NovelToon NovelToon
APA SALAHKU MAS

APA SALAHKU MAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Poligami / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Wanita perkasa
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: bundae safiq

Dewi seorang istri yang di tinggal merantau suaminya Abi ke Kalimantan dan harus tinggal di kampung merawat mertua dengan uang kiriman seadanya dari sang suami, Dewi pun harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup dengan sang mertua.
Hingga suatu ketika Dewi mendapati sebuah rahasia besar dari teman Abi, ternyata Abi diam-diam menikah lagi, hati Dewi hancur dan dia pun nekat ke Kalimantan untuk memastikan sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundae safiq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Abi Membujuk Wulan.

Pak Safrudin memanggil Abi ke ruangannya, dan Abi pun bergegas ke sana tanpa ada rasa curiga sama sekali.

"Ada apa pa panggil Abi?" tanya Abi dengan santai.

"Duduk!" pinta pak Safrudin pada Abi.

Abi pun langsung duduk di hadapan pak Safrudin dengan rasa penasaran.

"Ada apa ya pa?" tanya Abi lagi.

"baca ini!" pak Safrudin menyerahkan amplop coklat berisi surat dari pengadilan Agama.

"Apa ini pa?" karena penasaran Abi pun segera membuka dan membaca surat tersebut, mata Abi terbelalak dan terkejut serta gemetar karena sudah ketahuan oleh sang mertua.

"pa i...ini" Abi tak bisa melanjutkan kata-katanya, mau berbohong apa lagi dia pun sudah tak bisa.

"Ternyata kamu sudah menikah sebelumnya!" tebak pak Safrudin, dan Abi pun hanya terdiam dan menunduk.

"Kenapa kamu bohong pada kami hah, JAWAB!!!" bentak pak Safrudin pada Abi.

"Ma...maaf pa, bukan maksut saya untuk berbohong, saya dulu memang sudah menikah dan merantau ke sini, setelah 3 tahun di sini saya bertemu Wulan dan jatuh cinta pada pandangan pertama, salah saya karena tak menceraikan istri pertama saya terlebih dulu sebelum menikahi Wulan" jelas Abi berharap pak Safrudin memahaminya.

"Sejak awal aku sudah curiga sama kamu, pertemuanmu dangan Wulan kamu yang atur kan, dan kamu yang menyelamatkan wulan juga kamu yang rencanakan sendiri!" tuding pak Safrudin pada Abi.

"Tidak pa, percayalah semua terjadi tanpa sengaja, Abi berani bersumpah!" ucap Abi meyakinkan sang mertua.

"cih, kamu kira aku ini goblok, bisa kamu kelabuhi begitu saja hah. Aku akan menyelidiki semua dan jika aku menemukan kecuranganmu maka jangan harap maaf dari ku!" ancam pak Safrudin pada Abi.

"Pa...sumpah Abi tidak berbohong pa, Abi tulus mencintai Wulan dan Abi akan setia pada Wulan seumur hidup Abi!" bujuk Abi pada sang mertua.

"Setia kamu bilang, lihatlah kamu saja berani menghianati istri pertama kamu begitu, masih bilang alan setia sama Wulan, jangan harap!!!" ucap pak Safrudin dengan tegas.

"percayalah pa Abi berjanji, kalau Abi bohong Abi rela tertabrak mobil sampai mati!" janji Abi guna meyakinkan sang mertua.

"keluar kamu dari sini aku muak lihat muka kamu itu!!!" usir pak Safrudin kesal.

Abi pun dengan terpaksa keluar dari ruangan mertuanya, kini Abi bingung sendiri dan ketakutan, bagaimana menghadapi Wulan, bagaimana jika Wulan marah dan meninggalkannya begitu saja setelah semua yang dia lakukan.

Abi pun memutuskan untuk menemui Wulan sebelum pak Safrudin memberitahukan semuanya pada Wulan.

"mas kamu kenapa?" tanya Wulan saat melihat Abi yang terlihat lesu.

"sayang...ada yang mau aku omongin sama kamu" ucap Abi memberanikan diri.

"ada apa, apakah ada sesuatu yang penting?" tanya Wulan penasaran.

"Sebenarnya ada yang aku sembunyikan dari kamu" ucap Abi lirih, Wulan pun melongo.

"Kamu sembunyikan apa dariku hah...?!'' ucap Wulan yang sudah terpancing emosinya.

Abi pun mulai gugup antara harus ngomong jujur atau tetap diam.

''Cepat ngomong mas, kamu sembunyikan apa dariku hah!'' desak Wulan lagi.

Abi pun dengan gugup perlahan mulai bercerita pada Wulan.

''Sayang, sebenarnya sebelum nikah sama kamu aku sudah menikahi seorang wanita di kampung, tapi itu bukan kemauanku, sumpah...a...aku terpaksa menikahinya karena desakan dari ibuku dan ibu mengancam akan bunuh diri kalau aku tak menikahinya!'' ucap Abi dengan semua kebohongan yang sudah dia rancang.

''Apaaaa...kamu sudah menikah mas, kamu...kamu bohongi aku selama ini hah, biadap kamu mas!!!"'

praaankkkkk!!!

Teriak Wulan sembari membanting apa saja yang ada di dekatnya.

''Sayang tolong dengarkan penjelasanku jangan marah dulu please!'' bujuk Abi lagi.

''Apa lagi yang harus aku dengar mas, jelas - jelas kamu sudah ngaku sendiri kalau kamu sudah menikah di kampung kamu itu, kamu sudah bohongin aku mas, kamu jahat!!!'' ucap Wulan yang sudah tak bisa menahan emosinya.

''Sayang...sayang tolong dengerin aku dulu....semua tak seperti yang kamu bayangkan, aku tak pernah menyentuhnya aku hanya menikahinya demi ibuku dan kemudian aku meninggalkannya ke sini, sumpah sayang percayalah aku enggak pernah bermaksud untuk membohongimu, aku sudah lama menganggapnya sudah mati makanya aku tak pernah memperdulikannya dan semenjak aku mengenalmu aku hanya mencintaimu, kamu juga tahu sendiri aku tak pernah pulang ke Jawa dan hanya mengirim uang satu juta saja untuk ibuku, aku tak pernah menganggapnya istri dan aku tak pernah menafkahinya!'' jelas Abi meyakinkan pada Wulan, Wulan pun menatap ke arah Abi yang sedang memelas saat ini.

''Lalu kenapa kamu baru cerita sekarang hah?!'' ucap Wulan yang masih kesal.

''I...itu karena dia menggugat cerai aku, baru aku ingat kalau dia masih berstatus resmi denganku'' jawab Abi gugup.

''Cih....ternyata seperti itu, kalau begitu kamu ceraikan saja dia hah!'' ucap Wulan dengan sinis.

''Iya sayang, aku pasti akan cerai dengannya kok kamu tenang saja!'' ucap Abi dengan yakin.

''Aku nggak mau tau pokoknya aku nggak mau berurusan dengan istri kampung kamu itu, secepatnya kamu harus selesaikan masalah kamu kalau tidak jangan harap aku akan maaf in kamu!'' ancam Wulan pada Abi.

''Iya-iya aku janji sama kamu sayang, jadi kamu mau maaf in aku kan?'' tanya Abi penuh harap.

''Kita lihat saja nanti tapi untuk sekarang jangan harap, nanti malam kamu tidur di ruang tamu saja aku malas tidur sama kamu!'' ucap Wulan yang ingin memberikan sedikit pelajaran sama Abi  karena sudah membohonginya.

''Yah tega amat sih yang, nanti kalau kamu kedinginan bagaimana, kalau aku tidur di kamar tamu kan enggak bisa peluk kamu kalau malam yang!'' rengek Abi pada Wulan namun Wulan pun tak peduli karena dia masih marah sama Abi.

''Bodo amat emang aku pikirin!'' sahut Wulan yang kemudian meninggalkan Abi sedirian begitu saja.

Pengacara Handoko pergi ke kantor pengadilan Agama untuk mencari tahu soal gugatan cerai dari Dewi untuk Abi.

''Permisi saya mau bertanya apa betul ada gugatan cerai masuk belakangan ini atas nama saudari Dewi terhadap suaminya saudara Abi?'' tanya Pengacara Handoko pada petugas yang sedang bertugas saat ini di kantor pengadilan Agama.

''Sebentar saya cek dulu'' jawab petugas tersebut dan pak Handoko pun menunggu dengan sabar.

''Ada, gugatan atas nama sadari dewi kepada suami Abi seminggu yang lalu dengan di wakili pengacara ilham'' jawab petugas tersebut pada pak Handoko.

''Baik terima kasih atas informasinya'' ucap pak Handoko yang merasa sudah cukup mendapatkan informasi.

Kemudian pak Handoko pun menghubungi pengacara ilham dan mengajaknya untuk bertemu.

''Halo pak Ilham, saya pak Handoko, apakah pak Ilham ada waktu, saya ingin bicara empat mata dengan Anda'' ucap pak Handoko melalui sambungan telepon.

''Baik pak Handoko, Anda bisa datang ke Firma hukum saya sekarang'' jawab Ilham pada pak Handoko.

''Oke, saya akan ke sana sekarang'' jawab pak Handoko.

''Baik saya tunggu kedatangan Anda'' jawab Ilham sebelum menutup sambungan teleponnya.

Tanpa menunggu lama, pak Handoko pun segera pergi ke Firma Hukum di mana pengacara Ilham sedang bekerja saat ini.

Setelah tiga puluh menit menempuh perjalanan dengan mobilnya pak Handoko pun sampai di tempat yang di tuju, beliau segera memarkirkan mobilnya di tempat parkir kemudian segera menemui pengacara Ilham yang sudah menunggunya.

Dengan di antarkan sang resepsionis, pak Handoko pun di bawa ke ruang kerja pengacara Ilham.

''Selamat siang pak Ilham'' sapa pak Handoko sembari menjabat tangan pengacara Ilham.

''Selamat siang juga pak Handoko, selamat datang di Firma Hukum kami, silahkan duduk, apakah ada yang bisa kami bantu pak Handoko?'' ucap Ilham dengan ramah.

''Terima kasih pak Ilham, jadi begini...maksud kedatangan saya kali ini berhubungan dengan laporan gugatan cerai saudari dewi dengan saudara Abi'' ucap pak Handoko, pengacara Ilham pun langsung paham.

''Apakah pak Handoko mewakili saudara Abi?'' tanya Ilham.

''Bukan....dan juga belum pasti, saya hanya di utus pak Safrudin untuk menyelidiki perihal ini, masalahnya beliau sendiri tidak tahu kalau menantunya sudah beristri, jadi mohon pak Ilham bisa menjelaskan sedikit banyak soal saudari Dewi ini?!'' ucap pak Handoko dengan serius, Ilham pun menghela nafas panjang kemudian menghembuskannya,

1
Lee Mbaa Young
alkhamdulillah karma tak Semanis kurma. semoga di tahanan Ada yg mnghajar abi.
R⁵
duuhh mak nya oneng amat siihhh😒
R⁵
widiiihh berkhianat 2 tahun tanpa ketahuan..
R⁵
lugu bgt c dewi nya..
cinta boleh wi gobloogg jangan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!