Maya dikhianati, difitnah, dan dibunuh oleh anak angkat yang direbut kasih sayang serta hartanya. Saat keluarganya sadar dan meminta maaf, semuanya sudah terlambat.
Namun Maya terbangun sebagai Chelsea putri kesayangan seorang penguasa yang ditakuti. Di kehidupan baru ini, ia dicintai dan dilindungi sepenuh hati. Musuh masih mengancam, tapi Maya tidak lagi lemah. Dengan pengalaman masa lalu dan kekuatan yang baru, ia bangkit untuk melawan kejahatan dan melindungi keluarga barunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ocha Via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejahatan Semakin Nyata Namun Masih Belum Terlihat Oleh Siapa Pun
Bab 13
Sejak hari itu aku berhenti mencoba membujuk mereka dengan kata kata. Aku tidak lagi mendatangi Ayah atau Ibu atau ketiga kakakku untuk menceritakan apa yang aku lihat dan apa yang aku ketahui. Aku menyadari bahwa kata kata hanyalah suara yang mudah hilang terbawa angin selama hati mereka tidak siap untuk menerima kebenaran. Namun mataku tidak pernah berhenti melihat dan telingaku tidak pernah berhenti mendengar setiap hal yang terjadi di sekelilingku. Aku terus mencatat setiap gerak gerik Vanessa setiap tamu asing yang datang diam diam setiap pesan yang disampaikan secara rahasia dan setiap perubahan yang terjadi di dalam rumah maupun di luar rumah yang berhubungan dengan urusan bisnis Ayah.
Hari demi hari berlalu dan hal hal buruk yang tertulis di dalam rencana yang kutemukan di ruangan bawah tanah mulai terjadi satu per satu secara nyata di depan mata seluruh keluarga. Kerjasama penting yang sudah disepakati selama bertahun tahun tiba tiba dibatalkan oleh pihak lain tanpa alasan yang jelas. Nama baik Ayah mulai diragukan oleh orang orang yang dulu sangat mempercayainya. Uang yang seharusnya masuk ke rekening perusahaan tiba tiba hilang tanpa jejak yang jelas. Setiap kali hal hal buruk ini terjadi Ayah pulang dengan wajah yang semakin gelap dan cemas dan setiap kali hal itu terjadi Vanessa selalu ada di sisinya dengan wajah yang tampak sangat prihatin dan penuh perhatian. Ia akan memberikan nasihat nasihat yang terdengar baik namun sebenarnya semakin memperburuk keadaan dan menjauhkan Ayah dari orang orang yang sebenarnya masih setia dan jujur kepadanya.
Aku melihat bagaimana Vanessa secara perlahan lahan mengarahkan kepercayaan Ayah kepada orang orang yang sebenarnya adalah musuh musuhnya yang tertulis di dalam daftar yang kutemukan. Ia berbicara dengan lembut dan meyakinkan berkata bahwa orang orang ini adalah satu satunya orang yang masih mau membantu Ayah di saat sulit padahal sebenarnya merekalah orang orang yang sedang merampas harta dan kekayaan Ayah sedikit demi sedikit setiap harinya. Ayah yang sedang putus asa dan tidak tahu harus percaya kepada siapa pun akhirnya mempercayai kata kata yang keluar dari mulut gadis yang ia anggap sebagai anak yang paling tulus dan paling setia kepadanya. Ia tidak tahu bahwa setiap nasihat yang diberikan justru semakin mendekatkannya ke arah jurang yang sudah lama digali untuknya oleh orang orang yang mengirim Vanessa ke rumah ini.
Suatu hari Bibi Rina datang ke kamarku dengan wajah yang sangat pucat dan gemetar. Ia membawa selembar kertas yang sempat ia ambil secara diam diam dari atas meja di ruang tamu yang tertinggal oleh seseorang yang baru saja berkunjung secara rahasia menemui Vanessa. Di atas kertas itu tertulis daftar barang berharga dan surat berharga yang akan segera dipindahtangankan kepemilikannya atas nama Ayah namun ditandatangani oleh seseorang yang lain yang bekerja sama dengan kelompok musuh itu. Bibi Rina berkata dengan suara yang bergetar jika hal ini terus berlanjut Nona Maya dalam waktu yang sangat singkat seluruh harta benda yang dimiliki oleh keluarga ini akan berpindah tangan ke orang orang yang tidak berhak menerimanya sedikit pun dan keluarga ini akan ditinggalkan tanpa membawa apa apa. Aku segera menyalin isi kertas itu ke dalam buku catatanku dan menyimpannya bersama bukti bukti yang lain sebagai salah satu tanda bahwa waktunya semakin mendekati puncak kehancuran yang sedang disiapkan untuk keluarga ini.
Alena juga datang membawakan kabar yang semakin mengkhawatirkan. Ia sudah berhasil menemukan informasi yang lebih lengkap tentang kelompok orang yang mengirim Vanessa ke rumah kami. Kelompok itu adalah sekelompok orang yang sudah lama dikenal sering menggunakan cara cara licik dan menipu untuk menguasai harta kekayaan orang orang kaya yang tidak waspada. Mereka sering menyusupkan orang kepercayaan atau anak angkat ke dalam keluarga yang menjadi sasaran mereka untuk merusak dari dalam sebelum menyerang secara langsung. Alena berkata bahwa kelompok ini tidak segan melakukan hal apa pun termasuk melenyapkan siapa saja yang menghalangi jalan mereka jika dirasa perlu. Ia juga memperingatkanku untuk sangat berhati hati karena semakin dekat mereka menuju tujuan semakin berani mereka mengambil risiko untuk menyingkirkan orang yang menjadi penghalang.
Sementara itu di dalam rumah keadaan semakin memburuk setiap harinya. Ayah semakin sering terlihat murung dan cemas ia mulai kehilangan banyak kepercayaan dari rekan rekannya dan kerugian yang diderita perusahaan semakin besar setiap bulannya. Namun Vanessa justru semakin dekat dan semakin dipercaya oleh Ayah dan Ibu. Ia menjadi orang yang paling dekat dengan mereka berdua memberikan nasihat mengatur pertemuan dan menyampaikan pesan pesan kepada orang orang yang seharusnya tidak boleh berhubungan langsung dengan urusan penting keluarga kami. Ketiga kakakku juga ikut terpengaruh oleh keadaan mereka mulai bertengkar satu sama lain karena kesalahpahaman yang diciptakan oleh Vanessa secara halus dan tersembunyi. Persatuan keluarga yang dulu sangat kuat dan kokoh kini retak dan hancur berkeping kepingan persis seperti yang direncanakan oleh musuh musuh dari luar itu.
Aku melihat semuanya terjadi dengan mata kepalaku sendiri namun aku tetap diam dan tidak lagi berusaha berbicara kepada mereka. Aku tahu bahwa kata kata tidak akan berguna sekarang. Mereka harus merasakan sendiri bagaimana rasanya jatuh ke dalam lubang yang mereka sendiri izinkan untuk digali di bawah kaki mereka. Namun setiap malam aku tetap mencatat setiap hal yang terjadi secara rinci dan lengkap di dalam buku catatanku. Setiap kerugian yang terjadi setiap orang yang berkhianat setiap pertemuan rahasia yang terjadi setiap kata yang diucapkan oleh Vanessa yang memperburuk keadaan semuanya tertulis di dalam sana sebagai saksi bisu atas segala kesalahan yang mereka tolak untuk lihat sejak awal.
Suatu sore aku melihat dari balik jendela kamarku sebuah mobil berwarna gelap yang tidak ada tanda pengenalnya berhenti di halaman belakang rumah tepat di tempat yang tersembunyi dari pandangan jalan raya. Vanessa keluar menemui orang yang berada di dalam mobil itu dan menyerahkan selembar kertas yang terlihat tebal dan berisi banyak tanda tangan sebagai gantinya ia menerima sebuah amplop yang tebal berisi uang atau surat berharga dan sebuah benda kecil yang berbentuk seperti kunci yang besar. Mereka berbicara sebentar dengan wajah yang tampak serius dan tegang lalu mobil itu pergi dengan cepat menghilang di balik jalan yang berkelok kelok menuju ke arah jalan raya utama. Aku segera mencatat kejadian itu secara lengkap beserta ciri ciri mobil itu waktu kejadian dan benda apa yang terlihat saling diserahkan. Aku tahu bahwa ini mungkin salah satu langkah terakhir sebelum mereka mengambil alih segala sesuatu yang menjadi milik keluarga kami secara sah menurut hukum yang sudah mereka tipu dengan cara yang licin.
Malam itu hujan turun deras sekali persis seperti hari hari penting lainnya yang penuh dengan pertemuan rahasia dan penyerahan barang barang berharga. Aku duduk di dekat jendela kamarku yang kecil di bagian belakang rumah menatap ke arah kegelapan di luar sana sambil memegang buku catatanku yang kini sudah sangat tebal dan berat isinya. Di dalam rumah yang besar dan megah itu orang orang yang dulu sangat aku cintai sedang tidur nyenyak dalam ketidaktahuan mereka tidak menyadari bahwa pintu rumah mereka sudah terbuka lebar bagi musuh yang sudah lama berdiri di tengah tengah mereka. Mereka tidak menyadari bahwa setiap langkah yang mereka ambil atas saran gadis yang mereka sayangi justru membawa mereka semakin dekat menuju kehancuran yang total.
Aku tidak lagi merasa marah atau benci kepada mereka aku hanya merasa sedih yang sangat dalam. Sedih karena mereka memilih untuk menutup mata padahal cahaya kebenaran sudah bersinar terang di hadapan mereka. Sedih karena mereka lebih mempercayai senyum palsu orang asing daripada ketulusan anak kandung yang telah tumbuh besar di depan mata mereka sendiri. Namun aku tidak akan pergi dari sini aku akan tetap berdiri di tempat ini menunggu sampai semuanya runtuh sampai topeng itu jatuh dengan sendirinya dan sampai mereka datang mencari kebenaran yang dulu pernah aku tawarkan kepada mereka dengan tangan terbuka namun mereka tolak dengan kasar. Saat hari itu tiba buku catatan inilah yang akan menjadi satu satunya hal yang tersisa untuk menyelamatkan apa yang masih bisa diselamatkan dari reruntuhan yang sedang dibangun oleh ketidaktahuan dan ketidakpedulian mereka sendiri.
Bersambung...