hay gays. ini adalah kelanjutan dari cerita pengasuh bayi CEO. jadi sebelum kalian mampir ke sini, alangkah lebih baik nya mampir di karya sebelum nya dulu, agar kalian gak bingung dengan alur cerita nya.
..
mau tau kelanjutannya, yuk mampir..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deby cahya Karmila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kedua kali nya.
Erik melangkah kan kaki nya, menuju ruangan di mana jasad sang istri berada.
...
Pintu terbuka, terlihat sebuah tubuh wanita yang terbaring kaku di atas brangkar.
Erik mendekati nya dan memegang tangan wanita itu.
Lagi lagi Erik memejamkan mata nya, dia menghirup seluruh udara yang ada di sana dan menghembuskan nafas nya kasar.
Air mata nya jatuh tepat di kening istri nya, pria itu mencium kening istri nya begitu lama.
"sayang. Kau sungguh jahat,"ucap Erik.
" kau telah berjanji untuk tidak meninggalkan ku, tapi kenapa kau malah pergi meninggalkan ku,"lirih Erik.
" kau telah mengingkari janji mu, "Ucap Erik.
"apa kau tau, anak kedua kita sangat lah menyedihkan, dia lahir di waktu yang tidak tepat, tapi dia sangat lah kuat, dia bisa bertahan hidup di saat saat seperti ini,"lirih Erik.
" tapi. Tapi kenapa kau malah pergi meninggalkan ku hah?, kenapa Tiara,"ucap Erik.
"aku mohon buka mata mu sayang, aku mohon jangan pernah tinggalkan aku,"lirih Erik lagi.
pintu ruangan pun kembali terbuka, semua keluarga ikut masuk ke dalam ruangan itu untuk melihat jasad Tiara.
"kakak,"lirih Erlan.
"jangan jatuhkan air mata mu, di tubuh kak Tiara,"ucap Erlan.
Erik menghapus air mata nya, dia kembali menatap istri nya.
Setelah itu menatap putri cantik nya yang ada di dalam gendongan elin.
Putri kecil nya itu tertidur begitu pulas di gendong elin, tanpa dia mengerti dan tau, saat ini ibu nya sudah pergi meninggalkan nya.
" Erik, kamu yang sabar yah nak, ibu tau saat ini kau benar benar hancur, tapi ini lah ujian mu,"ucap Mira.
Erik mengangguk..
"yasudah ayo kita siap siap, jasad istri mu akan segera di Pulang kan di mansion.
" soal bayimu, biarkan rumah sakit yang mengurus nya, lagian dia juga belum bisa keluar dari inkubator karena kondisi tubuh nya yang masih kecil,"ucap Emil.
Lagi lagi Erik mengangguk.
Semua nya pun kembali melangkahkan kakinya nya
Tiiiitt
Tiiiitt
Tiiiitt
Tiba tiba, alat monitor yang ada di dalam ruangan itu berbunyi, semua orang menghentikan langkah nya dan menoleh ke arah sumber suara.
" sayang,"Ucap Erik, berlari dan kembali mendekati istri nya
" nak Erlan cepat panggil dokter,"Ucap Emil.
Erlan mengangguk dan segera keluar.
Sedangkan di dalam ruangan itu, Erik terus mengajak sang istri untuk berkomunikasi walaupun tidak di respon.
Melihat detak jantung sang istri kembali, Erik benar benar bahagia, tapi saat ini wanita itu belum juga membuka mata nya.
" sayang, ayo buka mata mu,"lirih Erik .
Tak berselang lama dokter pun masuk, mereka kembali melakukan pemeriksaan pada pasien.
" ini sungguh luar biasa tuan, detak jantung istri anda kembali, tapi keadaan nya masih kritis karena kekurangan banyak darah,"ucap dokter itu.
" sedangkan golongan darah istri anda sangat lah langkah, kami tidak memiliki stok sedikit pun di rumah sakit.
" dokter, ambil darah Saya, golongan darah saya sama seperti kakak saya,"ucap elin tiba tiba.
Erik menoleh dan menatap elin, bahkan semua orang yang ada di sana menatap nya.
" ambil darah saya dok, tolong selamatkan kakak Saya,"lirih Elin.
semua orang terdiam, ini kali kedua elin mendonorkan darah nya untuk Tiara.
" elin, kau sudah begitu banyak membantu ku, kau sudah dua kali melakukan ini untuk Tiara, tapi aku?. Aku sama sekali tak pernah membalas kebaikan mu itu,"lirih Erik.
" tidak usah berkata seperti itu kak, Tiara ada kakak kandung ku, jadi aku akan melakukan apapun untuk nya,"ucap elin.
Coba lah lebih hati-hati dalam menulis.
Nama orang harus di awali huruf kapital.
Setelah dialog harus diberi jarak, agar huruf dan tanda baca tidak berhimpitan.
Penulis juga harus mau menerima kritikan, bukan melulu soal pujian.
Apa kabar dengan author level rendah tapi tulisannya rapi, tidak pernah dilirik pembaca hanya karena karyanya tidak pernah dipromosikan oleh platform?
Kurangi typo. Lelah, ngantuk, buntu ide? Itu bukan alasan untuk anda membenarkan penulisan yang salah di novel anda Author platinum yang nulis asal up.