Bayangkan saja, apa yang kamu rasakan jika kamu tiba tiba berada di sebuah tempat yang dihuni oleh wanita saja? Dan itulah yang dialami tiga pemuda dari tempat yang berbeda. Mereka terjebak di suatu pulau yang dihuni oleh wanita saja. Kenapa mereka bisa berada disana? Apakah mereka memilih untuk bertahan saat mereka tahu banyak bahaya yang mengancam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rcancer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ulah Raja Roma
"Nafata? Kemana dia?" ucap Ratu langsung panik dan mencoba mencarinnya, hingga masuk ke dalam hutan. Mata Ratu terus berkeliling dengan wajah panik, dia terus berteriak menyebut nama Nafata. Hingga beberapa langkah kemudian, sebuah suara langsung membuatnya terpaku dan terdiam.
"Nafata berada di tempat yang aman!"
Sontak Ratu Jenita langsung menoleh. Seketika matanya terbuka lebar saat tahu siapa yang bersuara. "Kau!"
Jack mengulum senyum lalu melangkah mendekati Jenita. "Dia lagi sakit, kenapa kamu malah menaruhnya disini?"
Jenita semakin mendelik. "Mana dia? Apa yang kamu lakukan pada Nafata? Hah!" cecar Jenita murka.
"Hei! Tenang, dia baik baik saja. Dia ada di tempat yang aman. Anda tidak perlu khawatir," balas Jack santai.
"Dimana dia sekarang? Katakan!"
"Sudah saya bilang, dia berada di tempat yang aman. Anda tenang saja. Putri Nafata, aman bersama saya."
"Aman?" tanya Jenita meremehkan. "Ternyata anda kesini juga karena mencari harta? Munafik!"
Senyum Jack yang sedari tadi terkulum mendadak hilang berubah menjadi rasa tertegun oleh tuduhan wanita di hadapannya. "Harta?"
"Anda tidak perlu berpura pura, Tuan? Bukankah anda datang kesini dengan tujuan tertentu? Apa lagi kalau bukan harta."
Jack sontak terbahak. Beginilah sifat wanita, kalau sudah curiga, pikirannya buruk terus, sama seperti Jenita. Sejak pertama bertemu, Jack selalu dituduh akan melakukan sesuatu. Namun anehnya sebagai ratu, Jenita bukannya menghukum Jack langsung, tapi malah saling menantang.
Jack memilih duduk diatas sebuah batu besar. "Seandainya saya tahu di pulau ini ada harta yang tersembunyi. Mungkin saya akan memilih bertahan disini. Namun sayang, untuk saat ini saya hanya butuh keluarga saya. Saya butuh orang tua. Saya butuh mereka karena mereka adalah harta saya."
Sekarang gantian Jenita yang tertegun mendengar ucapan Jack. Hatinya sangat tersentuh mendengar nada penuh rindu dari bibir Jack kepada keluarganya. Dia juga sangat merindukan keluargnya, tapi sayang, keluarganya sama sekalu tidak menginginkannya.
"Apalah artinya harta yang melimpah kalau tidak ada keluarga yang ikut menikmatinya, Ratu. Bukankah kita mencari harta itu untuk dinikmati bersama keluarga?"
Lagi lagi ucapannya Jack menyentil hati Jenita. "Lalu apa yang anda inginkan sebenarnya? Kenapa anda membawa Putri Nafata? Dan darimana anda tahu saya menyembunyikan seseorang?"
Jack menatap lembut wanita yang masih berdiri tak jauh dari dirinya berada. "Duduklah! Apa anda tidak lelah berdiri disitu?"
"Jawab saja pertanyaan saya!" ucap Jenita lantang.
"Baiklah, baiklah," ucap Jack pura pura takut. "Saya mengikuti anda kemarin dan melihat semuanya. Saya hanya merasa kasihan melihat seorang putri raja yang tak berdaya tapi malah anda tinggal sendirian di dalam hutan. Bukankah itu sangat berbahaya?"
"Tahu apa anda soal bahaya? Saya menyembunyikan dia di hutan, justru demi keselamatan Nafata sendiri. Banyak orang orang serakah yang sedang mencari dan mengincarnya."
"Termasuk ayah anda?"
Jenita langsung terbungkam. Dalam hati dia membenarkan pertanyaan Jack. Ayahnya juga salah satu orang yang sedang mencari Nafata dengan tujuan harta. Sedangkan Jack lagi lagi tersenyum tipis melihat Jenita diam tanpa kata.
"Lalu, apa yang terjadi dengan Nafata? Kenapa tubuhnya sangat susah untuk bergerak?"
Jenita menatap Jack sekilas lalu dia juga memilih duduk pada sebuah batu yang ada di sisi kanannya. "Itu ulah Raja Roma. Dia seperti terkena racun sihir. Tapi aku tahu, itu hanya jebakan."
Kening Jack kembali berkerut. "Jebakan? Jebakan apa maksudnya?"
"Itu adalah jebakan yang sengaja Raja Roma rancang. Dia tahu hanya ada satu benda yang bisa menghilangkan racun sihir tersebut. Jika racun pada tubuh Nafata hilang, maka Raja Roma akan tahu kalau benda incarannya yang selama ini dia cari telah kembali."
Jack terperangah mendengarnya. Bagaimana bisa ada manusia bisa berpikir sepicik itu demi sebuah tujuan. Apa mungkin, ini ada sangkut pautnya dengan batu bercahaya ungu juga? Hati Jack bertanya tanya. Daripada penasaran, Jack pun melempar pertanyaan agar tidak penasaran.
"Bagaimana bisa sebuah benda bisa menjadi incaran seorang raja? Apakah benda itu sangat hebat?"
Jenita sontak tersenyum masam. "Benda itu sangat hebat, bahkan benda itu juga bisa mematahkan kutukan yang menimpa kami, kaum perawan."
"Hah!"
...@@@@@...
harusnya sat set sat set gitu thor biar lebih seru...😱
/Doubt//Doubt//Doubt//Doubt/
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Shy/
/Grin//Grin//Grin//Grin/
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/