Niat Flo ke Perancis untuk menghindari perjodohan tapi Flo justru menjadi istri rahasia dari seorang mafia.
Semua tidak berjalan baik karena nyatanya Flo hanyalah pendamping yang harus menyerahkan jiwanya.
Apa yang dilakukan oleh sang mafia untuk menyelamatkan istrinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JMH BAB 26 - Tanda Perpisahan
Flo memandangi tubuhnya di depan cermin sebelum memakai baju. Hampir seluruh tubuhnya penuh dengan tanda merah padahal Flo ingin membicarakan masalah Kenzo.
"Pasti Axe akan tambah marah," gumam Flo yang akan mengurungkan niatnya. Dia ingin membebaskan Gerald dengan caranya sendiri.
Dengan cepat Flo memakai bajunya kemudian dia berkemas karena Flo memutuskan untuk tinggal di kedai ayam. Apartemen sudah tidak aman baginya karena Kenzo yang mengintai dirinya.
"Sudah siap?" tanya Axe menyusul istrinya berkemas.
"Sebentar lagi!" Flo membawa semua barangnya karena barangnya juga tidak banyak.
Saat selesai, Axe membawa koper Flo sementara Flo sendiri membawa tas kecilnya. Beruntung mereka keluar dari apartemen saat Kenzo tidak mengintai.
"Robin akan membantumu mengurus kedai," ucap Axe memecah keheningan saat dalam perjalanan.
"Aku mungkin akan mengeluarkan uang yang banyak untuk merenovasi, aku anggap itu hutangmu!" sahut Flo yang tidak mau rugi.
"Kita bisa bagi hasil dari kedai ayamnya, darling," ucap Axe tak mau kalah.
"Cih, otakmu memang otak mafia!" Flo tertawa yang membuat suasana diantara mereka menghangat.
Pertengkaran mereka sebelumnya seperti tidak pernah terjadi, saat sampai di kedai pun mereka saling bergandengan tangan saat masuk.
"Aku ingin menghabiskan waktu berdua dulu dengan istriku!" ucap Axe dengan para anak buahnya.
Entah kenapa saat mendengar itu, Flo jadi malu sendiri. Pasti anak buah Axe memikirkan sesuatu yang intim padahal saat mereka berdua di kamar malah Flo sibuk membantu Axe berkemas.
"Aku tidak membawa banyak barang karena aku akan berpindah-pindah tempat," ucap Axe yang melihat Flo banyak mengeluarkan barangnya dari lemari.
Sebenarnya Flo tidak tertarik sama sekali dengan apa yang dilakukan Axe tapi kali ini dia mencoba bertanya.
"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Flo kemudian.
"Menaklukkan klan mafia kecil, aku akan membunuh pimpinannya, menjarah harta mereka kemudian membuat para anak buahnya berpihak padaku!" jelas Axe yang membuat Flo menyesal untuk bertanya.
Membayangkan saja membuat kepala Flo pusing. Gadis itu jadi tidak mau membantu Axe lagi.
"Kenapa? Apa kau merasa sakit lagi, darling?" tanya Axe khawatir karena melihat perubahan wajah Flo.
"Tidak apa-apa, aku hanya sedikit pusing. Kau mengatakan pembunuhan seolah tidak ada beban yang berarti," sahut Flo.
Axe yang tidak pernah bersosialisasi dengan orang biasa seperti Flo jadi lupa kalau yang terlontar dari mulutnya itu akan tampak mengerikan.
"Sudah aku bilang kan duniaku memang gelap," ucap Axe yang akhirnya ikut duduk di samping istrinya.
Axe kemudian meraih tangan kanan Flo dan menyematkan satu cincin di jari manis istrinya yang sebelumnya dia sembunyikan dikantong celana.
"Harganya memang murah tapi aku membelinya dari hasil kedai ayam selama ini," ucap Axe dengan mengusap cincin yang sudah tersemat itu.
Flo memandangi cincin di jari manisnya, cincin polos tanpa berlian. Melihat cincin itu, dia jadi teringat cincin pemberian Mattew. Mattew selalu memberikan yang terbaik untuknya, cincin berlian dengan desain sendiri, satu-satunya di dunia. Berbanding terbalik dengan Axe, cincin murah dari hasil jualan ayam.
"Terima kasih," ucap Flo yang tetap menghargai pemberian Axe. "Aku akan terus memakainya!"
Demi apapun, Axe ingin mencium Flo sekarang juga sebagai tanda perpisahan mereka. Tapi mengingat Larry yang akan muncul, dia mengurungkan niatnya.
Axe hanya bisa mengecup kening istrinya dan berkata. "Jika aku berhasil mengusir iblis Larry itu, hal pertama yang akan aku lakukan adalah mencium mu habis-habisan!"
n yg kedua serius nggak ngebosenin..trs kalo series lanjutannya yg terselip moga makin indah.makin buat orang bahagia.
pokok agak beda ya dr cerita lainny
eh sekalinya baca, maka ku bilang..
wooow keren...