan malam. Perabotan-perabotan yang sudah mereka beli, akan diantar oleh pihak toko ke rumah mereka, sesuai dengan alamat yang diberikan oleh Raka.
Awalnya Alya sudah menawarkan untuk memasak, namun Raka menolak.
Alya sudah cukup kelelahan hari ini, jadi untuk urusan masak masih ada hari esok.
Tanpa kedua orang itu sadari, ada sepasang mata cantik yang terus melihat ke arah mereka. khususnya ke arah Raka. Mata itu terus menatap Raka, tak lama kemudian seulas senyum muncul di bibir itu yang olesi lipstik dengan warna merah menyala.
Alya menikmati makan malam mereka begitu juga dengan Raka. Selesai makan malam, Alya dan Raka meninggalkan restoran itu.
Namun, baru saja sampai didepan pintu restoran, Alya yang kurang fokus merasakan tubuhnya yang tiba-tiba mundur beberapa langkah akibat menabrak sesuatu.
"auchh,,," keluh Alya dan memegang keningnya.
"sayang, kau nggak papa?" tanya Raka panik.
Alya yang masih memegang keningnya, menoleh ke sosok yang sudah menabraknya itu.
"Sorry,, aku sedikit buru-buru" suara wanita itu terdengar.
Raka ikut menoleh, saat mendengar suara itu.
"Rakaa,,,kau Raka Kingston kan?" ucap wanita itu kaget.
sedangkan Raka, pria itu hanya menatap datar wanita itu, dan kembali memeriksa keadaan Alya.
"kamu nggak papa?" tanya Raka lagi pada Alya.
"hmm,,keningku sedikit sakit" ucap Alya.
Raka kemudian memeriksa kening Alya. "sedikit membengkak, sebaiknya kita cepat kembali" ucap Alya.
"heiii,,,Raka,,!! kamu nggak ingat aku?" suara wanita itu kembali terdengar, saat Raka hendak membawa Alya pergi dari sana.
Raka menoleh pada wanita itu, dan mengangkat sebelah alisnya. "siapa kau?"
wanita itu mengangkat sudut bibirnya sinis, "kau masih seperti dulu, sangat angkuh"
Raka memutar bola mata malas mendengar ucapan wanita itu.
"sebaiknya kita pergi sayang,," ajak Raka pada Alya yang bingung melihat interaksi Raka dan wanita itu.
"siapa dia Ka,,?" tanya Alya setelah mereka masuk kedalam mobil.
"hanya penggemarku dulu, yang sepertinya belum move on" jawab Raka asal.
Alya tersenyum mendengar ucapan Raka, tak ada Rasa cemburu sedikit pun dalam hatinya. Alya bisa setenang itu, karena dari ekspresi dan sikap Raka, menunjukan bahwa pria itu benar-benar tak ingin membahas wanita itu.
sesampainya mereka, Raka langsung mengambil es untuk mengompres kening Alya.
"apa yang dikenakan wanita itu, apa ia memakai besi pada pakaiannya?" gumam Raka saat kembali memeriksa kening Alya yang sudah tampak membengkak itu.
"sakit?" tanya Raka.
"sedikit" balas Alya.
Raka kembali mengompres kening Alya dengan hati-hati.
setelah selesai mengompres kening Alya, Alya kemudian membersihkan dirinya, setelah itu bergantian dengan Raka.
drttt,,,drtttr,,drttt
Alya yang sedang mengganti pakaiannya, mengerutkan keningnya, saat melihat panggilan masuk di ponsel suaminya.
"ka,,ada panggilan masuk" ucap Alya sedikit berteriak.
"dari siapa sayang?" tanya Raka yang masih berada di kamar mandi.
"nggak tahu, nomor nggak dikenal" balas Alya.
"tolong di angkat sayang, siapa tahu penting" ucap Raka lagi.
tanpa menunggu lama, Alya lalu menggeser ikon hijau pada bendah pipih itu.
"hallo,,," ucap Alya, namun tak jawaban diseberang sana.
"hallo,,dengan siapa ini?" ucap Alya lagi namun tetap tak ada sahutan.
"dari siapa sayang?" tanya Raka yang sudah keluar dari kamar mandi.
"nggak tahu," jawab Alya, sambil menyodorkan ponsel Raka pada pria itu.
Raka menerima ponselnya dari Alya, dan kembali menyapa, namun tetap tak ada jawaban diseberang sana.
"mungkin orang iseng,," ucap Raka, lalu mengakhiri panggilan itu. Pria tampan itu langsung memblokir nomor ponsel itu, ia tak suka jika ada orang yang suka bercanda padanya.
Alya hanya mengangkat kedua bahunya, melihat tingkah suaminya.
selama ini, Raka selalu membiarkan Alya untuk menjawab setiap panggilan, Raka juga tak keberatan jika Alya meminjam ponselnya itu.
Ia berusaha untuk selalu terbuka dan jujur pada Alya, karena sekali lagi ia tak mau membuat Alya sakit hati. karena mood pria itu bergantung dengan sikap dan suasana hati Alya.
biar cepet koit tuhhhh marah-marah melulu 😤
lanjuuttttt 💪💪💪🤩🤩
semoga langgeng dan harmonis terus rumah tangga nya 👍👍🤗🤗🤗
gak tergoda yg lain, atau menyakiti hati Alya 👍👍🤗