Gadis cantik yang selalu risih jika didekati pria. Tapi dia selalu didekati pria yang jadi incaran para wanita didekatnya.
Cerita ini adalah tentang perjalanan hidup dari segi percintaannya. Jadi cerita ini akan menceritakan kisah hidup Shofia mulai dari remaja hingga dia menemukan cinta sejatinya.
Dengan wajah yang cantik, sifat yang baik dan juga berbakat dalam beberapa hal tentu saja Shofia menjadi incaran laki-laki di sekitarnya. Namun dia sangat sulit ditaklukkan.
Shofia akan merasakan cinta lebih dari sekali. Bukankah cinta memang datang tanpa kita duga.
Disaat Shofia telah merasakan cinta. Dia harus memendam perasaannya karena dia masih terlalu muda dan berada di lingkungan pondok.
Ternyata nasib tidak berpihak padanya. Disaat dia menemukan cintanya, lagi-lagi dia harus terpisah.
Shofia merasa hatinya mati setelah calon suami yang dicintainya meninggal karena kecelakaan. akankah dia akan menemukan cinta yang lain dan hidup bahagia....?
Terus ikuti cerita Author halu ini....
EMMUACH... 😘😘😘😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen_OK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Latihan Band Lagi
🎶🎶🎶🎶
Shofia sangat bersyukur karena hanya Ziana yang sempat melihat Foto profilnya. Dia juga senang karena Ziana tidak menanyakan yang macam-macam padanya. Dia hanya bertanya apa Shofia saat itu ada di kafe. Padahal tanpa bertanya pun sebenarnya Ziana sudah tahu jawabannya.
Sebenarnya begitu banyak pertanyaan untuk Shofia dari Ziana. Namun dia berusaha meredam rasa penasarannya agar tidak menimbulkan perasaan canggung dalam hati keduanya.
****
Hari ini sudah satu minggu Shofia berada di rumah. Dan dua hari lagi dia akan kembali ke pondok untuk mengikuti acara ziarah makam.
Setelah mendapatkan izin dari ayah dan bundanya, Shofia segera meninggalkan rumah untuk menemui teman-temannya.
Sebelumnya Kalia dan Elin sudah menghibungi Edi dan juga Udin untuk mereka ajak berlatih band mereka. Sudah lama sekali mereka tidak berkumpul untuk latihan bareng.
****
Mereka kini berada di Studio yang biasa mereka sewa untuk latihan. Setelah mereka berada di dalam ruangan mereka segera memegang alat masing-masing. Elin yang berperan sebagai manager mereka duduk di depan keempat sahabatnya. Dia membawa Handphone untuk merekam dan juga bertugas mengingatkan jika ada yang salah.
Kalia sudah berada di depan keyboardnya. Udin sudah memegang stik drumnya. Edi juga sudah memakai Bassnya. Sedangkan Shofia sendiri sudah duduk di depan dengan memangku sebuah gitar. Kali ini dia punya peran dobel. Kemampuan bermain gitar Shofia juga mumpuni. Hampir setahun Jo selalu mengajari Shofia dengan telaten.
Mereka memainkan lagi yang pertama berjudul "Cinta Yang Terindah" dari BCL. Walaupun sudah lama mereka tidak berlatih bersama nyatanya mereka sangat kompak.
Setelah lagu pertama selesai Elin segera membagikan minum pada semua sahabatnya.
Pada saat istirahat, handphone Shofia berbunyi. Ziana saat itu ingin melakukan video call dengan Shofia. Karena Handphone nya berada di dekat Elin, Elinpun segera mengangkat Vidio call.
Pada saat kamera diarahkan pada Shofia, ziana dibuat kaget dengan penampilan Shofia saat itu. Shofia duduk sambil memangku gitar. Dia masih belum sadar sedang berada di sotor kamera yang sedang melakukan video call. Shofia masih bercanda dengan teman-teman nya.
"Shof nih ada VC." perkataan Elin membuat Shofia terkesiap karena kaget. Dilihatnya layar Handphone menampilkan Wajah Ziana yang sedang tersenyum.
"Eum hai Zi apa kabar?" kata Shofia saat sudah memegang handphone nya.
"Mbak lagi apa?" tanya Ziana.
"Em lagi kumpul sama teman-teman mbak. Bentar ya!" Shofia melepaskan gitarnya dan meletakkannya di kursinya. Setelah itu dia keluar ruangan.
"Mbak bisa main gitar?" tanya Ziana.
"Ya sedikit. Zi kamu pasti sudah tahu semua kan dengan apa yang terjadi di dalam tadi?" Shofia tahu Ziana bukanlah gadis bodoh yang tidak memahami situasi yang terjadi.
"Ya mbak. Aku tahu mbak adalah anggota sebuah band. Mbak pegang gitar dan sepertinya vokalis juga deh!" tebak Ziana tepat.
"Zi aku minta kamu sembunyiin dari orang pondok ya."
"Kenapa mbak?"
"Kamu lihat Zi! Aku berbeda dari santri lain. Aku tidak mau dianggap aneh. Selama ini aku berusaha menjadi santri yang baik. Tapi kalau di rumah aku juga punya teman dengan kehidupan yang berbeda. Jadi aku menyesuaikan dengan teman-teman dimana aku berada Zi." jelas Shofia.
"Baikalah mbak aku akan rahasiain. Tapi aku punya syarat."
"Syarat apa?
"Aku mau lihat penampilan band mbak live saat ini" pinta Ziana. Setelah Beberapa saat berfikir akhirnya Shofia menyanggupi. Dia mematikan VC nya dan bersiap-siap dengan teman-teman nya untuk mulai latihan. Dia juga meminta izin merekam latiham mereka melalui VC dengan Ziana. Syukurlah semua temannya mengizinkan. Handphone Shofia diatur mengarah ke tempat latihan. setelah pas panggilan pun dilakukan.
Untuk lagi yang kedua mereka menyanyikan lagu dari BCL juga yang berjudul "Aku Tak Mau Sendiri"
Shofia sudah memakai gitarnya dan sudah duduk di posisinya. Ketika musik mulai dimainkan Shofia juga segera melakukan tugasnya sebagai vokalis dan juga gitaris. Jari-jari lentiknya terlihat lihai memetik senar gitar. Suaranyapun terdengar sangat merdu.