mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!
Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.
Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.
Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.
Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.
tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.
mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.
CINTA TERLARANG
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 10 mengawasi
Pukul setengah delapan pagi,
Xyra nampak turun dari sebuah motor ojek, sebenarnya tadi Yari sudah bersiap untuk mengantarnya.
Tapi kemarahan bu Santy membuat Yari tak berkutik.
Dan akhirnya seperti hari hari yang yang telah berlalu,
Xyra pun berangkat sendiri.
Xyra akhirnya memilih berangkat dengan naik ojek.
Hari ini ia merasa sedikit lelah. Tadi pagi ia mencuci banyak sekali pakaian orang rumah.
Dan tentu ia mencuci pakaian semua orang rumah secara manual kemudian baru mengeringkannya dengan memakai mesin cuci.
Hal itu hanya untuk mengirit pengeluaran listrik atas perintah bu Santy.
" makasih ya bang Yono " ucap Xyra mengucap terimakasih kepada tukang ojek yang tak lain juga tetangganya sambil menyerahkan uang.
" iya mbk Xyra...
lain kali telephon saya saja pasti akan saya samperin " ucap pak Yono.
Xyra tersenyum kepada laki laki itu. Tak lama pak Yono segera berlalu dan Xyra pun masuk ke dalam pintu pagar yang tentu sudah di bukakan oleh pak Sofyan.
Satpam penjaga vila besar nyonya Laura.
" selamat pagi mbak Xyxi.....
berangkat sendiri terus kerjanya...suaminya kemana sih ?! "
sapa pak Sofyan setengah menggoda.
Semua yang bekerja di villa nyonya Laura memanggil Xyra seperti sang majikan mereka memanggil wanita itu.
Xyxi....
" ada pak Sofyan...cuma memang dia juga sibuk juga sih...." jawab Xyra sambil tersenyum.
" bilang sama suami mbak Xyxi....kalau nggak bisa ngantar jemput istrinya yang super cantik ini saya siap menggantikannya mengantar jemput mbak Xyxi,
kok bisa tenang suami mbak Xyxi itu....
istri seperti ini dibiarkan kemana mana sendirian, di ambil wewe baru tahu rasa ya suami mbak Xyxi.... "
Ucup yang ada di dalam pos ikut keluar dan ikut menimpali pembicaraan Xyra dan pak Sofyan.
Xyra tertawa lirih mendengar ocehan salah satu satpam vila itu sambil mengulurkan kantong kresek berisi gorengan untuk dua orang itu.
Sesuatu yang meski tidak setiap hari tapi cukup sering ia lakukan.
Hal itu semata mata karena ia merasa bersama orang orang itu ia seperti memiliki saudara.
Dan hal itulah yang membuat Xyra bersemangat sekali berangkat bekerja,
tak jarang ia sering kali datang 45 menit sebelum jam kerja aktifnya.
Ia ingin..... sebelum bekerja ia bisa berbincang dan atau sedikit bercanda dengan mereka.
Sesuatu hal yang tak pernah bisa ia lakukan di keluarga Yari.
Karena semua orang di sana selain sang suami yang selalu merendahkannya.
Xyra masih terlihat berbincang dengan diiringi tawa kecil bersama pak Sofyan dan Ucup,
tanpa ia sadari...
Seseorang yang berdiri di balkon di area belakang sana sedang memperhatikannya sejak tadi.
Bahkan sejak Xyra turun dari ojekan tadi hingga sekarang wanita itu sedang nampak bercanda dengan dua penjaga vila nyonya Laura itu.
Bryan sudah bangun sejak pagi pukul enam tadi, seperti biasa ia melakukan olah raga di ruang fitnes yang memang ada di vila ini.
Satu hal yang selalu ia kerjakan sejak kecil di manapun ia berada.
Usai melakukan olah raga, Laki laki itu segera kembali ke kamar dan membersihkan diri.
Tak lama ia keluar dari kamar mandi, melihat jam yang menempel di dinding dan jarum jam itu menunjuk angka tujuh lebih 15 menit.
Hanya masih dengan memakai handuk kimononya,
Bryan melangkah ke arah balkon.
Sesuatu yang tanpa sadar sudah ia lakukan sejak ia berada di sini dua bulan lalu.
Diam diam Bryan berdiri di atas balkon kamarnya menjelang kedatangan Xyra.
Menatap wanita itu dari jauh dan memperhatikan ke akraban wanita itu dengan para pekerja lain di rumah ini.
Hingga menurut Bryan...
Perawat sang nenek itu selalu bersikap ramah kepada semua orang di rumah ini tapi....
tidak kepadanya.....
Lihatlah...
wanita itu terlihat sedang berbincang riang dan tertawa senang bersama dua orang penjaga pintu vilanya itu.
Dan seperti biasa....Bryan melihat Xyra memberikan sesutu kepada dua orang itu. Dan tanpa Bryan sadari.....
Ia sangat tak suka melihat itu.
Tatapan matanya selalu berubah semakin dingin dan tajam setiap kali ia melihat perawat sang nenek itu memberikan sesutu kepada pak Sofyan dan Ucup.
Xyra terlihat melambaikan tangan dan melangkah menuju pintu masuk vila bagian samping.
Tak lama Bryan pun nampak meninggalkan balkon dan masuk kembali ke dalam kamarnya.
Di sana laki laki itu nampak termenung sambil berdiri.
Sementara itu di lantai bawah,
" pagi...." Xyra terdengar menyapa beberapa orang yang juga merupakan pelayan vila.
Xyra yang masuk ke dalam vila melalui pintu samping langsung menuju pantri khusus pekerja vila ini.
" pagi Xyxi..." balas yang lain,
" cemilan pagi kita hari ini....tara...gorengan ketela ungu " ucap Xyra sambil meletakkan kantong berisi gorengan yang ia bawa ke atas meja di hadapan dua orang perempuan di hadapannya.
Sari dan Tata,
" segelas kopi susu hangat sudah kami siapkan untukmu nona cantik....
ayo di minum..." jawab Sari sambil mendorong gelas yang berisi kopi susu yang masih mengebul.
Ketiganya kemudian nampak tertawa, rutinitas pagi yang selalu di lakukan oleh Xyra sebelum memulai aktifitas bekerjanya yakni melayani nyonya Laura sang majikan sejak bekerja di vila ini dan sejak ia mengenal orang orang di hadapannya itu.
Lima belas menit berlalu, Sari dan Tata pamit untuk mulai melakukan tugas mereka.
Dan Xyra pun sama.
Namun bedanya....
Jika Sari dan Tata keluar dari ruang pantri dari pintu belakang ruang itu,
Sementara Xyra harus keluar lewat pintu utama pantry karena ia yang harus ke kamar nyonya Laura.
Usai membersihkan meja dan menyemprotkan pengharum ruangan,
Xyra bergegas melangkah meninggalkan ruang itu,
Namun baru saja ia akan sampai di pintu, ia di kejutkan oleh tubuh tinggi menjulang yang tiba tiba telah berada di ambang pintu utama ruang pantri.
Xyra sontak memundurkan tubuhnya beberapa langkah ke belakang.
" ma..maa...maaf tuan muda.....
sa..saya ti...ti...tidak melihat kehadiran anda " cicit Xyra kaget sekaligus takut.
Pasalnya ia hampir saja menabrak laki laki itu tadi jika tak cekatan langsung menghentikan langkah kakinya.
" buatkan aku kopi dan bawakan ke kamarku " tak membalas permintaan maaf Xyra,
Bryan justru memberi perintah kepada wanita itu sambil menatapnya tak berkedip.
Dress longggar berwarna peace yang di padukan Xyra dengan hijab panjang berwarna hitam menyita perhatian Bryan.
Seperti biasa saat menatap Xyra, matanya seolah enggan berkedip apalagi beralih.
" ma..maaf tuan muda, tapi saya...."
" nenek masih tidur, tadi pagi dia terbangun dan sempat berbincang lama denganku sebelum tidur lagi...
Cepat buatkan apa yang aku minta, dan jangan banyak alasan...
aku sendiri nanti yang akan bilang kepada nenek jika aku menyuruhmu " potong Bryan sebelum ia memutar tubuhnya meninggalkan Xyra.
" ba..ik...tuan mu..da...." cicit Xyra pelan dan nyaris tak terdengar.
baru ini q mendukung yg namanya Pelakor
ayo kak up lagi, esmosi jiwa ini aku🤣🤣🙏🙏
Manusia seperti Yati akan sadar,ketika dia sudah di tinggalkan.
dia akan tahu kekurangannya sebagai laki laki normal.
Bener² suami yg cocok jadi hujatan netizen.
Makasih Kak Thara, hari ini udah up 3 kali. aku kasih kopi deh yah biar lancar ide dongeng dan up lagi wkwkwkw
bikin ilfil tahu kelakuan mu yariii!!!
cobalah jadi laki laki gentleman gitu nah..akui kalau km yg gak bisa menghamili istrimu.
jangan diem ajj nyari aman.
kenapa setiap part "Julid" di buku kak Tara ini bikin hati dongkol..mbayangin yg ngomong persis mulutnya ibu² komplek yg suka ghibah.
rasa pengen ku remes mulut mertuanya xhyra
emosi akuhh🤭🙏🙏
yg ada malah bikin Xyxi jengkel.