NovelToon NovelToon
Satu Malam Yang Merubah Ku

Satu Malam Yang Merubah Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / One Night Stand / Hamil di luar nikah
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Millea

Satu malam dalam keadaan mabuk berat, Permana merusak hidup seorang wanita yang bahkan tak ia kenal.

Wanita itu—Aaliyah, putri dari orang terpandang di kota London. Ia merasa bersalah sudah menodai wanita itu, sampai kata - kata yang di ucapkan oleh Aaliyah pada malam itu masih terus terngiang di kepala Praman.

“Bertaubatlah !! Kasihani orang tua mu. Aku tahu siapa dirimu sebenarnya.”

Sejak saat kejadian itu, Pramana. Merasa bersalah pada Aaliyah. meretakkan cintanya pada sang kekasih, mengguncang keyakinannya, dan menyeretnya pada pertanyaan terbesar:

mampukah ia menebus dosanya selama ini ia lakukan atau justru tenggelam dalam masa lalunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Millea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Suasana mansion Opa Rasyid yang biasanya tenang mendadak berubah seperti pasar tumpah sejak kehadiran Maura dan Baskara. Tawa, teriakan, dan suara langkah kaki saling bersahutan memenuhi setiap sudut mansion.

“Astaga, Kak Maura! Jangan digoyangin gitu! anak ku, bukan botol minuman!” teriak Aaliyah panik ketika melihat sepupunya mengayun-ayunkan Eldar dengan gaya berlebihan.

“Tenang dong, Aal. Nih anak senang ko. Liat tuh dia aja ketawa!” sahut Maura santai, justru makin mengguncang tubuh kecil Eldar.

Eldar tertawa geli, suaranya melengking, tangan mungilnya mengepal sambil sesekali menarik rambut Maura dengan kuat. Entah kenapa bocah itu ingin sekali menari rambut panjang milik Aunty nya.

“YA ALLAH, RAMBUT ku!” jerit Maura histeris.

“BASKARAAA, TOLONGIN KAKAK. El cukup jangan tarik rambut Aunty lagi.”

Baskara yang sejak tadi duduk selonjoran di karpet sambil memakan kripik pisang hanya melirik sekilas. “Salah sendiri. Dari tadi aku bilang jangan terlalu berlebihan saat bermain.”

“Apa gunanya kamu ada di sini kalo nggak nolongin, kakak mu?” omel Maura.

Aaliyah mendekat cepat, mengambil Eldar dari tangan Maura. “Udah, sini. Aku aja yang pegang.”

Begitu berada di pelukan Aaliyah, Eldar langsung menghentikan tawa dan juga melepaskan jambakan di rambut Maura. Bocah itu diam Kepalanya bersandar di dada sang ibu, matanya menatap wajah Aaliyah dengan ekspresi puas seolah berkata akhirnya balik ke tangan yang benar.

Maura melongo. “Curang. Sama  aku ngga bisa diem,

Terus menjambak rambut ku t. sama kamu langsung sok kalem gitu.”

“Karena dia tau, gendong Mommy nya yang paling nyaman dan aman,” jawab Aaliyah datar.

Padahal bukan seperti itu. Kalau Eldar berperilaku seperti itu pada Aaliyah, ibunya bisa berubah menjadi sumala. Apalagi kalau dia sampai berani menjambak rambut indah milik Aaliyah. Tadi pagi saat sarapan, sang Mommy sudah marah-marah padanya karena Eldar terus menyemburkan makanannya.

Baskara tertawa keras. “Haha, kasihan deloh, Kak. "

“DIAM!” bentak Maura sambil melempar bantal ke arah Baskara.

Bantal itu meleset dan hampir mengenai vas bunga kesayangan Nine Zainab. Wanita lansia itu langsung berdiri dengan wajah terkejut.

“ASTAGHFIRULLAH! Ini rumah atau arena tinju?! Rame sekali kalian ini dari tadi.” serunya. Dengan wajah galak.

Nine Zainab baru saja selesai merawat bunga - bunga miliknya di taman belakang mansion. Suara ketiga cucu serta cicit nya terdengar riuh sampai ke taman. Ketika baru saja masuk ke dalam mansion matanya membulat sempurna melihat Maura melempar batal hampir mengenai vas bunga kesayangannya.

Semua langsung membeku. Dan tak ada yang berani membuka suara. Mendengar seruan dari sang Nenek.

Aaliyah refleks menunduk. “Maaf, Nine. Kalo kita berisik. "

Maura dan Baskara saling pandang, lalu serempak berkata, “Maaf, Nine…”

Nine Zainab menghela napas panjang. “Kalau mau berisik dan ribut, silakan saja. Tapi jangan sampai lempar-lempar barang, apalagi sampai mengenai barang kesayangan Nine, ya. "

Ketiga cucu nya itu mengangguk cepat tanda mengerti dengan ucapan sang Nenek.

Namun belum sempat suasana kembali tenang, Eldar mendadak merengek. Suara kecilnya berubah jadi tangisan yang cukup nyaring.

“Kenapa lagi ini?” panik Aaliyah. " Kenapa kamu menangis El ? "

Baskara mendekat, mencondongkan badan. “Laper kali.”

“Udah makan, sebelum kalian datang. Snack juga udah aku kasih. ” jawab Aaliyah.

“Popok?” tanya Maura.

Aaliyah memeriksa cepat. “Masih kering.”

Tangisan Eldar makin kencang. Wajahnya memerah, tangannya mengepal kuat.

Opa Rasyid yang sejak tadi memperhatikan dari kursinya akhirnya angkat suara. “Coba kasih dia mainan.”

Maura langsung menyambar boneka beruang kesayangan Eldar dari sofa dan menyodorkannya ke Eldar. Bukannya berhenti menangis, Eldar malah melempar boneka itu ke lantai.

“WOW. Santai aja mas Bro.” komentar Baskara.

Aaliyah mulai panik. “Kamu, kenapa sih El nangis tiba - tiba begini? "

Eldar menangis makin kencang, tubuhnya menggeliat gelisah. Entah bocah ini kenapa tiba - tiba saja menangis. Padahal tadi anteng aja di gendong sang Mommy.

Mommy Amira yang baru keluar dari dapur langsung menghampiri. “Dia capek kali. Sejak tadi di ajak bercanda sama Aunty dan uncle koplak nya”

Maura tak terima di bilang koplak oleh sang Aunty. “Enak aja di katain aunty koplak.. aku tak terima, ya."

" Iya nih. Orang ganteng begini kaya Lee Chae-min di bilang koplak. " timpal Baskara juga.

Mommy Amira menghiraukan perkataan kedua keponakannya. ia, mengulurkan tangan pada

Eldar. “Sini, Aal. Mommy gendong sebentar.”

Begitu berada di pelukan Mommy Amira, Eldar masih terisak, tapi tangisnya mulai mereda. Mommy Amira mengusap punggung cucunya dengan ritme pelan dan konsisten.

Apa mungkin El ingin di gendong oleh grandma nya makannya menangis kencang seperti itu?

“Makanya,” ucap Mommy Amira sambil menatap Maura dan Baskara. “ Kalo bercanda jangan berlebihan.”

Maura mengangguk cepat. “Sorry, Aunty. Kami salah. Aku janji… ngga bercanda yang berlebihan lagi kaya tadi. ”

Nine Zainab menggeleng pelan sambil tersenyum tipis menatap ke arah sang cicit. “ Mungkin El minta di ajak jalan - jalan ke luar kali. Udah bosen dia di mansion  terus.”

" Bisa jadi itu. Makannya di nangis begitu. " Timpal Baskara menyetujui perkataan sang nenek.

Padahal mah dirinya juga ingin jalan - jalan keluar bersama kedua kakak sepupu nya itu. Bosan juga di mansion terus seharian ini.

" Kita ajak main ke mall yuk, Aal. Sekalian refreshing kita. Mungkin aja El mau cuci mata di mall. "

Aaliyah menimbang - nimbang ajakan Maura dan Baskara barusan. Ada perasaan bimbang, karena ini kali pertamanya Eldar  akan di jalan - jalan keluar semenjak mereka pindah ke sini.

Hampir sepuluh menit berfikir akhirnya Aaliyah menyetujui ajakan kedua sepupu nya itu untuk mengajak Eldar jalan - jalan ke mall.

Ketika semua orang sibuk memilih mall yang akan mereka datangi nanti. Bocah kecil berpipi bulat bak mochi itu tertidur pulas di pelukan Mommy Amira. Nafasnya teratur, wajahnya damai, satu tangannya masih mencengkeram ujung baju sang nenek.

Aaliyah menatap pemandangan itu dengan senyum lelah namun bahagia. “Maaf ya, Mom. Rumah jadi berisik. Karena tangisan El dan suara berisik kita.”

Mommy Amira tersenyum lembut. “Rumah tanpa suara anak itu sepi, Aal. Berisik begini justru tanda hidup.”

" Nanti ketika kalian menikah dan El sudah besar. kami pasti akan rindu dengan suara tangisnya dan suara ribut kalian. "

Maura dan Baskara saling pandang, lalu tersenyum kecil. Untuk pertama kalinya sejak datang, mereka menurunkan volume suara.

Namun tak sampai lima menit…

“Eh, Baskara!” bisik Maura tiba-tiba. “Kalau Eldar gede, kira-kira mirip siapa ya?”

Baskara menatap wajah tidur Eldar lekat-lekat. “Mirip Uncle Edward sih wajahnya. Dan yang pasti Galaknya akan mengambil  Kak Aal.”

Aaliyah langsung menoleh tajam. “HEH!”

Mansion Opa Rasyid kembali riuh. Tawa kembali pecah.

Dan siang itu, rumah besar itu benar-benar hidup— oleh kegaduhan, cinta, dan kebersamaan yang tak tergantikan dari ketiga cucu Opa Rasyid dan Nine Zainab.

Ini masih kurang dua personal lagi. Pasti kalo kedua kakak dan adik sepupu Aaliyah lainnya hadir juga pasti mansion ini akan semakin gaduh dengan suara – suara mereka.

Mommy Amira melihat sang cucu sudah tertidur pulas di dalam dekapannya. Ia bergegas membawa Eldar naik kelantai dua dimana kamar Aaliyah dan Eldar barada.

Sejak Mommy Amira memutuskan untuk pendi alias ( Pensiun Dini ) dari pekerjaanya. Ia lebih memilih untuk momong cucu di rumah, hitung – hitung sebagai ganti dirinya dulu yang tak bisa mengurus dan merawat Aaliyah kecil, Di saat dirinya harus bertugas di negara lain.

Melihat wajah damai Eldar di tempat tidur kecil miliknya. Membuat wanita cantik itu tersenyum haru.

“ Jadi lah anak yang soleh, ya Eldar sayang. Terutama pada Mommy mu. Sayangi dan lindungi Mommy mu dari orang jahat. “ gumam Mommy Amira sambil mengelus rambut coklat lebat milik  sang cucu.

Mommy Amira merasa bersyukur ketika Eldar lahir kedunia dan sampai usia sekarang. Wajah cucu nya mirip dengan Aaliyah dan mending sang suami.

Tidak ada kemiripan dengan pria B*jingan itu untungnya, hanya saja mata Eldar yang sangat begitu mirip dengan pria itu.

Sedangkan di lantai bawah susanan kembali ramai dengan suara Aaliyah, Maura dan Baskara yang sedang cekcok kecil. Karena mempermasalahkan mereka akan pergi ke mall mana nanti sore.

Opa Rasyid dan Nine Zainab hanya menjadi pendengar saja di kala ketiga cucu nya itu sedang adu mulut satu sama lain. Hal ini mah sudah biasa. Ini masih biasa dulu saat mereka masih kecil – kecil pertengkaran sering terjadi di antara mereka bertiga.

Saling rebutan mainan hingga jajanan sering terjadi kala mereka kecil dulu. Kedua pria dan wanita lansia itu jadi kangen masa – masa Aaliyah, Maura dan Baskara kecil dulu jadinya.

Tapi tenang sekarang sudah ada penggantinya ya itu si kecil Eldar yang akan mengisi kebisingan di mansion megah milik Opa Rasyid dan Nine Zainab ini. Tetap saja sih akan merasa kurang kalo hanya Eldar doang.

Ke empat cucu nya yang lainnya saja, belum ada yang menikah semua. Bagaiamana mau ada cicit yang lainnya. Sebenernya Aaliyah juga belum menikah sih tapi gara – gara kejadian kelam itu, Aaliyah harus mengandung di luar nikah.

Bersambung....

###

Hai.... Sebelum maaf ya baru bisa update lagi 🙏🏻🙏🏻 Selamat membaca semuanya.

Jangan lupa like, vote dan ulasan bintang limanya 🙏🏻😘🥰

1
Uthie
Coba mampir 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!