NovelToon NovelToon
Cinta Tulus Sang Ceo

Cinta Tulus Sang Ceo

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:10.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Erna Surliandari

Kehancuran yang Ia rasakan, membuat Ilham Adi Prawira, kabur dan mengasingkan diri di sebuah hotel selama beberapa minggu.

Putra pertama dari Prawira grup yang berusia berusia 27 tahun itu, mengalami patah hati yang cukup parah. Ketika sang wanita yang Ia cintai, justru memilih sang Papa sebagai calon suaminya.

Di hotel itu, Ia mengalami sebuah insiden. Seorang pelayan, bernama Khalila. Ia salah memberikan pesanan, hingga berakibat fatal untuk mereka berdua.

Karena kejadian malam itu, dengan semua rasa bersalahnya, Iam mencari wanita itu dan memberikan tanggung jawab untuknya.

"Tak perduli bagaimanapun kau menolak. Aku, akan tetap menikahimu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku memang bukan cinderella

"Selamat siang Pak Iam. Ini jadwal hari ini." Siska membacakah agenda Iam hari ini.

Tatapan mata Iam tertuju pada satu ruangan yang masih kosong. Itulah ruangan sang Papa. Dan Ia sangat tahu, jika Papa Wira tak akan pernah telat kacuali ada urusan tertentu.

" Papa mana? Sakit?" tanya Iam pada Siska.

"Papa Bos agak telat. Katanya ada urusan yang harus Ia selesaikan." jawab Siska dengan memberikan beberapa dokumen untuk dipelajari.

Tak ada firasat apapun dihati Iam. Ia melanjutkan pekerjaannya seperti biasa dengan sebaik-baiknya.

Beberapa rapat dan pertemuan dilakukan, ditemani Siska yang selalu di sampingnya sekretaris cantik dan tinggi semampai itu, sudah menemani Iam selama Lima tahun, dan sudah faham betul mengenai sang Bos.

"Hotel Horizon. Tempat aku dan Lila pertama kali bertemu." ucap Iam, ketika memasuki tempat penuh sejarah itu.

Ia masuk ke ruang pertemuan, karena memang sudah ditunggu disana.

"Permisi, Bu. Saya mau...."

"Kemana aja kamu, Lila? Kayak jelangkung aja kamu. Datang tak dijemput, pulang tak diantar. Kemana kamu!" bentak Bu Loly.

"Ma-maaf, saya ada urusan dan tak sempat izin."

"Terus mau kamu apa kesini? Mau urus izin? Kamu sudah saya pecat!" lantangnya.

Suaranya yang menggelegar sampai membuat pegawai lain datang untuk melihat mereka. Rasa penasaran, dan kasihan pada Lila yang harus di pecat secara tidak hormat karena gosip yang ada.

" Kamu jebak tamu disini 'kan? Kamu goda supaya bisa dinikahin? Diam-diam nakal kamu." cibir Bu Loli padanya.

"Saya ngga pernah jebak siapapun, Bu. Semua itu fitnah."

"Lalu kenapa kamu pergi diam-diam?"

Pertanyaan ini nyaris sama, dengan ujaran yang diberikan Papa Wira padanya. Lila hanya diam, enggan menjawab lagi sebuah pertanyan, dengan jawaban yang sama persis. Karena jika di jawab pun, pertanyaan akan semakin merembet kemana-mana.

" Jika Ibu pecat saya, saya sudah terima dengan lapang dada. Meski, sebenarnya masih ada gaji saya yang tertunda disini. Ya terserah, saya sudah ngga mau berurusan lagi. Saya capek."

"Sombong kamu, mentang-mentang menikahi orang kaya. Cinderela pun tak sesombong itu." cibir Bu Loli untuk yang kesekian kalinya.

Lila hanya menghenduskan nafas dengan kasar. Menyibakkan rambutnya yang tergerai panjang, yang bahkan belum sempat Ia ikat.

"Siapa yang sombong?" Seorang pria masuk dengan langkahnya yang begitu elegan. Lila hanya mendelik, tanpa berani menoleh ke arahnya.

"Lah, kenapa dia disini?" fikirnya.

Semua mata terbelalak. Mereka tahu siapa dia, tapi belum tahu apa statusnya dengan Lila. Apalagi, dia datang langsung memeluk pinggang Lila dan mengecup pipinya dengan gemas.

"Kenapa pergi ngga pamit?" tanya Iam pada istrinya.

"Maaf, Lila buru-buru. Mas kok disini?"

"Ada rapat barusan. Lihat kamu masuk, dan lihat kamu lagi dimarahin, jadinya kesini. Ada apa?" tanya Iam lagi, duduk santai di kursi, dan memangku tubuh Lila diatas pahanya.

"Itu, suaminya?" tanya Mas Aryo.

"Mungkin iya. Wuiih, itu yang nginep waktu itu kan? Perasaan kucel, tapi kok beda banget." jawab rekan sebelahnya.

Bu Loli langsung diam. Wajahnya pucat, dan mungkin nafasnya sesak. Karena, begitunlah Ia ketika di serang panik.

"Lila anda pecat, betul?"

"Ya, sa-saya memecatnya karena lebih Tiga hari tanpa kabar." jawab Bu Loli.

"Padahal, saya sedang berencana ingin menjadi salah satu pemilik saham di hotel ini. Dan saham itu, atas nama istri saya. Jadi, bagaimana jika Lila menjadi salah satu yang berkuasa disini? Apa masih berani bicara seperti itu?" lirik Iam dengan tajam, pada mantan bos istrinya itu.

1
Syalum
😍😍
Jamaliah
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Jamaliah
pasti ulah keluarga dona
juwita
mampir
nissa
ada ada saja lila ngidam nya
nissa
yang lalu biarlah berlalu iam, kamu harus bisa mengiklaskan dona
nissa
lanjut
nissa
percaya saja sama iam bu marni
nissa
syukurlah kalau mas iwan mo berubah
nissa
iam iam kasihan papamu itu lho wes tue
nissa
mbak dinar telaten banget ya ngurus lila
nissa
duh semakin rumit
nissa
meleyot deh aku
nissa
wah sungguh bijak iam
nissa
iam memang pintar otak nya, pantas jadi ceo
nissa
baik banget si iam
nissa
tak tau malu mama nya dona
nissa
siapa tuh
nissa
kasian lila
nissa
kacau dech semua nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!