NovelToon NovelToon
Pembantu Pribadi Tuan Muda

Pembantu Pribadi Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:58.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: tml_8TR

Nayla Putri, anak sederhana yang tinggal didesa. Karena kebutuhan ekonomi yang meningkat, Nayla memutuskan untuk ikut dengan tetangga kenalan keluarganya.

Bi Sih merupakan teman sang Ibu yang kini bekerja sebagai pembantu rumah tangga dikeluarga Margatha. Kedatangan Bi Sih memberikan penawaran kepada Nayla untuk bekerja bersamanya. Menjadi pelayan seorang Tuan Muda yang merupakan anak tunggal keluarga Margatha.

Nayla yang perlu uang menyetujui pekerjaan itu. Hingga ia tiba di rumah besar yang begitu megah.

Kehidupannya semakin berbeda setelah ia melayani Tuan Muda yang ramah bahkan sangat perhatian. menghadirkan cinta kepada dirinya.

Kehadiran cinta itulah yang menjadi tantangan Nayla, karena ia harus menghadapi Ibu dari Tuannya yang menolak mentah hubungan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tml_8TR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 : Sudah membawa Nayla

"I-ya?" Nayla melihat Tuan Mudanya tengah berdiri diambang pintu. Tampak senyum manis yang membuat Nayla terpesona.

"Nayla, karena besok aku akan pergi. Aku ingin meminta bantuanmu, apa kamu mau?" tanya Vinlo.

"Bantuan? Tentu, katakan saja tuan muda." Nayla menatap kearah kamarnya yang masih rapi, dia pun memberikan luang untuk orang lain masuk.

"Masuklah, Tuan muda."

Vinlo menggeleng, dia menghargai wanita. Tidak seharusnya, pria asing masuk kedalam kamar perempuan. Bahkan jika dia seorang Tuan Muda sekalipun.

"Tidak perlu, aku hanya ingin meminta bantuan untuk mengemasi koperku besok. Malam ini, kamu kemasilah kopermu. Bukan untuk mengusir, tapi persiapan agar tidak ada yang tertinggal," Vinlo menatap Nayla dengan pandangan senangnya.

Dia pun melanjutkan. "Seperti kata pepatah. Sedia payung sebelum hujan. Bagaimana pendapatmu?"

Nayla dengan cepat mengangguk, dia setuju mendengar penjelasan Tuan Mudanya. "Tentu, Nayla akan membantu tuan muda pagi-pagi sekali. Hm, apa Nayla perlu membuat sarapan?"

"Ku rasa waktu kita tidak akan cukup untuk sarapan. Jadi, kamu tidak perlu repot-repot bangun lebih pagi. Cukup datang ke kamarku tepat di jam 6, Mengerti?"

Sekali lagi Nayla menganggukkan kepalanya. "Baik tuan muda."

Anggukkan pelan Vinlo berikan. Dia melangkah pergi setelah berpamitan dengan Nayla.

Langkah kakinya berhenti didekat tangga. "Apa yang kamu lakukan disana, menguping?" tanya Vinlo tanpa menghiraukan seketarisnya.

Raga segera mengikuti langkah Tuan Muda yang tampak berseri-seri. "Tampak berat ya, meninggalkan seseorang yang dicintai. Kenapa tidak membawanya saja?" tanya Raga.

Mendengar hal itu, Vinlo hanya mendengus. Dia tetap melangkah menuju kekamarnya.

Tidak ada respon dari Tuan muda, Raga memanyunkan bibirnya. "Rindu itu berat. apakah mengajak Nayla berkemas untuk menyampaikan, bahwa anda akan menerima semua kerinduan itu?"

Vinlo mengehela napas dengan berbalik badan. Dia melihat kearah seketarisnya yang tampak terkejut. "Dengar Raga, aku ingin mendapatkannya. Tapi, dia tampak ragu dengan perasaannya sendiri. Jika, jarak jauh diantara kami terjadi. Apakah dia akan merindukanku?"

Perkataan yang berbelit itu membuat Raga mengerutkan alisnya. "Maksudnya?"

"Aku mencintai Nayla. Tapi, tidak ingin memaksanya untuk mencintaiku. Yang ku inginkan sekarang, memastikan bahwa dia akan membalas cintaku." jelas Vinlo.

Raga semakin tidak mengerti perkataan Tuan Mudanya. "Ini pertama kalinya, tuan muda jatuh cinta. Aku tidak memahami apa yang dia katakan. Sudahlah, biarkan dia merencanakan kisah cintanya sendiri. Selama aku bungkam, keluarga besar tidak akan mengetahuinya." benak Raga.

"Jika seperti itu, aku akan mendukung anda." ucap Raga. Vinlo mengangguk dan segera menunjukkan sesuatu kepada seketarisnya.

Raga melirik tempat yang Tuan Muda tunjukkan. "Ada apa?" tanyanya.

"Kamarmu disana, kenapa kamu mengikuti ku. Apa kamu ingin tidur berdua denganku?" tanya Vinlo.

Raga seketika merinding mendengar perkataannya. Dia melangkahkan kaki menuju kamar yang tersedia. "Aku masih normal." gumam Raga.

Vinlo hanya menggeleng melihat tingkah seketarisnya. Dia segera masuk kedalam kamar dan mengistirahatkan diri. besok, hari yang akan memberinya jawaban.

Apakah rindu itu, berat?

...-*-...

Seperti perjanjian yang Nayla buat. Tepat jam 6 pagi, dia membawa nampan berisi dua gelas susu dan roti panggang.

Ketukkan pelan dilakukan olehnya. Dia mendapatkan respon dari pemilik kamar.

Terlihat Vinlo yang baru selesai mandi. Dia mengenakan celana cinos pendek dan kaos putih. Rambut yang setengah kering membuat wajah tampannya semakin mempesona.

Nayla terpaku di tempat. Dia meneguk saliva dengan susah payah.

"Pagi, Tuan muda." ucap Raga.

Mendengar hal itu, kesadaran Nayla kembali. Dia segera menundukkan kepalanya. "Se-selamat pagi, tuan muda dan Raga."

Raga tersenyum kecil melihat kearah Tuan Mudanya. Vinlo tahu apa yang lucu bagi Raga. Melihat Nayla yang salah tingkah, tentu membuat mereka tersenyum sendiri.

Namun, semua itu tidak berjalan lama. Vinlo segera mencubit lengan Raga yang tidak jauh darinya.

"Aw! Sstt." Raga menatap Vinlo dengan wajah bertanya-tanya. Rasa sakit di lengannya berhasil membuat dia kewalahan.

"Kenapa Raga?" tanya Nayla yang melihat Raga mengusap-usap lengannya.

"Tidak ada, Nayla masuklah." ucap Vinlo. Dia melangkah keluar dan mendorong pelan punggung Nayla.

Nayla masuk dengan wajah bingung. Sedangkan Raga, dia hampir mencaci Tuan Mudanya sendiri. "Taring buas dan kecemburuannya mulai tampak." benak Raga.

Didalam kamar, Nayla meletakkan nampan di meja kecil yang berada ditengah-tengah ruangan. Mata Nayla melirik pada koper yang begitu kosong.

"Tuan muda dan Raga, sarapanlah. Biar Nayla yang menyiapkan barang tuan." ucap Nayla.

Raga dan Vinlo saling melirik, mereka berdua duduk dikursi dengan menikmati sarapan masing-masing.

Dengan ilmu seadanya, Nayla mengemas beberapa setelan pakaian dan hal lainnya. Selama mengemasi barang-barang Tuan Muda. Nayla tidak menyadari, bahwa dia tengah diperhatikan oleh dua pria. Tidak, hanya satu orang saja, yang lainnya tidak ikutan.

30 menit berlalu, Nayla menutup koper dengan kelegaannya. Untuk pertama kalinya, Nayla menyiapkan barang-barang seperti ini. "Tuan muda, Nayla sudah mengemasi semua barang anda. jika bisa, tolong anda mengeceknya kembali. Ini, baru pertama kali bagi Nayla."

Vinlo mengangguk. Dia bangun dengan menatap sekelilingnya. "Pertama kali? Tidak ada yang mengatur semua ini dengan begitu baik Nayla. Kamu, orang kedua setelah Bi Sih, yang menyiapkan barang-barangku." benaknya.

"Ku rasa sudah bagus. Semua barang yang ku perlukan telah kamu siapkan didalam koper itu. Nayla, terima kasih." Vinlo mengangkat koper yang ada dikasurnya.

Raga segera bangun dan bersiap untuk membawa koper itu keluar.

"Bagaimana dengan dirimu, Apa kamu sudah sarapan?" tanya Vinlo.

Nayla yang masih berdiri ditempat, memilih untuk menundukkan pandangannya. Dia bangun terlalu pagi hari ini, menyiapkan sarapan dan mengemas pakaiannya. Sejujurnya, dia lupa untuk mengisi perutnya sendiri.

"Tuan muda, tidak perlu khawatirkan Nayla. Nayla akan sarapan nan-, hmph!"

Mata Nayla membulat seketika, dia menatap kearah Vinlo yang tersenyum padanya.

"Makanlah," ucap Vinlo. Nayla mengunyah makanan yang masuk dimulutnya.

Mereka melangkah keluar kamar menuju ruang tengah.

Bell apartment berbunyi, Nayla dengan segera membukakan pintu.

"Nayla!" seru Bi Sih yang memeluk Nayla.

Merasakan pelukkan itu, Nayla segera membalasnya. "Bibi, apa kabar bi?" tanya Nayla.

Bi Sih menangkup wajah Nayla. Terasa olehnya, Nayla semakin bertambah gemuk. Wajah cantik itu, terjaga dengan baik. "Kabar bibi baik nak, kamu bagaimana hm? Tidak sakit kan, selama berada disini? Ibu mu selalu khawatir, dia mengatakan kalau kamu akan sulit beradaptasi ditempat asing."

Dengan tersenyum, Nayla mengenggam tangan Bi Sih. "Nayla sangat sehat Bi. Lihatlah ... Bukankah Nayla baik-baik saja?"

Usapan kepala diberikan oleh Bi Sih. "Kamu ini." katanya. Dia melangkah menuju kearah Vinlo dan Raga.

"Bi Sih datang tepat waktu. Pasti merindukan Nayla." ucap Raga.

Bi Sih menggeleng kepala, dia memberikan usapan lembut dipipi Raga. Setelah itu, dia melangkah menuju kearah Vinlo.

"Bagaimana kabar Bibi?" ucap Vinlo. Dia menundukkan sedikit kepalanya.

Bi Sih dengan cepat menangkap kedua bahu Vinlo. Di genggam dengan erat sambil memberi usapan kecil. "Bibi baik-baik saja. Terima kasih tuan muda, sudah menjaga Nayla."

Vinlo mengeleng kepala, dia mengenggam tangan Bi Sih. "Hm, terima kasih juga ...," Vinlo mendekatkan wajahnya di telinga Bi Sih. "Sudah membawa Nayla." bisiknya.

Bi Sih tersenyum mendengar bisikkan itu. Dia segera mengetahui apa yang dimaksud oleh Tuan Muda ini. Pria yang dari kecil sudah dirawat olehnya.

"Bagus, kalau begitu ... Sama-sama." ucap Bi Sih. Nayla yang melihat interaksi mereka mengerutkan alis. "Apa yang dibisikkan tuan muda?" benak Nayla.

1
Surati
bagus
~Ķímhwä~: terima kasih
total 1 replies
Nenieedesu
semangat terus kakak
Nenieedesu: sama sama kak
total 2 replies
Nenieedesu
jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak dinovel aq kak dear Handana
~Ķímhwä~: Baiklah, kim akan mampir⚘
total 1 replies
Nenieedesu
sudah aq like dan favoritkan kak
~Ķímhwä~: Terima kasih⚘
total 1 replies
Sugianto Ae
ceritanya bagus, aq selalu tunggu kelanjutan cerita nya....
~Ķímhwä~: Terima kasih sudah stay di sini
total 1 replies
Indah Kurniawati
kiloliter ol ol eh i ini i8i
@Dior_bna
top
@Dior_bna
menarik
~Ķímhwä~: Terima kasih kak⚘
total 1 replies
Wanda Khumairah
Lanjut Thor
anna dharta
cepetin alur nya kak, jangan kebanyakan ngelamun nayla nya hehehe, bagus kak ceritanya. ikuti juga ceritaku ya kak, JANDA MANDUL , makasiih kakak dan sukses selalu 🌹
Olive 🫒
enak ini, apalagi pake gurame goreng, Nay 😋
~Ķímhwä~: Bikin laper🤭
total 1 replies
Olive 🫒
aku muter, Nay. Tidur rapi, pagi bngun, bantal di bawah, guling kemana, selimut udah, ah sudahlah, semua kacau 🤣
~Ķímhwä~: 🤣🤣Kim pun sama
total 1 replies
Lady_MerMaD
semangat beb
~Ķímhwä~: Terima kasih kak⚘
total 1 replies
Elprida wati tarigan
ceritanya sangat bagus. semangat kak
~Ķímhwä~: Terima kasih
total 1 replies
Merpati_Manis (Hind Hastry)
bagus, rekomend 👍👍
Merpati_Manis (Hind Hastry)
awal yang menarik, semangat, Kak 👍👍
~Ķímhwä~: Siap kak
total 1 replies
Baby_Miracles
ceritanya bagus
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™
karya yang luar biasa, kayaknya bakalan jatuh cinta nih Nayla, semangat kakak
~Ķímhwä~: Terima kasih semangatnya kak⚘
total 1 replies
Baby_Miracles
ceritanya bagus nih, bunga dan iklan meluncur. semangat
~Ķímhwä~: Terima kasih
total 1 replies
darakirana
Duh ikut deg2an

Seperti menghadapi Chef Juna 😅
darakirana: 🤣 🤣 🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!