Malika adalah murid cerdas cantik selalu juara di sekolahnya dan tiba tiba saja dirinya harus di jodohkan dengan seseorang yang Malika tak suka, karena selalu buat keributan di sekolah
pria itu bernama Sumedh Alexander yang merupakan putra seorang pengusaha ayah nya teman ayah Malika yang telah tiada ,sifat Sumedh adalah jail sedikit arogan dan juga bermusuhan dengan Malika setiap sekolah karena Malika murid yang cukup berani dengannya..
apakah mereka akan setuju menikah atau justru menolak karena mereka bermusuhan di sekolah?
_____________________________________
"nak ,mau kamu penuhi keinginan terakhir ayahmu?"tanya Ambika membuat Malika mengerutkan keningnya.
"memangnya,apa keinginan ayah?"tanya Malika balik membuat Ambika menghela nafas.
"JODOHKAN mu dengan anak teman ayah!"jawab Ambika membuat Malika terkejut.
"Mahh.. aku masih sekolah,lagi pula aku udah punya kekasih,"ucap Malika membuat Ambika tersenyum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam pertama yang telat
Siang ini Sumedh selesai kerjakan pekerjaan nya lalu menutup laptop nya segera berdiri melangkah keluar dari ruangannya lalu melihat Devan di kantor Sumedh pun hampiri Devan mungkin ada informasi penting tentang masalah korupsi?
"pelaku nya ternyata,sepupu kita!"ucap Devan membuat Sumedh menghela nafas.
"untung kita tanggung jawab,dasar bikin malu dia!"gerutu Sumedh merasa geram.
sementara itu Malika baru saja selesai kan pekerjaan nya hendak makan siang karena tadi berangkat pun tak makan banyak takut terlambat, apalagi habis meeting tadi lalu Malika melihat Sumedh mengobrol dengan Devan beri isyarat ke Sumedh ingin makan siang..
"Yaudah Dev,aku pergi dulu mau makan siang,"ucap Sumedh membuat Devan ngangguk.
"dasar bucin!"gumam Devan merasa gemas dengan mereka berdua.
____________________________________
MALAM HARI KEMUDIAN..
Malam ini Sumedh baru pulang kerja namun pulang tak pakai jas nya karena merasa gerah ,lalu saat melihat Malika di kamar sedang menatap cermin karena mungkin habis mandi lalu Sumedh pun hampiri..
"hey, baru pulang jangan mendekat ya!"peringat Malika membuat Sumedh mengerutkan keningnya.
"kenapa hm,kan ngga bau,"ucap Sumedh membuat Malika menghela nafas.
"bercanda Sumedh haha,pasti kamu lelah,"ucap Malika lagi membuat Sumedh ngangguk.
Malika pun mendekat memeluk Sumedh tanpa bersalah dengan bau badan Sumedh membuat Sumedh terkejut, sebenarnya malu di peluk seperti ini karena belum mandi pasti bau badan karena keringat seharian kerja..
"astaga.. kamu bisa,kena kuman haha!"celetuk Sumedh membuat Malika tersenyum menatap Sumedh.
"ngga masalah,lagian aku terima apapun keadaan mu,"ucap Malika membuat Sumedh tersenyum.
"huh! kamu bisa aja Malika, kalo gombal bikin jantung tak aman,"ucap Sumedh membuat Malika terkekeh merasa salah tingkah.
_
_
_
kini Sumedh selesai mandi karena takut saat Malika peluk lagi akan kena kuman nya apalagi dari perjalanan,lalu setelah selesai pakai piyama Sumedh mencari keberadaan Malika yang tak ada di kamar lalu melihat Malika di balkon..
"Yaampun.. kamu di balkon ternyata!"celetuk Sumedh membuat Malika menoleh.
"Ehmm.. aku sudah tak datang bulan ku,udah selesai,"ucap Malika membuat Sumedh terkejut menatap Malika.
"Syukurlah.. jadi kalo, khilaf ngga masalah haha!"celetuk Sumedh membuat Malika merona sekaligus merasa gugup.
Sumedh pun memeluk Malika dari belakang membuat Malika tersenyum lalu menatap Sumedh dengan intens, Malika tiba-tiba mengecup pipi Sumedh membuat Sumedh terkejut namun Malika segera lari karena malu jantung nya berdegup kencang ngga seperti biasanya..
Sumedh pun merasa terkekeh melihat Malika malu karena habis berani c1um Sumedh,lalu Sumedh pun dengan cepat menangkap Malika dari belakang membuat Malika menoleh merasa sangat gugup..
"Kamu siap hm?"tanya Sumedh membuat Malika gugup.
"Ngapain di tanya,kita udah pernah berhubungan juga kan,"jawab Malika membuat Sumedh tersenyum.
Malika baru sadar Sumedh belum kancing bajunya karena Malika tak sengaja sentuh perut Sumedh,lalu Sumedh pun menatap Malika lalu duduk di ranjang menarik Malika dengan pelan agar duduk di pangkuan Sumedh..
" Ini AC mati kah?"tanya Sumedh membuat Malika tersenyum.
"Ngga ih!"jawab Malika membuat Sumedh menghela nafas.
"Mungkin karena hawa nya,"bisik Malika membuat Sumedh tersenyum miring.
"Ouhh.. jadi hawa nya panas gitu hm?"tanya Sumedh membuat Malika ngangguk.
"Ehmm.. mungkin saja,"jawab Malika membuat Sumedh tersenyum miring.