Vanya Mentari, gadis yang memulai peruntungan bekerja di ibu kota menjadi kupu-kupu malam, terpaksa harus terlibat pernikahan kontrak dengan pria yang terkenal sangat dingin.
Pernikahan yang membawa penderitaan pada Vanya di setiap harinya. Bukan hanya luka fisik, melainkan luka batin. Tiap hari, perkataan yang terlontar dari mulut pria yang menikahinya begitu sangat pedis, dan tanjam hingga mampu menusuk rongga jantung dan membuat luka yang teramat mendalam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KKM 27
"Pagi Bian." Sapa Vanya dengan senyum mengembang di wajah dengan posisi lagi menyiapkan sarapan pagi. "Oh yah, aku sudah masak, ayo makan gih." Ajak Vanya sambil mendorong kursi agar Bian bisa duduk. Namun ternyata Bian tidak duduk di kursi tersebut melainkan di kursi yang sebelahnya.
"Oh ya, hari ini kamu pulang jam berapa biar aku tahu dan bisa masak makanan kesukaan mu." Tanya Vanya sambil memberikan nasi goreng di piring Bian.
Masih tetap diam tidak menggubris sama sekali ucapan Vanya.
"Bian. Ayolah jangan marah terus, ingat pernikahan kita semakin hari semakin berkurang. Bagaimana kalai kita menjalin pertemanan sebelum kita berpisah." Ide Vanya.
Suara sendok terdengar nyaring di kuping Vanya, membuat Vanya berhenti berbicara dan menatap wajah Bian.
"Kenapa tidak di makan? Apa tidak enak?"
"Stop berbicara! Aku tidak suka!" Jawab Bian yang langsung kehilangan selera makannya. Bian hendak berdiri namun dengan cepat Vanya menarik lengan Bian.
"Setidaknya habiskan makanan mu. Jika kau tidak suka, oke aku akan diam. Tapi duduklah kembali."
Akhirnya Bian pun kembali duduk dan kembali menyantap nasi goreng buatan Vanya yang menurut Bian sangat enak.
Hening. Keduanya menikmati sarapan pagi mereka. Sampai nasi goreng Bian habis, Bian pun memutuskan ke kantor, tanpa sepatah kata pun. Begitu pun dengan Vanya, ia tetap memilih diam.
"Sepertinya diriku memang sudah seperti wanita mura*han." Gumamnya. "Tapi tidak apa. Merendah demi naik ke puncak tidak masalah. Aku akan memastikan jika Bian harus termakan dengan ucapannya. Ku pastikan Bian akan jatuh cinta padaku." Kata Vanya dengan mantap.
Di perjalanan, Bian mengemudi mobilnya karena hari ini Zam meminta izin tidak menjemput. Sepanjang perjalanan pikiran Bian terbagi antara dua wanita. Satu wanita dari masa lalunya dan satu wanita yang saat ini sedang menemaninya meski hanya sebuah status kontrak.
"Neysia." Gumam Bian dan mencoba mengambil ponselnya untuk menghubungi Neysia, namun sampai saat ini ponsel Neysia pun tidak aktif.
••••••
"Cerita kan semuanya pada ibu, apa yang terjadi antara kau dengan Glen?" Tanya Novia pada Neysia karena sampai saat ini Neysia memilih tetap tinggal bersama dengannya.
"Bu, sudah aku katakan jika Glen memiliki istri pertama. Dan aku hanya istri kedua. Itu artinya aku wanita perusak rumah tangga." Jawab Neysia.
"Tidak! Tidak mungkin. Tidak mungkin Glen seperti itu. Kau lihat sendiri Glen pria yang baik, yang rela memberikan apa saja asal menikah dengan mu. Jadi ibu pikir kamu salah. Perbaiki semuanya ibu tidak ingin kamu berpisah dengan Glen." Jelas Novia yang tentu saja tidak ingin status dirinya sebagai mertua yang memiliki menantu kaya harus hilang. Dan mau di simpan di mana mukanya jika teman-teman sosialitanya tahu akan hal ini.
"Permisi nyonya. Di bawa ada tuan Glen." Kata asisten rumah tangga.
Novia langsung turun ke lantai satu di susul oleh Neysia bertemu dengan Glen.
"Ibu." Sapa Glen.
"Glen katakan apa yang di katakan Neysia adalah kebohongan." Ucap Novia namun Glen hanya diam, dan itu artinya semua benar adanya.
"Glen." Novia memanggil menantunya dan berharap Glen mau membantah pertanyaannya.
"Maaf." Satu kata yang keluar dari mulut Glen menandahkan jika semua benar adanya.
Neysia maju mendekat ke arah Glen. "Kau jahat, kau sangat jahat Glen. Kau tega melukaiku." Kata Neysia sambil memukul dada Glen.
Glen hanya diam. Sementara Novia kini berpikir dengan sangat keras.
Neysia sudah menangis mencurahkan sakit hatinya ke pada Glen.
"Stop Neysia!" Kata sang ibu.
"Katakan, apa maksudmu menikah denganku Glen, katakan?" Tanya Neysia.
"Karena Bian." Jawab Glen yang membuat Neysia berhenti memukul dada Glen. "Ya, karena Bian musuhku, dan apa pun yang membuat Bian hancur akan aku lakukan termasud menikah denganmu." Lanjut Glen.
"Breng*sek kau Glen." Kini Neysia kembali memukul Glen, karena sudah termakan rayuan pria gi*la yang ada di hadapannya akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Bian dengan alasan ingin memiliki keturunan.
"Mulai hari ini, detik ini. Aku Glen Brata memberikan talak pada mu Neysia." Ucap Glen dengan mantap yang artinya mereka sudah tidak memiliki hubungan lagi. Terlebih jika pernikahan mereka hanya pernikahan siri yang belum tercatat di negara.
"Tidak! Tidak mungkin." Novia histeris. "Nak Glen tarik kata-katamu. Jangan tinggalkan Neysia. Dia cinta dengan mu Glen."
"Hahahhaha." Glen tertawa mendengar ucapan mantan ibu mertuanya itu.
"Cinta? Tak sedikit pun putrimu mencintaiku. Dia hanya cinta pada Bian. Dan sekarang tugasku telah selesai. Baik Bian maupun Vanya sudah hancur." Kata Glen lalu pergi dari sana.
Ke dua kaki Vanya kini kehilangan keseimbangan ia terjatuh di lantai. Menangisi dirinya yang betapa bodohnya percaya dengan Glen pria yang belum lama ia kenal dan memutuskan menikah.
"Bagaimana ini?" Novia benar-benar syok dengan kejadian hari ini. "Neysia, cepat susul suamimu dan katakan kau siap menjadi yang kedua. Cepat"
saking banyaknya dosis obat lerangsang sampe lupa gawang yg udah loss doll atau masih tersegel rapi😅
Apa Bian jg gak liat bekas darah d sprei🤔
mereka sekarang saling mencintai lho Tor ....
beruntung sekali nasibmu Zam...
bertaubat lah ZAM...😂
apa sudah menyadari klo dia satu²nya pria yang tidur sama Vanya...??
lihat aja...