NovelToon NovelToon
Sekte Aliran Abadi

Sekte Aliran Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Dan budidaya abadi / Sistem
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i

​Di puncak Gunung Qingyun yang berkabut, gerbang Sekte Aliran Abadi telah miring dimakan rayap. Tidak ada teknik dewa, tidak ada tumpukan batu roh, tidak ada ribuan murid yang bersujud. Hanya ada Su Lang, pemuda biasa dengan tulang kultivasi rata-rata, dan sebuah plakat kayu tua warisan mendiang gurunya.
​Su Lang memiliki sebuah "Sistem Pondasi Sekte". Benda itu tidak memberinya kekuatan instan. Sistem itu hanya sebuah panduan kaku yang menuntut keringat darah. Ingin beras? Cangkul tanah di belakang gunung. Ingin teknik pernapasan dasar? Perbaiki atap aula utama dengan tangan sendiri. Ingin menjadi kuat? Latih satu gerakan pedang sepuluh ribu kali di bawah air terjun musim dingin.
​Ini bukan kisah tentang penaklukan dunia atau pembantaian musuh yang arogan. Ini adalah catatan harian seorang pemuda yang menolak membiarkan api sektenya padam membangun kembali kejayaan dari serpihan genting pecah satu napas , satu langkah satu hari pada satu waktu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 27 fajar baru di wilayah selatan

Gemuruh dari runtuhnya Gunung Tujuh Bintang terdengar hingga ratusan kilometer jauhnya, menggetarkan kaca-kaca jendela di Kota Awan Putih dan membuat air di danau-danau sekitar meluap. Dari kejauhan, para kultivator liar dan pengamat dari sekte-sekte kecil hanya bisa menatap dengan ngeri saat puncak gunung yang dulunya adalah simbol kekuasaan tertinggi di wilayah itu perlahan amblas ke dalam tanah, tertutup oleh awan debu dan uap darah yang membubung tinggi.

Di tengah reruntuhan yang masih bergejolak, sebuah kubah cahaya emas tiba-tiba meledak keluar dari reruntuhan Aula Utama.

*BOOM!*

Batu-batu raksasa terlempar ke segala arah saat Su Lang memimpin murid-muridnya keluar. Dia berdiri di atas *Kuali Penempa Surga* yang melayang, dengan Li Yun, Lin Yue, dan Chen Ling berada di belakangnya. Jubah mereka kotor dan sobek, namun aura yang terpancar dari tubuh mereka tidak lagi sama seperti saat mereka baru turun gunung.

Mereka telah melewati pembaptisan api dan darah.

"Guru... tempat ini benar-benar hilang," bisik Chen Ling sambil menoleh ke belakang. Di mana dulunya berdiri sebuah sekte megah, kini hanya ada kawah raksasa yang dipenuhi puing-puing.

"Baguslah," sahut Li Yun dingin. "Tempat yang dibangun di atas penderitaan memang seharusnya kembali ke tanah."

Su Lang tidak banyak bicara. Matanya tertuju pada Fragmen ke-4 di tangannya. Fragmen itu masih bergetar, memancarkan hawa merah yang mencoba meresap ke dalam kulitnya.

"Kalian bertiga, amankan area kaki gunung. Jika ada murid Balai Tujuh Bintang yang selamat dan masih mencoba melawan, kalian tahu apa yang harus dilakukan. Tapi jika mereka menyerah, ikat mereka dan bawa ke tempat pengumpulan," perintah Su Lang.

"Baik, Guru!"

Setelah murid-muridnya pergi, Su Lang duduk bersila di atas sebuah bongkahan marmer yang retak. Dia harus segera memurnikan fragmen ini. Jika dibiarkan terlalu lama, korupsi dari darah Zhao bisa merusak keselarasan dengan tiga fragmen lainnya.

"Sistem, berikan metode pemurnian terbaik tanpa menggunakan Poin Dedikasi."

*[Menjawab: Pengguna dapat menggunakan 'Seni Penempaan Arus Balik'. Gunakan Api Roh Langit Biru untuk membakar kotoran dari luar, sementara Qi Nadi Naga menekan kegelapan dari dalam. Proses ini akan memakan waktu 4 jam dan menguras 80% Qi Pengguna.]*

"Lakukan."

***

### Proses Pemurnian Fragmen

Su Lang memejamkan mata. Api biru meledak dari pori-porinya, membungkus fragmen hitam itu. Di dalam dunia mentalnya, Su Lang melihat fragmen itu bukan sebagai benda mati, melainkan sebagai sepotong kesadaran kuno yang sedang merintih.

"Jangan takut," bisik jiwa Su Lang pada fragmen tersebut. "Tangan yang memegangmu sekarang bukan untuk menghancurkan, tapi untuk melengkapi."

Warna merah korupsi mulai menguap menjadi asap hitam berbau busuk. Su Lang merasakan beban berat menekan meridiannya. Ini adalah sisa-sisa kebencian dari ribuan orang yang dikorbankan Zhao. Jika Su Lang goyah sedikit saja, kebencian itu akan berbalik menyerang jiwanya.

$$E_{total} \= \int_{0}^{t} (P_{purify} - P_{corruption}) dt$$

Di tengah meditasinya, Su Lang seolah melihat gambaran masa lalu. Dia melihat kuali ini saat masih utuh, berdiri di atas altar di sebuah kerajaan yang sudah lama musnah. Kuali ini bukan hanya alat masak atau alkimia; itu adalah jangkar yang menstabilkan energi dunia.

*KLING!*

Suara jernih seperti dentingan harpa terdengar di kepala Su Lang. Asap hitam terakhir lenyap. Fragmen ke-4 kini bersinar hitam legam dengan kilau perak yang halus.

**[Ding! Fragmen Kuali Penempa Surga (4/9) Berhasil Dimurnikan.]**

**[Status: Sinkronisasi 100%.]**

**[Fitur Baru Terbuka: Penguraian Material (Material Deconstruction).]**

**[Deskripsi: Pengguna dapat menguraikan benda apa pun kembali ke elemen dasarnya dengan tingkat keberhasilan 100%.]**

Su Lang membuka matanya. Senyum tipis mengembang di wajahnya. "Penguraian material... fitur yang sangat berguna untuk menjarah."

***

### Penjarahan Besar-Besaran

Su Lang tidak membuang waktu. Meski gunungnya runtuh, gudang harta karun bawah tanah Balai Tujuh Bintang dilindungi oleh formasi kuno yang mungkin masih utuh sebagian.

Dia menggunakan indera sistemnya untuk memindai ke dalam tanah.

"Di sana. Lima puluh meter di bawah tumpukan batu itu."

Su Lang melompat turun. Dia menggunakan fitur baru, *Penguraian Material*, pada reruntuhan batu yang menimbun gudang tersebut.

Dia menyentuh sebuah bongkahan batu granit seberat lima ton.

"Uraikan."

*Syuuuut!*

Batu raksasa itu seketika hancur menjadi tumpukan pasir halus. Dalam hitungan menit, Su Lang telah menggali lubang yang bersih menuju pintu baja gudang harta.

Pintu itu disegel dengan kunci darah serumit labirin. Tapi bagi Su Lang, itu hanyalah susunan atom yang bisa diuraikan.

*Crak!*

Pintu baja itu berubah menjadi debu besi, memperlihatkan isi di dalamnya.

Mata Su Lang hampir buta karena kilauan cahaya.

* **500.000 Batu Roh Rendah.**

* **50.000 Batu Roh Menengah.**

* **800 Batu Roh Tinggi** (Sangat langka di wilayah selatan).

* **Ratusan Gulungan Teknik:** Mulai dari Tingkat Perunggu hingga beberapa Tingkat Perak Rendah.

* **Bahan Alkimia:** Termasuk *Bunga Teratai Darah* dan *Inti Kayu Seribu Tahun*.

"Sistem, masukkan semuanya ke inventaris. Jangan sisakan satu koin pun."

**[Memproses... Penjarahan selesai. Kapasitas Inventaris: 85% Penuh.]**

Su Lang keluar dari lubang itu dengan perasaan puas. Secara finansial, Sekte Aliran Abadi kini adalah sekte terkaya di Wilayah Selatan, bahkan mungkin melampaui gabungan kekayaan sepuluh sekte kecil lainnya.

***

### Pemandangan di Kaki Gunung

Saat Su Lang kembali ke kaki gunung, dia melihat pemandangan yang menarik.

Li Yun dan Lin Yue telah mengumpulkan sekitar lima ratus murid Balai Tujuh Bintang yang selamat. Mereka semua berlutut dengan tangan terikat, wajah mereka dipenuhi ketakutan. Di depan mereka, mayat-mayat tetua yang tadi menjadi boneka darah telah dikuburkan secara layak oleh Chen Ling.

Namun, di pinggir kerumunan, ada sekelompok orang lain.

Mereka adalah para pemimpin dari sekte-sekte kecil yang dulunya dipaksa bergabung dengan aliansi Zhao. Ada sekitar sepuluh Ketua Sekte, semuanya di Tingkat 4 atau 5, berdiri gemetar menunggu keputusan Su Lang.

"Tuan... Tuan Su Lang!" Salah satu ketua sekte maju, bersujud hingga dahinya berdarah. "Kami dipaksa! Balai Tujuh Bintang mengancam akan membantai keluarga kami jika kami tidak ikut mengirim murid ke aliansi! Mohon pengampunan Anda!"

Su Lang menatap mereka dari atas kualinya. Auranya saat ini, yang telah menyentuh ambang Tingkat 7, membuat mereka merasa seolah sedang menatap dewa kematian.

"Kalian ingin ampunan?" suara Su Lang dingin.

"Ya, Tuan! Apa pun! Kami akan memberikan upeti tahunan!"

Su Lang mendarat di tanah. Langkah kakinya terdengar seperti detak lonceng kematian.

"Aku tidak butuh upeti kalian. Aku butuh kepatuhan total," kata Su Lang. "Mulai hari ini, tidak akan ada lagi 'Aliansi Tujuh Bintang'. Wilayah Selatan hanya punya satu penguasa: **Sekte Aliran Abadi**."

Dia menunjuk ke arah Puncak Qingyun di kejauhan.

"Kalian tetap boleh memimpin sekte kalian, tapi kalian adalah sekte bawahan. Setiap keputusan besar harus melewati mejaku. Dan sebagai tanda kesetiaan... setiap sekte kalian harus mengirimkan tiga murid paling berbakat setiap tahun untuk dididik di Puncak Qingyun sebagai sandera... maksudku, sebagai murid pertukaran."

Para ketua sekte saling pandang. Syarat itu berat, tapi jauh lebih baik daripada dibantai habis-habisan.

"Kami setuju! Kami akan mematuhi Sekte Aliran Abadi!" teriak mereka serempak.

**[Ding! Misi Tersembunyi Selesai: Penyatuan Wilayah Selatan.]**

**[Hadiah: 500 Poin Dedikasi, Gelar Baru: 'Penguasa Selatan' (Meningkatkan tekanan aura sebesar 20%).]**

Su Lang mengangguk. Dia kemudian menoleh ke arah para tawanan murid Balai Tujuh Bintang.

"Bagi kalian... kalian punya dua pilihan. Mati di sini bersama nama sekte kalian yang sudah busuk, atau bersumpah setia pada Sekte Aliran Abadi sebagai murid luar dan bekerja untuk memulihkan gunung-gunung yang telah kalian rusak."

Tanpa keraguan, lima ratus orang itu bersujud serentak. "Kami bersumpah setia pada Ketua Su!"

Perjalanan Pulang yang Kemenangan

Tiga hari kemudian.

Rombongan besar itu bergerak menuju Puncak Qingyun. Su Lang tidak lagi naik pedang sendirian. Dia memimpin karavan yang panjangnya hampir satu kilometer, membawa harta rampasan, tawanan, dan pengikut baru.

Saat mereka melewati Kota Awan Putih, penduduk kota keluar ke jalanan. Bukannya melempar batu, mereka justru bersorak. Bagi mereka, Su Lang telah menghancurkan "pajak darah" yang diberlakukan Zhao selama bertahun-tahun. Reputasi "Iblis Api Biru" perlahan berubah menjadi "Ketua Su yang Adil".

Setibanya di kaki Puncak Qingyun, Xiao Me dan Tabib Chen sudah menunggu.

"Guru!!" Xiao Me berlari dan melompat ke pelukan Su Lang. "Kalian lama sekali! Aku sudah membersihkan seluruh menara sepuluh kali!"

Su Lang tertawa, mengusap kepala gadis kecil itu. "Maaf, Xiao Me. Kami membawakanmu banyak teman baru untuk membantumu menyapu."

Tabib Chen mendekat, matanya berkaca-kaca saat melihat putrinya, Chen Ling, kembali dalam keadaan selamat dan bahkan terlihat jauh lebih kuat.

"Terima kasih, Tuan... Terima kasih telah membawa anak saya pulang," isak pria tua itu.

"Dia bukan lagi anak-anak, Pak Tua Chen. Dia adalah salah satu pilar sekteku sekarang," kata Su Lang bangga.

Malam itu, Puncak Qingyun mengadakan pesta besar. Api unggun dinyalakan di sepanjang lereng gunung. Su Lang menggunakan Batu Roh yang baru dia jarah untuk mengaktifkan kembali dan memperkuat **Formasi Pelindung Sembilan Naga**. Cahaya pelindung sekte itu kini bisa terlihat hingga radius seratus kilometer, menjadi mercusuar bagi siapa pun di Wilayah Selatan.

***

### Di Ruang Kerja Su Lang (Tengah Malam)

Su Lang duduk sendirian, menatap peta besar dunia di depannya. Wilayah Selatan yang dulunya penuh dengan titik-titik musuh, kini semuanya berwarna biru—warna Sekte Aliran Abadi.

Namun, mata Su Lang tertuju pada wilayah di utara: **Kekaisaran Naga Langit (Sky Dragon Empire)**.

Wilayah Selatan hanyalah sebuah sudut kecil yang terpencil. Kekuatan sebenarnya di dunia ini ada di Dataran Tengah, di mana para kultivator Tingkat Nascent Soul (Jiwa Baru Lahir) bukan lagi sekadar legenda.

"Sistem, panggil status sekte."

> **[Nama Sekte:]** Aliran Abadi

> **[Ketua:]** Su Lang (Tingkat 6 Puncak - Hampir Terobosan)

> **[Wilayah:]** Seluruh Wilayah Selatan (Stabil)

> **[Murid Inti:]** 3 (Li Yun, Lin Yue, Chen Ling)

> **[Murid Luar/Pekerja:]** 500+

> **[Sumber Daya:]** Sangat Melimpah

> **[Kekuatan Tempur Sekte:]** Peringkat 3 di Wilayah Regional (Meningkat).

"Kultivasiku hampir menyentuh Tingkat 7," gumam Su Lang. "Dengan fragmen ke-4, aku bisa mulai menempah *Senjata Tingkat Roh Sejati*."

Tiba-tiba, indera spiritual Su Lang menangkap sesuatu.

Jauh di batas utara wilayahnya, di pintu masuk menuju Dataran Tengah, ada sebuah aura yang asing dan sangat kuat. Aura itu bergerak sangat cepat menuju Puncak Qingyun.

Bukan aura permusuhan, melainkan aura yang penuh dengan martabat dan keangkuhan resmi.

Su Lang berdiri, berjalan menuju jendela.

Di langit malam, sebuah kereta perang yang ditarik oleh dua burung phoenix api terlihat terbang melintasi awan. Di atas bendera kereta itu, terdapat lambang emas: **Kekaisaran Naga Langit.**

"Sepertinya berita tentang kejatuhan Balai Tujuh Bintang sudah sampai ke telinga kaisar," batin Su Lang.

Dia tidak takut. Dia justru merasa bergairah.

"Datanglah. Jika kau datang sebagai tamu, aku punya arak terbaik. Jika kau datang sebagai penguasa yang ingin menindas... aku punya kuali yang siap memurnikan phoenix-mu."

Fajar baru di Wilayah Selatan telah dimulai, tapi bagi Su Lang, ini hanyalah langkah pertama untuk membentangkan panjinya ke seluruh benua.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!