NovelToon NovelToon
Godaan Tetangga Seksi

Godaan Tetangga Seksi

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:835.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mizzly

Misi Kepenulisan Noveltoon


Rumput tetangga lebih hijau, itu sudah biasa. Bagaimana kalau tetangga sebelah lebih seksi? Uh ... la ... la ... siapa yang tak tergoda?

Rumah tangga Inggit Katharina dan Fandi Haran terlihat baik-baik saja di luar. Banyak foto-foto romantis mereka di halaman majalah bisnis. Siapa sangka semua itu hanya akting semata?

Inggit yang kesepian mulai tergoda tetangga sebelah rumahnya, Dalvin Haris, pengusaha muda yang seksi dan menggoda. Bagaimana kalau Dalvin juga menyukai Inggit? Apakah hasrat liar mereka akan bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan yang Berubah

Dalvin semakin yakin kalau ingatan Inggit sedikit demi sedikit mulai kembali. Inggit sudah mengingat Taman Kupu Kupu tempat mereka biasa bertemu dulu. Inggit juga mengingat rumah tempat dulu dirinya dan kedua orang tuanya tinggal. Sekarang Inggit mengingat hari kelam itu. Hari dimana Dalvin pun tak ingin mengingatnya lagi.

"Apa ... yang terjadi hari itu?" tanya Dalvin sambil menelan salivanya.

"Aku hanya melihat Angel dan Avin."

Mata Dalvin terpejam sejenak mendengar Inggit menyebut nama Angel. Benar dugaannya, sedikit demi sedikit ingatan masa lalu Inggit mulai kembali.

"Angel?" tanya Dalvin.

"Ya, Angel anak SD yang suka bermain di Taman Kupu Kupu bersama Avin anak SMP yang pernah membelanya."

"Ceritakan padaku apa saja yang kamu lihat." Dalvin siap mendengarkan semua. Ia tak bisa menahan jika memang memori Inggit sudah kembali.

"... lalu Dalvin menyuruh Angel pergi. Di tengah jalan, Angel ingin meminta pertolongan namun ternyata yang menolongnya adalah salah satu dari penjahat yang ditugaskan mencari keberadaannya. Angel berusaha kabur dan tertabrak mobil. Aku tak tahu apa lagi yang terjadi dengan mereka. Aku penasaran dengan Avin. Bagaimana keadaannya? Apakah ia berhasil menyelamatkan diri? Lalu bagaimana dengan kedua orang tua Angel?" Inggit menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ia benar-benar mengkhawatirkan Angel dan Avin.

"Kamu tenanglah," kata Dalvin.

"Aku tak bisa tenang, Mas. Setelah aku melihat kalau ternyata taman dan rumah ini memang benar nyata, aku semakin yakin kalau Angel dan Avin memang benar ada. Bagaimana nasib mereka?"

Dalvin meraih tangan Inggit dan berusaha menenangkannya. Mungkin ia memang harus memberitahu sedikit informasi agar Inggit tidak terlihat kebingungan seperti saat ini. "Kamu tenang saja, mereka masih hidup."

"Benarkah? Bagaimana kamu tahu? Kamu mengenal mereka?" tanya Inggit yang semakin penasaran saja.

Dalvin menganggukkan kepalanya. "Aku kenal, karena aku adalah Avin."

"Bohong! Kamu pasti berbohong agar aku tak memaksa untuk masuk ke rumah itu lagi bukan? Jangan karena nama kalian mirip kamu mengaku-ngaku sebagai Avin!" Inggit rupanya tak percaya dengan perkataan Dalvin.

"Haruskah kukatakan kalau saat itu Avin menyuruh Angel pergi dengan bahasa isyarat. Haruskah kukatakan kalau Avin bersembunyi di balik tumpukan pakaian agar para penjahat itu tidak melihat keberadaannya?" Wajah Dalvin terlihat serius. Tak mudah baginya mengingat memori masa lalu yang berat itu.

"Kamu ... benar Avin? Kamu selamat?" Mata Inggit berkaca-kaca. Ia senang melihat Avin masih hidup. "Lalu bagaimana dengan Angel? Bagaimana kedua orang tua Angel?"

"Angel ... aku tak tahu. Aku begitu shock melihat semua kejadian menyeramkan di depan mataku. Aku harus bersembunyi demi menyelamatkan nyawaku sendiri. Aku ... sempat mengalami trauma dan harus mendapat konsultasi dari psikiater berbulan-bulan lamanya." Mata Dalvin terlihat berkaca-kaca, mengatakan kisah kelam itu memang membuatnya tak kuasa menahan tangis.

Inggit menangkup wajah Dalvin dan menatapnya dengan lekat. "Kasihan. Kamu pasti ketakutan sekali waktu itu. Kamu masih SMP, kamu pasti tak bisa berbuat apa-apa. Oh, Mas Dalvin, maafkan aku. Aku telah membuka kembali ingatan buruk masa lalumu. Maaf, Mas, karena aku terlalu penasaran aku malah melukaimu," kata Inggit dengan penuh penyesalan.

Dalvin memaksakan senyum di wajahnya. "Tak apa. Sekarang kamu sudah tahu bukan apa yang terjadi. Aku minta kamu jangan pernah kembali lagi ke rumah itu ya. Kamu juga jangan kembali lagi ke taman ini."

Dalvin melihat jam di pergelangan tangannya. Sudah lama mereka berada di tempat ini. "Sebaiknya kita pulang. Kamu baru saja sembuh. Istirahat di rumah saja ya!"

Meskipun masih penasaran dan ingin bertanya tentang nasib kedua orang tua Angel, namun Inggit tak tega melihat wajah Dalvin yang terlihat tertekan. Ia pun menuruti perkataan Dalvin. Mereka pulang ke rumah dalam diam.

****

"Git, temani aku ke acara perkumpulan para pengusaha ya!" pinta Fandi saat mereka sarapan pagi.

"Kapan, Mas?" Inggit sudah biasa diminta Fandi menemani ke berbagai acara perkumpulan para pengusaha. Inggit sadar, untuk itulah dirinya dinikahi oleh Fandi. Sebagai boneka yang bisa dipertontonkan saat Fandi ada acara.

"Malam ini. Kamu mau 'kan?"

"Bukankah memang Mas menikahiku agar aku bisa menemani Mas menghadiri acara semacam ini?" kata Inggit dengan dingin.

"Git, itu 'kan dulu. Sekarang Mas berbeda. Mas mau kita memulai semuanya dari awal. Mas mau kita benar-benar menjadi suami istri yang saling mencintai." Fandi menyentuh tangan Inggit dan menciumnya.

Inggit tak merasakan apapun saat Fandi melakukan hal itu. Berbeda dengan dulu, diajak ke acara dan bisa menggandeng Fandi saja rasanya jantung Inggit terus berdebar sepanjang acara. Inggit pun merasa heran, kemana perginya semua perasaan sukanya terhadap Fandi. Semua seakan sudah menguap sejak ia mengenal Dalvin.

Inggit menarik tangannya dan berdiri sambil membereskan piring kotor. "Aku akan siap-siap dan berdandan rapi seperti biasanya. Mas tenang saja, aku tak akan mempermalukan Mas di depan yang lain."

Fandi kembali merasakan sikap dingin Inggit. Ia sudah berusaha berubah namun nampaknya perasaan Inggit terhadapnya sudah hilang. Sekeras apapun Fandi berusaha mendekati, Inggit tetap saja bersikap dingin.

****

Inggit sudah berdandan cantik dan siap menghadiri acara para pengusaha sukses negeri ini. Inggit memakai dress selutut tanpa lengan dengan bagian leher tertutup, mirip dengan dress yang biasa dikenakan aktris mandarin. Cocok sekali di kulit putihnya.

Fandi tersenyum melihat Inggit yang terlihat cantik sekali. Fandi menyesal, kenapa baru sekarang ia menyadari betapa cantiknya Inggit. "Cantik sekali kamu, Git!" puji Fandi.

Inggit tak berkata apa-apa. Ia berjalan melewati Fandi menuju mobil miliknya. Tatapan mata Inggit malah tertuju pada rumah Dalvin yang sepi. Tak ada mobil Dalvin di garasi mobilnya.

Inggit kembali membayangkan betapa takutnya Dalvin saat menyaksikan peristiwa kejam di usianya yang baru SMP. Betapa besar trauma yang ia rasakan karena itu Dalvin sangat takut Inggit disakiti oleh Fandi.

Sepanjang perjalanan, Inggit memilih untuk diam. Inggit masih memikirkan Angel dan bagaimana keadaannya saat ini. Tak terasa mereka sudah sampai di hotel bintang 5 tempat diselenggarakannya acara pertemuan.

Fandi menggandeng Inggit sambil tersenyum pada beberapa kolega bisnis yang menyapanya. Inggit yang cantik berhasil memikat banyak pasang mata. Sayangnya, Inggit malah tak terlihat tertarik sama sekali. Wajahnya datar tanpa senyum.

Fandi yang dianggap sebagai salah satu pengusaha sukses di usia muda dipersilahkan untuk memberi sambutan. Bukannya memperhatikan suaminya, mata Inggit malah memandang sekitar dan tak sengaja bertemu Dalvin.

"Dalvin juga diundang? Bukankah acara ini khusus untuk pengusaha sukses di negeri ini? Apa Dalvin juga termasuk di dalamnya? Bukankah Dalvin selama ini bekerja sesuka hatinya?" batin Inggit.

Belum terjawab rasa penasaran Inggit, ia harus ikut bertepuk tangan saat Fandi selesai dengan pidatonya.

"Ibu ... Inggit? Wah, saya tak menyangka bisa bertemu Ibu Inggit di sini. Apa kabar?" sapa seseorang yang membuat Inggit terkejut melihatnya berada di ruangan ini.

"Pak Sumanto?"

****

1
nobita
akhirnya ketemu juga pencarian Dalvin
nobita
kapokk kamu.. bikin gregetan nihh mama Olla
nobita
penyesalan memang datang terlambat
nobita
lanjutkan Dalvin aku mendukung mu.. baru kali ini aku dukung pebinor dalam novel 🤭😄
nobita
siapa Dalvin sebenarnya ya??
nobita
kurasa Dalvin PDKT pada tetangga baru
nobita
aku mampir kak
Sri Wulan Hazariah
Luar biasa
Elsa Chan
mantap
Elsa Chan
padahal udah berharap banyak sama fandi
indira kusuma wardani
Luar biasa
bunda DF 💞
luar biasa,,, sat set bener ceritanyaaa
lucky gril
Asli ini tuh seru keripu dengan jalan ceritanya,mungkin pada ragu tumben k'mizzly bikin karya kok dikit😅

tapi ini bisa jadi recomended tuk nunggu up nya si seruni😍😍😍
lucky gril
novel terpendek karya k'mizly tapi di buat jungkir balik mak sama ceritanya,sempet takut bacanya kok cuma dikit takut novel gantung ternyata asli keren banget.
makasih k'mizzly tahan banting dengan komentar2 mak ini🙏🙏🙏
lucky gril
wong kamu yg jadi cium an pertama angel ,vin😁
lucky gril
telat om fandi sudah cerai in ,malu dong balik lagi🤣🤣🤣
lucky gril
y'ampun ternyata oh ternyata orang licik tetap licik mak teerkecoh kali ini😔
lucky gril
kaasih toleransi boleh😥
selama 3 tahun ,fandi begitu kan karna dia trauma juga dengan wanita,bukan selingkuh😔.
harusnya inggit eh angel mengerti itu sebagai istri🙏🙏🙏
lucky gril
awal part mak dukung penuh dalvin merebut inggit.

seandainya fandi berterus terang dr awal mungkin ...
lucky gril
mak bimbang milih yg mana😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!