NovelToon NovelToon
CEO Rese Dan Secretary Matre Nya

CEO Rese Dan Secretary Matre Nya

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: NONA GINCU MERAH

Pernah denger nggak ada mitos yang bilang kalau dua orang yang wajahnya mirip itu berarti jodoh ? dan itu yang dialami nadin, di hari pertama dia menginjakkan kaki di SMA Garuda dia bertemu dengan pria yang wajahnya mirip dengan nadin namanya Gavin. Sejak saat itu mereka selalu jadi pasangan yang sering mendapatkan "ciye ciye" oleh satu sekolah, Padahal yang sebenarnya Nadin dan Gavin tidak pernah akur sama sekali.

8 Tahun kemudian Nadin mendapatkan pekerjaan sebagai sekretaris di sebuah perusahaan di daerah Kuningan, Jakarta Selatan. Nadin yang sangat mencintai uang memiliki misi untuk memacari salah satu petinggi di perusahaan itu. Tapi imajinasi nya akan boss yang tampan dan kaya luntur seketika saat dia mendapati kalau orang yang menerimanya sebagai sekretatis tidak lain adalah Gavin, musuh abadinya.

Dengan seringai jahat gavin berkata " ingat, gue boss lo ! gue gak terima kata tidak !"

Dan sejak saat itu nadin merasa kalau neraka ada di depan matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NONA GINCU MERAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

Nadin Almira Queen

"jadi yang tadi mimpi ?"gue refleks menutup mulut gue saat menyadari gavin sudah berjongkok di hadapan gue.

Gue berusaha kembali mengingat kira-kira racauan apa saja yang sudah gue lontarkan selama gue tidur tadi. Semoga saja mulut gue yang terkadang nggak bisa di rem ini gak keceplosan ngomong aneh-aneh.

Seperti menyatakan cinta pada gavin misalnya, jangan jangan sampai nadin. Mau di taruh di mana wajah lo kalau sampai lo keceplosan bilang kalau lo masih cinta mati sama gavin sampai sekarang. Lelaki itu pasti sangat besar kepala, bangga karena punya fans setia yang cinta nya gak pudar-pudar walaupun udah di cuci pakai pemutih.

Atau seperti kecintaan gue terhadap para ahjusi korea yang selalu gue pelototi setiap kali mereka pamer-pamer roti sobek. Kemudian hobi gue yang diam-diam suka kentut saat tidur atau yang terparah gue yang diam-diam punya koleksi foto gavin.

Gue buru-buru menggelengkan kepala. Walaupun nggak inget, tapi gue yakin banget, aib-aib itu masih tersimpan rapih di otak gue yang kapasitas nya 1000 tera ini.

"pft... Lo lagi mimpi makan pisang nad ?"tiba-tiba saja gavin tertawa, kenapa juga dia jadi bawa-bawa pisang.

Sedetik dua detik gue mulai mencerna perkataan gavin barusan, pisang .. Astaga gue mulai ingat di dalam mimpi gue tadi gue terpeleset kulit pisang saat gue sedang kejar-kejaran ala film india.

Gavin masih tetap di posisi nya, berjongkok sambil menatap gue.

"kenapa lo liatin gue terus ?"akhirnya gue beranikan diri untuk bertanya, di tatap terus kayak begitu lama-lama jantung gue bisa marathon.

"jadi begini toh rasanya "jawab gavin di iringi dengan senyum manis yang semakin sering dia lakukan semakin buat gue berpotensi terkena diabetes.

"ngomong itu jangan bikin orang bingung pak bos "gue berusaha menatap apapun yang ada di kamar itu asal jangan mata gavin.

"nad sini deh "gavin melambaikan tangannya, memberi kode agar gue sedikit lebih merapat pada wajahnya.

"apaa?"gue mendekatkan wajah gue di hadapan wajah gavin, feeling gue bakalan ada morning kiss nih dari si ganteng.

"nad... "suara gavin yang serak serak seksoy itu mulai terdengar, awas ya kalian yang jomblo jangan pada iri kalau habis ini ada adegan 17+.

Gue menunggu apa yang akan gavin katakan dan juga adegan apa yang terjadi sebentar lagi. Jantung gue yang tadi biasa aja mendadak jadi jumpalitan nggak karuan, gawat gue terserang gavineffect.

Gleg

Gue menelan saliva dengan susah payah, kenapa juga gavin nggak langsung aja gituh di sosor pipi mulus di hadapannya ini, masa bae suzy KW super ini di anggurin aja.

"nadin almira queen.. Gue rasa ....."

Ayo vin bilang kalau lo cinta gue, lo mau gue jadi pacar lo, Geret gue sekalian ke KUA abang gavin.

"ada belek di mata lo "

Jeder

Singkat padat dan jelas, sebuah pernyataan yang baru saja gavin lontarkan dengan nada datar. Nyaris tanpa nada mengejek atau membuly. Tapi berkat perkataannya barusan menimbulkan efek yang luar biasa pada gue, nadin almira queen masih mematung dengan posisi setengah menunduk di hadapan gavin.

"mandi gih sana , lo bau tau gak "

Oke ini baru sosok gavin yang sesungguhnya, mulut nya pedes kayak cabe dan kalo ngomong suka nggak di saring dulu. Lupakan mimpi gue semalam dan semua hal-hal yang terjadi kemarin, itu semua hoaks ! Gue jadi bener-bener yakin kalau gavin ini pengidap bipolar. Sebentar baik sebentar jahat.

Refleks gue melempar gavin dengan bantal, gavin yang gak siap sukses terhuyung karena sebuah bantal yang baru saja mendarat dengan sempurna di atas kepalanya. Sukurin.

"KDRT !"protes gavin sambil mengelus-elus puncak kepalanya, heran segitu dahsyat nya kah lemparan gue tadi.

"minggir gue mau mandi "gue berjalan tergesa-gesa menuju kamar mandi, lama-lama sama gavin bisa-bisa gue ketularan bipolar.

"eits mau kemana"dengan masih nyengir-nyegir kuda gavin memblokir satu-satunya akses gue bisa pergi ke kamar mandi. Tadi dia sendiri yang nyuruh gue mandi !

"minggir "

Gavin menggeleng "pasword nya dulu "

"pasword pasword lo fikir kita lagi main kuis "

Gavin masih tidak bergeming, dia malah bersandar di depan pintu sambil menyilangkan tangan di dada.

"vin.. Buruan gue mau pulang , nyokap gue nyariin nih anaknya gak pulang, malah di culik sama bos rese nya "

"nyokap lo gak nyariin "jawab gavin dengan percaya diri.

"sok tau "

"emang gue tahu "

"lo udah ganti profesi sekarang, jadi tukang ramal "

Gavin menggeleng."nggak lah, gue aja nggak punya bola kristal "

"terus kenapa lo bisa yakin banget kalau nyokap gue nggak nyariin anak perawan nya ?"

"gak pernah denger teknologi yang di sebut handphone ya mbak "

"lo nelfon nyokap gue ?"gue mulai panik, gawat ! sampai di rumah gue pasti bisa di cincang mami gara-gara nginep di hotel sama laki-laki.

Gavin mengangguk-angguk lagi, heran sejak kapan gavin berubah jadi boneka anjing di dashboard mobil yang suka angguk-anggukkan terus.

"mau tau nggak apa yang di bilang nyokap lo ?"seringai di wajah gavin sontak membuat gue langsung mencurigai gavin.

Gue tebak pasti nyokap gue panjang lebar ceramahin gavin. Cowok itu pasti abis kena semprot karena bawa anak gadis orang sembarangan. Sukurin.

"nyokap lo nyuruh kita buat cucu yang banyak buat dia. Berhubung kakak lo jauh di luar negeri sana dan biaya ke sana mahal. Jadi nyokap lo sangat berharap sama satu-satu nya anak perempuan yang masih tinggal di sini.otomatis cuma lo doang yang bisa di andalkan untuk memproduksi dedek bayi lucu yang banyak"

Cengo

Iya gue sekarang pasti lagi melongo dengan mulut yang sedikit terbuka. Untung gue cantik jadi ngelakuin apa aja sah-sah aja.

"jadi kapan kita mau mulai produksi cucu buat nyokap lo nad ? Mau di DP dulu nggak sekarang ?"gavin tersenyum lebar,nampak begitu bersemangat dengan apa yang dia ucapkan barusan. DP gundulmu !

"minggir "

"minggir kemana nad ? Nggak jadi buat cucu nya ?"

Gue menghembuskan nafas dengan kasar. Bisa gak sih kelakuan gavin ini nggak bikin orang baper. Liat aja tuh kelakuan dia yang lagi monyong-monyong gak jelas, ceritanya lagi ngambek karena gue. Belum tau aja dia , kalau setan perawan ganjen gue udah muncul, jangan salahin gue kalau itu bibir gue sosor. Soang kali ah !

Gue mendorong tubuh gavin dengan sisa-sisa tenaga yang gue punya. Pria itu terhuyung kesamping sampai nyaris terjatuh. Segitu kuatkah dorongan gue ?

"aw jadi dek nadin suka nya main yang kasar-kasar toh "gavin mengerlingkan matanya, astaga serius yang lagi merem melek ini gavin bos gue ?

Disaat itu entah kenapa ada sebuah jawaban yang tiba-tiba terfikirkan di otak gue yang pintar tapi terkadang suka ilang-ilangan sinyalnya.

"aku jijik mas "ujar gue penuh penekanan mengikuti salah satu adegan sinetron yang sedang viral.

Bedebam

Gue langsung menutup pintu kamar mandi, samar-samar gue mendengar gavin tertawa terpingkal-pingkal di sebrang sana. Heran hobi kok bikin orang kesel bos.

\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~ 🐱🐱 \~\~\~\~\~\~\~\~

Gavin dan nadin masih berdiri di depan pintu kamar. Setelah berhasil memastikan kalau pintu sudah terkunci, mereka berdua akan meninggalkan hotel. Mereka berjalan beriringan di sepanjang lorong sambil sesekali saling mencuri pandang melalui ekor mata mereka.

Saat ini penampilan mereka berdua boleh di katakan sudah benar-benar menyerupai pengantin baru yang baru saja selesai honeymoon. Dengan baju couple yang mengundang tatapan iri sekaligus meledek dari beberapa orang yang berpapasan dengan mereka.

Baju berwarna pink dengan tulisan Mrs Always Right & Mr Never Right, sukses membuat mereka berjalan sedikit berjauhan menahan malu.

"duh si mba sama mas nya wajahnya cerah banget , saya jadi kangen suami saya"ujar si mba-mba receptionis, masih sama seperti kemarin.

Nadin dan Gavin hanya bisa nyengir menanggapi perkataan si mba receptionis yang sok akrab itu. Cerah apanya, gak liat apa mereka berdua celingukkan berharap nggak bertemu dengan orang yang mereka kenal. Bisa jadi bahan bully-an mereka dengan pakaian couple seperti itu.

"apalagi baju nya aduh... Kalian berdua kayak artis deh kalau pakai itu "si mba-mba yang ternyata bernama prita itu tersenyum lebar, selebar kantung dompet gavin yang baru saja meloloskan 3 lembar uang seratus ribu untuk sepasang kaos couple yang saat ini sedang mereka gunakan.

"besok-besok kalau mau honeymoon kedua atau ketiga kesini lagi ya mba mas, bagus kan kamar nya super romantis "mba prita masih aja meracau, padahal lawan bicaranya sedang berkomat-kamit dalam hati agar proses check out mereka di percepat.

"nah selesai "

Gavin dan dan Nadin menghembuskan nafas lega, akhirnya penderitaan mereka berakhir juga. Mba prita langsung menyerahkan KTP milik gavin.

"mas nya gantengan aslinya ya dari pada di foto, si mbak nya hoki banget dapet suami super ganteng kayak mas ini "

Gavin tersenyum lebar di tempatnya, merasa besar kepala karena baru saja ada yang memuji ketampanannya.

Semantara nadin yang sedang di ajak bicara oleh mba prita, hanya bisa tertawa hambar mendengar perkataan wanita 27 tahun itu.

Masalahnya kalau seandainya yang di katakan mba prita itu benar adanya, bahwa pria tampan di samping nadin itu suami sah nya. Maka tanpa fikir panjang nadin akan bersikap jumawah memamerkan kembaran ji chang wook ini.

Tapi kenyataannya lekaki yang sedang menikmati jadi bahan gunjingan dua wanita itu bukan suami nadin, jangankan suami, pacar saja bukan. Hubungan meraka bisa dikatakan hanya musuh lama yang berusaha menyesuaikan peran sebagai bos dan sekretarisnya.

"wah wah... Ada anakku dan calon menantu rupanya "sebuah suara bariton membuat nadin dan gavin menoleh. Christopher hadinata berdiri tepat di belakang mereka dengan pandangan meremehkan.

Wajah gavin yang semula cerah seperti mentari pagi, mendadak kelabu. Lelaki itu hanya diam menatap papah nya yang kemarin berhasil dia hindari berkat bantuan nadin. Dan sekarang, bertemu pria itu sungguh gavin merasa dirinya betul-betul sial.

"jadi gimana tadi malam vin ? Ups papah nggak datang di saat yang gak tepat kan ? "christopher hadinata terkekeh, menatap gavin dan nadin bergantian.

"nad ayo kita pulang "gavin menarik pergelangan tangan nadin.

Mereka berdua harus segera pergi dari sana sebelum kesabaran gavin habis. Mengingat christopher hadinata bukanlah pria yang mau berbasa basi.

"lucu ya vin, beberapa hari yang lalu kamu bilang papah pria yang jahat karena bercerai dari mamah kamu demi seorang sekretaris "

Nadin langsung menoleh menatap gavin, sekarang dia tahu alasan kenapa gavin mendadak pulang ke rumah setelah bertengkar dengan christopher hadinata.

Gavin semakin mengeratkan cengkraman nya pada lengan nadin. Walaupun merasa kesakitan, nadin berusaha untuk tetap tenang. Wanita itu faham, gavin butuh sesuatu sebagai penopang nya.

"jadi.. Udah berapa banyak uang yang anak saya keluarkan untuk kamu nadin ? Pasti anak saya yang terkenal royal ini sudah banyak membelikan barang, atau jangan-jangan anak saya ini sudah membelikan kamu apartemen "

"stop pah !"gavin berteriak, membuat beberapa orang di lobi menoleh.

"saya nggak pernah mengeluarkan uang sepeserpun untuk nadin ! Dia bukan pacar saya ! Dan berhenti mengurusi apapun itu yang menjadi urusan saya. Sejak papah mendeklarasikan diri untuk bercerai dari mamah, sejak saat itu juga batas toleransi saya atas semua kelakuan papah berakhir. Saya mohon undur diri bapak christopher hadinata yang terhormat "

Gavin menarik paksa lengan nadin yang masih setia dalam genggaman nya. Tatapan tajam baru saja dia layangkan saat manik matanya bertemu dengan mata christopher hadinata.

Nadin menjadi ciut di buatnya. Baru kali ini nadin merasa takut pada gavin. Lelaki itu terlihat marah dan terluka di saat yang bersamaan.

Bahkan saat mereka berdua sudah berada di jalan untuk kembali ke rumah, gavin masih saja diam. Semilir angin seolah menjadi musik yang menenangkan bagi mereka berdua.

Entah karena simpati atau karena nadin masih menyukai gavin, wanita itu tiba-tiba saja melingkarkan tangannya di pinggang gavin. Memeluk tubuh itu dengan erat dari belakang. Nadin hanya merasa tindakkannya saat ini mungkin bisa menjadi cara untuk membuat gavin nyaman.

Awalnya gavin sedikit kaget saat sebuah tangan melingkar di pinggangnya. Namun Setelahnya sebuah senyuman tercipta dari bibir gavin, walaupun tidak dapat di dengar nadin, dengan pelan gavin mengucap terima kasih, dia bersyukur kali ini dia tidak sendirian menghadapinya.

\~\~\~\~\~\~\~\~ 🐱🐱 \~\~\~\~\~\~

Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mereka berdua sampai di rumah nadin. Nadin melepaskan helm full face milik gavin setelah wanita itu turun dari motor. Walaupun sekarang wajah gavin sudah terlihat baik-baik saja, tapi nadin tahu perisis lelaki itu hanya berpura-pura.

Tidak akan ada anak di dunia ini yang suka berada di antara orang tua yang bercerai. Berada di posisi dimana mereka di haruskan memilih salah satu di antara orang tua mereka , papah atau mamah.

"gue pulang ya nad "

"hati-hati vin . Dan thank's buat kencan nya "nadin tersenyum seolah tidak ada hal buruk yang terjadi pada mereka beberapa jam yang lalu.

Gavin mengangguk sambil menaruh helm yang baru saja di serahkan nadin di lengan kirinya.

"oke sama-sama "

Baru saja gavin akan menjalankan motor nya, tangan nadin menahan lelaki itu.

"kenapa nad ?"

Nadin bingung dengan perbuatannya sendiri, kenapa juga tangannya mendadak menahan gavin agar lelaki itu tidak pergi.

"nad kenapa ?"gavin mengulang pertanyaannya, nadin masih diam saja dengan tangan yang masih menggenggam lengan gavin.

"vin "

"hm... "

"jangan marah ya "

"hah ?"

"janji setelah ini jangan pecat gue "

"lo ngomong ap...."

Cup

"sampai jumpa besok "nadin buru-buru berlari masuk ke dalam rumahnya.

Tangan gavin meraba pipi kanan nya yang baru saja mendapatkan sebuah kecuppan manis dari nadin. Senyuman lebar langsung terbit di wajah yang tadi nampak sendu itu.

Gavin kembali menaikki motornya, helm full face yang tadi sempat dia lepaskan dia pakai kembali. Setelah menstarter motor kesayangannya itu, gavin pergi kembali menuju apartemennya.

Sesampainya di apartemen, gavin langsung meloloskan bajunya, memandangnya sejenak sebelum melemparkan baju itu ke keranjang.

Dia merasa lucu sendiri mengenakan pakaian yang dulu sempat dia hina sebagai seragam para ABG labil. Tapi entah kenapa saat menggunakannya bersama nadin, semua terasa berbeda, dia sekarang tahu kenapa pria-pria Itu rela menahan malu.

Demi cinta ternyata, duh gavin merasa dirinya semakin aneh saja.

Baru saja gavin hendak membersihkan diri di kamar mandi, sebuah telfon menghentikan langkahnya.

Mom's Calling .....

"yes mom "

"kamu dimana vin ?"

"apartemen ?"

"vin.. Kamu tahu kan kalau mami sama papi... "

"aku tahu. Mami oke ?"

"entahlah, memang sudah seharusnya seperti ini. Kamu baik-baik aja kan vin ?"

"aku baik, aku bahagia akhirnya mami lepas dari dia "gavin kembali duduk di atas tempat tidur, pembicaraan ini sungguh membuatnya kehilangan tenaga.

Selanjutnya Gavin hanya mendengarkan cerita-cerita mami tentang liburannya di Turkey. Walaupun gavin tahu hobi traveling mami nya itu hanya untuk pelariannya semata, sama seperti hobi mami yang selalu mencari kesenangan pada pria yang lebih muda darinya.

Awalnya gavin marah dan jijik dengan apa yang di lakukan mami nya itu, saat pertama kali gavin memergoki mami nya 'bermain' dengan teman baik gavin. Tapi saat melihat mami nya menangis menceritakan alasan kenapa dia melakukannya, gavin hanya bisa pasrah. Apapun akan dia lakukan untuk membuat maminya bahagia.

"mami denger gosip kamu lagi deket sama seorang perempuan vin ?"

"hah ?"

"jangan kira mami sibuk keliling ke luar negeri mami gak tau gosip terbaru ya "mami gavin terkekeh.

"kayaknya mami tahu nih siapa ceweknya "ucap mami gavin sedikit tertawa.

"sok tahu, jangan kebanyakan stalking lelambean deh mah "

"nadin kan "

Gavin terdiam, benar ternyata sepintar-pintar nya anak berbohong, seorang ibu akan sanggup membongkarnya. Tidak ada rahasia yang bertahan lama di hadapan mami nya.

Oke gavin nyerah, mengelak pun mami nya akan terus mengintrogasi sampai pada akhirnya gavin berkata iya.

"jadi kapan kamu mau memperkenalkan calon menantu mami itu secara resmi ?"

"gavin sama nadin belum jadian mah "

"kenapa ? jangan bilang penyakit kamu masih nggak berubah. Nunda- nunda nyatain cinta eh ujung-ujung nya kena tikung . Ups "

Mami gavin tertawa di sebrang sana, sementara anaknya yang baru saja jadi bahan ledekkan hanya bisa pasrah. walaupun berat hati gavin akui perkataan mami nya memang benar.

"perlu bantuan mami gak buat nembak nadin ?"

"hello.. Umur aku berapa mam . Masa mau nembak cewek aja harus di temenin mami "

"nah bagus nih kalau kamu sadar umur. Anak-anak teman mami yang seumur kamu udah pada punya anak vin. Ada yang udah masuk SD malah. Kamu mau jadi perjaka tua !"

"astaga , sumpah mu itu bisa terjadi loh bundo "

"ya makanya, buruan gercep. Tembak tuh si nadin "

"mami abis main ke negara mana sih ?, tau tau an bahasa gercep "

"taulah, mami mau spa dulu nih. Lama-lama ngomong sama kamu bisa-bisa mami tambah tua. Ntar nggak jadi janda kembang dong "

"kayaknya bahagia banget yang sebentar lagi mau jadi janda "

"iyalah, bye "

Tut tut tut

Sambungan telfon terputus begitu saja, gavin masih bertahan dengan ponsel yang masih menempel di telinga nya. Walaupun terdengar baik-baik saja gavin tahu, mami nya di sebrang sana pasti sedang menangis.

Sama seperti seorang anak yang tidak bisa menyimpan rahasia pada ibunya, seorang anakpun dapat merasakan penderitaan ibu mereka tanpa harus ibu mereka katakan. Tidak ada yang pernah meragukan ikatan batin antara ibu dan anak memang.

Nadin Almira Queen

"kenapa kamu senyum-senyum gitu nad ?"

"astaga mami,sejak kapan mami berdiri disitu ?"Gue mengurut dada merasakan jantung gue berdetak lebih cepat akibat dari kemunculan mami secara tiba-tiba.

"udah dari tadi sejak kamu habis tutup pintu, terus langsung mesam mesem gak jelas "

"udah ah mih nadin capek " gue berjalan melewati mami berniat langsung masuk kamar karena badan gue sudah minta di manjakan dengan kucuran air hangat.

"eh eh mau kemana ?"

Gue mundur kebelakang karena dengan seenaknya mami menarik ujung baju gue seperti anak kucing.

"mau mandi lah, nadin capek "

"gak bisa ! cerita dulu sama mami gimana calon menantu potensial mami ? "

"menantu yang mana sih mih ? pacar aja gak punya "elak gue walaupun gue tahu siapa yang mami maksud.

"gavin lah siapa lagi emang calon menantu mami "jawab mami gue dengan begitu yakin di iringin dengan senyum lebar yang jarang sekali gue lihat dari mami.

"oh.. jadi sekarang mami gak jadiin aku menantu potensial lagi "suara seseorang yang sangat gue hafal tiba-tiba saja menyela percakapan gue dan mami.

"koko.. kok bisa di sini ?"

Gue langsung berlari menghampiri koko yang sedang duduk di sofa sambil mengunyah kripik singkong . Heran walaupun sudah kurus dengan abs yang memanjakan mata, ternyata kebiasan koko ditra ngemil masih ada.

"bisa dong.. lupa kalau kita tetangga ? padahal tadinya gue mau ajak lo hem.. ke .. rumah sakit "

Gue langsung bisa faham maksud koko mengajak gue pergi ke rumah sakit. Gue mengambil tempat di samping koko sambil merebut keripik singkong dari tangannya, untungnya dia nggak ngedumel.

"dia udah bahagia ko ditra.. move on lah "

"lo fikir move on semudah ngulek sambel, lo perlu gue bawain kaca yang besar nad .. lo kan juga gagal move on hahaha " ko ditra terbahak-bahak.

Sial, niat gue nasehatin malah gue yang jadi kena tulah.

"tapi kan setidaknya gavin masih available.. beda sama..."

"iya tahu, gue cuma mau lihat kondisi dia aja.. "ko ditra tersenyum miris.

Gue menepuk pundak ko ditra, gue tahu persis jika sudah menyangkut wanita itu ko ditra pasti akan jadi lelaki galau. Gini nih nasib dua orang yang sama-sama gagal move on, cuma bisa saling suport satu sama lain.

"sekali aja nad, habis itu gue janji gue akan buka hati buat wanita lain, yah walaupun gue gak yakin "wajah ko ditra terlihat putus asa, duh gue jadi gak tega.

Gue menimbang-nimbang apa gue harus membantu ko ditra bertemu wanita itu atau tidak. Menurut pengalaman gue yang pernah mencoba buat move on, sebetulnya lebih baik gak bertemu lagi dengan pelaku yang menyebabkan kita gagal move on.

Karena biasanya sekali kita bertemu dengan orang yang menyebabkan kita gagal move on, maka kita akan merasa kecanduan untuk bertemu dengan orang itu lagi terus menerus. Ujung-ujungnya hancur suda niatan move on tersebut.

"nad please.. ada hal yang mau gue tanya sama dia, dan gue rasa itu yang menyebabkan gue gagal move on sampai sekarang "

"maksudnya, lo sama dia masih ad sesuatu yang 'menggangtung' gitu ?"

Ko Ditra mengangguk." gue butuh jawaban dia nad, cuma itu cara satu-satu nya yang mungkin bisa buat gue ikhlas dengan hubungan kami "

Setelah menimbang-nimbang baik dan buruk nya akhirnya gue putuskan untuk membantu ko ditra saja. Mungkin jika cara ini berhasil, gue akan mencoba nya pada hubungan gue dan gavin.

"kalian ngobrolin apa sih seru banget ?"

Mami duduk di sebrang kami setelah menaruh dua gelas ice lemon tea di atas meja.

"ini mih si nadin, curhat tentang menantu mami " perkataan ko ditra membuat gue mendelik ke arah lelaki itu, dia yang dari tadi curhat kenapa gue yang di bawa-bawa.

"cocok kan dit mereka berdua, ah mami gak sabar mau gendong cucu "

"jangan halu deh mih.. gavin sama nadin itu hanya boss dan sekretaris "

Gue berusaha untuk bersikap setenang mungkin supaya mami percaya kalau gue dan gavin tidak punya hubungan apa-apa. Walaupun ya walapun dalam hati gue mengamini perkataan mami gue.

"oh ya ? kalau cuma bos dan sekretaris terus ini apa ?" mami menyerahkan sebuah paper bag pada gue.

Gue menerima paper bag yang di berikan oleh mami gue, aneh perasaan gue tidak merasa belanja sesuatu. Karena penasaran gue membuka kotak yang ada di dalam paper bag itu.

"astaga ini kan.... " gue membelalakan mata menatap sesuatu yang ada di dalam kotak itu.

"kenapa nad ?" ujar mami dan ko ditra bersama-sama, mereka berdua ikut melihat isi di dalam kotak itu dasar keppo.

"ko ditra... please cubit gue sekarang "

Tanpa aba-aba ko ditra langsung mencubit lengan gue dengan sangat amat keras sampai gue berteriak akibat merasakan perih yang luar bisa. Dendam nih kayaknya ko ditra sama gue.

"lo sendiri yang nyuruh gue nyubit lo " elak ko ditra saat gue memelototi nya akibat perbuatan keji nya.

Sambil mengelus-elus tangan gue yang masih terasa nyeri akibat cubitan ko ditra, gue masih menatap isi di dalam kotak itu dengan tatapan takjub.

"gue pasti masih mimpi "

Bersambung

 

 

1
TRI UTAMI
lucuu
Akugabutt
cung yang dari lapak sebelah👆
Sary Leha
Arwah ruben masuk ke tubuh hans paling
Capricorn 🦄
keren
Baihaqi Sabani
duh rumityaaa kehidupan aurora..jd deg2 n jgw2 nnti gavin ma aurora...huft...
Anonymous
lawaklah novel nya, ceritanya receh yg asik2...ada scene minum2 tp ga menonjolkan adegan ++ nya...kissing tipis2 ada siy...
Anonymous
bukit Teletubbies
Laili Maslinani
aq pun merasa sebodoh itu 😭
Tiwi Rahayu
langsung kenak mental tuh pak bos...
Endang Anwar Rahmawati
Lis Manda Cel
katax ahli fashion kok gk tau kidaran harga cincin kwn yg limitited edition🤔🤔🤔
AbhiAgam Al Kautsar
mbuleeet kayak benang kusut cerita mu Thor
AbhiAgam Al Kautsar
mbuleeet
Adil Adil
Pelajaran buat yg jadi org tua, punya anak pinter memang bangga. Tapi biarkan mereka ikut umur nya, baik itu pendidikan mau pun lingkungan sosial nya. Dalam case si Jerry ini, mungkin dia di bully Dan gak bisa menyesuaikan lingkungan baru dgn usia sebenar nya. Dan ortu gak aware akan hal ini. So anak jadi korban.
Dewi Rose
Kereen bgt...sukaaa skli...ceritanya bagus bgt Thor...trm ksh ya Thor...sekses sll dg karya2 terbaikmu....selamat berkarya, Tuhan Memberkati🥰🥰
Intan Suci
hihihi
Intan Suci
lanjut ...
Reni Rahmawati
cerita seru....so sweet...
Zuni Tree
takut jadi pembunuh itu makannya nangis
emak @l ahsan
sebenarnya klo bag pov g usah pake lo gua...pasti lebih asyik....karna tiap masuk dialog itu,aku suka.......😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!