Bagaimana jika sosok lembut dan ramah seperti Glow Magnolia Wilson bertemu dengan Zeppelin Blaze Ruiz — seorang ketua geng motor brutal yang memiliki sikap skeptis dan sangat dingin.
Sebuah insiden mempertemukan mereka berdua di mana Glow yang berprofesi sebagai seorang dokter harus menolong Blaze yang tertembak di tengah jalan akibat dari perang antar geng di Madrid.
Bagaimana kisahnya? Apakah Glow mampu merubah kebrutalan Blaze yang sudah berada di ambang batas tertinggi? Yuk simak kisahnya … Jangan lupa follow ig author @zarin.violetta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Lima hari yang lalu …
“Aku akan menikahinya,” ucap Blaze to the point pada seseorang di seberang teleponnya.
“Apa dasarmu ingin menikahinya? Kau mencintai adikku?” tanya Arvy Wilson — kakak Glow.
“Hmm,” jawab Blaze singkat.
“Kau baru mengenalnya dua hari dan sekarang ingin menikahinya? Lucu sekali,” sahut Arvy.
“Tak ada yang lucu sama sekali. Apakah ada batas minimal waktu untuk menyukai seseorang dan ingin menikahinya?” ucap Blaze.
“Apa yang akan kau berikan pada adikku?” tanya Arvy.
“Apa pun yang dia inginkan bahkan nyawaku sekalipun,” jawab Blaze.
“Ck ck ck … Kau sudah cinta mati rupanya. Kau tahu? Tak hanya kau yang menyukai adikku dan ingin menikahinya. Dan aku tak semudah itu menerima lamaranmu ini,” ucap Arvy.
“Apa yang harus kulakukan agar kau menerimaku?” tanya Blaze.
“Aku sudah menyelidikimu dan kau pasti tahu itu. Kau tak punya sisi negatif kecuali perkelahian antar geng. Bagi kami itu bisa ditolerir karena perkelahian hal yang lumrah dalam keluarga besar kami. Tapi kau memiliki sifat temperamental yang buruk dan sangat sulit mengendalikan emosimu. Aku tak mau adikku merasakan hal itu darimu,” jawab Arvy.
Blaze terdiam sebentar karena ia memang mengakui hal itu.
“Dan lagi pula adikku tidak mencintaimu. Dia hanya bertugas sebagai Dokter pribadimu. Jangan memaksa perasaannya,” lanjut Arvy.
“Aku akan mendekatinya hingga dia mau menerimaku. Aku mencintainya dan aku tak akan menyakitinya,” sahut Blaze.
“Itu bukan cinta, tapi kau terobsesi padanya, Blaze. Terkadang obsesi bisa membuat seseorang menjadi gila karena memiliki rasa yang begitu ingin memilikinya tanpa memikirkan hal lain lagi meskipun mendapatkannya dengan cara licik dan curang. Kau akan berhadapan denganku jika itu terjadi pada adikku,” kata Arvy.
“Awasi aku jika kau tak percaya padaku. Kerahkan sniperku jika aku sampai menyakitinya,” sahut Blaze.
Arvy terdiam. Memang selama ini banyak yang mendekati Glow dan bahkan ingin meminangnya, tapi baru Blaze yang dengan beraninya langsung meminta Glow padanya.
Peran Arvy pada Glow lebih dominan dibanding sang ayah — Aiden Wilson.
Jadi itu lah mengapa Blaze langsung melamar Glow melalui sang kakak yang sangat perotektif itu.
“Oke, aku mengizinkanmu mendekati adikku. Aku mengawasimu, Blaze,” jawab Arvy akhirnya.
“Dan aku akan menyingkirkan semua hambatan termasuk pria yang mendekati Glow. Dan jangan mencegah aku untuk hal itu. Yang penting adalah aku tak akan menyakiti Glow,” kata Blaze.
Lalu Blaze dan Arvy pun menyelesaikan pembicaraan mereka kala itu dengan kesepakatan bahwa Blaze akan mendekati Glow sampai wanita itu menerimanya dan Arvy tak boleh mengganggu proses pendekatan itu.
*
*
“Dokter, ada yang mencarimu,” ucap salah seorang perawat ketika Glow sedang menyusuri lorong rumah sakit dan baru keluar dari ruangan.
Glow berhenti melangkah.
“Siapa?” tanya Glow.
“Pangeranmu, siapa lagi?” sahut perawat itu tersenyum.
“Ooohh … Kapan dia akan berhenti melakukan ini?” ucap Glow dan berjalan ke arah lobby rumah sakit di mana Blaze menunggu.
Meskipun Blaze mengizinkan Glow kembali bekerja di rumah sakit, tapi Blaze selalu mengunjunginya ke rumah sakit di saat jam makan siang.
Blaze seakan tak mau membiarkan Glow makan siang dengan siapa pun kecuali dirinya. Blaze bahkan memiliki daftar Dokter pria di rumah sakit itu yang suka pada Glow.
Diam-diam Blaze memiliki mata-mata di rumah sakit yang dibayarnya untuk mengawasi gerak gerik Glow dan juga para pria yang mendekatinya.
Tapi dari juga sih Glow yg selalu ingin masuk campur hal Blaze,Yang seharusnya bisa aja dia panggil dokter lain,..