NovelToon NovelToon
Rencana Bunuh Diri Sang Antagonis

Rencana Bunuh Diri Sang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Hidup Kayna memang sudah hancur, ayahnya sangat membencinya karna sudah membuat ibunya meninggal saat melahirkannya.

Oleh sebab itu, di usianya yang genap 20 tahun.. ia memutuskan mengakhiri hidupnya agar bisa merasakan reinkarnasi ke keluarga yang ia harapkan akan mencintainya, namun..

"Astaga.. kenapa aku harus menjadi tokoh antagonis yang akan mati di tangan tunanganku sendiri?"

Kayna yang kesal karna terlempar ke novel memutuskan untuk bunuh diri sebelum tunangannya yang membunuhnya.

Lalu, apakah rencananya akan berjalan mulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

"Kenapa aku harus membantumu?" tanya Freya, suaranya parau. "Kau menang. Aku kalah. Biarkan aku busuk di sini."

"Karena Valerius tidak akan membiarkanmu hidup," potong Adrian tegas. "Kau tahu terlalu banyak. Begitu dia tahu kami mulai mendekatimu, kau akan mati. Entah diracun, entah digantung agar terlihat seperti bunuh diri karena penyesalan. Kau tahu cara kerjanya."

Freya menutup matanya. Air mata mengalir di balik kerudungnya. Bukan air mata manipulasi. Air mata seseorang yang akhirnya menyadari bahwa ia telah dibuang oleh monster yang ia layani.

"Dia... dia menjanjikan takhta padaku," bisik Freya, suaranya hampir tidak terdengar. "Katanya jika Raja mati, dia akan menjadikan aku Ratu. Tapi itu bohong. Aku hanya alat. Ketika Lord Harrow ditangkap, dia mengirim pesan ke biara ini. Pesan itu berkata: Bungkam mulutmu, atau lidahmu akan kubawa ke altar."

Freya membuka matanya, menatap Kayna dengan tatapan yang memohon. "Aku takut, Kayla. Atau... Kayna. Aku sangat takut."

Kayna merasakan sesuatu yang asing di dadanya. Bukan kemenangan. Bukan kepuasan melihat musuh jatuh. Melainkan rasa sakit yang mengenali dirinya sendiri di mata wanita lain.

"Kami bisa melindungimu," ucap Kayna, meraih tangan Freya yang dingin dan gemetar. "Tapi kau harus memberi kami sesuatu yang bisa menjatuhkannya. Sesuatu yang tidak bisa dia sangkal."

Freya menatap tangan Kayna yang menggenggamnya. Lalu, dengan napas tersengal, ia berkata: "Ada buku catatan. Buku hitam kecil. Valerius mencatat semua transaksi dengan Viper, semua nama agen, semua rencana pembunuhan. Dia menyimpannya di perpustakaan pribadinya, di balik lukisan nenek moyangnya yang ketiga dari kiri."

"Bagaimana kau tahu?" tanya Adrian.

"Karena aku yang pernah disuruh menyembunyikannya," jawab Freya pahit. "Sebelum dia memutuskan aku tidak berguna lagi."

Tiba-tiba, lonceng biara berbunyi keras dari luar. Suara langkah kaki berat terdengar mendekat ke ruang konseling. Bukan langkah kaki Ibu Superior. Langkah kaki itu terlalu berat, terlalu teratur. Langkah kaki militer.

Wajah Freya memutih total. "Mereka... mereka datang."

Adrian langsung mencabut belati tersembunyi dari balik jubahnya. "Berapa orang?"

"Tidak tahu," bisik Freya, tubuhnya gemetar tak terkendali. "Valerius punya unit bayaran pribadi. Mereka tidak memakai seragam kerajaan."

Kayna berdiri, pikirannya bekerja cepat. Jika mereka bertarung di sini, Freya akan mati. Dan bukti di perpustakaan Valerius mungkin akan dimusnahkan begitu dia tahu mereka tahu lokasinya.

"Adrian," bisik Kayna. "Kita tidak bisa melawan mereka di sini. Kita harus keluar. Sekarang."

"Lewat mana?" Adrian sudah memindai ruangan. Jendela terlalu tinggi. Pintu utama adalah satu-satunya jalan, dan itu berarti berhadapan langsung dengan musuh.

Kayna menatap Freya. "Apakah ada jalan rahasia di biara ini? Terowongan bawah tanah untuk penyelundupan barang atau pelarian saat perang?"

Freya mengangguk panik. "Di belakang lemari sakristi di kapel sebelah. Tapi... kuncinya ada pada Ibu Superior."

"Maka kita harus mengambilnya," ucap Adrian tegas. Ia menatap Kayna. "Kau dan Freya pergi ke kapel. Ambil kunci itu. Aku akan menahan mereka di sini."

"Tidak!" protes Kayna. "Kau tidak bisa melawan mereka sendirian!"

"Aku Jenderal Perang Utara, Kayna," balas Adrian, senyum tipis yang penuh kepercayaan muncul di bibirnya. "Menahan musuh di ruang sempit adalah spesialisasiku. Pergilah. Dapatkan bukti itu. Selamatkan kerajaan."

Ia mengecup kening Kayna dengan cepat, lalu mendorongnya ke arah pintu samping yang terhubung ke koridor kapel. "Pergi! Sekarang!"

Kayna ingin berteriak, ingin menolak, tapi ia tahu Adrian benar. Waktu adalah segalanya. Dengan hati yang terasa robek, ia menarik tangan Freya dan berlari keluar dari ruang konseling, meninggalkan Adrian sendirian menghadapi bayangan kematian yang mendekat.

Di belakangnya, terdengar suara pintu didobrak, diikuti bunyi benturan logam dan suara Adrian yang menggelegar memerintah.

Kembali padaku, doa Kayna dalam hati sambil berlari menyusuri koridor gelap bersama Freya. Tolong, Adrian, kembalilah padaku.

Untuk pertama kalinya, Kayna tidak berdoa untuk kematian. Ia berdoa untuk kehidupan. Kehidupan Adrian. Dan kehidupannya sendiri yang kini, akhirnya, terasa berharga untuk diperjuangkan.

1
Luna
😣😣ikut tegang 😮😮😱😱😱😱
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
Luna
nah gini kan enak sama sama kerja sama mau menghabisi pemberontak🤭
falea sezi
lanjut
falea sezi
🤣🤣 bahasa Jawa nya di bantu mamah alias di hancurin dalam. mulut trs di pindah🤣🤣🤣 muntah q
falea sezi
mending cari jalan buat kabur dr Duke. dripada mati bundir🤣
Wahyu Ningsih
mungkin dia terlalu lelah dgn dunia yg kejam
Wahyu Ningsih
sending banget ceweknya
Luna
coba kau cari kegiatan baru contoh belajar berperang berperang dan membasmi ayahmu sendiri,mungkin itu bisa membuat keputusasaan mu sedikit berkurang
Luna
kalo dibilang capek semua orang juga capek termasuk aku, apalagi capek hidup mau mati rasanya tapi ngebayangin dampaknya mikir dua kali gimana nasib orang yg kutinggalkan ,jika aku mati bunuh diri nambah dosa iya masuk surga juga enggak,yh dijalanin aja sih hidup sampai tuhan sendiri yg manggil aku.
Luna
diberi kesempatan hidup malah ingin mati terus 🤣🤣🤣🤣,
Luna
ngaku ajalah ,,,GK bakalan dieksekusi kok ,,,,mau bunuh diri tapi kalo dewa atau tuhan belum ngasih cap stempel lulus surga yg ada kau ditime travel ke dimensi 2 lain🤣🤣🤣, jangan ngeluh ah . coba kau pergi dari tempat itu berkeliling dunia dengan Rosa cari pengalaman hidup .
ita aja
shock pasti kayna..tdk sesuai ekspektasi
ita aja
cem mana kau kayna
..gagal terus🤣
Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 balita katanya🤣🤣🤣🤣
Emalia
😄😄
Emalia
Lagi kk,up yang banyak 🤭🤭
Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣mungkin karena berbeda jiwa,Duke Adrian mulai suka ,,,,,
ita aja
lagiii
Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!