NovelToon NovelToon
HIGH SCHOOL LOVE STORY

HIGH SCHOOL LOVE STORY

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Tamat
Popularitas:64.6k
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

Masa-masa SMA memang masa-masa yang tidak bisa dilupakan. Mulai dari percintaan, persahabatan, bahkan perseteruan diantara sesama teman.

Bagaimana jadinya jika para anak-anak sultan berkumpul menjadi satu? banyak suka duka, canda tawa, yang akan mereka rasakan.

Yuk, simak keseruan mereka dalam masa-masa remaja yang sangat menyenangkan dan dibalut dengan kisah komedi yang akan mengocok perut kalian semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 Hari Pertama Puasa Part II

Setelah selesai mengerjakan tugas masing-masing, akhirnya mereka pun makan sahur. Gavin dan Genk makan sembari memejamkan matanya, sungguh mereka sangat ngantuk karena mereka baru saja tidur 2 jam sudah dibangunin.

"Kalian kenapa makan sembari tutup mata kaya gitu?" tanya Pak Komar.

"Ngantuk, Pak," sahut Langit.

Semuanya selesai makan, Geng Gavin dan si kembar berdiri dan hendak masuk kamar tapi lagi-lagi di hentikan oleh Pak Komar.

"Mau ke mana kalian?"

"Sambung tidur, Pak," sahut Ghani dengan menguap.

"Memangnya kalian pikir ini di rumah kalian apa? kembali duduk, sebentar lagi adzan subuh dan kita harus shalat subuh berjamaah!" sentak Pak Komar.

Akhirnya dengan berat hati, mereka pun kembali duduk. Sembari menunggu adzan subuh, mereka duduk sembari memejamkan matanya sungguh saat ini mereka sangat ngantuk.

Sementara itu, Vira yang memang tidak dibangunkan baru saja menghampiri semuanya menjelang detik-detik menuju adzan.

"Kamu baru bangun, Vira?" tanya Umi Annisa.

"Iya, Bu Ustadz soalnya tidak ada yang membangunkan aku," sahut Vira kesal.

"Lah, memangnya kalian tidak membangunkan Vira?" tanya Umi Annisa sembari menatap Alea dan teman-temannya satu persatu.

Semuanya menggelengkan kepalanya sembari menunduk dan Umi Annisa hanya bisa geleng-geleng.

"Ya sudah, mumpung masih ada waktu 5 menit lagi, lebih baik sekarang kamu makan dulu."

"Tidak apa-apa Bu Ustadz, aku minum teh manis saja," sahut Vira.

"Memang kamu akan kuat menjalani puasa seharian?"

"Iya, Bu Ustadz."

"Ya sudah, kamu buat sendiri ke dapur."

Vira bukannya tidak mau makan tapi waktu 5 menit tidak akan cukup untuk Vira, jadi dia terpaksa minum teh manis saja.

Tidak lama kemudian, terdengar suara adzan mengumandang dan semua santri dan santriwati berbaris untuk mengambil air wudhu.

"Kenapa kalian tadi tidak membangunkan aku?" kesal Vira.

"Idih, memangnya kita kenal?" ketus Vina.

Alea langsung menutup mulut Vina dengan tangannya.

"Sudah, ayo kita wudhu ini adalah hari pertama kita puasa jangan sampai puasa kita batal hanya gara-gara bertengkar," seru Alea.

"Memangnya kalau bertengkar, puasa kita batal?" tanya Alexa.

"Menurut yang aku dengar seperti itu, tapi lebih jelasnya nanti kita tanyakan sama Pak Ustadz," sahut Alea.

Semuanya akhirnya melaksanakan shalat subuh berjamaah, mereka shalat dengan khusuk. Setelah shalat subuh selesai, semuanya duduk dengan rapi dan Abi Alwi duduk di depan dengan menghadap kepada para santri dan santriwati.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu."

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatu."

"Hari ini adalah hari pertama kita menjalani puasa di bulan ramadhan, semoga selama menjalankan puasa diberikan kelancaran dan kekuatan untuk menahan semua godaan yang datang kepada kita," seru Abi Alwi.

"Amin."

"Siapa yang tahu, hal-hal apa saja yang akan membatalkan puasa?" tanya Abi Alwi.

Arsya mengangkat tangannya tinggi-tinggi. "Makan dan minum, Pak Ustadz!" teriak Arsya dengan bangganya.

"Betul, makan dan minum dua hal yang akan membatalkan puasa, tapi ada beberapa hal yang tidak akan membatalkan puasa tapi akan mengurangi pahala puasa kita, apa ada yang tahu?" seru Abi Alwi.

"Gue hebat kan, bisa jawab," bisik Arsya kepada Langit.

"Anak TK saja bisa kalau jawabannya makan dan minum," ledek Langit.

"Ishh..ishh..tapi kan yang jawab duluan gue, sudah pasti Bapak mertua bakalan bangga sama gue," seru Arsya.

Langit hanya memutar bola matanya mendengar ucapan sahabatnya itu, sedangkan Arsya tampak bahagia dan merasa bangga dengan jawabannya padahal semua orang juga tahu kalau makan dan minum hal yang utama membatalkan puasa.

"Apa tidak ada yang tahu, apa saja hal-hal yang tidak akan membatalkan puasa tapi akan mengurangi pahala puasa kita?"

Semua orang terdiam tidak ada yang jawab sama sekali.

"Ada banyak sekali orang yang berpuasa tapi mereka tidak dapat apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan haus. Mereka adalah orang-orang yang tidak bisa menjaga lisannya, tidak bisa menjaga pandangan matanya, tidak bisa menjaga pikiran, dan tidak bisa menjaga hati. Contohnya, pertama di siang hari banyak menonton acara gosip khusunya untuk kaum wanita, kedua banyak yang membicarakan aib orang lain, ketiga' banyak yang tidak bisa menahan amarahnya dan meluapkan amarahnya dengan mengeluarkan kata-kata yang dilarang oleh Allah subhanahuwata'ala. Seperti, dia mencela, melontarkan kata-kata tidak baik, menyakiti hati orang lain, dan mengambil hak orang lain, itulah orang-orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan pahala apa pun kecuali lapar dan haus."

"Dengerin tuh," sindir Alexa sembari mendelikan matanya ke arah Vira.

"Apaan sih," ketus Vira.

"Istighfar Alexa, jangan begitu," seru Aleena.

"Astagfirullah, baru saja beberapa jam makan sahur sudah ada saja godaannya," seru Alexa dengan mengusap dadanya.

"Jadi, mudah-mudahan adik-adik sekalian di jauhkan dari hal-hal seperti itu karena sayang kita sudah puasa menahan lapar dan haus tapi kita tidak mendapatkan apa-apa," seru Abi Alwi.

"Iya, Ustadz!" sahut semuanya.

"Baiklah, setelah ini kalian kerjakan tugas kalian seperti biasa."

"Baik, Ustadz."

"Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu."

"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatu."

Abi Alwi bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan mushala.

"Astaga, gue pikir setelah ini kita bisa tidur lagi tapi nyatanya malah di suruh kerja," gerutu Gavin.

"Sumpah, gue ngantuk banget ini," seru Putra.

"Ayo semuanya, segera mengerjakan tugas seperti biasanya!" teriak Pak Komar.

Pak Komar segera membawa alat-alat perkebunan dan ia berikan kepada Geng Gavin dan juga si kembar.

"Tugas kalian adalah membersihkan kebun di halaman belakang pondok pesantren, karena rumput di sana sudah mulai tinggi dan banyak," seru Pak Komar.

"Tenang Vin, cuma kebun, kita harus segera membersihkannya supaya kita diberi izin istirahat," seru Arsya.

"Benar juga."

Akhirnya dengan langkah gontai, mereka pun menuju halaman belakang tapi sesampainya di belakang, betapa terkejutnya mereka melihat hamparan perkebunan berbagai macam sayuran yang sangat luas.

Bahkan mereka sampai menganga dan melotot melihatnya.

"Anjir, gue pikir kebunnya sepetak ternyata luasnya sama dengan luas lapangan sepak bola ini mah," seru Arsya.

"Busyet, bisa-bisa nanti buka puasa baru selesai," seru Langit.

"Gila, gak masuk di akal," seru Garra.

Tiba-tiba Geng Alea lewat dengan membawa peralatan bersih-bersih.

"Kak Langit, semangat!" teriak Vina.

"Oh tentu dong Vin, semangat 45 ini," sahut Langit dengan menggerak-gerakkan tangannya.

Alea menatap Gavin, lalu Gavin mengedipkan sebelah matanya membuat Alea tersenyum malu-malu.

"Lo gak dengar apa kata Pak Ustadz tadi, harus jaga pandangan nanti puasa Lo gak dapat pahalanya," seru Gabby dengan mengusap wajah Abangnya itu.

"Sialan Lo, Gab. Dasar adik gak ada akhlak Lo!" kesal Gavin.

Geng Alea pun segera pergi, sedangkan Arsya gak berani menyapa Aleena karena Aleena terlihat menundukkan kepalanya. Sementara itu Vira sangat kesal, karena senyuman manisnya sama sekali tidak digubris oleh Arsya.

Berbeda halnya dengan Ghani, yang senyum-senyum sendiri melihat kehadiran Gabby.

"Ayo guys, kita mulai bekerja!" seru Gavin.

Semuanya mulai membersihkan kebun sayur-sayuran milik pondok pesantren itu dengan bersama-sama, bahkan saat ini rasa ngantuk mereka sudah mulai menghilang karena barusan sudah diberikan semangat oleh para cewek cantik.

1
Dewi Yanti
si vira knp kelakuannya g ngikutin ibra aja sih
Qaisaa Nazarudin
Waah Gavin gak ada tokoh dan gak cocok jadi pemimpin..
Patrick Khan
.sumpah q gk tega liat alea😭😭
Patrick Khan
.abi alwi bikin adem😊😊.
Patrick Khan
gavin bucin bgt..jaman sma emang bikin senyum2 sendiri..😁😁
Bumi Hutan Lestari
🤣🤣🤣 ya kali BTS bule
🌸so0bin🌸
hadeh geng rusuh ikutan juga....bakalan rame tuh pesantren
🌸so0bin🌸
emang paling bener lah ya mama vio 🤣🤣🤣🤣
🌸so0bin🌸
kacau duh si vina 🤣🤣🤣🤦‍♂️🤦‍♂️🤦‍♂️
🌸so0bin🌸
Si vira ikut mondok juga kah....harusnya sekalian di rukyah tuh si vira di pondok biar otaknya lurus menuju jalan kebenaran
🌸so0bin🌸
jadi santri dong gavin 😆😆😆
🌸so0bin🌸
rencananya keduluan sama anaknya dong 🤣🤣🤣
🌸so0bin🌸
ngakak sama kelakuan si vina 🤣🤣🤣🤣🤣
🌸so0bin🌸
aku juga ikutan dongkol sama kelakuan si vira 🙄🙄
🌸so0bin🌸
alasan aja fokus pelajaran si ghani mah takut gak dapet restu dari gavin yg ada
🌸so0bin🌸
yg sabar ya pak kepsek menghadapi gengnya gavin+ciwiw ciwiw.... semoga awet muda dan gak darting 🤣🤣🤣
🌸so0bin🌸
kekuatan cinta dan para gadis² cantiklah yg bakalan menyatukan 2 kubu cogan
🌸so0bin🌸
serem juga ya punya ortu gea dan victor tiap hari sport jantung terus keknya 🤣🤣🤣🤣
🌸so0bin🌸
semoga kisah cintanya gak serumit G&G....
🌸so0bin🌸
Si gavin gombalannya berkelas juga ya 🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!