Baru kali ini Devan terpesona oleh tubuh seksi seorang wanita, dan wanita itu adalah istrinya.
Ini juga pertama kalinya Devan bisa kalah dihadapan seorang wanita.
Devan yang terkenal dingin dan cuek entah mengapa bisa benar-benar terpukau saat melihat badan seksi Prima. Dia ingin memiliki Prima, namun ia juga tetap ingin setia pada gadis yang disukainya sejak 5 tahun yang lalu. Devan ingin memiliki 2 wanita itu, tidakkah Devan terlalu serakah?
Pernikahan paksa ini benar-benar menyiksa Prima!
...
Setelah terjebak oleh temannya sendiri, kini Reyhan harus mencari siapa wanita malam itu. Dia juga harus menyingkirkan wanita yang hendak memanfaatkannya, ia juga harus waspada karena temannya akan membalas dendam kepada Reyhan akibat kematian seorang wanita.
#My Second Novel#
Ig: @diagaa11
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiAgaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menderita
Prima menurut dan menerima suapan Devan daripada nanti malah dicurigai Joo kalau mereka tidak akur. Setelah selesai makan mereka keluar.
"Joo nonton yuk" ajak Prima
"katanya langsung pulang" ucap Devan
"bentaarr lagi ya" pinta Prima
"kuy lah" ucap Joo
"kalo gitu aku ikut" ucap Devan
Ngapain sih si kutu kumpret ini harus ikutan - Batin Joo kesal
Mereka bertiga pergi nonton film romantis dibioskop. Ada adegan k*ss didalam film.
Di film, dikehidupan nyata masih pacaran saja berani peluk-peluk, ciuman bahkan *****-*****. Giliran gue, udah nikah aja belum sama sekali. Berusaha pengen ngakuin sama istri, malah ditodong pake golok, tragis sekali hidupku - Batin Devan
Benar-benar ya film sekarang susah banget nyari film yang bener-bener romantis, gak ada adegan gituannya - Batin Prima
Oke bayangin aja itu aku sama Prima. Bayangin aja dulu, kenyataannya belakangan - Batin Joo
Setelah selesai nontom film, mereka bertiga pergi kesebuah Cafe terbuka dipinggir jalan.
"wah.. Pemandangan malam hari disini bagus sekali ya" ucap Prima
"of course, aku yang pilih. Walau sederhana, tapi banyak orang kalangan atas yang pergi kesini" ucap Joo
"malam kakak, mau pesan apa?"tanya pelayan
"aku mau pesan minum 1 botol" ucap Prima
"gak boleh" ujar Devan
"jangan" ucap Joo
"kenapa?" bingung Prima
"intinya jangan!" larang Devan
"lo kan nggak pernah minum" ucap Joo
"perasaan pernah deh" ucap Prima
"oke sekali, waktu lo balik kuliah sama gue trus berantem sama Kiki sampe dia masuk rumah sakit" ucap Joo
"ka kapan? Di dia jatuh sendiri kok" gugup Prima
"gue yang nyegah lo berantem sampe dia hampir mati Prim..." ucap Joo datar
"seriusan?" tanya Devan tak percaya
"iyalah, abis dia berantem sama Kiki waktu masih semester 1 dia pergi minum. Waktu balik ketemu sama si Kiki, Prima nantang, mereka barentem. Prima besoknya demam 2 hari, Kiki masuk rumah sakit 10 hari" jelas Joo
"kan nggak sengaja, nggak gue ulang deh" ucap Prima
"gak boleh" ucap Devan
"yaudah, Orange juice aja deh" kesal Prima
"1 botol bir dulu deh" ucap Joo
"1 Orange juice with vodka" pesan Devan
"baiklah tunggu" ucap pelayan
Tak lama pesanan datang, saat Prima hendak meminum Orange juice nya Katlyn tiba-tiba datang.
"wah wah wah... Nuduh orang hamil tapi dia sendiri malah suka selingkuh" ucap Katlyn dengan percaya diri
"ngapain kamu disini!" bentak Devan
"of course jalan-jalan sama calon suami" ucap Katlyn
"hai all" sapa Rendy
"dasar tukang selingkuh" cela Katlyn
"gue pemuda kuat, selingkuh ya terang-terangan. Selingkuh diam-diam cuma buat pemuda lemah, for example... You!" ujar Prima
"ayo pergi" ajak Katlyn marah
Katlyn dan Rendy pergi setelah mendengar ucapan pedas Prima.
"bye bye..." ucap Joo
"lah kenapa dia balik" bingung Prima
"good job mak.." ucap Joo sambil mengacungkan jempolnya
"apa salahku?" tanya Prima
Mereka bertiga mulai minum, Joo tampak mulai mabuk, Prima mulai pusing dan Devan masih baik-baik saja.
"mama... papaa.... Aku mau mobil baru.." ucap Joo mabuk
"Joo... woi kok lo mabuk sih..." ucap Prima
Devan bingung melihat tingkah Prima dan Joo.
Joo pasti sudah mabuk, dia tidak kuat minum berarti. Prima kenapa? - Bingung Devan
Devan kembali meminum orange juicenya. Lalu Devan menyadari, Devan mencium bau minuman Prima.
Sial, kita salah gelas. Minuman yang diminum Prima itu minumanku, dan dia meminumnya sampai habis. Sial! - Batin Devan
"Primm.. Prima.. Prim sadar" ucap Devan sambil meggoyang-goyangkan tubuh Prima
"hmm...." jawab Prima
"Joo... Joo sadar woi!" ucap Devan
Haih mereka berdua mabuk berat! - Batin Devan
Devan menelfon Tio meminta mengantar Joo pulang, sementara Devan naik taksi bersama Prima menuju kampus untuk mengambil mobil.
///***///
Di Mobil
"siapa kau?" tanya Prima melantur
"diamlah" ucap Devan fokus menyetir
"kenapa kau begitu tampan? Apa kau mau menikahiku hihihi...." ucap Prima melantur
"aku ini suamimu" kesal Devan
"wah benarkah? Beruntungnya aku... Kau sangat tampan" ucap Prima
"diamlah" kesal Devan
Didalam mobil Prima masih melantur kemana-mana. Tapi Devan tetap menahan emosi karena tak mau berurusan dengan orang mabuk.
"haih otaknya benar-benar pintar, tapi sangat ceroboh. Apa dia tidak mengenali aroma minumannya" kesal Devan
///***///
Di Rumah
Devan mengangkat tubuh Prima dan membaringkannya diatas tempat tidur.
"wuaahhh, rumahnya mewah sekali" ucap Prima senyam-senyum
"oke dia benar-benar mabuk" kesal Devan
Saat Devan hendak keluar, Prima menangis seperti sangat sedih.
"mamaaa.... hiks..." tangis Prima
Devan kembali mendekati Prima dan duduk disampingnya.
"hei hei hei... Kenapa? Jangan nangis" ucap Devan
"mamaa.... Jangan pukul aku, aku sayang mama. Kenapa mama benci aku hiks.." tangis Prima
"ssshhhh... Jangan menangis" ucap Devan sambil mengusap air mata Prima
"jangan perlakukan aku seperti orang lain... hiks... Aku putrimu..." tangis Prima
Apa yang terjadi dengan gadis ini? Ada apa antara hubungannya dengan ibunya? - Batin Devan bingung
Devan menenangkan Prima hingga ikutan tertidur, Devan tertidur dengan tangannya merangkul Prima dan Prima memeluk erat Devan.
///***///
Pagi Hari
Prima yang baru mengerjapkan matanya terkejut ia tertidur dipelukan Devan, ia mencoba mengingat semuanya tapi kepalanya benar-benar sakit.
"hmm... Udah bangun?" tanya Devan dengan suara serak
Prima berusaha duduk.
"aww kepalaku" keluh Prima
Devan meminta Tio membelikan obat pereda mabuk pada Prima. Untungnya hari ini Prima tidak ada kelas, Devan juga tidak mau berangkat kekantor, hanya bekerja dari rumah.
///***///
Sore Hari
Devan melihat Prima yang sedang duduk dipinggir kolam renang, lalu Devan menghampirinya.
"hei.." sapa Devan
"heii.." sapa Prima
"boleh nanya?" tanya Devan basa-basi
"tanya apa?" tanya Prima
"ada masalah apa sama mama kamu? Semalem kamu mabuk nangis sambil manggil mama kamu" ucap Devan
"oh nggak ada apa-apa kok" ucap Prima
"kau bisa anggap aku ini temanmu, kau bisa ceritakan semuanya" ucap Devan
"hmm... huhh.." Prima menghela nafas panjang
"aku ini 3 bersaudara, kakakku laki-laki dan adikku perempuan. Karena kakakku satu-satunya anak laki-laki jadi dia agak dimanja oleh mamaku, adikku juga dimanja karena anak terakhir. Sayangnya aku tidak beruntung untuk bisa mendapatkan kasih sayang yang utuh. Kakakku sangat cuek padaku, bahkan hanya sekedar menyapa pun bisa dihitung berapa kali, adikku yang terlalu manja. Setiap kami bercanda dia pasti akan teriak-teriak dan membuatku dimarahi. Alasanku mau menerima lamaran keluargamu karena mama memaksa, aku pikir jika aku menerimanya mereka akan baik padaku dan tidak membanding-bandingkan aku dengan saudaraku. Ternyata salah, bahkan sampai hari ini mereka tidak pernah menelfon atau sekedar mengirim pesan. Sejak kecil kehidupanku selalu dipaksa, aku harus begini aku harus begitu. Bahkan untuk sekedar memiliki hobi itupun dipilihkan orangtuaku. Heh, aku menerima ketidak adilan sejak kecil. Makanya aku tidak suka dengan orang yang suka mengeluh ataupun orang yang tidak mau mensyukuri kehidupannya. Mereka hanya memandangku dari luar, aku cantik, baik dan beprestasi. Tapi apa mereka tau bagaimana kerasnya aku menghadapi hidup ini?" jelas Prima
Tidak kusangka gadis ini begitu menderita - Batin Devan
"oh maaf aku terlalu cengeng ya, sampai menangis" ucap Prima sambil meneteskan air mata dan mengusapnya
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏
udah tau pacar adiknya Mala dekat dekat dang ngajak nonton