NovelToon NovelToon
Istri Pilihan CEO

Istri Pilihan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Icha mawik

Jatuh cinta pada pandangan pertama, membuat Shakala Fathan Elgio Genova, berusaha untuk memperjuangkan cintanya pada Zakira. Gadis manis yang ia temui tanpa sengaja di perusahaannya. Zakira adalah salah satu karyawan di perusahaannya.
Namun, sayangnya saat ia mengutarakan niatnya untuknya melamar gadis itu. Terjadi kesalahpahaman, antara Fathan dan Mamanya. Nyonya Yulia, yang adalah Mamanya Fathan. Malah melamar Nabila, yang tidak lain sepupu dari Zakira. Nyonya Yulia, memang hanya mengenal sosok Nabila, putri Kanayah dan Jhonatan. Mereka adalah rekan bisnis dan keluarga mereka memang sangat dekat.
Nyonya Yulia juga mengenal dengan baik keluarga bakal calon besannya. Akan tetapi, ia tidak pernah tahu, kalau keluarga itu memiliki dua orang anak perempuan. Terjadi perdebatan sengit, antara Fathan dan sang Mama yang telah melakukan kesalahan.
Nabila yang sudah lama menyukai Fathan, menyambut dengan gembira. Sedangkan Zakira, hanya bisa merelakan semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha mawik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 27.

"Ngapain, kamu ke sini?" tanya Fathan dengan nada dingin.

"Kenapa? Apa ada larang, buat gue untuk silahturahmi?" sela Abizar.

Fathan menatapnya tajam. Setelah kedatangan Abizar beserta Zaki dan Zakira. Suasana ruangan keluarga Kiano itu, mendadak canggung. Abizar yang ramah, tampak asyik berbincang dengan seluruh keluarga Zakira. Sebaliknya, Fathan memilih diam dan menjadi pendengar.

"Kamu pasti sengaja, kan?" tuding Fathan.

"Sengaja, apa?" tanya Abizar dengan nada tenang.

Fathan menarik napas dalam. "Aku tegaskan lagi, jauhi Zakira. Jangan coba-coba untuk mendekatinya."

"Kenapa? Gue single, dia juga jomblo. Apa salahnya, kalau gue deketin dia. Yang tidak boleh itu, kalau lu yang udah punya calon istri, masih berusaha untuk mendekati dia," ungkap Abizar.

Fathan mengepal tangannya kuat. Sementara Abizar, memilih melangkah meninggalkannya sembari tersenyum.

"Sampai kapanpun, tidak ada satu orang pun yang bisa mendekati Zakira. Dia hanya milikku, ini semua hanya perkara waktu. Jika, sudah waktunya, aku akan segera menjadikannya milikku," gumam Fathan.

Ia menoleh ke arah kamar Zakira, kemudian beranjak meninggalkan kediaman keluarga Kiano.

*****

Ke esokan malamnya, dimana pesta ulang tahun perusahaan digelar bersamaan dengan ulang tahun Mamanya Fathan. Para tamu undangan, mulai berdatangan satu persatu. Fathan dan keluarganya sibuk menyambut para tamunya satu-persatu.

"Fathan!" panggil seseorang.

Pemuda itu segera menoleh dan tersenyum tipis.

"Selamat datang, Om!" ucap Fathan menyambut pasangan Fachri, serta keluarganya. Tidak lupa ia menjabat tangannya. Fathan juga menyapa Kirana dan Fatih putra Kirana dan Fachri.

"Sukses, ya!" ucap Fatih, sembari mengulurkan tangannya.

"Terimakasih," sambut Fathan.

"Di mana, Nabila?" tanya Kirana.

"Tidak tau!" jawab Fathan singkat.

Fachri melirik ke arah istri, sebagai kode.

"Silahkan!" Fathan mempersilahkan tamunya untuk masuk ke dalam aula perusahaan, dimana pesta di gelar.

"Fathan!" panggil seseorang. Pemuda itu seger menoleh, sebentuk senyum tipis terukir diwajah tampannya.

"Opa!" pcap Fathan.

Fachri dan Kirana juga menghentikan langkahnya. Keduanya ikut menyambut, Kendra dan Kiano beserta keluarganya.

"Selamat, ya!" ucap Kendra dan Kiano bergantian.

"Terimakasih," jawab Fathan.

"Daddy, sehat?" tanya Kirana.

"Alhamdulillah," jawab Kendra.

"Fatih mana, Mi?" tanya Zaki.

"Udah ke dalam tadi," jawab Kirana.

"Kita masuk, yuk! Biarkan Fathan menyambut tamu yang lain," ajak Kiano.

"Kita duluan, ya!" ucap Zaki.

Kiano pun membawa keluarganya masuk.

"Lu, nungguin Zakira, kan?" tebak Zaki, yang ternyata memutar langkahnya kembali menghampiri Fathan.

Pemuda itu mengangguk samar.

"Dia gak bisa hadir," ucap Zaki.

"Kenapa?" tanya Fathan.

"Lagi gak enak badan," jawab Zaki.

"Dia sakit?" lanjut Fathan dengan wajah panik.

"Gak, hanya flu biasa. Kemarin, dia pulang kehujanan sama gue," terang Zaki.

Sesaat Fathan terdiam. Ada rasa khawatir dalam hatinya, dengan keadaan Zakira.

"Selamat malam," ucap seseorang.

Fathan dan Zaki menoleh bersama kearah sumber suara. Wajah Fathan kembali dengan ekspresi datarnya, saat melihat kedatangan Nabila dan Oma nya.

"Hai, Kak Zaki!" sapa Nabila.

Zaki menjawab sapaan Nabila dengan senyum dan anggukan kepala.

"Dimana, Opa dan yang lain?" tanya Nabila.

"Mereka di dalam," jawab Zaki.

"Ayo, kita masuk, Oma!" ajak Nabila.

Sukma hanya mengangguk sembari tersenyum. Fathan dan Zaki saling melemparkan pandangan aneh. Nabila melangkah meninggalkan calon suami dan Kaka sepupunya yang terlihat bingung.

Sesampainya di dalam, mata Nabila langsung mencari keberadaan keluarganya.

"Opa!" seru Nabila yang baru saja tiba.

Kendra dan yang lain pun menoleh bersamaan. Nabila tersenyum, menghampiri Opa dan keluarga yang lain. Tidak lupa, ia meraih tangan semua dan menciumnya. Kendra tersenyum melihat sikap cucunya, ia berharap Nabila kembali menjadi gadis manis yang sopan seperti dulu.

"Apa kabar, Tuan Kendra?" tanya Sukma, yang selalu berada didekat Nabila.

"Baik! Anda juga di sini, Nyonya Sukma?" balas Kendra.

"Iya, menemani sekaligus mengawasi Nabila. Maklum, kedua orangtuanya sedang tidak ada," jelas Sukma.

Kendra hanya tersenyum tipis. Benar apa yang dikatakan Sukma, saat ini baik Nathan maupun Kanayah sedang tidak berada dirumah. Keduanya sedang keluar negeri untuk urusan bisnis.

"Ayo, Dad!" Ajak Kiano.

Kiano merasa tidak suka dengan sikap Sukma yang selalu berusaha untuk mencari perhatian Daddy nya. Untuk itulah, Kiano berupaya menjauhkan Daddy nya dari bayang-bayang Sukma.

Kendra mengangguk pelan, kemudian melanjutkan langkahnya. Sukma yang melihat itu tidak mau ketinggalan. Namun sebelumnya, ia sudah memberikan kode ke arah Nabila. Gadis itu tampak mengangguk paham.

Nabila kembali menghampiri Fathan di pintu masuk.

"Ngapain, kamu di sini?" yanya Fathan, pada Nabila.

"Di dalam, semua orang bicara tentang bisnis. Aku, kan gak ngerti, lebih baik aku di sini temani kamu," jawab Nabila.

"Aku bisa sendiri, lebih baik kamu masuk dan bergabung dengan yang lain," ucap Fathan. Ia merasa risih dengan sikap Nabila, yang selalu saja berusaha menempel padanya.

"Tapi, aku masih pengen di sini temani kamu," rengek Nabil.

Fathan kembali sibuk menyambut para tamu dan tidak menghiraukan Nabila. Sembari tersenyum menyambut para tamunya, pikiran Fathan juga terbagi pada Zakira. Fathan harap, gadis itu segera sembuh.

****

"Ini hanya uang muka. Jika, berhasil menjalankan tugas. Akan ada bonus, untuk kalian," ucap Sukma.

"Siap, Nyonya," ucap kedua orang suruhan Sukma.

"Tapi, ingat! Kalau sampai kalian ketahuan atau tertangkap. Jangan pernah sebut nama saya," ucap Sukma memperingatkan.

"Lalu, kami harus bilang apa?" tanya salah satu orang suruhannya.

"Bilang saja, kalau ini semua rencana dari nona Nabila. Dia yang membayar kalian, untuk semua ini," jawab Sukma.

Keduanya mengangguk paham. Setelahnya, mereka pun mulai menjalankan tugas. Sukma tersenyum, saat kedua orang itu pergi.

"Permainan akan segera di mulai. Kita lihat, apa yang akan terjadi setelah ini? Aku tidak peduli, bila rencana ini gagal dan ketahuan. Sebab, semua kesalahan itu akan dilimpahkan pada Nabila, gadis bodoh itu," gumam Sukma. Ia pun meninggalkan tempat itu dan bergabung dengan yang lain untuk menikmati acara.

"Gimana, Oma?" tanya Nabila menghampirinya.

"Beres!" jawab Sukma.

"Mereka gak mungkin gagalkan, Oma?" tanya Nabila lagi.

"Tentu saja! Sudah, kamu tenang saja. Lebih, baik kamu fokus ke Fathan saja. Dekati dia dan ambil perhatian serta simpatinya. Dengan begitu, rencana kita akan lebih mudah," ucap Sukma.

Nabila mengangguk paham.

"Oh, ya! Sejak tadi, kok Oma gak liat cucu kesayangan Opa kamu, ya?" ucap Sukma.

"Siapa?" tanya Nabila.

"Siapa lagi, kalau bukan si cacat itu," jawab Sukma kesal.

"Zakira maksudnya?" tebak Nabila.

"Ya, iyalah. Siapa lagi?" Sahut Sukma kesal. Entah mengapa, ia begitu tidak menyukai Zakira. Padahal, gadis itu tidak pernah berlaku tidak sopan padanya.

"Gak tau dan aku juga gak peduli dengan ada atau tidaknya dia di sini," ujar Nabila cuek.

"Seluruh keluarga hadir di sini. Tapi, kenapa dia tidak ada?" tanya Sukma lagi.

"Udahlah, Oma. Jangan dipikirkan, lagian baguskan kalau dia tidak ada di sini. Setidaknya, perhatian Fathan teralih ke hal yang lain," jawab Nabila lagi.

"Benar juga," sahut Sukma. Keduanya tersenyum penuh kemenangan. Nabila kini sudah berbeda, tidak seperti Nabila yang dulu yang manis dan pemalu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!