NovelToon NovelToon
Hallo, Mas Sersan

Hallo, Mas Sersan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Naylest

Nayra, siswi SMA yang cerewet, polos, dan sedikit konyol, tak pernah menyangka kalau hidupnya akan jadi seribet ini. Semua gara-gara ia jatuh hati pada kakak dari sahabatnya sendiri, Sersan Arga. Seorang Tentara muda yang dingin, cuek, dan hampir tak pernah tersenyum. Hari-hari selalu membayangkan betapa tampannya seorang Arga Arfian.

Nayra selalu mencari cara agar bisa bertemu dan menyapa sang Sersan. Banyak rintangan yang ia lalu, namun itu tak menyurutkan semangat nya untuk memiliki Sersan Arga.
___

"Hallo, Mas Sersan"

Akan menjadi teman bacamu lebih menyenangkan... Yuk Baca selengkapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naylest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Ayahmu Menunggumu.

Tepat pukul 17:30, kegiatan di SMA Nusa Bangsa pun selesai. Para siswa dan anggota TNI membubarkan diri dan istirahat sebelum mandi dan makan malam nanti. Nayra, Dinda dan Sari sedang duduk di tanggan yang terhubung ke koridor sekolah.

"Kak Arga galak banget sih, Din? Hari-hari seperti itu ya?" Kata Sari sambil mengelap keringat nya.

"Gak kok, Sar. Biasa aja." Jawab Dinda.

"Ya iya lah biasa aja, orang kamu udah biasa." Ujar Nayra bersuara.

Dinda tertawa kecil. "Tau tak pe, kata kak Ros."

Ketiganya pun tertawa dan itupun tak lepas dari pengawasan Sersan Arga yang memantau sang adik.

"Kak Arga, itukan cewek kemarin yang gombalin kamu," tunjuk salah satu bawahan Arga, yang sedang duduk bersama nya.

Arga menoleh, membuat bawahan nya menelan ludah. "Maaf, kak Arga." Ucapnya menyesal.

Diki tertawa kecil, lalu menepuk pundak Arga. "Kamu bikin dia takut."

Namun Arga tak merespon, ia hanya memperhatikan adiknya yang sedang bercengkrama dengan teman nya.

"Sebenarnya kamu lihat Dinda, Apa lihat Nayra" goda Diki dengan berbisik.

"Push up 50 kali,"

Diki menggaruk kepalanya, lagi-lagi dia mendapatkan hukuman hanya karena ingin menggoda sang teman.

"Ga, aku cuma bercanda." Ucapnya sedikit menyesal.

"100 kali."

"Siap!"

Dengan cepat Diki berdiri dan langsung menjalankan hukuman yang diberikan oleh Sersan Arga kepadanya. Jika dia memprotes lagi, hukumannya mungkin akan bertambah 2 sampai 3 kali lipat.

Sedangkan Arga, ia berdiri dan bergegas menghampiri adiknya yang masih duduk di tangga.

"Dinda," panggilnya, membuat Dinda dan temannya menoleh.

"Kenapa kak?"

"Ini,"

Arga menyerahkan lima lembar uang merah kepada Dinda. "Buat jajan,"

Srettt

Dengan cepat Dinda mengambil uang tersebut. "Makasih kak, heee."

"Hm,"

"Aku nggak dikasih, kak?" Celetuk Nayra, membuat Dinda dan Sari melotot, Begitupun dengan Arga.

"Kamu nggak penting,"

Setelah mengatakan itu, Arga meninggalkan adiknya dan kedua temannya. Nayra mencebikkan bibirnya, karena kesal.

"Nggak tahu malu banget, minta uang sama kak Arga." Ujar Sari geleng-geleng.

"Kan aku cuma bercanda, Sar."

"Bercanda? Kalau dikasih pasti kamu ambil kan?"

"Hehe, iya dong."

"Tuh kan, emang dasar aja kamu nya."

"Ya gak papa, Sar. Lagian sekarang kan aku gak ada yang kasih uang jajan lagi."

Mendengar itu, Dinda dan Sari menjadi sedih. Karena Nayra dan ayahnya sudah tidak bersama lagi.

"Udah, jangan di bahas. Nanti kalian aku traktir makan." Kata Dinda sambil merangkul keduanya.

Nayra tersenyum, ia tahu Dinda pasti ingin menghibur nya. "Gak papa, Mama ku gak kalah hebat kok. Selama ini Mama kan juga kerja dan selalu kasih aku jajan. Jadi, kalian gak usah terlalu mikirin perasaan aku dan bagaimana hidup ku tanpa Ayah. Karena ada dan tidak adanya ayah, aku masih sama seperti dulu. Sekarang bedanya hanya aku gak pernah menunggu kedatangannya setiap Minggu." Ucapnya dengan suara tercekat.

Dinda dan Sari mendekat, lalu memeluk Nayra. Seketika tangis Nayra pecah. Ia baru merasakan betapa sakit nya berada di posisi itu, dimana hanya ada angan yang dulu selalu jadi harapan.

"Jangan sedih ya, kita selalu ada untuk kamu. Kalau kamu butuh sesuatu, jangan sungkan untuk kasih tau kita."

"Hiks hiks hiks, kenapa ini terjadi padaku? Kenapa harus Mama? Kenapa harus Ayah? Hiks hiks hiks."

"Sabar ya, kamu kuat kok. Kamu gadis hebat, kamu gadis kuat. Aku yakin, kamu bisa lewati ini semua."

"Nayra."

Mereka melerai pelukan, lalu menoleh ke belakang, dimana seseorang memanggil Nayra.

"Kak Arga, ada apa?" Tanya Dinda.

"Nayra, ayahmu menunggu di gerbang."

Deg.

*********

1
Mashiro Shiina
Thor, aku rindu banget sama ceritamu, please update secepatnya!
Naylest: Akan saya usahakan ya kak☺️
total 1 replies
Gwatan
Wah, gila sukses bikin aku ketagihan bacanya! (👍)
Naylest: Terima kasih kak☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!