NovelToon NovelToon
Cinta Tulus Abi

Cinta Tulus Abi

Status: tamat
Genre:Berondong / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:99.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tina rifky

WARNING!!!
JANGAN DI BOOM LIKE YAH PLEAS🙏🙏🙏


Cerita ini mengisahkan tentang seorang remaja yang genius namun sangat nakal, dan arogant, usianya baru saja menginjak di angka 20 tahun. Remaja ini hobbynya senang dengan melakukan Balapan Liar, dan Tawuran antar remaja semenjak di bangku SMA.

Remaja ini terlahir dari keluarga yang cukup berada, namun dia menjadi korban broken home kedua orang tuanya. Remaja ini terpaksa tinggal bersama sang Papa, karena Pengadilan menjatuhkan hak asuh atas dirinya.

Banyak lika-liku yang di hadapi remaja ini, hingga terjadi satu insident yang menimpa dirinya. Hingga dia terjebak di sebuah lingkungan Pesantren khusus wanita, di sanalah dia menemukan cinta, kasih sayang, perhatian, akhlak dan juga pengetahuan Agama.

Ingin tahu kisahnya? Ayo simak dan ikuti cerita ini terus yah!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina rifky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Fakta

🥰🥰Happy Reading🥰🥰

Abi sangat terkejut, melihat Mama Mariam dan Ibu guru Ningrum berada dalam satu meja makan. Wajah mereka nampak lebih cantik, dengan memakai hijab saat ini. Terakhir Abi bertemu dengan mereka, belum mengenakan hijab pasalnya.

Begitupun mereka nampak terkejut dengan kedatangan seorang pemuda yang begitu tampan, meski wajahnya agak sedikit berubah tapi masih familiar untuk mereka kenali.

"A.. abi.. !" Ucap kedua wanita, yang sangat Abi cintai itu bersamaan.

Wajah Mama Mariam sudah merah dan matanyapun sudah berkaca-kaca, tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya saat ini.

"Apakah Kalian, sudah saling mengenal?" Tanya Pak Ustad penasaran, ketika melihat ekspresi wajah ketiganya yang nampak shock dan saling menyebutkan nama.

"I.. iya, Pak Ustad." Ucap Abi terbata, kemudian berhambur memeluk Mama Mariam dengan begitu eratnya.

"Abi rindu Mama, Abi sangat merindukan Mama, hikkzz.. hikkzzz.. hikzzz..." Ucap Abi lirih, seraya menangis haru.

"Iya Abi sayang, maafkan Mama yang sudah meninggalkan kamu selama ini, Mama juga merindukan Abi, hikkz.. hikkzz.. hikkzz.." Ucap Mama Mariam lirih, meminta maaf kepada anaknya. Diapun menangis sejadi-jadinya, dengan membasahi pakaian Abi dengan air mata.

"Kenapa selama ini tidak pernah menemui Abi? Kenapa Mama menghilang tanpa jejak? Kenapa Mama jahat sama Abi? Ke.." Ucapnya terhenti saat Ibu Ningrum memotong ucapan Abi.

"A.. abi kalau bertanya itu satu-satu, kasihan Mama kamu jawabnya." Sela Ibu Ningrum, dengan tersenyum manis.

"He.. he.. he.. iya, lalu kenapa ada Ibu guru juga disini? Abi semakin tidak mengerti." Kekeh Abi, saat menyadari dirinya membrondong pertanyaan. Lalu merasa heran dengan keberadaan Ibu Ningrum, bersama Mama Mariam di Pesantren itu.

Abi mengurai pelukkannya, lalu menatap Mama Mariam yang selama ini dia rindukan. Hatinya merasa sedih dan bahagia, campur aduk saat ini.

Abi menghapus air mata, yang sudah membasahi wajah cantik Mama Mariam. Begitupun Mama Mariam, melakukan hal yang sama kepada anak semata wayangnya.

"Abi sayang, mama akan menjawab pertanyaan kamu setelah kita sarapan dahulu. Mamapun akan balik bertanya dengan apa yang terjadi, hingga kamu bisa sampai berakhir disini." Ujar Mama Mariam, seraya mengecup kening anaknya yang sekarang sudah sangat tinggi melebihi dirinya.

"Iya, Mama." Sahut Abi, seraya membungkuk sedikit, saat Mama Mariam menarik bahunya untuk mencium keningnya.

Pak Ustad Fariz, Ibu Ustadzah Madinah, Umi besar Khadijah, serta Bapak Kiai besar Zain Ahmad, tersenyum bahagia melihat pertemuan mereka bertiga.

"Jadi, Nak Abi ini putra Ibu Mariam? Pantas saja, perasaan Bapak Kiai seperti langsung menyukai Nak Abi, saat baru bertemu tadi subuh di Masjid." Ungkap Pak Kiai jujur, seraya melihat kearah Abi dan Mama Mariam bergantian.

"Iya Pak Kiai, ini putra semata wayang saya. Kami berpisah sudah hampir 5 tahun lamanya, dan sekarang baru berjumpa lagi." Jelas Mama Mariam jujur, seraya menarik kursi duduknya.

Begitupun juga dengan Abi, yang menarik kursinya disebelah Mama Mariam. Lalu diikuti Ibu Ningrum, kembali ketempat duduknya, yang kebetulan menghadap Abi.

"Wajah Nak Abi, dan Ibu Mariam juga ada kemiripan." Ucap Umi besar senang, ikut menyumbang suara.

"He.. he.. he.. namanya Ibu dan anak, pasti mirip dong Umi." Kekeh Ibu Ustadzah Madinah, istri dari Bapak Ustad Fariz.

Ibu Ustadzah Madinah, adalah anak pertama dari Umi besar yang bernama Umi Khadijah, dan Bapak Kiai Zain Ahmad. Sedangkan anak kedua mereka yaitu Ustad Rizal Ahmad, suami dari Ibu guru Ningrum.

"Maaf Pak Kiai, saya belum kenal nama Pak Kiai dan yang lainnya." Ucap Abi sopan, ingin mengenal lebih dalam lagi keluarga Pak Kiai.

"He.. he.. he.. Nak Abi, belum mengenal nama kami semua yah? Maaf, Pak Kiai lupa menyebutkan nama tadi pagi." Kekeh Pak Kiai, saat dirinya lupa memperkenalkan namanya, karena pertemuan mereka yang cukup singkat tadi pagi.

Abi langsung tersipu malu, saat teringat saat pertemuannya tadi pagi di Masjid. "I.. iya Pak Kiai." Ucap Abi gugup, seraya tersenyum malu.

"Perkenalkan nama Pak Kiai adalah Zain Ahmad, ini istri Bapak namanya Umi Khadijah. Lalu ini anak pertama Kiai namanya Ustadzah Madinah, dan ini suaminya Ustad Fariz. Kalau ini Nak Ningrum, istri dari putra bungsu Kiai namanya Almarhum Ustad Rizal Ahmad." Ujar Bapak Kiai, memperkenalkan nama-nama keluarganya.

Abi memandang satu-persatu, nama orang yang sudah diperkenalkannya. Dengan mengucap salam kenal kepada mereka, seraya menangkupkan kedua tangannya didepan dadanya sendiri.

Merekapun menyambut hangat, sikap Abi yang begitu sopan dan ramah kepadanya. Namun, Abi sangat terkejut, saat Pak Kiai memperkenalkan Ibu Ningrum sebagai menantunya, yang merupakan istri dari Almarhum anaknya yang bernama Ustad Rizal Ahmad.

"Haaah..? Almarhum? Ibu Ningrum sudah menjadi janda sekarang?" Hati Abi ikut bersedih dan bertanya-tanya.

Abi menatap lekat, wajah wanita yang selama ini bertahta dihatinya, sekarang ada dihadapannya. Seakan dirinya bermimpi disiang bolong, kejutan demi kejutan menghampiri dirinya.

Mulai dari dirinya yang tersasar sampai di Pondok Pesantren, bertemu dengan Bapak Kiai besar, bertemu kembali dengan Mama kandungnya, dan betemu lagi dengan wanita yang dia sukai dan cintai. Lalu mengetahui hal Fakta, jika Ibu Ningrum kini sudah menjadi janda.

"Maaf Pak Kiai, apa saya tidak salah mendengar, kalau anak Bapak Kiai Ustad Rizal sudah meninggal dunia?" Tanya Abi hati-hati dan sopan.

"Tidak, Nak Abi. Anak Bapak meninggal dunia, saat jatuh sakit setelah satu hari menikah dengan Nak Ningrum." Jelas Bapak Kiai, dengan mata yang sudah berembun.

"Astagfirulloh, kalau boleh tahu sakit apa beliau Pak Kiai?" Tanya Abi penasaran, dan wajah Abi sudah nampak sedih, dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

"Sakit kanker pankreas, stadium 4." Jawab Bapak Kiai yang seketika menangis, air matanya tumpah membasahi pipinya, saat mengingat kejadian itu.

"M.. maaf Pak Kiai, saya tidak bermaksud membuat Bapak bersedih." Ucap Abi menyesal, dengan apa yang sudah ditanyakannya. Abipun ikut meneteskan air matanya, yang sudah tidak terbendung lagi

Sontak saja semua ikut menitikan air mata, saat mengingat momen sedih tersebut.

"Sudah-sudah, kalau bersedih terus, kapan kita akan sarapannya?" Tanya Umi Khadijah menghentikan tangisan mereka.

"Hi.. hi.. hi.. iya Umi." Ucap Ustadzah Madinah tertawa kecil dalam tangisannya, seraya mengusap air matanya.

Seketika semuanya ikut menghentikan tangisannya, lalu berubah menjadi tawa dalam sedih.

Akhirnya merekapun sarapan bersama dalam satu meja makan, seperti keluarga yang utuh dan bahagia layaknya keluarga besar.

*******

"Mama masih hutang jawaban, yang Abi tanyakan tadi pagi." Ujar Abi, saat berada didalam kamar Mama Mariam.

"Heeemmm..."

--BERSAMBUNG--

...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih....

1
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
Aisha Humaira
lagian ga pake bukti perselingkuhan jg gbisa lah ngasi harta gono gini. harta gono gini itu kalo harta itu dimiliki setelah menikah. kalo sblm menikah ya bukan gono gini. itu milik pak Robby.

masa pak pengacara gabisa buat oembelaan soal itu. apa guna dia sebagai pengacara? semua harta yg dimiliki pak Robby kan bs dicek. harta gono gini harta bersama yg dimiliki setelah menikah.
Tutik Julianti
kalo Abi tau papanya udah pisah sama istri barunya....apakah Abi akan menyetujui papa dan mama nya rujuk🤔
Tutik Julianti
so sweet 😍😍
Tutik Julianti
semoga keluarga pak Robby bersatu kembali
Tutik Julianti
siapa yg gak kaget... ayahnya keluar kota 3 hari pulang2 dah bawa istri dan saudara tiri...kasian Abi...
💮Aroe🌸
cantiknya😍

ternyata dah tamat cerita Abi😅


terimakasih atas ceritamu yg menarik, tor😘 good job👍

maaf, telat aku lanjut bacanya🙏😅
Follow ig : tinatina3627: iya kak🤭🤭
total 1 replies
💮Aroe🌸
Alhamdulillah, langsung jadi😁 gk pake lama😆
💮Aroe🌸
kamar mantenya cantik😍

Abi pinter ngerayu juga😋
Melati Alfino Tino
alhamdulilah ningrum melahirkan bayi nya dengam slamat..... slamat ya adi sma ningrum bayi nya lucu dn imut.. 😊😊😊
Melati Alfino Tino
😊😊😊😊
Melati Alfino Tino
pak robby sungguh darmawan
sekali.. meskipun banyak harta tpi dia tidak sombong..itu sisi baik nya pk robby
Melati Alfino Tino
lanjut pk robby jngan putus asa kebahagian menanti mu
Melati Alfino Tino
semangat pak robbi perjuanga kn lah cinta mu
Setia
penyesalan di akhir kehidupan mu pakk, bpk tega mengusir anak baik seperti abi
Setia
gemes deh
Setia
ada yg rindu nih
Setia
benar harta bukan lah segalanya
Setia
ahk ibu seakan tidak rela berjauhan sama abi
Setia
awwwww aku mesem2 sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!