NovelToon NovelToon
Salah Sasaran

Salah Sasaran

Status: tamat
Genre:Paksaan Terbalik / One Night Stand / Romansa / Tamat
Popularitas:63k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Mitos dilangkahi adik perempuan menikah, merupakan momok yang menakutkan bagi Bening Embun Pagi. Belum lagi anggapan orang-orang yang akan melabelinya sebagai perawan tua, begitu menkutkan baginya.

keadaan yang membuatnya sangat terdesak ini, membuat Bening akhirnya, mengambil jalan pintas, dengan menjebak pria incarannya di coffee shop miliknya.

Sayangnya penjebakan itu berujung petaka bagi hidup bening, pria yang masuk dalam jebakannya bukanlah pria idamannya melainkan seorang pengusaha perkebunan teh asal Kota Kembang Bandung yang terkenal dengan sifatnya yang arogan.

Bagaimanakah nasib Bening selanjutnya? apakah ia akan menikah dengan pria idamannya atau justru terjebak pernikahan dengan pria arogan yang masuk perangkapnya?

Cerita selengkapnya hanya ada di novel Salah Sasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26

Bening mengocok dan membagi kartu. Mereka memainkan ronde pertama dalam keheningan, dan Bening memenangkannya dengan mudah. Surya mendongak ketika Bening membalik kartu kemenangannya. "Aku menang. Pertanyaan pertamaku..."

"Pertama?"

"Ya, pertama," ucap Bening dengan tegas. "Kau tidak berpikir aku akan puas hanya dengan satu pertanyaan saja kan?"

Surya tersenyum kesal mendengarnya. "Kalau begitu tanyakanlah!"

"Aku ingin tahu apa kau masih marah dengan kejadian malam itu di cafeku, sehingga kau terpaksa menikahiku?"

"Tidak," jawab Surya singkat.

Bening berdecak. "Bukankah di awal kau sudah mengatakan kau akan jujur?"

"Jadi kau meragukanku?" tanya Surya tidak percaya.

"Oh astaga. Kau pikir aku naif?"

Bibir Surya berkedut, dan sesaat Bening mengira jika pria itu akan tersenyum. "Aku tidak menganggapmu naif." Surya mengangkat sebelah alisnya, seolah menantang Bening untuk membantah pernyataannya.

"Kalau begitu kau mengakuinya. Aku mengacaukan hidupmu, dan kau marah padaku. Kemarahan itu sungguh terlihat jelas, aku bisa melihat dan merasakannya"

Mendadak Surya mencondongkan tubuhnya ke depan, tatapannya terpusat pada Bening. "Kemarahan apa pun yang kau lihat atau kau rasakan tidak ditujukan kepadamu, tapi pada diriku sendiri."

Bening mengerjap. "Kejadian itu bukan salahmu, kenapa kau menyalahkan dirimu sendiri?"

"Itu dua pertanyaan, kau curang," protes Surya.

"Tapi berhubungan dengan yang pertama, jadi anggap saja satu pertanyaan," bantah Bening. "Kenapa kau harus marah pada dirimu sendiri? semua ini salahku."

Tatapan Surya begitu teguh, begitu keras hati sehingga membuat Bening gugup. "Singkatnya karena aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri."

"Tapi aku duluan yang menciummu," ujar Bening dengan wajah yang merah merona. "Jadi seharusnya aku yang salah."

"Pertanyaan pertama sudah selesai!" Surya menarik kartu dari tangan Bening, kini gilirannya mengocok dan mebagikan kartu tersebut.

Bening menunduk dan mencoba memahami perasaannya sendiri pada malam itu, ia merasa bersalah, dan kini perasaan bersalah itu semakin besar ketika mengetahui Surya justru malah menyalahkan dirinya sendiri.

Permainan berikutnya berlangsung dengan cepat, Surya menang dengan mudahnya. Pria itu melempar kartunya ke meja dan bersandar di kursi, ia menunjuk ke arah kepala Bening. "Rambutmu," ujarnya. "Geraikan!"

Perintah itu di ucapkan dengan sangat lembut dan manja, sehingga membuat Bening salah tingkah di buatnya. Perlahan ia mengangkat tangan, menarik lepas sebuah jepit di rambutnya hingga seuntai tebal rambutnya tergerai, jatuh di bahu.

Surya menunjuk ke bagian jepit lainnya, agar Bening melepas seluruhnya. Bening melepas dua jepit lainnya hingga rambutnya tergerai sepenuhnya.

Surya menelan ludahnya melihat rambut panjang istrinya yang tergerai indah, dalam diam ia mendorong tumpukan kartu mendekat ke arah Bening.

Bening begitu gugup dengan tatapan tajam Surya, sehingga pada putaran kali ini ia kembali kalah. "Stoking," ucap Surya dengan suara parau.

Wajah Bening memanas ketika mencondongkan tubuhnya ke depan, memasukan tangannya ke dalam gaun.

"Tidak!" ucap Surya sembari menggeser meja ke samping dengan kakinya. "Angkat rokmu agar aku bisa melihatnya."

Bening enggan untuk bertindak lebih berani, namun ia teringat akan pesan Grace yang sampaikan padanya 'Puaskan Suamimu' Bening menatap Surya sembari mengangkat roknya sampai ke lutut, kemudian ia melepas sepatu hak tingginya dan menggulung stokingnya.

Bening bisa melihat betapa cepatnya hasrat pada diri suaminya menyala, ia melempar stoking itu ke arah Surya. Dengan tangkasnya, Surya menangkap stoking itu dengan satu tangannya.

"Sudah!" seru Bening.

Namun Surya tiba-tiba mencondongkan tubuhnya ke depan dan menggenggam tangan Bening, menautkan jemari mereka. "Aku sudah kehilangan minat untuk bermain kartu, jadi kau tanyakan saja apa yang ingin kau tanyakan. Tapi tanyakan dengan cepat karena kesabaranku setipis tisu."

Bening menatap Surya dengan intens. "Apa kau mencintai Rindu Senja Rinjani?"

Surya membelalak terkejut, dan ajaibnya pria itu malah tersenyum kepada istrinya. Surya terlihat tampan sekali ketika tersenyum lebar seperti itu, kerut-kerut kecil pada sudut matanya, kedua lesung pipinya membuat wajahnya benar-benar berubah, tidak lagi ada raut wajah pria murung seperti orang di tagih pinjol.

Surya tampak tak menjaga jarak, dia tampak.... Hangat. Bisa di dekati, dan lebih manusiawi. Hal itu membuat jantung Bening bergejolak, dan napas yang tertahan.

"Dari mana kau tentang dia?" tanya Surya penasaran.

"Akhir-akhir ini aku berkenalan dengan beberapa orang di sekitaran sini, dan salah satu dari mereka yang mengatakan tentangnya," Bening tidak mau menyebut Mirna yang memberitahunya.

"Kau mengejutkan aku dengan pertanyaanmu."

"Lalu apa kau mencintainya?" tanya Bening. Ada bagian dari dirinya, tepatnya di hati kecilnya yang menginginkan jika Surya menjawab TIDAK!

"Dia wanita yang ideal, sesuai dengan kriteriaku. Aku menghormatinya, tapi aku tidak bisa mengatakan bahwa aku mencintainya."

Jawaban itu seharusnya memuaskan Bening, tapi ada kalimat 'sesuai dengan kriteriaku.' Apa itu artinya Bening tidak termasuk dalam kriteria Surya?

"Apa sekarang Rindu tahu jika kau sudah menikah?"

Tatapan Surya tertuju pada bibir Bening. "Ya."

Bening bisa merasakan rona malu-malu menjalar pada dirinya. "Maafkan aku, itu pasti berat untukmu."

"Memang," ucap Surya sepakat. "Sebenarnya setelah kita melaksanakan pemberkatan, aku langsung terbang ke Jakarta untuk menemuinya dan keluarganya. Aku menjelaskan jika aku sudah menikah, dan meminta maaf kepada mereka karena aku harus membatalkan rencana pertunangan kami."

Kini Bening benar-benar diliputi rasa bersalah. Apakah Rindu memiliki perasaan khusus terhadap surya? Apa Bening sudah menghancurkan kebahagiaan wanita itu? Pikiran bahwa ia telah merusak hubungan orang lain menguasai dirinya. Betapa memalukannya tindakan salah sasarannya membuat hancur kehidupan orang lain.

"Aku benar-benar minta maaf, aku sama sekali tidak mengetahui jika kau..."

"Sudahlah," potong Surya. "Keliatannya Rindu bahagia tak jadi menikah denganku. Apa ada lagi yang ingin kau ketahui?" tanya Surya, ia membalik tangan Bening kemudian mencium bagian tengah telapak tangan istrinya.

"Apa kau punya simpanan?"

"Rahasia."

"Hei, bukankah kau sudah mengatakan jika kau akan menjawab semua pertanyaanku dengan jujur?" protes Bening.

"Tentu saja aku punya," jawab Surya, membuat Bening membulatkan matanya dan ingin mengeluarkan amarahnya, namun amarahnya langsung padam ketika Surya mengatakan. "Jika simpanan tabungan yang kau tanyakan. Aku memiliki beberapa tabungan dan investasi untuk kau dan calon anak-anak kita nanti."

Wajah bening tersipu malu mendengarnya. Surya kembali mencium tangan Bening. "Di depan pendeta, aku sudah bersumpah untuk setia padamu kan? Aku adalah pria yang selalu memegang teguh kata-kataku."

Bening tidak tahu bisakah ia mempercayai kata-kata yang di ucapkan Surya. Ia berusaha untuk percaya bukan hanya kata-kata Surya, tapi juga percaya bahwa ia akan menemukan kebahagiaannya dalam pernikahan ini dan menjadi satu-satunya wanita dalam hidup Surya Magenta.

1
Dewi Andayani
Mantapsssss
Ersa
Luar biasa
bunda DF 💞
good,, singkat padat n bikin penasaran
off
Akhirnya 😍
off
Astaga Grace meninggal dibunuh Aksara, Akhirnya end
M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛•§¢•
terima kasih kembali kak🙏
semoga sukses selalu karya karyanya 🤲
M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛•§¢•
Aksara jahat sekali 😡
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
kaaaan benerrrr kejutan luar biasa yang di ciptakan Bening dan Sukma
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
waahhh ampun deh sampai migran gituuu😂😂😂
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
ternyata rembulan baru kali ini melihat Bening OMG ...setelah sekian purnamaaaa
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
tenang Surya siapa tahu Bening akan menampilkan sesuatu yang di luar dugaan mu
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
pasti Surya takut akan terjadi kekacauan jika bening bermain musikk yaa
⏤͟͟͞Rᵇᵃˢᵉ αииα 🅑αbу ՇɧeeՐՏ🍻
akhir yang membahagiakan ya..
⏤͟͟͞Rᵇᵃˢᵉ αииα 🅑αbу ՇɧeeՐՏ🍻
semoga bening bisa punya anak sendiri ya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
karya yang luar biasa. Terima kasih
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
saling melengkapi.
begitulah mereka
Ira Safwa 💕
selalu suka karya ka Irma, seruuu dengan konflik yang berbeda di setiap karyanya. Semangat berkarya 👍👍
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Bagus ceritanya konfliknya tidak terlalu berat, happy ending... recomanded 👍👍
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
sampai migrain mendengar suara piano yang dimainkan Bening
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Kehadiran Bening dalam kehidupan Surya membawa perubahan yang baik dan kehidupan yang bahagia yang mereka jalani...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!