NovelToon NovelToon
Found Love In My Darkness

Found Love In My Darkness

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Wachid Tiara

Ray... Seorang pria dengan masa lalu percintaan yang kelam karena harus ditinggalkan oleh wanita yang dicintainya untuk selama-lamanya, karena demi melindunginya, Bella kekasihnya rela mengorbankan nyawa sendiri untuk melindunginya, dan kini hadir Anna, wanita cantik yatim-piatu yang dijodohkan dengan nya oleh orang tuanya... bagaimana perjalanan kisah cinta mereka, dan bagaimana Anna menarik Ray dari kegelapan hati Ray yang sudah menguasai seluruh dunianya...?

Yuk ikuti kisahnya...😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 27

27

"Anna tunggu..!!!" Ray mendorong dengan keras hingga tubuh Indah tersungkur ke lantai.

"Ray...!!" Panggil Indah yang juga segera berdiri dan berlari mengejar Anna.

"Anna berhenti...!!!" Teriak Ray membuat Anna segera menghentikan langkahnya.

"Ada apa mas Ray?" Tanya Anna yang kembali memanggil Ray dengan embel-embel 'mas' lagi.

"Kenapa kamu pergi?" Tanya Ray yang kini sudah berada di hadapannya, disusul dengan Indah yang juga sudah ada di sana.

"Ray... Kamu kenapa kesini sih...kamu kan lagi makan siang, belum abis itu..." Kata Indah pada Ray yang berdiri berhadapan dengan Anna.

"Kamu bawa pulang saja, aku tidak terbiasa makan makanan dari restoran, aku hanya suka makanan rumahan" jawab Ray.

Ray sama sekali tidak ingin melihat Indah ada di sana.

"Enggak Ray, kamu kan tadi bilang kalau kamu mau abisin makanan aku" tolak Indah.

"Ya udah mas Ray, saya permisi saya mau makan siang di kantin, bentar lagi waktu istirahat habis" ucap Anna yang tidak mau berlama-lama ada di sana.

"Anna tunggu...!!! Sekarang ke ruangan saya, ini perintah!" lagi-lagi perintah Ray yang tidak bisa diganggu gugat.

Anna menganggukan kepalanya dan mengikuti Ray yang berjalan di depannya untuk kembali ke ruangannya. Begitu juga dengan Indah yang sepertinya tidak mau lepas dari Ray.

"Anna habiskan makanan itu, cepat!!!" Perintah Ray pada Anna untuk menghabiskan makanan yang Indah bawa.

"Tapi Ray.."

"Kamu mau pulang kalau makananmu habis bukan? Dan kamu enggak bilang kalau aku yang harus habiskan semuanya, jadi kalau dihabiskan sama Anna juga enggak masalah" jawab Ray begitu dingin dan sangat datar.

Anna hanya mengikuti perintah dari Ray, dengan cepat Anna menghabiskan semuanya dan segera menutup kembali kotak makan milik Indah dan memberikannya pada Indah.

"Ini mbak, udah abis"

"Iya abis, kamu orang miskin enggak pernah makan makanan kayak gitu" jawab Indah dengan sinis.

Ray tidak tahan lagi, dia menyeret lengan Indah dan melemparkannya ke luar ruangannya.

"Sakit Ray...!" Teriaknya.

"Dengar indah, jangan lagi datang kemari, karena saya tidak mau melihatmu lagi berada di sini, terlebih menghina Anna, karena dia adalah istri saya, jadi pergilah" usir Ray.

Ray menutup pintu ruangannya dan segera menguncinya agar Indah tidak bisa lagi untuk masuk kedalam ruangannya.

Ray berjalan mendekati Anna yang masih berdiri disebelah kursi kepemimpinannya.

"Aku lapar" Ucapnya sembari melepaskan jasnya dan segera duduk di kursinya.

Anna segera membuka kotak makan siang yang dia bawa tadi dari apartemen yang sudah dia siapkan dengan susah payah.

"Ini sempet jatuh tadi, kalau berantakan aku tidak peduli!" ucap Anna sembari terus membuka kotak makan itu.

Ray memakannya setelah Anna selesai membukanya, dia tidak lagi mengatakan apapun, hanya terus menikmati makanan yang sudah ana siapkan.

"Kamu enggak laper?" Tanya Ray yang melihat Anna berdiri mematung melihatnya.

"Lucu... Aku tadi udah makan mas Ray... Makan makanan dari restoran, yang dibuat dengan penuh cinta" jawab Anna dengan sindiran pada Ray.

"Kamu masih marah?" Tanya Ray yang menghentikan kegiatan makannya.

"Enggak, marah kenapa emangnya?" Tanya Anna balik dan memalingkan wajahnya dari tatapan Ray.

"Jadi... Sekarang lagi ngambek istriku ini" jawab Ray dan segera berdiri untuk mendekati Anna.

"Mas Ray, saya mau kembali kerja lagi" Anna bergerak pergi untuk kembali ke meja kerjanya, tapi Ray menahannya, dan memeluknya dari belakang.

"Jangan pergi..." Bisiknya.

"Lepas mas Ray..." Ucap Anna sembari mencoba untuk melepaskan pelukan Ray yang begitu erat.

"Panggil aku Ray... Kayak biasanya" ucap Ray .

"Mas Ray.... lepas!!" geram Anna.

"Jangan berisik Anna, kamu masih saja memanggil ku seperti itu, akan aku buat kamu memanggil namaku, hanya namaku" bisik Ray.

Ray mengangkat tubuh Anna ke sofa panjang yang ada di sudut ruanganya, dan mulai melakukan apa yang ingin dia lakukan pada Anna saat ini.

"Ray... Aku sayang kamu..." Ucap Anna setelah mereka selesai melakukan itu dan tanpa menunggu lama Anna sudah terlelap dalam tidurnya karena kelelahan.

"Maaf Anna, aku belum bisa membalas cintamu, tapi aku sedang berusaha untuk melakukannya" jawab Ray sembari mendaratkan ciuman di kening Anna. Setelahnya dia membersihkan diri dan memakai pakaiannya lagi.

Tok tok tok

Pintu ruangan Ray di ketuk, Ray terkejut karena Anna masih terlelap di sofa ruanganya dan hanya ditutupi oleh selimut yang tersimpan di ruangannya.

Ray segera berjalan untuk membuka pintu ruangan, dan dia terkejut saat melihat siapa yang datang.

"Mommy..." Ucap Ray saat melihat siapa yang datang.

Ray segera keluar dan menutup pintunya agar Luna tidak masuk kedalam.

"Iya Ray mommy kemari untuk menyerahkan hasil tes DNA yang kemarin kamu minta, ayo kita bicarakan di dalam." ajak Luna.

"Ja-jangan mom... Kita bicarakan disini saja, di dalam panas" jawab Ray yang tidak ingin Luna melihat Anna yang sedang tidak berbusana karena ulahnya.

"Panas?" Tanya Luna penuh selidik.

"Iya panas, AC nya mati mom, nanti baru mau dibenerin, ya udah mom sini aja ya..." Jawab Ray mengarang alasan.

Luna tidak lagi menanyakan apapun dia menyerahkan amplop yang dia ambil dari dalam tasnya.

Ray langsung membukanya dan dia menghela nafasnya karena memang dia sudah yakin jika hasilnya akan seperti itu.

"Anna anak dari Damara Syam, lalu apa rencana mu?" Tanya Luna pada Ray.

"Apa lagi, aku akan memberitahukan kepada Anna tentang ini, entah bagaimana reaksinya nanti, yang jelas aku tidak akan menyembunyikan apapun dari dia aku hanya tidak ingin jika dia tahu dari orang lain mom" jawab Ray.

Luna tersenyum mendengar jawaban Ray, dia sangat bahagia mendengar suara Ray yang semakin lembut dan hangat tidak seperti sebelumnya.

Air matanya meluncur deras di wajahnya karena merasa sangat bahagia.

"Mom... mommy kenapa menangis? Apa Ray melakukan kesalahan lagi, maafin Ray mom" ucap Ray merasa khawatir melihat ibunya menangis.

Luna menggelengkan kepalanya dan tersenyum pada putranya.

"Tidak sayang, mommy tidak apa-apa, mommy bahagia karena kini kami sudah berubah, tidak seperti Ray yang dulu, yang dingin dan tidak peduli pada apapun, tapi sekarang kamu sudah berubah sayang, dan mommy sangat bahagia, mommy sangat berterimakasih pada Anna sayang, dia berhasil merubahmu" ucap Luna sembari mengusap air matanya.

Ray merasa lega karena ibunya ternyata tidak marah padanya tetapi terharu dengan perubahan yang terjadi padanya.

.

.

Malam harinya.

"Anna kemarilah" perintah Ray saat Anna sedang membaca bukunya di meja dapur apartemennya.

"Iya Ray, ada apa?" Tanya Anna.

Anna berjalan mendekati Ray sedang duduk di sofa depan TV. Dan kemudian duduk disebelah Ray.

"Bacalah" ucap Ray memberikan amplop berisi hasil tes DNA yang sudah Ray lakukan tanpa sepengetahuan Anna.

Anna menatap wajah Ray sebelum membukanya, yang diangguki oleh Ray. Anna segera membuka amplop itu karena dia juga penasaran dengan isinya.

Anna membelalakkan matanya saat melihat apa yang ada di amplop itu.

"Ini..."

"Iya Anna, itu hasil tes DNA kamu dan ayahmu Damara Syam dan kamu memang anaknya, maaf Anna aku melakukan semuanya tanpa sepengetahuan kamu" jelas Ray.

"Tapi Ray... Dia..."

"Anna, bukankah dari dulu kamu ingin bertemu dengan orang tuamu? Lalu kenapa sekarang kamu begini, apapun alasannya, dia tetap orang tua kamu, dia ayah kamu, jadi jangan seperti ini" jawab Ray.

Walaupun mungkin Damara pernah meninggalkan Anna tapi dia juga punya alasannya sendiri dan menurutnya itu masih bisa diterima.

"Iya Ray, kamu benar... Terimakasih Ray..." Anna memeluk Ray. Dia sangat beruntung bisa menjadi istri Ray yang ternyata orang yang sangat baik dan peduli padanya.

"Besok kita kerumahnya ya, aku juga pengen ketemu sama papa mertua" ucap Ray dengan sangat manja.

Dia kembali bergerak manja untuk meminta jatahnya untuk malam ini.

"Ray...nakal...!!"

...

1
Rini Yulinda
emang boleh...... anak SMA sepolos itu
Suliyati
mas Ray mau bikin anak apa mau bikin bakwanma mendoan🤣🤣🤣🤣
han min jee xio
dah lah maap ngomong kasar
MATAMU🤣
han min jee xio
Hurry go anna 🤣🤣
Narsi Tone Ringan
aduhh sakit perutku ketawa terus😂😂😂😂😂😂
Tuti Setiawati
br mulai bc.. bagus thor ... smangat
Zakiya Rahmania
nyesek bnget thor klau inget Bella nglindungin Ray wktu kcelakaan, smpe Bellanya meninggal,,,
Henny Enny
tapi ricky juga salah,dia uda mnikah,tapi masi juga pakek foto liam n indah d wallpapper nya,,binik mna yg gk berang....ck..ck..ck
Henny Enny
untung cuma film...aq udah greget diluan....
Priatin Ningsih
Halalin dulu Dio
°kia°>_<
kalo ngomong seenak jidat
Rey...rey
💖ArRayRash🌟
sumpah ketawa jungkir balik aku 🤣🤣🤣
💖ArRayRash🌟
🥺🥺🥺
Anna Aqila 🏚️ 🌺
semua yg berhubungan dengan keluarga besar Darma,tidak aku lewat kan,
Anna Aqila 🏚️ 🌺
terharu
Anna Aqila 🏚️ 🌺
hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks
Anna Aqila 🏚️ 🌺
Bara ternyata jahil juga 😄
Anna Aqila 🏚️ 🌺
dewa dari segala dewa muncul 🤣🤣🤣
Anna Aqila 🏚️ 🌺
aku juga ikutan lega Bara
Anna Aqila 🏚️ 🌺
rasakan itu Arya 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!