NovelToon NovelToon
Kalau Memang Serius Lamar Aku Pada Ayahku.

Kalau Memang Serius Lamar Aku Pada Ayahku.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Murni
Popularitas:145
Nilai: 5
Nama Author: DP aja

perjuangan seorang gadis yang merantau ke kota,dan hampir di lecehkan oleh pacar sendiri,hingga akhirnya dia di selamatkan oleh seorang pemuda. apakah meraka bisa menjalin kasih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DP aja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab8

Sesampainya du rumah asri,dani makan siang bersama kluarga dari asri,dan dani makan dengan lahap,pak arjo dan bu sumi juga rizal senang ternyata calon dari asri orangnya sangat ramah dan gampang bergaul,seperti di masjid tadi dani juga sudah mulai akrab baik jamaah bapak bapak,atau yang masih remaja.dan setelah ashar dani berpamitan pulang,karena asri akan pulang besuk pagi,dan dani berjanji untuk menjemput,sebenarnya asri menolak karna tidak enak juga kasian tapi dani kekeh tidak mengijinkan asri naik bus,kalau harus di antar rizal kasian bolak balik,dan Asri pun akhirnya menyetujui,dan pak arjo dan bu sumi sedikit lega karena dani sangat perhatian pada Asri.

"Dek saya pulang dulu besuk paling lambat jam 6 pagi udah mas jemput.yah,buk,dek rizal, saya pulang dulu,assalamualaikum." salam dani sambil menyalami pak arjo dan bu sumi juga rizal.

Pak Arjo tampak tersenyum sambil menatap Dani.

"Hati hati nak dani." balas pak arjo dan bu sumi berbarengan.

Asri masih malu saat menatap Dani.

"Hati hati mas."tambah asri.

Dani pun meninggalkan halaman rumah pak arjo untuk kembali ke kota.sesampai kota dani tak pulang kerumah,tapi menuju salah satu hotelnya agar besuk pagi menjemput asri tak terlalu jauh,juga dani janjian bertemu dengan giyo.

"Gimana tugas lo?"tanya dani kepada giyo setelah berada di dalam kamar.

"Aman,kapan lo eksekusi?"tanya giyo.dan dani masih berfikir.

Dani tampak masih berfikir, dan dia akhirnya memutuskan

"Kapan kapan aja setelah gue nikah."jawab dani selanjutnya.

Giyo hanya manggut manggut,dan menyerahkan sebuah map kepada Dani

"Oya ni berkas yang harus lo tanda tangan."lanjut giyo sembari menyerahkan berkas yang ada di tangannya.

*******

Sementara itu di rumah pak pradipta ayah dani,kakak dani datang dengan suami dan anaknya yang berumur 3th.

"Assalamualaikum,salam aisyah kakak dani dan di ikuTi ilyas suaminya dan farid anaknya.

"Waalaikumsalam."sahut pak pradipta dan bu fatimah berbarengan.

bu Fatimah yang melihat kedatangan cucunya sangat antusias,bahkan dia langsung merentangkan tangannya dan menyongsong cucu laki lakinya.

"Wah cucu ganteng nenek dateng ya?"sahut bu fatimah.

bocah tiga tahun itu langsung melompat ke pelukan neneknya

"Iya nek,nyari om dani,dimana ya nek?"tanya farid kepada neneknya dengan suara khas bocah kecil yang cedal.

"Ada apa nih nyariin om dani?" tanya pak pradipta.penuh selidik.

"Saya yah yang ada perlu sama dani."jawab ilyas menyahut.

"Oh,ada apa memang?"tanya pak pradipta lagi.

"Biasa yah,dua minggu lagi saya ada undangan ke daerah mengisi pengajian,cuman acaranya ternyata bertabrakan,maksut saya kalau dani bisa menggantikan saya."jelas ilyas panjang lebar.ya kakak ipar dani adalah pengasuh pondok pesantren.dan dani sering menggantikan kakaknya kalau jadwalnya bertabrakan.

"Oh,dia lagi sowan sama calon mertua." jawab bu fatimah

sontak kata bu Fatimah membuat Ilyas dan juga Aisyah saling bertukar pandang.

"Hah!yang bener buk,yah?jadi dani udah ada calon?"selidik aisyah sambil kaget karna adiknya sudah punya calon.

"Ibuk aja kaget,tadi dia telfon kalau tidak pulang,dan besuk malam rencananya mau di kenalkan sama ayah,ibuk."jawab bu fatimah,karna tadi dani sudah menelfon dan mengabarkan kalau dia sudah dapat restu dari orang tua asri.

"Oh, yaudah nanti saya telfon dani aja buk."sahut ilyas.

******

Setelah pagi sekitar jam 6kurang dani sudah sampai di rumah asri.

"Assalamualaikum."ucap dani di depan teras,karna di teran pak arjo sedang ngopi di tamani rizal,karena udah libur sekolah.

"Waalaikumsalam." jawab pak arjo dan rizal bersamaan,lalu dani menghampiri pak arjo,dan menyalami dengan takzim.

"Duduk dulu mas,saya panggilkan mbak asri."sahut rizal sembari berdiri untuk memangilkan kakaknya .

"Kopinya mas."asri keluar sembari membawa nampan berisi cangkir kopi untuk dani.

"Makasih dek,pas ini mas belum sempat ngopi."kelakar dani disambut tawa semua.

"Oya nak dani melanjutkan omongan kita kemarin rencananya kapan orang tua nak dani mau kemari." tanya pak arjo mulai serius

"Rencananya ayah sama ibuk mau silaturahmi ke sini besuk sabtu pak."jawab dani,dan pak arjo manggut manggut.

Asri yang mendengar perkataan dari Dani tampak menggigit bibirnya untuk menyembunyikan senyumnya. sehingga dia lebih memilih menawarkan sarapan untuk Dani

"Mas sarapan dulu yuk."ajak asri ke dani.

"Yuk."nanti keburu siang. Dani memang orangnya tidak gampang malu,kalau dia mau pasti mau,karena dia tidak bisa berpura-pura pura.

Dan akhirnya mereka pun sarapan.dan setelah sarapan dani dan asri pun bersiap untuk berangkat,tetapi setelah pamitan kepada kluarga asri,di halaman datang bu siti dan bambang,bambang datang tadi tengah malam karna di suruh pulang sama bu siti,dan rencananya pagi ini bambang langsung ke kota "j".

"Sri.asri tunggu." panggil bu siti ke asri,dan asri sama dani pun urung pergi,dan turun dari motor.

"Ya bu siti." jawab asri sopan."loh mas bambang pulang kapan?"basa basi asri.

"Bu siti,nak bambang,nak dani sri masuk dulu jangan ngobrol di halaman."sahut bu sumi.dan akhirnya mereka masuk ke ruang tamu.

"Maaf bu siti dan nak bambang ada perlu apa ya?kok nyetop asri mau berangkat?"tanya pak arjo membuka obrolan,walau pak arjo sudah menebak maksut kedatangan bu siti dan bambang.

"Gini jo,saya dulu sudah biang mau menjodohkan asri sama bambang,la kok tau tau asri udah bawa calon itu gimana?"tanya bu siti dengan marah.

"Iya lek arjo saya sekarang udah sukses,udah kerja sebagai staf di DEPE CORP,mobil ada,kenapa asri lebih memilih cowok nggak jelas gini,liat motornya aja butut,brisik pula." timpal bambang sambil melirik dani dengan sinis.

"Yah ini gimana to?"potong asri meminta penjelasan ke ayahnya,sedang dani diam sambil melihat situasi.

pak Arjo tampak menghembuskan nafas kasar,sebenarnya dia enggan menjawab perkataan dari bu siti

"Heh,gini nduk,dulu pernah meminta pertimbangan kekamu,kamu tertarik sama nak bambang ndak?trus kamu bilang ndak mau yaudah bapak pikir ndak perlu di lanjutkan,dan itu sudah bapak utarakan ke bu siti,tapi bu siti kekeh tentang perjodohan ini."jawab pak arjo menjelaskan.

Setelah terjadi perdebatan yang alot akhirnya bu siti dan bambang milih pergi,karena bambang keburu kerja,dan dani berangkat bersama asri.karna sudah mepet akhirnya dani ngebut,supaya asri tidak telat,dan benar saja tak butuh waktu lama asri dan dani sampai tempat kerja dani.di depan toko yuni dan teman teman asri sudah menunggu pintu toko buka ketika asri datang.

"Wah roman romannya udah ngantongin restu nih?jangan lupa pajak jadian!"celetuk yuni ketika melihat asri turun dari motor dani.

Asri yang sudah bisa menebak tentang apa yang di katakan sahabatnya tampak tersipu malu

"Apa sih yun."jawab asri tersipu.

"Tenang aja mbak yuni,masalah pajak jadian nanti sora saya traktir semua,mau di mana?" bukan Asri,tapi malah Dani yang mengajak mereka makan makan.

"Udah ndak usah mas,sayang duit." larang asri

"Ndak papa dek,itung itung syukuran.eh jangan nanti sore besuk aja,soalnya nanti sore ada janji sama ortu,jangan lupa ya dek nanti tak jemput habis maghrib." sahut dani yg ingat nanti sore mau ngajak asri ketemu ayah dan ibunya.

"Iya deh yang mau ketemu camernya."sahut yuni.

"Yaudah dek mas berangkat dulu,ati ati kerjanya,jangan rindu soalnya berat,biar mas aja."lanjut dani sambil tersenyum dan memainkan alisnya.

"Iya mas,mas juga hati hati,jangan kayak tadi,ngebut ngebut kayak rosi aja,tapi nanti kalau rindu gimana dong?"jawab asri sambil tersenyum jail.

"Ya telfon pas istirahat,tak kira pendiam ternyata keluar juga tengilnya,dah dek mas berangkat,mari mbak yun."jawab dani sembari menjalankan motornya menuju bengkel.dan asri hanya bisa senyum senyum dan menatap dani yang menjauh.

1
Merpati Putih
jangan pernah memandang sesuatu dari luarnya,pasti tertipu
Merpati Putih
menerima kekurangan masing masing
Merpati Putih
lanjut tor
Merpati Putih
contoh cowok jentle,langsung datangi orang tuanya ,dan minta secara baik baik
Merpati Putih
👍
Merpati Putih
menginspirssi,kehidupan nyata
Merpati Putih
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!