Menceritakan seorang gadis cantik imut dan polos, yan rela tinggal serumah dengan seorang pemuda berhati dingin hanya untuk melunasi hutang kedua orang tuanya?...
"Nabilah itulah namaku usiaku uda 24 tahun tapi belom nikah,apakah aku bisa melunasi hutang ke dua orangtuaku?...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
"Sayang,kamu di mana?, kamu jangan pernah berfikir untuk meninggalkanku." Teriak Doni.
Doni pun berjalan menelusuri tiap sudut yang ada di dalam Apartmensnya dan paling terakhir Doni memeriksa lemari pakaian Nabila. Doni merasa sangat sedih ketika membuka lemari pakaian Nabila yang sudah kosong.
"Aaaaa," Teriak Doni.
Doni pun berjalan ke lantai bawah untuk mencari keberadaan Lastri.
"Bi, bi Lastri." Teriak Doni.
Mendengar teriakan Doni, Lastri pun berlari mencari keberadaan Tuannya, setelah menemukan Doni,Lastri lalu berkata.
"I, iya, Tuan ada apa?," Ucap Lastri gugup.
"Apa bibi tau kemana Nyonya saat ini?."
"Maaf,Tuan saya tak tau, tadi sebelum Nyonya pergi dia hanya berpesan pada saya agar aku mengurus Tuan dengan baik."
Setelah mendengar ucapan Lastri, Doni merogoh kanton celananya untuk mengambil hapenya.Doni pun mulai menghubungi nomor Harlan.
"Lan, kamu tau dimana Nyonya kamu berada saat ini?." Berkata tegas pada Harlan.
"Tadi aku mengikutinya Tuan, tapi setelah Nyonya masuk ke dalam kantor Tuan aku berenti mengikutinya,karna aku berfikir setelah ini Tuan dan Nyonya pasti akan pulang bersama,memangnya ada apa Tuan?."
"Sekarang juga kamu datang ke Apartmens aku." Berkata datar.
"Baik Tuan saya akan segera ke sana."
Setelah sambungan telponnya mati, Harlan dengan segera melajukan mobilnya menuju Apartmens Doni. Setelah sampai dengan segera Harlan memencet bel Apartmens Doni.
Ting -nong, suara bel Apartmens Doni berbunyi. Mendengar suara bel pintu dengan segera Lastri berjalan untuk membukanya.
"Silahkan masuk Tuan." Berkata sopan pada Harlan.
Setelah di persilahkan masuk Harlan pun masuk lalu datang menhampiri Doni. Harlan begitu sangat bersalah melihat kesedihan dan kekacauan yang di alami Doni saat ini, melihat dari baju dan dasi yang kini di kenakan Doni kini semuanya begitu sangat berantakan di tambah rambut yang sudah di acak tak menentu. Harlan pun buka suara.
"Maafkan saya Tuan, ini semua karna ke lalaian saya." Berkata sambil tertunduk.
"Ini bukan salah kamu tapi kesalahan saya."
"Sekarang kamu lacak di mana keberdaan Nyonya kamu saat ini."
Harlan pun mulai membuka laptopnya dan mulai menelusuri Gps hape Nabila. Harlan adalah seorang Body guard sekaligus ahli peretas.
"Maaf Tuan, hape Nyonya mati, jadi saya sulit menemukan keberadaannya, terakhir Gps Nyonya aktip di depan Apartmens ini."
Doni kemudian melihat ke layar hapenya di sana terdapat pesan M-banking sekitar dua jam yang lalu.
"Ini Lan, cari tau di mana Nyonya melakukan penarikan ini." Berkata sambil memberikan hapenya pada Harlan.
Setelah mendapat perintah dari Tuannya,Harlan kembali sibuk dengan laptopnya. setelah beberapa menit Harlan berkata.
"Tuan, tadi Nyonya melakukan penarikan di Atm dekat rumah orang tua Tuan,oya Tuan tadi saya mengikuti Nyonya, Nyonya tadi pergi ke rumah sakit dan saya melihat Nyonya masuk ke dalam ruangan seorang Dr.kandungan.
Mendengar ucapan Harlan barusan Doni merasa sangat syok dan kaget.
"Apa,Nyonya tadi ke rumah sakit?."
"Benar Tuan."
"Sekarang kamu antarkan saya ke rumah sakit itu." Berkata sedikit datar.
"Baik Tuan."
Setelah mendapat perintah dari Doni, Harlan pun melajukan mobilnya menuju rumah sakit yang di datangi Nabila siang tadi. Sesampai di parkiran rumah sakit dengan segera Doni kelur dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam rumah sakit.
"Selamat sore Dr."
"Sore, Tuan, ada yang bisa saya bantu?."
"Iya,saya ingin menanyakan soal keadaan istri saya."
"Maaf,Tuan atas nama siapa?."
"Nabila Larasati Atmaja."
"Anda suaminya?."
"Benar dok."
"Selamat Tuan Atmaja, istri anda sedang mengandung dan usia kandungannya saat ini sudah berusia 8 minggu,anda harus memperhatikan pola makan Nyonya, agar janinnya tumbuh dengan sehat.
Mendengar penjelasan Dr. Lira kalau saat ini Nabila sedang mengandung, Doni merasa sangat bahagia. Doni lalu mengulurkan tangannya pada Dr. Lira sambil berkata.
"Terimah kasih banyak dokter, ini adalah kabar yang terbaik yang pernah saya dengar sebelumya, kalau begitu saya pamit dulu dokter."
-
-
-
tp sya ska thor😘😘😘😘lnjut kn thor syemangatttt
tp sya ska thor😘😘😘😘