NovelToon NovelToon
Possessive Husband

Possessive Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:862.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Puji Rahayu Ningsih

"Gak!! Aku gak mau nikah sama dia."Nadia menatap ibu tirinya tidak suka.

"Perusahaan papa kamu terancam bangkrut. Apa kamu mau jatuh miskin?"Meli mencoba membujuk Nadia yang keras kepala.

Nadia adalah anak tunggal dari pasangan Aldi dan Dina. Dulu keluarga itu sangat harmonis, tapi semenjak mamanya meninggal dan papanya nikah lagi dengan Meli, Nadia seakan hilang jati diri. Dia menjadi gadis Nakal.

"Apa tidak ada jalan lain selain aku harus menikah dengan dia? Aku belum mengenal laki-laki itu, bagaimana mungkin aku bisa menikah dengannya? Oh tuhan...., Ayolah, aku ini masih mau bersenang-senang dengan masa muda ku. Pa, Plis..."Nadia meminta bantuan Aldi lewat tatapan matanya.

"Maaf sayang, kamu harus tetap menikah dengan dia. Papa yakin, kamu akan bahagia bersamanya."Aldi pergi begitu saja. Sedangkan Meli sedang tersenyum penuh kemenangan.

"Welcome air mata. Pernikahan gila yang tidak pernah aku inginkan. Jangankan menikah, untuk pacaran saja aku tidak sudi."Nadia mengepalkan tangannya erat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puji Rahayu Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Karma.

Flash back on.

*1 tahun lalu, Rehan sudah berencana melamar kekasihnya, Nesya. Tepatnya di pulau Dewata Bali. Dia juga sudah menyiapkan cincin dan berbagai keperluan lainnya. Jeo dan Luwis sampai di buat Rehan pusing untuk menyiapkan dekorasi di Bali. Semuanya sudah matang, hari pertunangan dirinya dan Nesya tinggal menghitung hari. Bahkan Keluarga Mahendra sudah memesan baju couple untuk menghadiri pertunangan putra semata wayang mereka.

Semua orang sudah berada di Bali, mereka tidak sabar menunggu kedatangan Rehan, Jeo, dan juga Luwis yang datang terlambat.

Namun....

Jeo datang sambil memapah tubuh Rehan yang sudah berlumuran darah. Jeo menceritakan semuanya, Nesya kabur bersama kekasih barunya. Rehan pernah koma beberapa hari karena tusukan pisau yang mengenai perut Rehan. Kekasih baru Nesya yang melakukannya. Luwis yang juga berada disana, mengurus kekasih baru Nesya ke Polsek terdekat. Sedangkan Nesya berhasil kabur. Bukannya benci kepada Nesya, Rehan malah menginginkan pertunangannya dilanjutkan. Hal itu membuat Bram dan Eva geram. Mereka menyibukkan Rehan dengan berbagai kerjaan di new York. Lalu setelah pulang ke new York, Rehan Melihat Nadia bersama Melody di caffe. Rehan jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Nadia.

Bisnis keluarga Zaen yang sedang mengalami masalah, memperlancar semuanya. Bram dan Rehan bersedia membantu membangkitkan perhotelan milik keluarga Zaen, jika Aldi mau menjodohkan Nadia dengan Rehan.

Tidak sulit untuk mengetahui identitas Nadia, lewat foto yang Rehan ambil diam-diam, Dia menyuruh orang kepercayaannya mencari tahu tentang siapa orang di foto itu*.

Flash back off.

Melody Dan juga Danil tersenyum puas, dia sudah tahu semuanya tentang kejadian di kantor Rehan.

"Nadia harus tahu semua ini." Danil bertekat memberi tahu tentang kebenaran antara Nesya dan Rehan.

"Tapi bagaimana caranya?" Melody menatap seorang lelaki yang kemarin resmi menjadi tunangannya.

"Kita harus mencari Nadia sampai ketemu." Melody mengangguk, dia setuju dengan saran tunangannya.

***

Setelah lama mengurang diri di kamar, Sekarang Rehan sedang makan di restoran Italia. Rehan berada di roftop restoran bintang5 kawasan Jakarta.

"Sudah lama menunggu?" Perempuan anggun duduk di depan Rehan. Bibir Rehan tersenyum, pertanda dia tidak mempermasalahkan hal itu.

"It's, Okay." Jawab Rehan, singkat." Ada apa kamu mengajak ku ketemu?"

"Aku dengar istrimu pergi dari rumah itu karena ku, apa itu benar?" Rehan yang sedang menyuapkan spegeti ke mulutnya, langsung menatap perempuan itu.

"Hemm.." Dehem Rehan sebagai jawaban.

"Berarti aku punya kesempatan buat deketin kamu lagi dong!" Perempuan yang duduk di depan Rehan itu tersenyum manis.

"Tentu." Jawab Rehan, sambil tersenyum manis.

Perempuan yang bernama Nesya itu tertawa di dalam hati. Memang pesona kecantikan yang dia miliki membuat semua lelaki bertekuk lutut padanya.

"Silahkan dimakan, aku sudah memesan makanan spesyal untuk mu." Rehan mempersilahkan Nesya memakan makanan yang sudah dia pesan.

"Terimakasih." Nesya memakan makanannya sambil menatap Rehan. Dia tidak sabar bisa menikah dengan lelaki kaya seperti Rehan. Bodoh sekali dia dulu, bisa-bisanya dia meninggalkan Rehan demi lelaki yang mengaku-ngaku sebagai pengusaha berlian. Tapi nyatanya, dirinya di tipu. Lelaki itu hanya pegawai biasa.

****

Nadia menikmati perannya sebagai ibu hamil. Sekarang dia sedang berada di ruangan dokter Dara untuk memeriksa kandungannya. Dokter cantik itu sudah lama menyukai dokter Aksa, tapi Dokter Aksa menolaknya dengan alasan sedang tidak mencari istri lagi.

"Cepat banget ya mbak perkembangan janin mbak. Udah masuk 4 bulan aja nih. Mau USG sekalian gak?" Goda Dokter Dara sambil tersenyum kearah Nadia.

"Hee.., Alhamdulilla, Dar. Gak usah, laki-laki atau perempuan aku terima. Yang penting sehat." balas Nadia. Dia memang memanggil dokter Dara dengan sebutan nama tanpa embel-embel Dokter, karena dokter Dara lah yang memintanya memanggilnya seperti itu. Katanya biar tambah akrab.

"Oh ya, Tumben Vino gak ikut kamu. Biasanya dia kan nempel kamu terus." Dokter Dara menatap Nadia dengan nada bertanya.

"Lagi ikut Dokter Aksa kerumah temannya." Jawab Nadia, sopan. Dokter Dara mengangguk. Mereka mengobrol seperti orang yang sudah lama kenal.

"Oh ya, makasih loh udah bantuin aku. Dokter Aksa suka sama masakan aku tadi pagi. Doain aku biar bisa dapatin dia ya, Nad." Dilihat dari wajahnya yang sumringah, pasti dokter Dara lagi bahagia.

Nadia memang memberi tahu dokter Dara tentang makanan yang disukai dan tidak disukai oleh dokter Aksa. Dua bulan tinggal bersama dokter Duda itu, membuat Nadia sedikit tahu tentang kehidupan dokter Aksa dan Vino.

"Pokoknya aku juga doain kamu, supaya cepat-cepat baikan sama suami kamu. Ingat loh Nad, dalam rumah tangga tidak ada kerikil-kerikil kecil, gak akan seru. Kata orang sih." Dara terlihat serius ketika berbicara seperti itu.

"Kok kata orang?" Nadia menatap dokter cantik di depannya dengan Kening berkerut.

"Ya memang kata orang, kan aku belum nikah." Cengir Dokter Dara, yang dibalas Nadia dengan tertawa kecil. Bagi Nadia, tidak susah untuk Dokter Aksa mencintai dokter Nadia, selain cantik, pintar, dokter Dara juga humoris. Bukankah itu adalah perempuan kriteria semua laki-laki? Bukan seperti dirinya yang minim pendidikan dan biasa. Dirinya sadar jika dirinya tidak secantik perempuan-perempuan di luar sana. Jadi wajarkan kalau suaminya berselingkuh dengan perempuan yang lebih cantik dan sexsy dari dirinya?

***

"Kamu yakin mau keluar dari perusahaan?" Kinan menatap Luwis yang sedang memakan kukis di depannya. Sekarang mereka berdua sedang berada di apartemen milik Kinan.

"Iya, biar dia tahu, Bahwa dia tidak bisa seenaknya kepada orang. Kalau bukan karena kinerja kita semua, perusahaan dia tidak akan berdiri dan sesukses sekarang." Sepertinya Luwis benar-benar marah kepada Rehan, sahabatnya. Lelaki itu sudah mogok kerja sedari 2 bulan lalu. Selama Luwis tidak ada, kantor menjadi berantakan. Rehan juga jarang ke kantor. Lelaki itu lebih sering mengurung diri di rumah. Jadi Bram lah yang mengurus perusahaan, selama 2 bulan ini.

"Perusahaan sekarang obsetnya turun. Semenjak kamu gak ke kantor, Pak Rehan juga jarang ke kantor, perusahaan perhotelan kita jadi kacau." Adu Kinan. Luwis mengangkat bahunya acuh.

"Biar bangkrut sekalian. Tuh orang kalau belum di kasih karma, belum kapok." Sinis Luwis. Orang sombong seperti Rehan memang harus di beri pelajaran dan karma dulu baru tahu arti dari usaha, pertemanan, dan cinta.

"Aku jadi ngerasa bersalah, kalau saja aku dulu tidak membiarkan mbak Nadia masuk kedalam kantor, pasti semuanya tidak akan serumit ini." Sesal Kinan.

"Mungkin udah waktunya Nadia tahu kelakuan suaminya di belakang dirinya." Luwis menanggapi ucapan Kinan dengan santai.

"Tapi..."

"Malam ini aku ingin menghabiskan waktu bersamamu. Bukan membicarakan lelaki brengsek seperti Rehan." Potong Luwis, penuh penekanan.

"Baiklah, aku tidak akan membicarakan Pak Rehan lagi." Kinan tersenyum lembut kepada Luwis.

"Gitu dong penurut." Luwis mengacak-acak rambut panjang Kinan hingga berantakan.

"Pak Luwis..." Kinan memanyunkan bibirnya kedepan. Luwis tertawa pelan melihat Kinan sedang merajuk kepadanya.

"Memang aku bapak kamu, panggil aku Luwis." Sudah sekian kali Luwis menyuruh Kinan memanggilnya dengan nama, tanpa embel-embel Pak.

"Tapi..."

"Kinan!" Potong Luwis, penuh penekanan.

"Baiklah."

1
Muna Junaidi
Hadirrrr kembali thorrrr💃💃💃
Alyah Nasution
😂😂 lucu hahaha
Apih Nabila
lanjut kak
Teriyanti Yan
Musiknya terlalu brisik, sehinga suaranya kurang jelas
Rahayu
Kalau saya lanjut ceritanya masih ada yang baca?
Rita Erisha
visual + bio nya nadia donk thor
Rita Erisha
visual nadia nya donk thor
Andez Ajja
🤣🤣🤣😂😂😂😂resiko mas hhhhh
Andez Ajja
cerita xa sangat mnarik
Yana Saleh
next dong
Ulfa Sawani
asyik bacax
Ulfa Sawani
seru yaaa
Ulfa Sawani
ceritax seru yaaaa..pengen sepeti dlm cetita ini..
Reni Tri Cahyowati
lanjut thor
Onih Sumarni
.😁😁🤲
Wiwin Yustika Yustika
Lanjut dong
Öžôŕã
bunuh aja si rehan sebel aq
Öžôŕã
gedek gwe sma rehan,,,, cuma manis di mulut doang
Öžôŕã
knapa kagak keluar negri skalian thorr
Ni Made Partini
habis sampai sini Aja nih😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!