anak seorang tukang becak
Nisa adalah seorang anak sangat baik, namun sayangnya dia memiliki kehidupan keluarga yang sangat miskin, sehingga keluarga dari ibunya pun tak mau mengakui mereka karena merasa malu jika memiliki keluarga miskin seperti Nisa hingga dia harus di paksa dewasa oleh keadaan di kala usianya menginjak angka sebelas tahun Di usia yang terbilang masih sangat muda itu dia harus di paksa dewasa oleh keadaan di kala usianya menginjak angka sebelas tahun harus mengurus kedua adiknya yang masih kecil, dan merelakan masalah kecilnya yang tak seindah teman-teman yang lain, bapaknya hanyalah seorang pria tua yng bekerja sebagai tukang becak Namun kehidupan Nisa berubah setalah bertemu dengan seorang pria kaya raya tempat Nisa mengikuti sebuah kompetisi, akan kah hubungan mereka mendapat restu dari keluarga sang pria ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Nisa merasa sangat puas setelah melampiaskan amarahnya dengan menampar Aura, meskipun tangan nya masih begitu gemetar setelah menampar kakak sepupunya itu, namun akhirnya kini dia punya senjata juga untuk melawan Aura
Dia sedikit lega karna dia yakin dengan
adanya bukti video Aura tak akan lagi berani mengganggu keluarga nya
Sementara aura, kini berdiam diri di dalam kamarnya, dia sangat syok karena untuk pertama kalinya dia tak bisa melawan dan membuat nisa mengalah, malah dia yang harus mengalah dan malu terhadap Nisa
Aura bertanya tanya darimana nisa mendapatkan video itu? Apakah dari papahnya? tapi gak mungkin, aura terus memikirkan Kan asal video itu hingga dia tertidur dengan meninggalkan rasa perih pada pipinya akibat tamparan Nisa yang dia terima
Semenjak kejadian di rumah nisa, aura menjadi tak ingin peduli pada keluarga nisa, dia sangat takut akan ancaman Nisa dan tak berani mengganggu nisa lagi
Bahkan di saat mamah nya meminta dia untuk mengantar ke rumah nisa untuk mencari tau tentang motor baru Nisa, Aura seperti masa bodoh dan tak menanggapi dan memilih masuk ke kamarnya, hingga membuat bibi siska merasa sedikit bingung atas sikap aura yang tak biasa
******
Rio tengah berencana ke kampung nisa dengan membawa serta aulia yang dia jemput di rumah Irfan
Dengan penuh semangat dia segera melajukan mobilnya ke arah kampung kekasihnya tak lupa di membeli oleh oleh untuk keluarga nisa, dan para tetangga yang sering mambantu nisa, dari buah, roti, minuman, makanan dan cemilan semua di beli oleh Rio
Kini Rio dan aulia telah sampai di rumah nya, dengan perasaan rindu ingin sekali rasanya Rio memeluk nisa, namun dia tak berani karena di sana ada pak Yunus
Dia hanya berani berbisik di telinga nisa bahwa dirinya sangat merindukan nisa dan sangat ingin memeluknya
Nisa membagikan oleh-oleh buat para tetangganya, dan tak lupa menyiapkan semua yang di bawah rio untuk di cicipi bapak dan kedua adiknya
" Mbak, di kota enak banget loh mbak, aku bisa jalan jalan di mall dan ke hotel mas rio, iya kan mas?" Ucap Aulia terlihat sangat bahagia
" Iya dek, nanti lain kali mas akan ajak kamu, bapak, dan mas arya untuk ke tempat permandian terbesar di sana ya" ucap Rio
" Asyiiik, makasih ya mas" jawab Aulia
" Nak Rio, terima kasih ya karena sudah membawa kembali anak bapak, bapak tidak tua nasib Aulia jika tidak ada teman nak Rio yang menyelamatkan nya" ucap pak Yunus
" Sama-sama pak, kebetulan saja hari itu teman saya juga berada di sana, dan melihat aulia sendirian di tempat itu " jawabnya berbohong
" Bilang sama teman nak Rio bapak sangat berterima kasih padanya " ucap pak Yunus lagi
" Iya pak, nanti akan saya sampaikan " jawab Rio tersenyum
Mereka berbincang bincang hingga tak terasa waktu sudah sangat malam, hingga Rio berpamitan untuk beristirahat di dalam mobilnya
Sementara di sana, Jasmin mengetahui kalau rio sedang nginap di rumah nisa, dia mencoba menghubungi aura namun aura tak menjawab telpon nya, mengirim pesan juga tak di balas
*******
Pagi pun tiba, nisa Sedang menyiapkan sarapan untuk keluarga nya dan juga Rio, Melihat nisa hanya sendiri di dapur, rio segera menghampiri nya, ingin sekali rasanya memeluk nisa, namun rasa takut dan segan sangat menghantui nya
" Kamu lagi masak apa?"
" Buat nasi goreng aja mas, yang simpel buat arya dan aulia sekolah"
" Nis, siang nanti mas mau balik, kamu ikut ya" ucapnya
" Maaf mas, gak dulu kayaknya" jawab nisa
" Kenapa? Kamu gak kangen sama aku?"
" Bukan gitu mas, tapi belum waktunya aku ikut kamu "
" Ya udah kalo begitu, secepatnya aku akan melamar mu agar kamu bisa ikut denganku" ucap Rio sementara nisa hanya tersenyum
" Oiya gimana dengan video itu? Apakah kamu sudah melihatnya"
" Video Soal mbak aura? udah beres mas, makasih ya mas"
" Sama-sama Nisa sayang" ucap Rio
" Ekheeeem... Suara pak yunus menyadarkan mereka berdua"
" Selamat pagi calon bapak mertuaku, hehehe " sapa Rio tersenyum
" Nak Rio bisa aja, ayo nak kita sarapan bareng bareng, tapi maaf kami hanya bisa menyajikan makanan sederhana ini, dan maaf karena ini tak seperti yang biasa nya kamu makan di rumah kamu nak"
" Gak kok pak, nasi goreng ini yang biasa nisa buat kan untuk saya pak, saya suka banget makanan apapun yang di buat oleh Nisa" jawab Rio membuat nisa mencubit lengan Rio
" Maksud saya Nisa selalu membuat dan membawanya ke kantor pak heheheh" ucap rio
" Iya pak, nisa selalu buat nasi goreng dan membawa nya untuk sarapan bersama
teman-teman pak" jawab nisa khawatir jika bapaknya berpikiran aneh
" Mas, bisa anterin aku sekolah gak? Tapi pakai motor baru aja, hehehehe" ucap Aulia
" Aulia, mas rio udah mau balik ke kota, jadi gak bisa nganterin kamu, ntar masnya capek di jalan loh dek, biar mbak aja yang anterin" ucap nisa pada adiknya
" Gak apa apa nisa, biar mas yang anterin mereka berdua, pake mobil tapi ya, soalnya Kalau pake motor kan gak muat nanti" balas Rio
" Asyikk... Makasih Ya mas" ucap kedua kakak beradik tersebut
Setelah mengantar kedua adik nisa sekolah, Rio langsung pamit dan segera kembali ke kota, namun baru juga sampai di rumah, omah lidia telah memberikan pertanyaan bertubi tubi pada Rio
" Omah biarkan aku mandi dulu, abis itu aku akan jawab semua pertanyaan omah" ucap Rio sedikit kesal
" Baik, omah akan tunggu di sini bersama Jasmin" ucap omah sementara Rio segera naik ke kamarnya dan membersihkan diri, serta menyiapkan jawaban atas pertanyaan omah lidia
Setelah selesai rio pun turun menemui omah yang tengah duduk bersama jasmin
" Rio, omah dengar kamu ke rumah wanita udik itu lagi ya?"
" Wanita udik yang mana omah?"
" Itu yang anak tukang becak tua"
" Nama nya nisa omah"
" Omah gak peduli namanya siapa, kenapa kamu bisa sampai ke sana dan nginap di sana Rio ?"
" Kok omah bisa tau sih? Pasti perempuan ini nih yang ngasih tau omah kan?" Tunjuk Rio pada Jasmin
" Jasmin, namanya Jasmin, Dia ini calon istri kamu Rio"
" Aku gak peduli namanya siapa omah, yang jelas kehadiran nya sangat mengganggu ku" ucap Rio santai
" Rioooo....!!!" Teriak omah lidia
" Iya omaaaaahhh" balas Rio santai
" Asal kamu tau Rio, jika wanita itu menjadi istrimu maka dia hanya akan mengincar harta kita, terbuktikan belum juga jadi istri dia sudah berani minta motor sama kamu kan?"
" Lalu apa salahnya jika dia meminta? aku yang memberikannya? Dan Itu belum seberapa omah, nanti kalau nisa sudah menjadi istriku, aku akan memberikan apapun yang dia mau, dan omah bilang harta kita? Omah salah itu semua harta aku sendiri omah, itu semua hasil usaha aku sendiri omah, jadi wajar dong kalau aku memberikan apapun untuk calon istriku, jangankan motor nanti setelah nikah aku akan memberikan salah satu hotelku pada nisa, jadi omah gak bisa mengatur aku"
" Rio...!! Sudah berani kamu melawan omah? Lihat kan sejak kamu mengenal wanita kampung itu kamu jadi semakin berani melawan dan membantah ucapan omah" ucap omah
" Aku tak akan melawan jika omah tak mendengar wanita sialan ini" ucap Rio menunjukkan Jasmin
" Apa maksud kamu Rio?" Tanya jasmin
" Dan untuk kamu Jasmin, Jangan pernah mengganggu dan mencampuri kehidupan ku, karena kamu gak punya hak sedikit pun untuk itu, dan aku harap kamu jangan pernah lagi menginjakkan kaki kamu di rumah ini dan bahkan jangan pernah kamu datang ke hotel lagi untuk mencari ku, karena aku tak Sudi bertemu denganmu "
" Oiya satu lagi jangan pernah mengemis cintaku, karena aku tak butuh wanita sepertimu " ucap Rio segera meninggalkan mereka berdua
Sedangkan mamah Tiara yang tak sengaja mendengar percakapan mereka merasa sangat senang karena rio bisa melawan kedua orang itu
Sementara Jasmin yang merasa malu akhirnya pulang dan tak terima jika rio akan
memberikan salah satu hotelnya untuk Nisa, Dia kehabisan akal dan tak tau lagi harus berbuat apa untuk mendapatkan Rio
Dia berusaha memutar otak namun tak ada cara yang dia dapatkan, selain cara membunuh nisa, namun dia juga tak mungkin melakukan itu