NovelToon NovelToon
Dibalik Tirani Pernikahan

Dibalik Tirani Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Tukar Pasangan / Balas Dendam / Teen / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:25.5k
Nilai: 5
Nama Author: Septi.sari

Rama dan Ayana dulunya adalah sahabat sejak kecil. Namun karena insiden kecelakaan yang menewaskan Kakaknya-Arsayd, membuat Rama pada saat itu memutuskan untuk membenci keluarga Ayana, karena kesalahpahaman.

Dalih membenci, rupanya Rama malah di jodohkan sang Ayah dengan Ayana sendiri.

Sering mendapat perlakuan buruk, bahkan tidak di akui, membuat Ayana harus menerima getirnya hidup, ketika sang buah hati lahir kedunia.

"Ibu... Dimana Ayah Zeva? Kenapa Zeva tidak pelnah beltemu Ayah?"

Zeva Arfana-bocah kecil berusia 3 tahun itu tidak pernah tahu siapa Ayah kandungnya sendiri. Bahkan, Rama selalu menunjukan sikap dinginya pada sang buah hati.

Ayana yang sudah lelah karena tahu suaminya secara terbuka menjalin hubungan dengan Mawar, justru memutuskan menerima tawaran Devan-untuk menjadi pacar sewaan Dokter tampan itu.

"Kamu berkhianat-aku juga bisa berkhianat, Mas! Jadi kita impas!"

Mampukah Ayana melewati prahara rumah tangganya? Atau dia dihadapkan pada pilihan sulit nantinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

Ayana menghela nafas dalam. Wajahnya masih terlihat sembab, begitu sorot matanya tampak memerah.

"Terkadang, hidup itu lucu ya. Saya yang istri sah, tapi harus sembunyi-sembunyi kaya pelakor gini," ucapnya tersenyum getir.

Deril membalikan badan. Ia menatap jauh kedepan, menimpali kalimat Nona mudanya itu.

"Hidup memang penuh teka teki, Mbak! Kita tidak tahu seperti apa di akhir nanti. Tapi yang saya yakini, apa yang terjadi dalam hidup kita, sudah menjadi ketetapan dari Tuhan. Tinggal kita kuat atau tidak menjalaninya." Deril kembali menoleh, "Tapi saya yakin, Mbak Ayana pasti bisa melalui ini semua."

"Mas Deril seyakin itu sama saya?" celetuk Ayana yang juga saling tatap.

Deril mengangguk pasti.

"Gini aja, dari pada Mbak Ayana sedih... Mending ikut saya. Ayo!" Deril mempersilahkan Nona mudanya itu terlebih dulu.

"Kita mau kemana?" Ayana menatap bingung.

"Nanti Mbak Ayana juga tahu. Sudah, ayo masuk, nanti sekalian saya antarkan pulang!"

Deril sudah membukakan pintu mobil, dan Ayana memasukinya dengan ragu.

Mobil pribadi milik Deril melesat membelah keramainan Ibukota.

Selama perjalanan itu, tidak henti-hentinya Ayana tertawa sebab candaan yang di lontarkan sang Asisten. Dan untuk sejenak, Aya dapat melupakan semua masalah hidupnya dengan Rama.

Dan setelah menempuh waktu beberapa menit itu, akhirnya mobil hitam itu berhenti di sebuah taman.

Deril turun terlebih dulu. Pria berusia 25 tahun itu berjalan mengitar, untuk membukakan pintu mobil Ayana.

"Mas Deril, kok ke taman? Kita mau ngapain disini?" tanya Aya masih terlihat bingung.

"Sudah lah, Mbak... Mbak Ayana tunggu saya di kursi itu. Saya mau beli ice cream dulu," balas Deril sambil menunjuk bangku kosong di pinggir taman.

Ayana mengangguk, ia lalu segera berjalan menuju bangku kosong itu. Dan setelah duduk, Aya tampak lebih segar dapat menghirup udara bebas tanpa tuntutan.

5 menit kemudian, ada sosok badut katak yang berjalan mendekat kearahnya. Badut katak itu memegang gitar kecil, berniat bernyanyi untuk Ayana.

Badut itu menunduk sopan, dan di sambut Ayana dengan anggukan kecil.

Jreeeeng...!!!

Namun setelah itu badut katak itu terdiam, sedikit agak berpikir.

Melihat itu, Ayana mampu tertawa meskipun ia berusaha menutup mulutnya.

"Loh, kok nggak jadi nyanyi?" tanya Ayana menahan tawa.

Badut katak itu sontak saja langsung mendekat dan ikut duduk disamping Ayana. Seolah tengah berlagak sedih, baduk kata itu menopang wajah dengan kedua tangannya.

"Ini konsepnya gimana sih? Nggak jadi nyanyi? Hehehe...." tanya Ayana tertawa.

Badut katak itu menoleh. Ia menggelengkan kepala lemah, lalu detik kemudian bangkit.

"Mau ngapain?" tanya Aya lagi. Ia mengerutkan dahinya, ketika Badut itu mengadahkan kedua tangannya rendah.

Ayana masih terlihat bingung. Namun, ia tahu apa yang di maksud oleh badut katak itu. Aya menerima kedua tangan badut itu, lalu ia bangkit.

"Mau ngapain sih?" kekeh Ayana.

Badut katak itu lalu memutar badannya, saling berpegangan tangan dengan Ayana.

Hahahaha....

"Astaga, malu sekali di lihatin anak-anak," kekeh Ayana yang masih ikut berputar dengan badut tadi.

Tawa Ayana begitu pecah, lepas, seolah tidak memiliki beban masalah. Ia bergerak bebas dengan badut tadi, tanpa Aya tahu siapa sebenarnya badut itu.

"Ah... Udah ya, capek!" Ayana melepaskan tangan badut itu, lalu duduk kembali.

Badut katak tadi menatapnya dengan kasian. Dan tak lama itu badut tadi tiba-tiba sedikit berlari entah kemana.

"Lucu juga ya, hehe...! Zeva pasti suka kalau lihat," gumam Ayana sambil menghela nafas dalam. "Oh ya... Ini Mas Deril kemana sih? Katanya cuma mau beli ice cream aja," Aya mengedarkan matanya kembali.

Dor!!!

"Ya Allah, Mas Deril? Lhahh, itu...." Aya cukup tersentak ketika membalikan badan. Dan semakin ia tak menyangka, rupanya Badut katak tadi adalah Deril, Asisten suaminya.

Deril masih mengenakan kostum katak. Ia terkekeh, sambil menyerahkan satu ice cream yang ia pegang.

"Hehe... Ini ice creamnya, Mbak! Maaf, saya hanya ingin menghibur Mbak Ayana," kekehnya.

"Mas Deril, makasih ya! Mas Deril tadi lucu banget deh. Zeva kalau lihat juga pasti ketawa," jawab Aya sambil menyendokan ice cream tadi ke mulutnya.

Deril ikut duduk disamping. Pria itu menoleh Ayana sekilas, lalu kembali menatap jauh kedepan. Dari tatapan kecil itu, entah apa yang dirasakan sang Asisten. Yang jelas, pria muda itu merasa kasian dengan status Ayana.

'Semoga saja, Mbak Ayana selalu diberi kebahagiaan,' batin Deril.

*

*

Perusahaan Jayantaka Group.

Rama menatap arloji di tangannya yang sudah menunjukan pukul 10.45 wib.

Pria itu sedang fokus bekerja, menatap layar laptop didepannya dengan serius. Namun, dari sorot mata Rama, pria itu tampak tak nyaman, sebab sejak pagi sang Kekasih masih menunggunya di sana.

Sesekali, Rama melirik kearah sofa tempat Mawar.

"Maw... Aku hari ini sibuk banget! Lebih baik kamu makan siang aja dulu. Aku nggak bisa temeni kamu makan siang," ucap Rama yang masih sibuk menatap laptop.

Mawar menurunkan majalahnya. Wajahnya mendadak kesal, namun semaksimal mungkin ia tahan.

"Rama... Aku tadi udah tanya sama Nadia, dan dia bilang, katanya siang ini scadjule kamu free!"

Rama mendesah dalam. Detik itu ia berkata lagi, "Nadia belum aku kasih tahu. Siang ini setelah pertemuan dengan Pak Irawan, aku sama Deril mau kunjungan ke Pabrik."

Nadia bangkit. Ia lalu melempar majalahnya kearah sofa.

Sambil bersedekap dada, Mawar berjalan malas menuju kearah meja Rama, "Aku mau ikut!"

Rama reflek terkejut. Ia menghentikan aktivitasnya, lalu menoleh dengan alis bertaut. Wajah Rama jelas sekali menolak hal itu.

"Ikut bagaimana? Aku sedang bekerja, bukan liburan!"

"Nggak bisa! Aku tetap akan ikut!" tekan Mawar lagi. Ia lalu berjalan kearah punggung Rama, dan mengalungkan kedua tanganya pada pundak sang kekasih. "Aku hanya ingin memastikan, jika kamu memang benar-benar bekerja... Atau tidak!"

Tangan Rama sudah terkepal di atas meja.

Ia lalu bangkit, hingga membuat tubuh Mawar terhempas. Rama berjalan menghindar, merasa kesal dengan sikap posesif kekasihnya itu.

"Tapi aku nggak mengijinkan kamu untuk ikut, Mawar! Aku tidak ingin masalah pekerjaan bercampur dengan urusan pribadi. Dan seharusnya, kamu sebagai pasangan harus mendukung dong! Jangan buat aku ribet, dengan kemana-mana ngajak kamu," tolak Rama menggeram.

"Kenapa sih? Toh, aku akhrinya juga jadi istri kamu. Lagian ya... Aku itu hanya takut jika kamu memiliki wanita simpanan dibelakang aku, Ram! Akhir-akhir ini, kamu udah jarang hubungin aku. Chat aja, kalau aku nggak ngechat kamu duluan, kamu nggak bakal ngechat aku. Apalagi... Sleep call, dinner? Semua itu udah mulai hilang, Rama!" suara Mawar bergetar menahan tangis.

Rama semakin di buat frustasi. Ia meraup kasar wajahnya, lalu memalingkan wajah.

"Kenapa? Bener 'kan yang aku bilang-"

"Udah, stop, Mawar!" Bentak Rama.

Mawar tercengang. Baru pertama kali itu Rama membentaknya begitu parah. "Kamu ngebentak aku, Ram?"

Rama menoleh, "Maw... Kerjaanku banyak! Aku juga butuh istirahat, sama kaya manusia pada normalnya! Bisa nggk sih, jangan lagi nuntut hal-hal kecil kaya anak SMP? Aku seharian kerja, bukan mainan!" suara itu menggelegar, hingga urat di leher Rama ikut menonjol.

Mawar kembali berjalan mendekat. Air matanya sudah menggumpal dibalik pelupuk mata, "Okey... Kamu suruh aku buat ngertiin kamu, sementara kamu nggak pernah sedikitpun ngertiin aku?! Atau jangan-jangan... Kamu ada main 'kan sama Pelayan itu?"

"Dia punya nama, Mawar! Namanya Ayana! Dan jangan pernah kamu mengambing hitamkan seseorang dalam masalah hubungan kita!" Sahut Rama membentak.

"Kenapa, Rama? Kamu membela dia? Padahal jelas sekali aku melihat kamu memegang tangannya tadi. Kenapa? Takut di tinggalkan Ayana? Sejak kapan kamu sarapan di kantor, dan ditemani Pelayan? JAWAB, RAMA?!" Bentak Mawar dengan air mata yang sudah menetes.

Rama memejamkan mata dalam-dalam.

"Keluar! Aku ingin fokus pada kerjaanku lagi," ucap Rama melemah.

Mawar yang sudah kecewa, langsung saja melenggang keluar begitu saja sambil menyeka air matanya.

Drtt!

Satu notif pesan berhasil masuk dalam gawainya. Rama segera membuka, dan ternyata itu dari Deril-Asistennya.

"Pak Rama, Non Ayana sudah kembali tertawa. Saya tadi mengajaknya ke taman, dan menyewakan kostum badut untuk menghiburnya."

Rama membaca pesan itu dengan perasaan lega. Meskipun melalui orang lain, setidaknya sang Istri sudah tidak lagi bersedih.

*

*

Malam itu, Ayana tengah meminta ijin kepada putranya serta sang Ibu, bahwa malam ini ia akan keluar sebentar bertemu client yang akan memakai jasa desainnya.

Ayana terpaksa berbohong, karena tak mungkin ia berkata yang sebenarnya.

"Ibu, jangan lama-lama ya keljanya! Nanti Zeva boleh, minta di beliin cake coklat?" Semanis itu disaat Zeva meminta sesuatu pada Ibunya.

Ayana mengangguk, "Tentu boleh, Sayang! Zeva jangan nakal ya sama Nenek, dan Bik Sumi."

"Baik, Ibu! Janji deh," kekehnya.

Bu Ratih agak cemas setiap melihat putrinya keluar malam. Sebagai sang Ibu, ia hanya takut jika Ayana di tipu orang, atau hanya di manfaatkan kecantikannya saja.

"Aya, hati-hati! Cari kerja yang halal! Pulangnya jangan malam-malam, ya?!"

Ayana mengangguk. Lalu ia mencium pipi Ibunya sekilas. Dan disaat itu Bik Sumi baru saja datang.

"Bik, Aya titip Zeva sama Ibu sebentar, ya! Kalau ada apa-apa, telfon Aya saja!"

Bik Sumi mengacungkan kedua jempolnya, "Beres, Non! Non hati-hati ya."

Setelah itu Ayana segera keluar. Aya masih mengenakan pakaian biasa, sambil menenteng satu paperbag uk kecil. Tujuan Aya ke cafe terlebih dulu, karena ia akan di jemput oleh Devan di cafe langganannya.

"Itu Ayana? Mau pergi kemana malam-malam begini?" dari lantai dua itu, Rama tampak mengerut dahi, ketika melihat Istrinya berjalan keluar.

Rama yang sudah bersiap-siap juga, lantas segera turun dengan tergesa. Rama sedikit berlari, mengejar Istrinya sampai batas pagar megah itu. Dan lagi-lagi, Rama kehilangan jejak Ayana.

"Loh, kemana perginya?"

1
Dini Anggraini
Mangkanya Rama yang peka sedikit ayana itu masak buat kamu dengan penuh cinta kamu seenaknya bilang sudah makan ya kesallah istrimu. Makan sedikit saja untuk menghargai istrimu jangan2 ayana hamil anak kedua Thor mangkanya sensitif banget dikit2 ngambek. 🙏👍👍😍😍
Daulat Pasaribu
tambah dong thor partnya
Dini Anggraini
Alhamdulillah akhirnya karina terbebas dari Arash si jahat dan neraka itu semoga karina bisa hidup bahagia dengan Arsyad. 👍👍😍😍
Daulat Pasaribu
kenapa jodoh similya harus dika si thor.gk sukalah thor.wanita gk baik yah jodohnya sama yg gk baik
Septi.sari: nggak jadi kak, keduanya saling tentang🤭
total 1 replies
Dew666
🪸🪸🪸🪸
Daulat Pasaribu
bisa bisa wanita kotor macam milya dpt nya dika,berzinah ma org lai tapi si dika yg tanggung jawab.gk adil itu thor namanya.uda jahat perangainya.klo baik tadi gk papa
Septi.sari: ia nih kak, dika si lugu kasian jadi korban😭🔥
total 1 replies
Dini Anggraini
Enak banget milya habis yang senang2 dika kena imbasnya Q gak setuju milya menikah dengan dika Thor biarkan anaknya hidup dengan milya sendiri saja agar milya merasakan bagaimana rasanya jadi ayana hidup sendiri mengurus ibu sakit suami gak peduli. 🙏
Dini Anggraini: belum bunda karena banyak yang masih jahat banget anita, mawar dan milya kapan mereka jadi baik masih saja jahat meskipun di penjara. 🙏😭😭
total 2 replies
Dew666
💎💎💎💎
اختی وحی
typo nya thor, imelda jdi anita sampe bingung bacanya
Septi.sari: oh iya kak, maapken😭
total 2 replies
Dini Anggraini
Alhamdulillah kakak author mendengar nasihat kami para pembaca dengan Arsyad balik sama karina agar karina hidupnya gak menderita lagi bila mawar dan keluarganya menderita biarkan saja karena mereka jahat banget tapi kalau karina kan baik kasihan. Makasih kakak author yang baik. 👍👍😍😍😍
Dini Anggraini: ya kak
total 3 replies
Daulat Pasaribu
uda hamil pun ditinggalkan cowoknya gk mau bertanggung jawab,malah tetap jahat.dasar milya perempuan bodoh
Septi.sari: kesel banget ya kak🤭
total 1 replies
Elly Irawati
ditunggu episode selanjutnya kak, gas up lagiiiii biar ndx penisirin😅😅.. critanya loh masyaallah bikin greget.. ternyata si mawar dalang dari semuanya😡
Septi.sari: masya allah, tersayang, macihhhhh❤❤❤❤🤭🤭🤭
total 1 replies
Daulat Pasaribu
itulah balasan buat si milya karena uda jahat sama kaka iparnya ayana
Septi.sari: biar kapok kak🔥
total 1 replies
Daulat Pasaribu
si pak arman apa gk syok kalao tau anaknya otak dari pelaku pembunuhan berencana arsyad
Septi.sari: ntar di penjara dua2nya kak🤭🔥
total 1 replies
Dew666
🍡🍡🍡🍡🍡
Dini Anggraini
Benar rama kamu sudah putuskan yang terbaik kamu tidak tahu saja yang mencoba membunuh Arsyad bukan anita saja tapi juga mawar malah mawar dalang dari semua ini. Semoga pak Ibrahim segera menemukan video rekaman percakapan mawar dan anita tentang perencanaan pembunuhan Arsyad dan menguasai kekayaan pak ibrahim ya bunda. 😍😍
Septi.sari: apa di buatin novel buat Karina ya kak, 🤭
total 3 replies
اختی وحی
gk rela klw ayana balik sama rama. sama devam aja biar rama kapok
اختی وحی
males bngt rama msih ketemu² ayana, jrs ny cerai aja beres
اختی وحی
suka bngt karakter pak ibrahim jos👍👍
Septi.sari: bijaksana banget kak🔥
total 1 replies
Daulat Pasaribu
smoga rama dan ayana serta zeva keluarganya hidup bahagia.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!