"Aku bersumpah akan membalas semua penghinaan dan rasa sakit ini."
Tivany Wismell, seorang penipu ulung dari dunia modern bertransmigrasi ke zaman peradaban China kuno. Mengalami ketidakadilan dan nasib yang tragis, Tivany menolak menyerah dan akan membalas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
karma
Setelah perayaan besar-besaran di kediaman Jiang, kini gantian Jun yang mengadakan perayaan karena berhasil diangkat menjadi Jendral muda. Ini berkat usulan dari Jiang Nan sebagai Ayah mertuanya, tentu saja karena rengekan Zuzu.
Jun dengan wajah segar dan senang menerima Dekrit Raja dan menjadi Jendral muda, yang di gemari banyak wanita. Zuzu merasa kesal karena Jun bukannya memberikan ucapan terimakasih yang manis padanya, dia justru bersikap sok polos dan manis pada para gadis.
"Semua ini berkat dukungan dari Istriku tercinta, aku benar-benar tidak tau bagiamana caraku membalas kebaikan dan ketulusannya." Ucap Jun memulai pidato.
Zuzu tersenyum smirk, dia mengangkat dagu nya tinggi-tinggi. Dia tentu saja tau jika Jun tidak mungkin lupa diri, dia akan naik sebagai Nyonya jendral yang agung di sisi Jun. Zuzu melirik sinis ke arah Dao yang biasa saja, senyum kemenangan milik Zuzu hanya di jawab dengusan lirih oleh Dao.
"Karena cintaku yang begitu besar pada Istriku, aku juga ingin mengumumkan pengangkatan Nyonya Jendral yang sah. Kepala istri Yu Dao, kemarilah kau pantas mendapatkannya." Ucap Jun menatap Dao penuh cinta.
Deg.
Zuzu melotot mematung tidak percaya, dia yang merengek dan memohon pada Ayahnya agar suaminya mendapatkan gelar. Dia yang berusaha sekuat tenaga agar suaminya bersinar, tapi justru wanita lain yang di angkat menjadi istri sah.
Zuzu menangis dalam diamnya, dia merasa tidak adil dan malu. Kenapa dia harus di kalahkan oleh Selir, dia yang jauh lebih pantas di posisi itu.
"Apa gunanya menangis, ini karma. Seperti hal nya Ibumu yang seorang Selir tapi menginginkan pangkat Nyonya rumah, bagaimana sekarang? apa enak?." Sinis Feng bahagia.
"Diam, dasar Kakak tidak berguna." Zuzu marah dengan mata merahnya.
"Pftttt dulu Ibuku juga bodoh sepertimu, mendukung Ayahku sampai sukses tapi nyatanya? dia di bunuh oleh Selir suaminya sendiri. Aku jadi menunggu kapan hari dimana kau mati kaku, di tangan adik madu yang pangkatnya lebih tinggi darimu." Ucap Feng menyiram bensin Pertamax turbo.
Zuzu langsung pucat pasi, dia jadi merasa takut. Takut jika dia mati karena ulah Dao, dia bersumpah akan membalas semua perlakuan Dao padanya.
"Tunggu saja sampai Putra ku lahir, anak laki-laki adalah segalanya. Kak Jun pasti akan kembali padaku jika anak laki-laki kami lahir." Batin Zuzu bertekad.
Padahal belum di ketahui secara pasti apa gender jadi anak Zuzu. Itu hanya ucapan palsu dari Ibu dan Neneknya agar Zuzu sombong, entah hal macam apa yang menunggu Zuzu di depan sana. Bahkan sebelum Meyleen melakukan apapun, dia sudah jatuh tersungkur oleh kakinya sendiri.
Di kediaman Ming Jun, kediaman Jendral muda yang di berikan oleh Raja. Jun sedang bermesraan dengan Dao di kamar utama, sedangkan Zuzu sedang duduk di taman dengan tatapan kosong.
Tidak lama kemudian Zuzu merasakan perut kontraksi, dia merasa kesakitan dan mengerang keras. Dia yang tidak terbiasa dengan rasa sakit merasa akan mati.
"Aakkkkkkkkhhhhh Putraku akan lahir!!!!!!." Teriak Zuzu keras.
Para pelayan memapah Zuzu ke kamarnya, Zuzu terus saja berteriak agar Jun datang padanya. Tapi Jun tidak peduli, dia hanya akan datang setelah anaknya lahir.
Zuzu berteriak keras saat melahirkan anaknya, padahal masih kontraksi pembukaan. Para pelayan merasa kesal karena Zuzu terlalu berisik, apalagi terus menerus memanggil Jun.
Setelah banyaknya drama yang terjadi, anak Zuzu lahir saat pagi buta setelah melewati 17 jam kontraksi. Sayangnya anak yang di agung-agungkan oleh Zuzu justru berjenis kelamin perempuan.
"TIDAAKKKKKK!!!!! BERANINYA KAU MENUKAR ANAKKU!!!." Teriak Zuzu kesetanan.
"Tenangkan diri anda Nona, bahkan tali pusar bayi belum di potong bagiamana mungkin bisa di tukar?." Tabib merasa aneh.
"Tidak mungkin, anakku laki-laki. Ibuku sendiri yang mengatakan jika dia laki-laki." Zuzu menangis frustasi.
"Mohon tabahkan diri anda Nona, jenis kelamin bayi memang tidak bisa di prediksi." Ucap Tabib.
Zuzu membenci bayi yang dirinya lahirkan sendiri, hanya karena lahir sebagai perempuan dan gagal menarik perhatian semaunya. Jun sendiri setelah mendengar jika anda yang Zuzu lahirkan perempuan langsung nendengus sinis, tapi dia tetap menjenguk di temani Dao.
"Suamiku, tidak mungkin anak kita perempuan. Tabib pasti sudah menukarnya, percayalah padaku." Zuzu menangis.
"Lihat dirimu yang menyedihkan itu, bahkan sebagai seorang Ibu pun kau begitu jahat. Bagaimana bisa kau membenci anakmu sendiri, apa kau benar-benar manusia yang memiliki hati nurani?." Celetuk Dao.
"BERISIK KAU SELIR RENDAHAN!!." Teriak Zuzu keras.
Oeekkkkkk
Oeekkkk
Bayi itu menangis karena terkejut dengan teriakan Zuzu, Zuzu yang mendengar bayi menangis merasa geram. Dia dengan kasar memberikan bayi itu pada pelayan tanpa belas kasih.
"DIAMM!!! BAWA ANAK SIALAN INI PERGI." Teriak Zuzu.
Jun yang melihat Zuzu terlihat gila hanya menatap dingin, padahal dia pikir Zuzu adalah wanita yang diam dan tenang. Tapi ternyata dia sangat berisik dan menjijikan, Jun langsung membawa Dao pergi dari sana. Tidak mempedulikan teriakan Zuzu yang memanggil namanya.
Ibu Zuzu datang menjenguk dan mendengarkan curhatan anaknya, dia cukup terkejut saat mendengar Putrinya membenci anaknya sendiri.
"Zuzu, apa kau lupa jika kau juga perempuan?." Ucap Ibu Selir dingin.
"Apa hubungannya dengan itu!!! semua rencanaku hancur karena bayi sialan itu." Umpat Zuzu kesal.
PLAKKK
"Tenangkan dirimu bodoh, kau juga sama seperti bayi itu. Membuat semua rencanaku hancur karena lahir sebagai perempuan, tapi aku tidak membuangmu karena aku pintar. Kau harus membesarkan dan mendidik anakmu menjadi alat yang bagus, dia akan menjadi bidak catur yang bagus untuk merayu suamimu dengan kepolosannya. Kau harus bersabar dan bersikap tetap polos, dengan begitulah suamimu akan luluh kembali." Ucap Ibu Selir, senior pelakor.
"Maksud Ibu?." Sepertinya tamparan Selir, membuat Zuzu kembali waras.
"Kembali menjadi dirimu yang manis dan polos, tidak perlu manja dan jadilah istri yang sabar. Kau berperan menjadi Ibu yang sangat baik tanpa celah, saat suamimu mulai melirik ke arahmu tatap dia dengan tatapan cinta yang sama seperti dulu. Kau bisa merayunya sedikit demi sedikit, jangan terburu-buru dan menghancurkan semuanya bodoh." Ucap Selir mengarahkan.
"Ibu benar, tapi jalang Dao itu sangat menyebalkan Ibu. Dia menguasai Kak Jun setiap hari, bahkan tanpa celah." Ucap Zuzu.
"Biarkan saja, ada masanya Jun juga akan mencampakannya dan menikahi wanita lain. Jadi sebelum hal itu terjadi kau rebut dia dulu dengan perlahan, berpikirlah dengan otakmu dan jangan memberikan cinta padanya." Ucap Selir.
"Apa maksud Ibu tidak memberikan cinta? aku mencintai Kak Jun." Heran Zuzu.
"Itu lah yang membuatmu gagal, kau tidak boleh memberikan Cinta padanya. Karena cinta membuat orang menjadi bodoh, jadi lah wanita pintar dan kuasai semua harta yang sudah kau minta dengan susah payah ini." Ucap Selir tegas.
"Aku mengerti ibu, terimakasih sudah menjengukku." Zuzu tersenyum paham.
"Baiklah setelah ini kau tenangkan dulu dirimu dan hapus cintamu itu, jadilah sosok polos dan penyayang pada anakmu. Jadilah istri yang sabar, cantik dan lugu agar suamimu kembali tertarik padamu." Ucap Selir.
"Baik Ibu." Zuzu mengangguk patuh.