NovelToon NovelToon
Dimensi Dunia Lain

Dimensi Dunia Lain

Status: tamat
Genre:Mafia / Time Travel / Identitas Tersembunyi / Kebangkitan pecundang / Chicklit / Tamat
Popularitas:22.3k
Nilai: 5
Nama Author: bucin fi sabilillah

Zevanya Laureen adalah seorang gadis keturunan Mafia yang begitu sadis. Sedari kecil ia sudah di asuh oleh salah satu keluarga terpandang di negara kelahirannya.

Zeva kerap kali mendapatkan kekerasan pada mental dan juga fisiknya. Hingga suatu kejadian membuat Zeva koma dan kehilangan ingatannya. Semua perlakuan itu hilang begitu saja. Mereka yang awalnya begitu berani menyakiti Zeva, kini menjadi takut ketika melihatnya.

Apakah yang terjadi kepada Zeva?
Apakah Zeva akan menjadi sosok yang kuat seperti keluarganya terdahulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bucin fi sabilillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

“Duh, udah hampir malem.” Gerutu Zeva, dia tergesa-gesa mengenakan pakaiannya. Baju rajut dan dalaman berwarna hitam sebagai teman Zeva untuk pergi. Zevanya juga memakai celana di atas lutut dan sepatu boots kebanggaan yang dibelikan Zeo kemarin.

Ya, benar sekali, setelah apa yang terjadi kemarin, keduanya menyempatkan waktu bersama untuk pergi ke pasar malam. Di sana Zeo berburu banyak barang untuk Zeva. Yang jelas, jika Zeva pegang, Zeo akan membelikannya untuk Zeva.

Jadi, meskipun Zeva menolak, Zeo tetap akan membelikannya, sebab Zeva sudah memegang dan melihat-lihatnya. Pada akhirnya, barang belanjaan mereka, atau tepatnya Zeva sangatlah banyak.

Kini, Zeva sedang merias tipis wajahnya. Cuaca dingin tak membuat Zevanya mengganti celananya juga. Saat dirasa sudah siap, Zevanya keluar lewat jendela kamarnya.

Zevanya mengendap-endap untuk menuju hutan di belakang rumah yang bisa membawanya menuju bukit itu. Zevanya yang kekuatannya sudah sangat terlatih, tidak lagi takut terhadap bahaya yang akan membuatnya terkejut.

Meskipun begitu, Zevanya tetap saja harus waspada, sebab bisa dibilang bahwa hutan ini adalah hutan berbahaya yang memiliki ribuan binatang malam, maksudnya binatang yang aktif di malam hari. Zevanya selalu memperhatikan jalannya agar tidak melakukan kesalahan.

Namun, jika sial tetaplah sial, Zevanya jatuh ke rerumputan yang membuat pahanya tergores. Zevanya meringis, tetapi itu tak membuatnya gentar untuk menemui Wollfi.

Pada akhirnya, melalui perjalanan yang panjang itu, Zevanya sampai ke atas bukit. Masih sama, seperti dua hari lalu saat Zevanya mengunjunginya.

“Wollfiii!” panggil Zevanya. Oke, percobaan pertama Wollfi tidak keluar. Zevanya kembali memanggil sampai di percobaan ketiga Wollfi keluar dengan tampang sangarnya. Namun, saat tahu itu adalah Zevanya, dia langsung mengubah mimik mukanya.

Benar, Wollfi tengah di wujud serigalanya. Dia tidak mengubah dirinya dulu tadi. Pada akhirnya, dia berubah tepat di depan Zevanya yang masih saja takjub jika melihat dia.

“Ada apa, Zeva?” Wollfi memang mengubah panggilannya seperti yang Zeva inginkan.

“Gapapa, kan kita udah janji mau ketemu, apakah kamu lupa?” tanya Zevanya.

Keduanya mengobrol seperti biasa, berbicara tentang kultivasi sederhana dan lain-lain. Zevanya bisa dikatakan nekat memang. Sebab dia tahu larangan kakeknya, dan malah berlatih diam-diam, apakah dirinya tidak takut terjadi apa-apa? Jawabannya adalah tidak. Menurut Zevanya, selama ada Wollfi dirinya akan aman.

Baiklah-baiklah, dia terus membanggakan Wollfi. Sementara, di sudut lain, tepatnya di antara pohon-pohon yang rindang dan menyeramkan ketika di malam hari seperti ini. Ada seorang lelaki bertopeng hitam yang memperhatikan keduanya.

Entah apa maksudnya, tetapi dia juga memegang kamera kecil. Dia mengambil gambar Wollfi dan Zeva. Meski dia tidak tahu apa yang mereka bicarakan, sebab dia memilih posisi yang aman.

Kemudian, saat lelaki itu sudah mendapatkan apa yang diinginkannya, dia pergi. Dengan berbekal kamera, dia meloncat dari satu pohon ke pohon yang lainnya dengan sangat cepat. Bagaikan ninja.

Di tengah keasikan keduanya yang tengah melakukan kultivasi, Wollfi dan Zeva tidak sadar bahwa telah terjadi kerusuhan di rumah besar Theo dan istana kerajaan.

Banyak orang yang berpikir tidak-tidak, terlebih koran dengan foto Zeva yang tengah tersenyum kepada Wollfi begitu jelas.

Mereka berspekulasi dan tidak dapat menahannya. Wajah Wollfi memang tidak jelas, tapi semua orang dapat mengatakan ini adalah foto asli.

Orang-orang juga tidak terlalu paham atau mengerti mereka di mana, jikapun mengerti, mereka tidak akan menyadari bahwa bukit itu adalah bukit yang tersambung dengan dua jalan. Pertama, hutan terlarang, dan kedua hutan biasa.

Di rumah besar Walcott, semuanya gempar! Terlebih saat Theo membaca koran yang tiba-tiba dikirimkan saat malam itu, padahal dia tidak memesan koran. Tentu saja Theo langsung membacanya dengan saksama.

Namun, alangkah terkejut dirinya saat tahu itu adalah cucunya sendiri, iya, di foto itu terpampang jelas Zevanya Laureen tengah tersenyum dengan seorang pria di bukit. Mana mungkin Theo tidak tahu jika pria itu bukanlah Zeo. Sebab, saat ini Zeo juga tengah berada di kediaman Theo membahas masalah air kemarin.

Theo juga sudah melakukan validasi rumor itu. Baru saja dirilis beberapa menit yang lalu. Jika benar itu Zeva, maka Zeva tidak ada di kamarnya. Benar saja, ketika pelayan mengecek kamar Zeva, tidak ditemukan Zevanya Laureen di mana saja.

Alhasil, Theo meradang. Mukanya memerah dengan kuku-kukunya yang memutih seiring genggamannya semakin kuat. Awalnya Zeo tidak ingin bertanya-tanya tentang Zeva. Namun, karena matanya melihat koran yang dibaca kakek Theo menunjukkan Zeva, dia jadi penasaran.

Zeo membacanya, seiring mukanya menjadi putih, ya, putih karena pucat. Zeo hanya bisa bersandar saja. Dia meredam emosi yang mencuat.

Banyak pertanyaan di benaknya. Siapa dia? Pria itu siapa? Apakah benar mereka berdua tengah selingkuh? Mengapa Zevanya tidak bisa menjaga perasaannya? Bagaimana Zeo harus bersikap setelah tahu hal ini? Apa Zeo bisa menahannya sampai Zeva yang bercerita?

Zeo tidak setahan dan setegar itu. Dirinya langsung beranjak, dia kembali ke kamarnya melalui teleportasi. Zevanya dan Zevanya. Pikiran Zeo dipenuhi Zevanya kali ini, semuanya tentang Zevanya. Seandainya dia tidak sayang dan cinta, mungkin dia tidak akan seperti ini. Zeo menyesal, tapi hanya sedikit.

Tidak-tidak, Zeo tidak menyesal, tapi dia kecewa. Bagaimana bisa kepercayaannya dihancurkan hanya dengan sebuah foto. Lalu, dengan jelasnya, semua rumor itu terbukti saat kamar Zevanya kosong.

Zeo memukul barang di sekitarnya, dia sangat-sangat kecewa. Zeo tak lagi peduli meskipun tangannya luka-luka. Zeo menangis frustasi. Tak ada lagi yang bisa diharapkan. Namun, Zeo tak sanggup jika harus melepas Zeva.

Zevanya merasa waktu sudah malam dan dia juga merasa sudah terlalu banyak bercerita, maka dari itu, Zevanya izin pamit. Wollfi mengiyakan. Wollfi berubah wujud lagi dan membuat Zevanya terkekeh.

“Antar aku sampai ke luar berani nggak?” tantang Zeva. Dia masih saja bisa bermain dengan Wollfi, jika saja dia tahu dengan kekacauan yang terjadi, apa mungkin dia masih santai atau malah ketar-ketir?

Baru juga sampai kamarnya, Zeva bisa melihat sekitar 3 pelayan yang ada di sana. Zeva bertanya-tanya dalam hati. Apakah terjadi sesuatu?

Dengan niat dan hati yang sedikit menciut, Zevanya masuk. Dia menelisik sekeliling kamarnya, aman.

“Anda sudah ditunggu Tuan Theo di ruangannya, Ratu.” Ucapnya tersenyum.

“Kenapa?” tanya Zevanya. Tidak mungkin jika Theo memanggil tanpa maksud tertentu.

“Saya tidak tahu, Ratu. Lebih jelasnya, anda bisa tanyakan sendiri kepada Tuan Besar.” Ucap pelayan itu. Bukan tidak tahu, tepatnya memilih untuk tutup mulut. Dia tidak mau usahanya membawa Zeva ke ruangan Tuannya itu gagal hanya karena dia membocorkan masalah sepele itu.

Kira-kira aku bakal diapain ya. Tanya Zevanya dalam hati. Dia berpikir bahwa dia sudah ketahuan suka keluar malam.

1
saltsanddanmoothies
Thor aku ini manggil author lho bukan Thor temennya Kapten Amerika, jadi dimohon segera untuk up bab selanjutnya!
Bryand 😎🎤🎧
next thor
Bryand 😎🎤🎧
lanjut
Bryand 😎🎤🎧
mantab
Bryand 😎🎤🎧
lanjut
Drone Ground
semangat selalu Thor aku suka ceritanya ❤️❤️
Zizi Suartini
Keluarkan semua babmu Thor! Mata ini masih kuad membacanya!
SoftMambo
Maaf ya thor kalau kita teriakin buat up bab terus pdhl author yg mikir.. soalnya emg aku nunggu bgt lanjutannya
meylani putri 2
lanjut
Respati Wijaya
Kita emang nunggu crazy up, tapi author jangan cape-cape, ya! Jangan lupa makan, thor!
🎤K_Fris🎧: iya kak, di tunggu yaa, jangan lupa like nya☺☺
total 1 replies
CutieBun
waaah... makin seru aja nih... like for u...
🎤K_Fris🎧: terimakasih kak, dukung terus ya
jangan lupa tinggalkan like juga
total 1 replies
Valley
baguss :)
Irma Purwanti
Serruu bangett ceritanyaa,,,, ok bgt😍
🎤K_Fris🎧: jangan lupa tinggal kan like nya ya kak.
terimakasih
total 1 replies
DazzledSweetie
Aaaa! Author kece! Crazy up thor!
🎤K_Fris🎧: di bantu likenya ya kak
terimakasih ☺
total 1 replies
Cakrabirawa Tarihoran
Udah pewe rebahan taunya ceritanya ngegantung.. yasalam banget hiks!
🎤K_Fris🎧: novelnya bersambung ya kak, kita update 2 bab, per hari
jangan lupa subscribe ya, kalau nnti sayaa update kakak dpt notifikasi Nya, terimakasih ☺
total 1 replies
Garden Rose
Jangan lama2 ya thor updatenya, aku gamau lari2 pindah tempat yg lain huhu
🎤K_Fris🎧: bantu likenya ya kak, terimakasih ☺☺
total 1 replies
ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ
parah emang narsis nya ga ketulungan 😂
ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ: okey kkak... siap
total 2 replies
ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ
adikku yang mana 😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!