Bayangkan di sebuah kehidupan indah Bumi, terdapat teror yang di rahasiakan pemerintah semua umat manusia. Teror Iblis, siluman, dan Kaiju.
Umat manusia yang memiliki kekuatan khusus disebut Exorcist mampu melawan 3 musuh besar umat manusia. Tapi umat manusia tidak bisa selamanya menang atau di bilang selalu kalah.
Kekuatan Iblis jauh lebih kuat dari pada Exorcist disebabkan kasta Level, sehingga umat manusia hanya bisa menutupi kekalahan dari teror mengerikan.
Akan tetapi itu tidak selamanya, karena Reyhan seorang siswa SMA biasa di Jakarta mendapatkan sebuah Sistem Pembunuh Iblis. Tugas Sistem itu memberi Reyhan sebuah misi dan kekuatan untuk mengalahkan Iblis-iblis lawan manusia.
Akan tetapi saat Reyhan melangkah lebih jauh sebagai Exorcist, Reyhan semakin tahu bahwa kekuatannya bukan apa-apa untuk Iblis atau Exorcist lainnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacarealitas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2. hadiah pertama
Sontak ketika Reyhan mendapatkan notifikasi seperti itu, ia tersenyum lebar dan senang.
"Uang pertama kali ku, 10 Juta!" Reyhan mengusap hidung nya dengan puas. "Sistem, kau taruh mana uang 10 Juta itu?"
"Saya akan memberikan nya di rekening Bank Indonesia milik host karena host pasti sudah punya kartu tanda penduduk"
Reyhan mengangguk tak masalah, ia langsung membawa tasnya dan berjalan pulang.
Tentu saja sepanjang perjalanan ia melihat Dana di rekeningnya apakah sudah masuk.
Dan dalam beberapa detik saja uang 10 Juta sudah masuk ke rekeningnya.
"Yes! Akhirnya aku dapat uang, aku harus beli sesuatu untuk ibuku hari ini"
Reyhan berlari dengan semangat untuk menarik uangnya 200 rb untuk membeli banyak makanan.
Ayam geprek, soda, dan lainnya untuk makan malam.
Ketika tiba di kostnya, Alisa terkejut melihat anaknya pulang membawa banyak makanan.
"Astaga nak dari mana kamu dapat makanan ini? Kamu kan gak punya uang, apa kamu mencurinya?" Tegur Alisa dengan curiga.
Reyhan tertawan pelan. "Tidak ibu, aku dapat pekerjaan dan ini adalah gaji pertamaku."
"Eh? Pekerjaan? Tapi kan kamu masih anak kelas 2 SMA, kenapa bisa ada pekerjaan?" Alisa masih tak percaya.
Reyhan tersenyum dengan menggeleng. "Ibu benar-benar tidak percaya padaku? Aku ada buktinya di Dana, aku akan tunjukkan padamu"
"Tapi sebagai gantinya di hari libur Sabtu dan Minggu atau sepulang sekolah aku harus kerja"
Reyhan masuk ke dalam kost dan menaruh makanan yang dia beli di lantai. Meksipun dia tinggal di kost, Reyhan dan ibunya tetap mengutamakan kebersihan dan kerapian.
Alisa masuk ke dalam kost lalu menutup pintu. "Astaga banyak sekali makanan yang kamu beli, apa kamu ambil uang di gaji pertama mu bulan ini?" Tanyanya curiga.
Reyhan menggaruk rambutnya dengan gugup. "Heheh begitulah tapi ibu jangan khawatir, ada uang 10 Juta di Dana ku"
Alisa terbelalak sampai menutup mulutnya yang melebar. "Astaga sebanyak itu?"
Reyhan mengangguk, ia terlihat percaya diri sekarang. "Nah jangan khawatirkan itu, ayo makan sekarang" Reyhan sudah lama tidak makan seenak ini jadi dia menikmati setiap suapnya.
....
Ketika keesokan paginya datang, Reyhan pergi ke sekolah seperti biasa tapi hari ini dia sedikit bersemangat karena besok hari Sabtu.
Hari Sabtu dan Minggu hari sekolah libur jadi Reyhan bisa membunuh Iblis untuk dapatkan hadiah uang.
Namun tentu saja hari ini tidak akan semudah itu, Reyhan kurang beruntung karena harus bertemu dengan Devan di koridor sekolah.
Devan meninggikan suaranya saat berpas-pasan dengan Reyhan. "Kenapa aku harus bertemu dengan orang miskin di pagi sekali? Aku benar-benar sial"
Reyhan memerhatikan jika tidak ada pacar Devan bersamanya disini.
"Kemana pacarmu pergi? Apa kau berganti pacar lagi?"
Devan tertawa geli. "Kau tidak pantas berbicara seperti itu padaku" raut wajah nya berubah jadi keras.
Reyhan mengerutkan kening, sepertinya suasana hati Devan tidak baik. Jadi Reyhan tidak akan mengganggunya lebih lama lagi dan memutuskan pergi.
....
Begitu kelas di mulai, Reyhan memerhatikan dengan fokus seperti biasanya.
Sehingga hal yang mengejutkan dan hanya dia yang bisa lihat terjadi di kelas.
"Greh.." sesosok Iblis tinggi, perawakan seperti pria tua, dan wajahnya longgar seperti karet masuk ke dalam kelas.
Reyhan seketika berubah tegang dan karena hanya dia yang bisa lihat itu artinya kemungkinan besar yang lain tidak.
"Saya mendeteksi Iblis dengan ancaman level 2! Host harus mengalahkan nya sebelum terjadi korban!"
Reyhan tersentak lalu berbisik secara terburu-buru. "Bagaimana bisa aku bertarung di kondisi kelas ramai seperti ini?"
"Host bisa lakukan itu saat istirahat siang hari"
Reyhan hendak berkata-kata tapi bel istirahat berbunyi.
Akhirnya guru dan murid-murid yang akan ke kantin pergi keluar sekolah.
Namun Reyhan menatap gugup gadis yang tidur di atas meja.
"Sialan dia Zahra, dia memang sangat suka tidur tapi kondisi seperti ini-
"Grehh" Iblis itu mendekati Zahra yang sedang meletakkan kepalanya di meja.
Reyhan hendak memperingati Zahra, namun Zahra berdiri dengan wajah datar menghadap iblis itu.
Iblis tinggi itu memerhatikan Zarah apalah dia bisa melihatnya. Namun Zahra berjalan melewatinya dan pergi keluar sampai kelas benar-benar kosong.
Reyhan menghela nafas lega, namun sebaliknya iblis itu menatap Reyhan seolah pilihan terakhir.
"Host sekarang waktunya untuk melawannya disini!"
"Ya!" Reyhan melakukan kecepatan petir menyebabkan ledakan keras yang membuat heboh kelas.
Namun itu tidak akan berlangsung lama karena akhirnya Reyhan mengalahkan Iblis itu dengan cepat.
"Selamat, host telah membunuh iblis hitam tingkat 2, host dapat memilih menjadikannya budak atau menukarkannya"
Reyhan duduk di bangkunya dan tanpa pikir panjang lagi dia memilih menukarkan. Untuk apa dia menjadikannya budak? Itu justru aneh.
"Selamat host telah mendapatkan uang sebanyak 20 Juta rupiah!"
Reyhan tersenyum lalu dia terkejut karena tiba-tiba pintu kelas di buka dengan keras, murid-murid yang mendengar ledakan petir di dalam kelas tentu saja ketakutan.
Namun ketika hanya melihat Reyhan di dalam kelas mereka jadi bingung.
"Reyhan apa kamu mendengar suara ledakan keras seperti petir sebelum nya?" Tanya salah satu murid.
Reyhan menggeleng. "Ya aku dengar tapi aku tidak tahu dimana sumber asalnya"
"Oh baik, terimakasih" segera rumor ledakan petir di sekolah menjadi sebuah misteri.
Murid-murid menamainya sebagai Petir hantu karena hanya terdengar ledakan tapi tidak berbentuk.
Namun gadis bernama Zahra sebelumnya duduk di toilet memandang ponsel dengan seringai.
"Petir hantu, kah... Menarik"
....
Saat jam pulang, Reyhan memutuskan untuk pulang lebih awal, menghindari esktranya.
Tapi di dalam koridor sekolah, Devan bersama anak buahnya menatap Reyhan dengan penuh kebencian.
"Dia benar-benar membuatku muak saat melihatnya, kita akan memberinya pelajaran" ucap Devan.
"Siap bos, aku juga. Dia selalu bertingkah sok tak peduli"
"Benar, dia sudah miskin tapi masih sok saja sekolah disini"
Devan mengangguk lalu pergi naik ke mobil sportnya lalu dia pergi bersama anak buahnya yang memakai motor.
Namun yang tak Devan sadari bersama 5 anak buahnya adalah, mereka sengaja di pancing dendam oleh Iblis terkuat di sekolah ini.
....
Ketika di jalan pulang, Reyhan melihat gedung-gedung dan keramaian di jalan Jakarta Timur.
Tapi hal itu terjadi biasa saja karena Reyhan menemukan ibunya sedang menjual gorengan di pinggir jalan bersama pedagang lain.
"Ibu!" Reyhan berlari kearahnya dengan senyum lebar.
Alisa yang tengah berbincang jadi terpotong. "Wah Reyhan kamu pulang lebih awal" tersenyum.
Reyhan mengangguk lalu melihat dagangan ibunya sudah hampir habis. "Ibu biar aku bantu"
Alisa terkejut. "Eh jangan biar ibu saja oke? Kalau mau membantu ibu kamu harus membersihkan rumah" tersenyum jahil.
Reyhan mengangguk mengerti. "Baiklah aku akan bersihkan rumah"
Alisa tersenyum lalu membelai kepala Reyhan sejenak lalu Reyhan berjalan pergi.
Devan yang tak sengaja melihat nya jadi mendapatkan ide berbahaya.
"Jadi ibunya hanya berjualan gorengan di pinggir jalan ya?" Devan terkekeh lalu menyalakan mesin.
"Bos, jangan melakukan itu, itu berbahaya" anak buahnya berusaha menghentikan nya karena itu beresiko.
"Diam!" Bentak Devan, ia sudah ter butakan oleh amarah dari Iblis. "Aku ingin menunjukkan pada si miskin itu bahwa aku tidak bisa di remehkan"
"Brom! Brom!" Mesin sport Lamborghini Devan bergemuruh di jalanan.
Lalu berkendara dengan cukup cepat mengarah ke kios Alisa dan pedagang lainnya.
"Hahaha!" Devan tertawa seperti sopir gila.
Begitu Alisa melihat keanehan itu dia terkejut. "Hati-hati!"
"Prr!!" Mobil Devan menabrak kios-kios pedagang bahkan tak segan menabrak orang.
Beruntung Alisa menghindar lebih dulu dengan berbaring di trotoar.
"Semuanya tolong kami!!" Alisa berteriak minta tolong pada semuanya untuk membantu pedagang lain.
Reyhan mendengar keributan itu langsung berlari ke sana.
"Ibu, apa ibu baik-baik saja?" Reyhan bergumam dan terus berlari.
Devan terbatuk-batuk karena asap mengepul dari mesin mobil.
Pengendara yang melihat pengemudi itu sengaja menabrak pedagang segera menghancurkan kaca dan membawa Devan ke kantor polisi.
Reyhan terdiam mengetahui jika kejadian ini ulah Devan. Reyhan berlari mencari posisi ibunya berada.
"Ibu!" Teriaknya dengan khawatir.
"Reyhan, ibu ada disini" ia membantu temannya duduk di kursi pinggir jalan.
"Uhuk terimakasih ya Alisa" ucapnya serak.
Alisa mengangguk lemah lalu berdiri menghadap Reyhan. "Ibu tidak apa-apa, aku beruntung karena menghindar lebih dulu" ia memeluk Reyhan.
Reyhan merasakan tubuh ibunya gemetar seperti ketakutan. Reyhan juga melihat dagangannya dan dagangan orang lain hancur berantakan.
Mata Reyhan berkilat dingin dan amarah memuncak di hatinya.
Anak buah Devan mengetahui jika Devan di bawa ke kantor polisi, segera kembali ke sekolah untuk mengabari ayah Devan.
Namun karena Reyhan tak menerima kejadian ini, dia bersumpah akan membalas dendam pada Devan dan keluarganya karena berani menyakiti ibunya.
"Jedar!" Langit tiba-tiba menjadi gelap, petir putih dan kuning bermunculan di atas langit.
Fenomena tiba-tiba itu menutupi seluruh Jakarta, Alisa segera membawa Reyhan pulang untuk menghindari cuaca buruk.
"Jedar!" Petir menyambar keras dan air hujan turun dengan lebatnya menciptakan suasana mencekam.
Langit sore yang awaknya sedikit cerah seketika gelap gulita.
....
Hingga 2 jam kemudian sampai jam 6 sore, Jakarta masih di landa hujan deras.
Ratusan desa sudah tergenang banjir dan beberapa kota terendam air.
Namun beberapa desa tidak salah satunya desa yang di tinggali Reyhan di Jakarta Timur.
Namun di atas salah satu gedung Jakarta, sesosok manusia berjubah merah gelap dengan simbol aneh di tudung nya menatap kota Jakarta yang ramai.
"Ini bukan hujan alam, ini hujan reaksi energi alam Bumi" ucapnya datar. "Siapa yang bisa membuat alam bereaksi dengan perasaannya?" Gumamnya bertanya pada diri sendiri.
"Jedar!" Petir putih menyambar manusia itu, namun manusia itu hanya mengibaskan tangan nya saja agar petir itu hilang.
"Menarik, tapi tidak cukup kuat untuk ku" ia langsung memegang sebuah kartu dan melemparnya ke depan.
Kartu itu membentuk sebuah gate masuk ke alam lain dan dia masuk kesana sampai gate itu menutup sendirinya.
.....
"kalau suka kasih komentar ya biar Author bisa perbaiki kalau ada yang kurang atau tidak"