NovelToon NovelToon
PANGERAN SUBUH (Ustadzku, Guruku, Suamiku)

PANGERAN SUBUH (Ustadzku, Guruku, Suamiku)

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Obsesi / Beda Usia / Tamat
Popularitas:135.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kim99

Karena kenakalan remaja yang sudah di ambang batas wajar, sepasang suami istri memutusakan untuk mengirim anak bungsunya ke sebuah pesantren di pedesaan.
Namun, hal ini menjadi awal konflik batin terbesar untuk seorang gadis bernama Azizah. Gadis berusia 18 tahun yang masih duduk di kelas 12 itu menolak untuk dipindahkan apalagi saat kakeknya (pemilik pesantren) menyarankan Azizah untuk dinikahkan dengan seorang ustadz kebanggaan kakek Azizah dengan alasan untuk kebaikan Azizah.
Pemberontakan terjadi, awal pernikahan yang rumit membuat Azizah bersikeras untuk mendapatkan talak dari suaminya. Sejak awal, Azizah menerima perjodohan itu hanya untuk mengamankan posisinya saja. Karena, ia berpikir, pernikahan itu tidak penting, setelah dia menikah, dia bertekad untuk membuat suaminya jengkel dan akhirnya berujung perceraian. Begitulah rencana Azizah.
Satu hal yang Azizah tidak tahu, laki-laki yang menikahinya ternyata adalah ustadz dengan julukan kesabaran seluas samudra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Khawatir

“Ai!”

Asri memekik dari arah lapangan di area depan sekolah. Perempuan itu berdiri di depan Azizah, Pak satpam dan juga pak Aris dengan napas ngosh-ngoshan.

“Kamu kenapa? Dikejar babi hutan?” tanya Azizah kebingungan. Perempuan itu tidak habis pikir, kenapa sahabatnya malah berlarian di jam pelajaran, kalau dia sudah pasti karena mendapat hukuman. Tapi Asri adalah anak yang baik, tidak mungkin dia melakukan sesuatu hal yang akan membuatnya didepak dari kelas.

“Uhh … ya ampun. Itu … tadi Pak Farhan bilang kalau aku harus nemenin kamu, kalau kamu mau pulang minta tolong anterin, Pak Farhan bilang beliau lupa kamu anak baru. Takut kesasar.”

Azizah mengembuskan napas kasar, sudah mengusirnya dengan cara seperti itu tapi sekarang malah sok perduli. Memang sangat membingungkan. Padahal kalau dia khawatir, seharusnya tidak memperlakukannya seperti ini bukan?

“Ya sudah, kita pulang aja. Beli bakso dulu di warung Teh Ina ya!”

“Sip!”

“Ai!”

Pak Aris memanggil saat murid perempuannya itu malah hendak ngeloyor tanpa mengucapkan sepatah kata pun. “Hati-hati!”

Azizah mengangguk. “Saya jadi lupa, makasih untuk tawarannya ya Pak. Saya pulang sama terman saya aja. Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikumssalam.” Pak Aris menjawab dengan bahu luruh ke bawah. Hanya bisa menatap Azizah dengan temannya itu dari kejauhan, bibirnya mungkin menyunggingkan senyum, akan tetapi dia sangat menyesalkan kalau Azizah harus pergi dengan orang lain alih-alih pergi dengannya, padhal kesempatan seperti ini sangat jarang ada, tapi ya sudahlah … mungkin dia memang harus lebih bersabar.

** **

“Sri …!”

“Hmm.”

“Kata kamu, Pak Aris itu playoy kan?”

Asri mengangguk mengiyakan. Ya memang bukan playboy lagi, tapi dia adalah seorang pemain yang sangat-sangat ahli dalam bidangnya. Dulu, sebelum Azizah datang, setiap angkatan di sekolah tersebut, salah satunya akan menjadi korban kemodusan Pak Aris. Entah dia seperti itu untuk apa, hanya saja sejauh yang dia tahu, pendekatan yang dilakukan hanya sekedar pendekatan dasar saja. Semacam perhatian, jika si korban bisa membatasi diri, sebenarnya sosok Aris bukanlah pria pemaksa.

“Intinya, sejauh apa yang aku tahu, enggak pernah ada pelecehan, Ai. Cuma kalau udah masuk perangkapnya susah lepas meskipun mereka tahu kalau Pak aris udah punya anak istri, rayuannya anjirr, gia sih … dia itu bisa jadi temen, jadi kaakak, dan jadi pacar yang super duper perhatian. Dan kayaknya dia pakai ilmu gitu.”

“What?” Azizah yang duduk di belakang sampai terbengong-bengong. “Kok bisa ngomong kayak gitu?”

Asri mengangkat kedua bahunya. “Aku dulu sempaet punya temen, dia suka cerita kayak gini, yang bikin temen aku aneh itu, kalau mereka lagi telponan, Pak Aris suka tahu kamu lagi ngapain, posisi tidur kamu kayak gimana, terus warna pakaian kamu apa … pokonya hal-hal kayak gitu dia tahu, manipulatif banget. Telebih, kemampuan dia untuk menghipnotis dengan kalimat-kalimat mautnya benar-benar master, Ai. Kamu harus hati-hati. Dia itu sangat pandai, bahkan … enggak jarang, anak-anak yang udah punya pacar pun malah pacarana sama dia, saking dalemnya rayuan yang dia lakukan.”

Azizah mengangguk-anggukan kepalanya. Oke, dia hanya harus lebih berhati-hati bukan, pria model sepeti ini memang ada, meskipun tidak menjurus ke pelecehan seksual, tapi tetap saja ini bukan hal yang wajar, rasanya sangat aneh kalau ada seseorang yang sudah berkeluarga tapi malah sibuk merhatiin perempuan lain. Benar-banar menggelikan.

“Jajan baksonya jadi enggak?”

“Jadi lah, mau sama mie ayam juga. Kita makan di sini enggak papa kan?”

“Boleh lah.”

“Assalmu’alaikum. Teh Ina, Bakso dua, bakso aja sama mie ayam satu.”

** **

Pak Farhan tersenyum pria itu mematikan earphone di telinganya setelah memastikan kalau istrinya sampai di rumah dengan selamat.

“Baiklah … waktu kalian tinggal tiga puluh menit lagi, kalian kerjakan soal-soal yang saya berikan, saya ke luar sebentar.”

“Baik, Pak.”

Pak Farhan ke luar dari kelasnya dengan wajah full senyum, dia melirik ke arah lapangan yang ternyata disana sudah ada para murid dan juga beberapa guru yang sedang bermain bola voli. Sosok Aris berdiri di dekat tiang, bersandar seraya tersenyum ke arah seoarang murid perempuan. Pak Farhan menggelengkan, kepala. Dia piker Pak Aris ini memang memiliki kelainan, entah kenapa, dia selalu mengincar anak-anak di sekolah alih-alih mencari perempuan yang sudah lebih dewasa.

Pak Farhan berbalik, maksud hati ingin kembali ke kelasnya tapi dia malah berpapasn dengan Reno dan kawan-kawannya. Pria itu terdiam, kedua tangan sudah ada di dalam saku, langkah demi langkah membawanya mendekat ke arah Reno CS yang tengah berdiri dengan kepala tertunduk dalam.

“Masih mau jadi jagoan, masih ada tiga puluh menit sebelum jam pelajaran berakhir,” kata Pak Farhan seraya melirik jam pada pergelangan tangannya. “Apa tidak sebaiknya tetap di kelas kalian?”

Reno mengangguk, pria itu tidak mengucapkan sepataah kata pun, membungkuk kemudian mengajak teman-temannya untuk kembali.

Senyum simpul yang sangat manis tersungging di bibir Pak Farhan, menggelengkan kepala sebelum akhirnya masuk ke kelas.

** **

Dalam perjalanan pulang, pria tampan yang menggunakan motor matic itu berhenti di bahu jalan, bukan untuk mencari angin, bukan juga untuk ngecengin perempuan cantik. Tapi ia berhenti saat melihat penjual strawberry. Buah itu adalah buah kesukaan istrinya, jadi mungkin Azizah akan sedikit melunak, Farhan tahu, istri krcilnya itu pasti akan merajuk karena hukuman yang sebelumnya dia berikan.

“Terima kasih, Pak.”

Sampai di rumah besar mereka, Farhan masih menyunggingkan senyum, malah semakin lebar saja, sesekali ia mengangkat strawberry yang ada di tangannya. Ia memamg sudah sangat yakin jika Azizah akan senang dengan itu.

“Assalamu’alaikum. Dek!”

“Wa’alaikumssalam, Pak.”

“Loh, Bibi … istri saya ada di rumah kan?” Senyum di wajahnya mendadak puar sedikit demi sedikit, perasaannya menjadi tidak enak, padahal bibi belum mengatakan apa-apa.

“Tadi sih bilangnya mau tidur, Pak. Belum turun lagi, bibi mau bangunin juga takut ganggu.”

“Baiklah, terima kasih Bi.”

Dengan langkah cepat, pria itu berjalan menaiki anak tangga tergesa, lagi-lagi perasaannya memang tidak tenang, Farhan membuka pintu kamarnya, dan benar saja, perempuan kecilnya tengah berguling-guling di atas ranjang, meringkuk seraya memegangi perutnya.

“Inalillahi, Dek. Sayang Adek kenapa?!” panik Farhan yang langsung naik ke atas ranjang, menarik bahu Azizah ke dalam pangkuan, tangan-tangan cekatannya mengusap bulir keringat yang membanjiri wajah cantik perempuan itu.

“Sayang ….”

“Sakit, Mas … tolong Ai, Ai enggak kuat.” Perempuan itu menangis, bulir itu bukan lagi hanya keringat tapi air mata yang semakin lama semakin membuat Farhan sesak napas, tidak tega rasanya jika harus melihat Azizah kesakitan seperti ini.

“Kita ke rumah sakit ya. Adek yang sabar. Tadi salah makan enggak?”

1
🌟 Dauzz🇲🇨
akhirnya happy ending 😍
🌟 Dauzz🇲🇨
rasani ngeselin emang
🌟 Dauzz🇲🇨
astagfirullah Azizah geram dengan sifat nya
🌟 Dauzz🇲🇨
bagus ceritanya
🌟 Dauzz🇲🇨
duh makin penasaran
🌟 Dauzz🇲🇨
waduh rupanya ada pelakor 🤭
Danny Muliawati
nah km pinter boy
Danny Muliawati
waduh gawat ktm boy
Danny Muliawati
knp hrs teriak2 kan ada hp
Danny Muliawati
smga yg terbaik yah Thor aq mah sk deg deg an
Danny Muliawati
ada aza yah masalah semangat thor
Danny Muliawati
penasaran banget info dr salma apakah itu
Danny Muliawati
manusia menjelma d'zal bilqis nama nya sgl cara di lakukan klo sdh cinta ga tau diri sdh di tampung di sekolahkan
Danny Muliawati
astagfirullahalazim bilqis bilqis smga Thor ada jln terbaik kasian azizah
Danny Muliawati
ga jaminan yah usia lebih dewasa dr azizah sgl cara ga baik di lakukan demi cinta sm ustad jadian deh lo bilqis cinta tak sampai 😂😂
Danny Muliawati
ternyata ustad itu banyak fans nya yah
Danny Muliawati
fikiran anak remaja yg frustasi bkn nya bersukur di angkat derajat menuju baik
Bagus Rahmad
terimakasih banyak atas hiburannya
Bagus Rahmad
ini baru menerima kenyataan paling bentar,kecewanya dan patah hati laki2 gak selama wanita
Bagus Rahmad
gilaa..anakbjaman now
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!