Kisah cinta dua saudara kakak beradik bernama Virly Rastanty dan Berliana Anggraini yang dramatis penuh deraian airmata.
Virly Sang Kakak batal menikah dan diputuskan begitu saja oleh tunangannya. Karena sedih, ia akhirnya mau juga dijodohkan oleh Eyang Uti-nya dengan seorang pria muda tampan bernama Rendy Saputra.
Ternyata Rendy dulunya adalah pacar pertama sang adik di masa SMA.
Kisah bergulir dengan banyak cerita.
Setelah beberapa tahun kemudian, terkuaknya misteri masa lalu Mama mereka. Membuat Berliana memutuskan untuk menikah dengan Kuncoro, mantan tunangan sang kakak yang ternyata adalah anak kandung dari Mama mereka juga.
Justru Berliana-lah yang bukan anak kandung Hilda dan Sapto, orang tua mereka.
(BENARKAH) JODOH YANG TERTUKAR?
Yuk kemon para reader tercinta🤗mampir dukung Bubun🙏 please, mohon bantuannya LIKE, KOMEN dan FAVORITNYA 🙏🙏🙏 Semoga semua pembaca berbahagia 🤲 mendapat rezeki yang berlimpah 🤲 aamiin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMY DOANK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JYT BAB 27 - Akhirnya...
"Assalamualaikum!"
"Waalaikum salam..."
Rendy yang sedang membongkar body motor matic sang Papa mendongak kaget.
Virly datang dengan menggendong Leo.
"Ayang?"
"Mas..."
Rendy segera melap tangannya yang belepotan minyak rem.
"Bentar ya, Boy! Papa lap dulu tangannya!"
Diangkatnya tubuh Leo dari gendongan Virly.
"Waaa, Papaaa... ada Leo!"
Cindy ponakan Rendy keluar dari dalam rumah dan langsung memekik kegirangan.
"Leo, Leo!"
"Kaka Cindii!"
Rendy tertawa kecil. Putranya bahagia sekali setengah berlari menghampiri kakak sepupunya, Cindy.
Ale, Taufan dan Derren, keponakannya dari Kakak yang lain turut menyambut kedatangan Leo serta Virly.
"Kalian naik apa kesini?" tanya Rendy pada Virly.
"Grab car!"
Virly tersenyum manis. Ia mengusap noda hitam yang ada di wajah sang suami dengan penuh kelembutan.
Seketika hati terdalam Rendy menghangat.
"Maafin aku ya Mas!? Aku udah jahat sama kamu! Tapi sumpah demi Tuhan, aku dan Jodi ketemu hanya kebetulan. Sekarang juga aku sudah tidak simpan nomor hapenya. Malah kublokir,"
"Sssttt...! Jangan bahas begituan di sini!"
Rendy mendekap mulut Virly sembari merangkulnya hangat.
Rendy juga menyadari, kalau selama ini Ia cemburu buta pada istrinya.
Dia kesal, Virly bisa dengan mudahnya menceritakan pertemuannya dengan pacar pertama, sedangkan dirinya justru menutupi rapat-rapat seolah hubungan itu masih sangat berarti baginya. Padahal tidak.
Hubungan dirinya dengan Berliana telah usai. Bahkan sejak Berliana pergi meninggalkannya tanpa pesan.
Meski kini mereka dipertemukan kembali oleh Yang Maha Kuasa, tetapi semuanya telah berlalu.
Tak ada yang dapat dipertanyakan lagi. Apalagi itu semua hanyalah kisah sedih di masa lalu.
Rendy sangat ingin melupakan masa itu.
Dibawanya sang istri masuk ke dalam rumah Papa. Di dalam berkumpul semua anggota keluarga dari pihak Papanya. Dan mereka disambut bak pasangan Raja Ratu yang sudah lama dirindukan.
Hampir dua bulan memang Virly tidak datang berkunjung ke rumah mertua karena kesibukan toko online kuenya.
Akhir-akhir ini memang banyak customer meminta Virly sendiri yang meracik pastry viral buatannya tanpa bantuan asisten. Alhasil waktu di toko jadi lebih banyak ketimbang untuk menyisihkan waktu kumpul bersama keluarga besar Rendy yang diadakan hampir setiap minggu.
"Gimana toko online Virly?"
"Alhamdulillah, Kak!"
"Syukurlah!"
Mutia, istrinya Afdal Kakak pertama Rendy mengusap bahu Virly lembut.
"Hari ini kita rencana mau makan soto Lamongan di resto temannya Papa!" kata Inayah, istri dari Lody Kakak kedua Rendy.
"Iya kah? Kak, Papa mana?"
"Masih di kamar. Lagi ganti pakaian dulu, Vir!" jawab Fildan, kakak ketiga Rendy.
Virly mencium punggung tangan semua Kakak Rendy yang sudah berkumpul sejak pagi tadi. Mereka baik dan ramah pada istri adik bungsunya. Membuat Virly merasakan kehangatan keluarga yang selama ini ia rindukan karena papa mama yang jauh tinggal di kota Jogja.
"Ada Leo juga rupanya!" kata Papa Rendy yang baru saja keluar dari kamarnya. Matanya berbinar. Lengkap semua anak, menantu juga cucu berkumpul di kediamannya. Senang rasa hati, bahagia pada Illahi.
"Tadinya si Rendy ga mau ikut! Katanya mau benerin motor Papa yang ngejogrog lama ga kepakai!" tutur Papa mertua Virly yang langsung direspon Rendy dengan mulut mencucut.
"Iya, iya. Rendy ikut!" selorohnya menjawab sang Papa.
Semua tertawa termasuk Virly.
Ia segera menuntun sang suami ke pintu ruang kamar Rendy ketika masih single.
"Mas bawa baju ganti?" tanya Virly dengan suara pelan.
Rendy mengangguk sambil membuka pintu kamar. Telunjuknya mengarah ke tas ransel yang dibawanya dari rumah.
"Ya ampun..." gumam Virly.
Keduanya masuk ke dalam kamar.
"Hei, hei... jangan pake lama ngamarnya!" ledek Afdal pada adiknya.
"Cepetan oii, kita udah mau otewe ini!" tambah Fildan dibalas cubitan kecil istrinya.
"Iyaa! Cuma ganti baju doang!" timpal Rendy dari dalam kamar.
Virly tersenyum. Ia mengambil atasan kemeja milik suaminya dari dalam tas. Lalu memberikannya pada Rendy yang sudah membuka kaos oblong lamanya hingga terlihat dadanya yang ramping sampai ke pinggul.
Virly menelan salivanya.
Rendy merangkul sang istri karena kangen sekali.
"Yang..." bisiknya di telinga Virly.
"Semua menunggu kita di luar, Sayang!" bisik Virly gemas. Ia sengaja mengeluarkan suara bisikannya yang super lembut untuk memancing reaksi Rendy.
"Jahat kamu sama Aku!" tutur Rendy mengingat keributan mereka yang kemarin.
Virly tertawa kecil. Ia membantu suaminya mengenakan kemeja warna putih tulang itu dengan penuh kasih sayang.
"Maafin Aku ya Mas! Aku egois untuk meminta maaf secara baik. Justru terkungkung dengan perasaan curiga yang berlebihan mengenai kamu. Apalagi akhir ini kamu juga berubah. Tepatnya setelah ada Anna!"
"Jangan bahas itu, Oke?"
Virly mengangguk.
Mereka segera keluar karena tidak enak hati ditunggui keluarga besar.
"Naik apa kita ke sana?"
"Papa sama anak-anak naik mobil bareng Fildan! Yang lain konvoi aja naik motor. Lagian kenapa sih mobil Lo ga dibawa, Ren? Biasanya juga bawa mobil!"
"Mas Rendy tadi pagi ngambek sama Virly, makanya kabur dari rumah ga bawa mobil!" celoteh Virly membuka kartu sang suami.
"Ayaaang!!! Ish dasar ya! Punya istri terlalu jujur gini ya ternyata!" rutuk Rendy dengan suara pasrah karena dikuliti Virly.
Sontak semua tertawa termasuk papanya sendiri yang sedang memangku Leo.
"Ada ya, suami ngambek, kabur. Biasanya yang gitu itu istri lho! Hahaha..."
"Ya Aku nyadar Mbak! Siapalah aku ini. Itu rumahnya istri. Aku cuma numpang hidup sama istri!"
Virly segera menutup mulut Rendy dengan wajah bersemu merah.
Lagi-lagi semua tertawa walaupun agak ambigu suasananya.
"Yang, jangan ngomong gitu depan keluarga! Malu Aku, tau!" sela Virly memohon pada Rendy.
"Dahlah ayo cepat! Udah siang ini. Tar acaranya keburu di mulai!"
Semua bubar jalan menuju resto teman Papa Rendy setelah saling berpamitan.
Virly lega, Rendy telah kembali seperti sedia kala.
Hatinya menghangat mengingat masa-masa kemarin ketika Rendy selalu ketus menjawab setiap pertanyaannya sepulang kerja.
...🌹🌹🌹 BERSAMBUNG 🌹🌹🌹...