#WARNING!!
Erina, seorang gadis remaja yang telah dibutakan mata dan hatinya dengan mencintai seorang laki-laki bernama Doni. Rasa cintanya yang begitu besar, membuatnya tidak mampu melihat siapakah sosok Doni yang sesungguhnya.
Erina menyerahkan seluruh jiwa dan raganya, bahkan kesuciannya untuk laki-laki yang akhirnya malah mencampakkannya, demi seorang wanita kaya, yang mampu mengangkat derajatnya dalam sekejap.
Doni meninggalkan Erina dengan luka dan penderitaan yang teramat sakit yang membuatnya benar-benar terpuruk dan hancur.
Ikuti kisahnya ya sobat dan mohon dukungannya...🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ida Kitty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 27
Doni terus saja berusaha mendekati Shella, sepertinya dia benar-benar tertarik dengan sosok Shella.
"Kamu baru pertama kali kesini ya? soalnya aku baru melihatmu malam ini," tanya Doni
"Iya, sepertinya kamu hobi minum,"
"Ah, tidak juga. Hanya sesekali, cuma untuk menghilangkan stres karena pekerjaan. Kamu sendiri? suka juga ke tempat seperti ini?"
"Suka, buat ngilangin stres juga,"
"Mau menikmati musik? sekedar happy-happy aja,"
"Boleh,"
Mereka berdua pun bergabung dengan orang-orang menikmati musik, menggerakkan tubuh mereka, mengikuti alunan musik disco.
Doni tidak membuang-buang kesempatan, dia mendekati tubuh Shella, lalu memeluknya.
"Boleh aku katakan sesuatu?" bisik Doni ditelinga Shella.
"Apa?"
"Kamu cantik sekali, seksi dan lincah,"
"Cantik mana dengan istrimu?"
"Kamu tau aku sudah beristri?"
"menebak saja,"
"Iya, aku memang sudah punya istri. Tapi istriku sangat membosankan, dia ibu rumah tangga yang tidak bisa merawat penampilannya. Sedangkan kau tau sendiri kan, laki-laki sibuk sepertiku butuh hiburan dan butuh wanita yang menarik untuk menghilangkan rasa lelah dan stres. Contohnya ya wanita sepertimu. Ku suka penampilanmu, membuatku jadi semangat,"
"Dasar laki-laki brengsek kamu,"
"Sekilas memang aku terlihat seperti itu, tapi jujur, aku bukan lelaki hidung belang yang suka main wanita, apalagi dengan wanita penghibur. Aku tidak pernah tertarik dengan wanita seperti mereka, aku suka wanita sepertimu. Jinak-jinak merpati,"
"O ya? tapi aku tidak yakin, kamu bisa menangkap merpati, karena itu tidak mudah, penuh tantangan,"
"Aku tidak perduli meski itu tidak mudah, aku akan tetap berusaha, sampai aku mendapatkannya. Kau tau, aku suka yang ada tantangannya, karena saat kita berhasil mendapatkannya, itu akan terasa sangat memuaskan,"
"Oke, kita lihat saja nanti," ucap Shella yang langsung kembali ke tempat duduknya, karena mereka sudah lumayan lama berdisco, sampai mereka berkeringat. Doni pun mengikuti Shella dari belakang.
Mereka pun melanjutkan meneguk minuman lagi, Doni yang biasa minum masih terlihat segar. Berbeda dengan Erina yang baru pertama kali merasakan minuman keras, kepalanya sudah mulai terasa pusing. Sebenarnya dia tidak ingin minum, tapi untuk totalitas rencananya, dia harus melakukannya. Tidak ingin terjadi apa-apa dengan nya, dia pun berhenti minum dan memilih untuk pulang.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Doni yang khawatir dengan keadaan Shella yang sepertinya tidak baik-baik saja,"
"Aku hanya sedikit pusing, aku ingin pulang,"
"Lain kali jangan terlalu banyak minum, kamu sendirian? apa perlu aku antar. Aku khawatir dengan keadaanmu,"
"Tidak perlu, aku gak sendiri," jawab Shella sambil melambaikan tangan pada kedua anak buah Rossa yang berada tidak jauh dari mereka.
"Sebelum kamu pulang, boleh aku minta nomor ponselmu?"
"Jangan mimpi aku akan memberimu nomor ponsel, tidak semudah itu bung. Buktikan dulu, sampai mana kamu menginginkanku," bisik Shella ditelinga Doni.
"Siapa takut, aku akan buktikan, kalau aku benar-benar sangat menginginkanmu. Aku suka caramu ini," bisik Doni balik di telinga Shella.
"Ku tunggu bukti itu," ucap Shella sambil menarik bagian depan baju Doni, yang membuat tubuh Doni tertarik, sehingga wajah mereka pun berdekatan.
Posisi itu benar-benar membuat Doni ingin mencium Shella, dia pun mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Shella, berniat ingin mencium Shella. Tapi dengan cepat Shella mendorong tubuh Doni dan langsung pergi meninggalkan Doni. Membuat Doni hanya tersenyum dan semakin penasaran dengan sosok Shella.
Doni masih saja memperhatikan Shella berjalan meninggalkannya, tiba-tiba dua anak buah Rossa yang mengikuti Shella menghampirinya.
"Jangan macam-macam kamu dengan bos Shella, sedikit saja kamu menyakitinya, kami habisi kamu,"
"O...jadi kalian anak buah Shella, jangan khawatir, aku tidak akan pernah menyakiti bos kalian. Sebaiknya kalian juga jangan terlalu ikut campur urusan pribadi bos kalian, tugas kalian hanya menjaga keamanannya bukan ikut campur urusannya," jawab Doni yang langsung pergi meninggalkan mereka.
Anak buah Rossa pun terlihat sangat emosi dengan sikap Doni dan berniat memberi pelajaran, namun temannya buru-buru menahannya.
"Sudah, tahan emosimu. Tugas kita hanya mengawasi non Erin. Ingat pesan bos Rossa, kita tidak boleh membuat masalah,"
"Oke,"
Mereka pun langsung pergi keluar, menyusul Erina yang sudah lebih dulu keluar ruangan.
happy ending🍉🍉🍉