NovelToon NovelToon
ALINEA CINTA

ALINEA CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:20.5M
Nilai: 5
Nama Author: Lin Aiko

Seperti halnya alinea yang membutuhkan penggabungan beberapa rangkaian kata dan kalimat untuk bisa terbentuk sempurna, begitu pula dengan kisah cinta yang membutuhkan rangkaian perasaan untuk menjadi sebuah kisah cinta yang sempurna.

Berangkat dari sebuah tikaman tak kasat mata yang membuat hati begitu terluka, seonggok daging yang bernyawa mempunyai harapan untuk bisa mendapatkan sebuah cinta layaknya Rasulullah yang begitu mencintai Khadijah.

Mungkin semua orang bisa menentukan tujuan mereka, tapi tidak dengan apa yang akan mereka temukan. Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Disinilah perjalanan diantara suka dan duka dalam kehidupan yang terakit indah menjadi sebuah ALINEA CINTA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lin Aiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

"Al...," Sora memanggil nama pria didepannya itu.

"Ya?" Sahut Almeer, dia tak melamun hanya terdiam saja.

"Aku tanya ke kamu loh, kenapa gak langsung jawab?"

Almeer kembali terdiam.

"Gimana? boleh ngarepin kamu jadi suamiku?" Sora mengulang pertanyannya untuk kedua kalinya.

Almeer menggeleng.

"Kenapa?" Raut wajah Sora berubah kecewa.

"Bukan aku orangnya, Ra."

"Hah?"

"Kamu berhak mendapatkan yang lebih baik dari aku."

Sora menggeleng, "Apa karena aku masih punya sedikit ilmu agama? apa aku terlalu jauh dengan kriteria kamu, Al?"

Almeer menghela nafas kemudian menggelengkan kepalanya.

"Kamu tidak menyukaiku?" tanya Sora.

"Bukan...,"

"Jadi kamu punya perasaan padaku, Al?" Sora kembali antusias

Almeer terdiam dan menunduk.

"Al...," Sora kembali mendesak Almeer. "Aku menyukaimu dan aku ingin punya suami sepertimu."

Almeer mengangkat kepalanya dan menatap Sora. "Aku tak bisa melarang perasaanmu padaku, Ra. Tapi aku juga tidak bisa membalasnya."

Sora mengatupkan bibirnya rapat-rapat, matanya mulai berair menatap wajah Almeer yang terlihat serius, sangat berbeda dari biasanya.

"Maafkan aku, Sora."

Sora menggeleng, "Kamu punya rasa yang sama denganku, Al. Kamu sedang berbohong." satu tetes air mata Sora membasahi pipinya.

"Ra—"

"Kenapa kamu selalu memperumit keadaan, Al?" pangkas Sora.

"Aku benar-benar bukan orang yang pantas untukmu, Ra." Sahut Almeer, sorot matanya berubah cemas melihat Sora yang menangis. "Ku mohon, jangan menangis. Maafkan aku sudah melukai perasaanmu." pinta Almeer.

Sora menggeleng, ia mengusap bekas air mata dipipinya. "Aku menangis bukan karena hatiku yang terluka, Al. Aku merasa sedih karena kamu harus membohongi diri sendiri. Pasti itu sulit..." Air matanya kembali menetes.

Almeer menghela nafas panjang.

"Kenapa kamu harus berbuat seperti ini, Al?" tanya Sora, ia mulai terisak.

Almeer menggelengkan kepalanya. "Aku tidak bisa membalas perasaanmu, Ra. Maafkan aku..." Almeer mengulang kalimatnya.

"Aku tidak menyukaimu yang seperti ini, Al. Kamu bukan pembohong yang baik." Kata Sora.

Almeer tak menjawab ucapan Sora.

"Waktuku di Jogja hanya tersisa lima hari, Al." Kata Sora.

Almeer mengernyitkan keningnya, "Lima hari?"

Sora mengangguk, "Iya, Papaku hanya memberikan waktu satu minggu untuk menyelesaikan urusanku." Jawab Sora, Bukan-bukan..., lebih tepatnya perasaanku padamu." ralat Sora.

"Kamu akan tinggal di Jakarta?" tanya Almeer.

Sora mengangkat kedua bahunya, "Entahlah. Aku tidak peduli tentang itu." Jawab Sora. Ia mencondongkan badannya ke depan, melipat kedua Lengannya diatas meja dan menatap Almeer lekat-lekat.

"Aku berharap kamu bisa jujur dengan perasaanmu, Al. Aku akan menunggumu." Kata Sora.

Almeer memejamkan matanya sejenak mendengar Sora yang masih teguh dengan pendiriannya. Ia menarik nafas dalam-dalam kemudian membuka matanya menatap Sora.

"Kamu akan tetap mendapatkan jawaban yang sama seperti hari ini, Ra."

"Apa sih yang membuatmu harus berbuat seperti ini, Al? harusnya ini mudah, kan? aku, kamu punya rasa yang sa—"

"Aku tak pernah menjawab kalau kita mempunyai rasa yang sama, Ra." Pangkas Almeer, wajahnya kembali serius dengan sebuah tatapan kemarahan.

Melihat Almeer yang seperti itu membuat Sora tak berani mengucapkan satu kalimatpun. Sora seperti melihat sisi lain Almeer yang belum pernah ia ketahui.

"Aku pulang dulu, Al." Ucap Sora kemudian pergi meninggalkan Almeer.

"Ra...,"

Almeer berdiri dari duduknya, ingin sekali menahan bahkan mengejar wanita yang pergi dengan luka yang ia buat itu. namun kakiknya tak sejalan dengan hatinya. Ia masih berdiri, menatapi Sora yang semakin jauh meninggalkannya.

Ya Allah, hari yang ku takutkan tiba juga dan aku tidak bisa mempertanggung jawabankan perasaanku. Aku terlalu larut masuk dalam keadaan ini. Dan akhirnya kini aku menyakiti perasaan salah satu hambamu..., Maafkan aku, Sora. Aku terlalu pengecut dengan perasaanku. Aku benar-benar bukan pria yang pantas mendapatkanmu. Batin Almeer sambil menatapi kepergian Sora.

Sementara itu, wanita berkerudung hitam yang berulang kali mengusap air matanya itu sedang berjalan cepat agar segera sampai dirumahnya.

Entah mengapa hanya sebuah tatapan kemarahan Almeer membuat hati Sora sangat terluka. Dadanya sesak mendengar kalimat yang keluar dari mulut Almeer yang tidak setuju dengan pendapatnya.

Jelas sekali, sangat jelas sorot mata Almeer sebelumnya menunjukkan pria itu sedang berbohong. Ia yakin sekali jika Almeer memiliki perasaan yang sama dengannya. Jika tidak, untuk apa Almeer selalu memperlakukannya sangat baik?

Bukan, dia bukan pria yang suka memberi harapan palsu. Aku yakin dia punya alasan tak mau mengakui perasaannya. Batin Sora.

"Kenapa kamu, Ra?" tanya Sky ketika melihat Sora pulang dengan pipi yang basah karena air mata dipipinya.

"Sst!!" Sora mengacungkan satu jari telunjuknya, ia tak mau berdebat dengan Sky kali ini.

Sora beranjak masuk ke dalam kamarnya dan mengambil ponselnya.

"Assalamu'alaikum, Mamaaa.....," Air matanya semakin deras keluar.

Ia menceritakan kejadian yang baru ia alami pada mamanya. Air matanya sedikitpun tak berhenti menemani Sora ketika bercerita.

***

Tok tok tok!

Suara ketukan pintu kamar Sora terdengar menggema didalam kamar dan sang pemilik kamar mengabaikan ketukan itu, matanya yang masih basah menatap kosong ke dinding kamarnya.

"Non, ada non Meera datang mau jemput ke pengajian." Terdengar suara bi Uci dari luar.

Sora langsung bangun dari tidurnya dan membuka pintu kamarnya, "Lupa, Bi..." Ia berlari menuruni anak tangga dan menghampiri Ameera.

"Assalamu'alaikum, Mbak." Salam Ameera ketika Sora menghampirinya.

"Wa'alaikumsalam, Meera. Aku lupa kalau malam ini ada pengajian di rumah Ustadzah Cholifa. Maaf ya, kamu mau nunggu aku mandi dan siap-siap? Aku panggil Mina juga, ya?"

"Iya, Kak..."

Sora kembali pergi ke lantai dua. Ia mengetuk kamar Mina, "Dek..., kamu udah siap pengajian belum?" tanya Sora dari balik pintu.

"Mina gak ikut, Kak." Teriak Mina dari dalam kamarnya.

"Loh, tumbenan? kenapa?"

"Mina lagi haid."

"Kakak juga, tapi kan ini cuma ceramah aja, Dek."

"Mina gak ikuuuut, Kak." Terdengar suara Mina sedang menahan kekesalan.

"Ngapain sih, Ra?" tanya Sky yang baru keluar dari kamarnya.

"Aku lupa kalau ada pengajian sekarang, Untung Meera jemput aku." Jawab Sora sambil berlalu pergi kembali ke kamarnya untuk mandi.

"Meera? dia disini?" Senyum Sky mengembang lebar.

Ia perlahan menuruni anak tangga dan menghampiri Ameera di ruang tamu.

"Hai..., Mee-ra!" Sapanya pada Meera dengan tergagap.

"Iya, Mas Sky." Sahut Ameera. "Mau kemana, Mas?"

Ya mau disini nemenin kamu, pake nanya lagi? Gumam Sky dalam hati.

"Mau ke depan, ada yang ketinggalan di mobil." Jawab Sky beralasan.

"Ooh iya, Mas. Silahkan."

Kok gak ditahan ya? Gumamnya lagi dalam hati.

Sky pergi ke depan, lama ia berada dalam mobil dan mencari apapun disana untuk dijadikan alasan. setelah mendapat sebuah buku, ia kembali lagi ke ruang tamu.

"Bukunya ketinggalan...," jawabnya sendiri tanpa ada yang bertanya, senyum canggung tersungging di bibirnya.

"Iya, Mas." Jawab Ameera.

Sky memutar otak untuk mencari topik pembicaraan dengan wanita yang sedang duduk di ruang tamu rumahnya itu. Mungkin jantungnya terlalu keras bekerja hingga aliran darah ke otaknya mengalami kendala dan membuatnya sulit berfikir saat ini.

"Mmm, anu... Meera...," Sky gelagapan.

"Ya, Mas?"

Ia mengusap rambut bagian belakangnya, "Cake yang kemarin dibawa kakakmu itu beli dimana?" Akhirnya dia menemukan topik pembicaraan.

"Ooh, itu aku yang bikin, Mas. Mas Sky suka?" tanya Ameera.

Sky mengangguk, "I-iya, suka banget! Suka!"

"Tiap jam sepuluh, jam tiga sore aku bikin, Mas. Sama habis maghrib kalau gak lagi ada pengajian aku juga bikin. Kalau mas mau bisa datang di jam itu, biar bisa menikmati yang masih anget."

"Boleh?"

"Ya boleh, Mas. Yang penting bayar. hehehe." Ameera menutup mulutnya yang sedang tertawa.

Sky ikut tertawa walau kaku, "Besok aku akan kesana."

"Iya, Mas. Kami tunggu kunjungannya di cafe kami." Kata Ameera.

"Iya...,"

Percakapan selesai, tapi Sky masih berdiri di tempatnya dan membuat Ameera bingung.

"Heh! Ngapain?" Sentak Sora yang sudah rapi dan segar walau matanya terlihat sembab.

"Pa-an, sih!" Ujar Sky sambil berlalu pergi.

"Yuk, Meera."

"Iya, Mbak. Mina gak ikut?" tanya Ameera.

"Enggak, lagi sibuk banget keknya. Dari kemarin sibuk di kamar terus." Jawab Sora.

"Ooh, iya udah, Mbak."

Sora dan Ameera pun beranjak pergi meninggalkan rumah dan menuju ke rumah Ustadzah Cholifa yang masih berada disekitar tempat tinggal mereka.

Mereka datang sedikit terlambat, pengajiannya sudah dimulai beberapa saat yang lalu tapi Sora dan Ameera tetap masih bisa menyimak dengan baik apa yang dibahas ustadzah Cholifa.

***

"...Kalau kita sudah minta, sudah berusaha masih juga belum dikasih. Berati memang Allah tahu, kita belum siap menerima apa yang kita pinta.

Misal, ada anak umur lima tahun minta dibelikan motor gedhe. Gak mungkin kan orang tuanya bakal kasih, bukan karena tidak bisa memberikan, hanya waktunya belum tepat. Kalau orang tuanya tetep ngasih motor gedhe buat anaknya, bisa jadi hal buruk nanti menimpa anaknya. Belum tahu fungsinya, cara mengendarainya, bahkan kakinya saja masih jauh nyampe ke tanah.

Begitulah kurang lebih Allah menjawab do'a kita. Bukan tidak dikabulkan, tapi Allah memberi sesai kebutuhan kita, sesuai porsi kita. Hendaknya kita selalu berkhusnudzon pada Allah, cepat atau lambat in shaa Allah do'a kita terhijabah. ... "

Kalimat Ustadzah Cholifa saat pengajian tadi terus terngiang ditelinga Sora sepanjang perjalanan pulang.

"Mbak...," Ameera mencoba membuat Sora berhanti melamun.

"Ya, Meera?" sahut Sora

"Mbak kenapa sih? kok muram terus dari tadi?"

Sora menghentikan langkahnya. "Meera! Apa Almeer punya cewek yang disukai? atau mungkin dia udah punya calon pendamping yang di pilih sama orangtua kalian?" tanya Sora.

Ameera menggelengkan kepalanya, "Papa sama Mama gak jodohin mas Al sama siapapun, Mbak? memangnya kenapa?"

"Kalau cewek yang disukai? atau yang lagi deket sama dia deh?"

"Setahuku, cewek yang deket sama mas Al ya cuma mbak Sora aja. Kalau cewek yang disukai sih aku gak tau, Mbak. Kata mas Al, kalau memang udah ada yang cocok pasti langsung dikenalin ke papa sama mama."

Sora menghela nafas panjang.

"Kenapa sih, Mbak?" Ameera semakin penasaran.

"Tadi aku ngungapin kemauanku pengen dia jadi suamiku, tapi aku di tolak." Keluh Sora.

"Hah!! Di tolak? kok bisa? ku kira mas Al itu suka sama mbak Sora."

"Nah kan, bukan aku yang kepedean. Aku juga sadar banget dia suka ama aku, Meera. Tapi dia bilang gak pantas buat aku."

"Dih, jawabannya itu itu mulu kalau nolak cewek." Gumam Ameera.

"Apa karena aku bukan muslimah yang baik ya, Meera?" tanya Sora.

Ameera menggeleng, "Bukan, Mbak. Meera yakin banget mas Al punya perasaan khusus sama, Mbak. Pasti ada alasan lain yang buat dia nolak mbak...,"

"Apa Meera kira-kira?"

"Minder kali dia, Mbak. Secara kan mbak kaya banget dan kami keluarga yang biasa saja."

"Ya Allah, kenapa Al mikir gitu sih?"

"Atau jangan-jangan karena—" Meera langsung mengatupkan bibirnya rapat-rapat.

"Karena apa, Meera?" Sora penasaran.

Meera menggelengkan kepalanya, "Enggak Mbak, enggak. Bukan apa-apa...,"

"Meeraaaa...,"

"Beneran bukan apa-apa, Mbak..."

***

Cahaya mentari menembus kaca jendela dan menyeruak masuk ke dalam kamar Sora. Gorden putih tipis berayun indah diterpa angin yang menyentuhnya. Wanita pemilik kamar itu sudah berdiam diri, duduk di sofa mengamati halaman rumah tentangganya sejak subuh tadi.

Matanya yang sembab kini bertambah hiasan kantung mata yang sedikit gelap dikulitnya sebab semalam ia tak mengistirahatkan mata dan tubuhnya.

Dari kejauhan ia melihat pria yang sudah ditunggunya sejak tadi keluar dari rumahnya, senyumnya mengembang walau tak selebar biasanya. Ia mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan pada pria yang baru saja naik keatas motornya itu.

/Hati-hati di jalan, Al. Jangan lupa senyum, wajahmu jelek kalau gak senyum gitu./

Almeer langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke arah jendela Sora ketika usai mendapatkan pesan itu. Ia tak bisa melihat bayangan Sora dibalik jendela sebab gorden tipis disana menghalau pandangannya.

/Jangan mencariku, aku sedang tidak pakai kerudung. Tapi aku tetap melihatmu./ Satu lagi pesan baru dari Sora.

Almeer tersenyum ke arah jendela Sora, walau senyum itu berselimut resah dan rasa bersalah.

/Aku berangkat dulu, Sora./ Balas Almeer.

Sora tak membalas pesan itu, dan Almeer segera melajukan motornya keluar halaman rumahnya. Ia tak lupa menatap kembali ke jendela Sora sebelum ia benar-benar meninggalkan gerbang rumahnya.

"Soraaa!!"

Brak Brak Brak Brak!!

Teriakan suara Sky dan diikuti suara gebrakan pintu kamarnya membuat Sora naik pitam.

"Apa sih, Sky!?" Sentaknya ketika membuka pintu kamarnya.

"Udah jam segini, kamu gak sarapan? gak kerja? Aga udah nungguin, tuh!"

"Enggak, aku gak mau kerja." Jawab Sora.

"Kenapa?"

"Ngantuk!" Jawab Sora asal.

"Dasar pemalas." Ejek Sky, "Yaudah, ayo sarapan!"

"Gak mau...,"

Brak!

Sora menutup pintu kamarnya.

"Kenapa sih nih, bocah!!" Gumamnya sambil pergi ke kamar Mina.

Tok tok tok.

Sky mengetuk pintu kamar Mina.

"Dek, sarapan yuk." Ajak Sky.

"Kak Sky sarapan dulu aja, nanti Mina nyusul." Sahut Mina dari dalam kamarnya.

"Nih keluarga kenapa sih pada jadi individual gini?" Gumamnya lagi.

"KALAU KALIAN GAK TURUN BUAT SARAPAN BARENG, AKU GAK AKAN ANGGAP KALIAN KELUARGA LAGI! JANGAN MINTA BANTUANKU KALAU KALIAN BUTUH APA-APA!!" Teriak Sky menumpahkan kekesalannya.

***

Berkat teriakan Sky tadi meja makan tak lagi sepi. Sky, Sora, Mina dan Aga mengisi masing-masing kursi. Walau semua sedang berkumpul, tapi tak ada pembicaraan disana. Sora hanya memain-mainkan makanan dipiringnya, Mina makan dalam diam dan menunduk, sedangkan Aga memang tak makan, dia hanya duduk disana sebagai pelengkap dan memandangi layar ponselnya.

BRAK!!

"Astaghfirullahaladzim!!" Pekik Sora dan Mina.

Sora dan Mina terkejut ketika Sky menggebrak meja makan. Aga hanya menatap datar kearah Sky.

"Kalian ini kenapa sih? bikin suasana rumah gak enak aja!" Sentak Sky pada Sora dan Mina.

"Kamu, Dek! Udah dua hari ngurung diri di kamar terus gak jelas kenapa. Dan sekarang juga kamu, Ra! Mau ikut-ikutan ngurung diri dikamar juga!?"

"Aku tuh lagi patah hati tau!! Aku di tolak cowok!! Kau sih gak tau gimana rasanya patah hati!! " Jawab Sora sambil menodongkan sendok makannya ke arah Sky, membuat pria itu reflek menghindar.

"Mbak di tolak?" tanya Mina.

"Iya, Mbak di tolak..." Mata Sora kembali berair.

"Sama siapa?" tanya Mina lagi.

"Tuh, cowok ganteng depan rumah."

"Uhuk uhuk uhuk!!" Mina tersedak, Ia gelagapan mengambil gelas air minum.

"Hati-hati, Dek...," Ucap Sora.

"Kenapa sih? kaget denger kakakmu di tolak cowok?" tanya Sky.

Mina mengangguk dan tersenyum, "Iya..., gak biasanya kak Sora ditolak cowok." Kata Mina.

"Nah, gitu dong senyum... Dari kemarin-kemarin gak senyum." Ujar Sky.

"Jahat kalian! Bisa-bisanya aku sedih kalian malah senyum-senyum gitu." Keluh Sora, ia menatap Aga. "Ga, kita temenan ya. Kita berada di satu barisan. Barisan patah hati."

"Maaf, Nona. Saya tidak merasa sedang patah hati." Tolak Aga.

"Kan kamu juga habis ku tolak, Ga?"

"Tapi saya tidak patah hati, Nona."

"Hahahahahaha..." Tawa Sky menggelegar diruang makan, "Kasian banget nasib kembaranku ini...," Sky mengusap kepala Sora yang tertutup kerudung itu.

"Gak butuh belas kasihanmu!" Sora menampik tangan Sky.

-Bersambung-

.

.

.

.

.

GAK ADA INFO.

Authornya sibuk ngitung biji wijen di onde-onde. Kata orang jaman dulu, onde-onde yang enak itu biji wijennya harus ganjil. Dari tadi ngitung nyari yang ganjil gak nemu-nemu. Genap semua...

Jangan lupa BAYAR AKU dengan tekan LIKE, ketik KOMENTAR, kembali ke halaman sampul buat KASIH BINTANG LIMA dan kalo ada yang punya lebihan poin kasih VOTE novel ini ya.

Terimakasih.

1
Fahmi Hafiz
ga pernah bosen novelnya ka aiko
fitri anwar
menuju part sedih ini/Sob/
amara
maasyaaAllah kak ikoo, baca ulang novel kakak, bolak balik ke ijo biru ijo biruu, teteuuup paling bisa mengobrak abrik hati pembaca🥹🥹🥹🫶🏻🫶🏻🫶🏻
amara
aaaaaa pak langitttt😭😭😭😭
amara
yaaAllah baca udah berkali-kali tetap ajaa ngakakkk🤣😭
fitri anwar
Modus Sora tuh almeer😍🤣🤣
fitri anwar
udah di tunggu dari kecil sampai besar🤣
fitri anwar
Almeer so sweet😍😍😍
Silivia Ratna
saya salah 1 pembaca yg sudah beberapa x ngulang baca ini ..padahal sudah tau jalan ceritanya .. habis ini ngapain lagi ..tapi tetap suka .. 🤗

25 sept. 2025 ..
fitri anwar
hmmm alhamdulillah ya Sora dapat percikan surga kayak Almeer,🤣🤣🤣
fitri anwar
cieeehhhh otw unboxing🤣🤣
fitri anwar
Masya Allah, alhamdulillah saaahhh... SAMAWAH yah sayangku berdua, ikut senang, terharu juga ya Allah kak Aiko paling toooppp dah..🥰🥰🥰😍😍
fitri anwar
Masya Allah, Almeer gercep sekaran🤣🤣🤣 tapi niat baik harus d segerakan ya Almeer.. Kak Aiko, jgan lupa undang kami juga Acara pernikahan Sora sama Almeer .. Ma kasih kak Aiko sayang🥰🥰🥰🥰
fitri anwar
ya Allah kak Aiko, perasaan ini campur aduk semuanya.. 😭😭😭😭😭
fitri anwar
ya Allah mau dong 1 yang kayak Almeer, aamiin..🥰🥰
ya Allah pak Langit gemash aku gigit nih🤣🤣🤣
fitri anwar
Aga plissss demi bahagia sora😭😭😭
fitri anwar
sky pengertian banget🥰🥰
fitri anwar
gemash sama pak langit, aku gigit ni..🤣🤣
fitri anwar
Luar biasa
fitri anwar
gak mau komen😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!