BELUM MELEWATI PROSES RE-WRITE🙏
KARYA OTAK ENCER MIMIN, WANTED!!! NO JIPLAK JIPLAK ATAU TIRU..INSPIRASI BOLEH BUT NO COPAS !!! Bagaimana jadinya jika seekor singa jatuh cinta pada domba buruannya ,gadis dengan sejuta pesona kecantikan paras dan hati namun dibungkus dengan penampilan cupu dialah Caramel yang harus jatuh ke dalam dunia seorang pemuda bernama Milo ,
" karena gue baik, mulai saat ini status loe jadi pacar angkat gue, alias gue adopsi lo jadi pacar gue..."
" what ?? gue ga minat makasih !!!"
Milo sudah jatuh sejatuh jatuhnya ke dalam pesona Caramel , hatinya untuk pertama kalinya bertekuk lutut pada seorang gadis yang sering ia bully. Siapkan diri untuk menyelami asam manisnya dunia Milo dan Caramel,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sweet moment
Awali pagimu dengan senyuman, kata iklan pasta gigi. Untung saja gigi Kara putih dan rapi, cocok lah jadi bintang iklan pasta gigi menggantikan si singa.
Gadis manis yang mengikat setengah rambutnya agak sedikit diatas ini beberapa kali melirik jam tangannya.
"Pergi aja lah, nanti telat !!" Kara menyambar tasnya , memutuskan untuk pergi ke sekolah sendiri. Ia mengetik pesan pada Milo jika ia sudah otewe menuju sekolah.
"Mampusss !!! gue bilang juga apa !!" semalam setelah berkumpul kumpul dengan teman temannya sampai tengah malam Raka langsung tertidur dan sekarang ia terlambat, tak ada sejarahnya ketos terlambat. Ia segera berlari menuju kamar mandi, tak lama ia muncul dan memakai seragam, ia hanya menyambar susu saja di meja makan.
"Mah, Raka telat... sarapan di sekolah aja !!" ucapnya cepat meraih punggung tangan ibu dan ayahnya.
"Anak itu !! masih saja begitu !!" ucap ibunya.
"Semalam Raka pulang jam berapa mah?" tanya ayah Raka.
"Jam 1 kalo ga salah pah, "
"Astaga," ayahnya menggelengkan kepalanya.
"Namanya juga anak muda, pah !"
.
.
Kara sampai juga di depan gerbang dan membayar angkutan umum.
Ia merogoh topi kebanggaan sekolahnya dan merapikan dasinya, hari senin adalah hari yang sakral untuk para siswa.
Raka sampai di parkiran sekolah, ia memasang bet ketua disiplin upacara di lengannya.
"Dukk !!"
"Aww !!" Raka bertubrukan dengan Kara yang berjalan menuju lapangan upacara.
"Eh, sorry sorry, Ra...gue buru buru !!" ucap Raka. Kara mengangguk, ia celingukan.
"Kenapa? cari Milo?" tanya Raka seakan tau apa yang dicari gadis manis di depannya.
"Kamvreet tuh bocah, kayanya mereka telat Ra..bakal ketemu lagi sama gue dan pak Dahlan !!" omel Raka.
"Ra, gue pamit ya !!" ucap Raka buru buru.
"Astaga Milo," gumam Kara.
"Kara !! ayo !!" Ayu berteriak memanggil Kara, upacara bendera akan segera dimulai.
Setelah barisan dirapikan, upacara dimulai. Kara tampak resah mengikuti upacara, matanya selalu celingukan mencari cari sosok Milo.
"Ihhh kebiasaan, seneng banget sih di hukum. Kayanya sehari ga dihukum tuh kaya sayur tanpa garam !!" omelnya dalam hati.
Upacara memang selalu menjadi hal paling membosankan, selain teriknya sinar matahari yang mulai menyengat, ditambah kaki rasanya pegal seperti mau copot, apalagi jika pidato yang disampaikan memakan waktu seperti perjalanan dari bumi ke matahari. Auto balik ke kelas ngesot.
Kara hampir menguap beberapa kali, namun tanpa di duga saat di tengah kebosanannya, pak Dahlan datang menuju ke depan podium, tapi ia tidak sendiri. Di belakangnya dia di ekori oleh beberapa orang siswa sekaligus ketua kedisiplinan.
Kara menganga, beberapa orang yang ia kenal ada disana. Mereka adalah siswa yang terlambat, dan atribut yang tidak lengkap.
"Ra, itu ka Milo kan ?" bisik Ayu.
"Ra, gue ko galfok nya sama kegantengan dia ya, boleh kan Ra ??!" seru Ica.
"Astaga Milo, " lenguhan lelah Kara.
Memang dari sini Milo terlihat cool dengan kejutekan dsn kedinginan nya, mungkin jika disandingkan dengan es di kutub sama. Padahal beda jika Milo bersama dengannya atau orang orang terdekatnya, ia sangat hangat dan konyol, dan tak lupa satu lagi penggombal kelas kakap. Mungkin hanya Kara yang tau bagaimana si raja gombal ini yang sebenarnya.
Baru saja kemarin, Kara meminta lelaki itu berjanji agar mengurangi penalti di sekolah,
"Ini yang namanya janji jiwa?" gumam Kara. Mendumel kesal, ia ingat kemain Milo mengepalkan tangannya dan mengetuk ngetuk dadanya sambil berucap janji jiwa. Kara tertawa kecil sendiri, mengingat betapa jumawa nya pemuda itu mengucapkan janji.
"Kenapa Ra?" tanya Ayu, "pasti mikir yang engga engga ya, sama makhluk di depan?" goda Ayu.
"Engga ih, mana ada !" sarkas Kara buru buru,
"Bener ya yang orang lain bilang," cicit Ica masih berghibah di tengah tengah upacara.
"Apaan?" tanya Via.
"Ka Milo cs ganteng ganteng banget !!! uuuhh beruntung jadi loe, Ra !" ucap Ica gemas. Kara hanya meringis mendengar ucapan Ica.
Dari arah depan pandangan Milo mengedar mencari gadis kesayangannya, matanya menyipit saat menemukan gadis cantik yang sedang cemberut memandangnya, segaris senyumnya tersungging padahal namanya sedang disebut oleh pak Dahlan sebagai siswa yang terlambat, dan siap mendapat hukuman. Seakan suara dari pelantang tak mengganggu fokusnya memandang Kara, ia malah mengedip menggoda, sontak saja para siswi yang melihat jadi salah paham dan mereka bersorak kegirangan.
"Ka Armilo ngedipin gue loh, pingsan aja gue !!" seru beberapa nya. Kara mengulum bibirnya,
"I love you !!" gumamnya menggerakan bibirnya , wajah Kara merona, jika teman teman sekelas tau kata kata itu untuk Kara, lain halnya dengan siswi lain yang semakin tak bisa diam ingin berteriak membalas kata love you too pada Milo.
"Cie, Kara... sweet banget sih ka Milo, jadi pengen bawa pulang deh !!" ucap Via dan Ica.
Kara sudah sangat merona dan malu memalingkan wajahnya dari Milo.
"Dasar cowok gilaaa !!" gumamnya menggigit bibir bawahnya.
Seperti dugaan Kara, Milo cs mendapat hukuman. Selain hormat bendera di lapang mereka bertugas membersihkan ruang musik, karena kemarin kemarin ruangan ini dipakai untuk latihan dan belum sempat dibereskan.
"Udah gue bilang juga, semalem udahan maennya, jadi telat kan !" ucap Raka yang akhirnya mengawasi hukuman mereka.
"Elah Ka, ga usah kolot. Bukan jamannya patuh patuh banget. Hidup itu jangan terlalu lurus kaya jalan tol, ga indah keliatannya !!" jawab Milo, memang jika berbicara dengan mereka tak pernah mendapatkan jawaban bermutu, selalu dianggap candaan.
" Jalan tol ngebut dong Mil?" tanya Arial di sebelahnya.
" Sue njirrrr, cuma Raka doang yang waras? om Kean juga ikutan ga bener?" tanya Erwan.
"Gue ngantuk lah, tapi puas gue ngalahin pak ketos !!" jawab Kean. Raka menepuk jidatnya, diantara sekian banyak yang menerima hukuman dan berjejer keempat makhluk mars inilah yang paling berisik, hukuman bukanlah beban untuk mereka, malah dijadikan hiburan.
Hukuman kali ini lumayan lama, sampai jam pelajaran pertama habis.
Kara masih melongokkan kepalanya menatap lapangan, masih ada anak anak yang kena hukuman, itu berarti Milo masih disana. Untuk sekali ini saja Kara akan menjadi anak nakal.
"Bu, saya ijin ke toilet !!" Kara menginterupsi. Guru mengangguk, Kara meninggalkan kelas, bukannya ke toilet ia malah pergi ke kantin membeli air minum dan roti, jika ke sekolah saja ia terlambat apalagi untuk sarapan.
Kara berlari menuju lapang, langkahnya sedikit ragu melihat disana banyak siswa yang melihat, siswa siswa yang terkena hukuman dan juga Raka.
Kara menatap air minum dan roti yang dibawanya. Ia memantapkan langkahnya, Milo saja selalu mempertaruhkan apapun untuknya selama ini, apa salahnya ia pun begitu. Kara menanggalkan urat malunya.
Langkah Kara mendekat, Milo yang sedang hormat bendera sambil mengobrol ini tersenyum sekaligus kaget melihat Kara ada di hadapannya.
"Baby ?!" sapanya.
"Kara !!" ucap Raka menoleh.
"Ka Raka, gue boleh minta ijin bentar kan ?" tanya Kara. Raka yang melihat Kara membawa minum dan roti mengangguk tau tujuannya.
Kara menghampiri Milo yang sudah tersenyum simpul.
"Ekhemm aus juga nih gue !!!" goda Arial.
"Aku tau kamu pasti ga sempet sarapan, " Kara membuka tutup air mineral dan juga bungkusan roti,
Tangannya terulur memberikan minum pada Milo lalu menyuapi roti ke mulut lelaki itu, dengan menatapnya kesal.
"Ga usah janji kalo ga bisa tepatin ! pake ngomong janji jiwa segala !" ketus Kara, Milo terkekeh. Dunia berasa milik berdua dan yang lain hanya pengungsi.
"Ya Allah jiwa jomblo aa gans meronta ronta !!" ledek Erwan.
"Ya Allah bisa ga sih yang uwu uwu begini gue jorokin aja, karena gue sirik !!" tambah Arial, memancing tawa yang lain. Namun hanya mereka berlima lah yang tertawa, siswa lain yang ikut dihukum mana ada yang berani menertawakan Milo cs, mereka hanya mengulum bibirnya, menahan tawa.
"Makasih by, meningan sekarang kamu masuk gih ! nanti kena marah, aku ga rela !!" ucap Milo.
"Aduhhhh !! keselek golok gue !!" ledek Arial lagi.
"Mati sono loe !!" sarkas Kean.
Kara mengangguk, "aku masuk dulu, ka Raka makasih ya, yang lainnya gue pamit !" ucap Kara.
"Sweet banget cewek gue !!" gumam Milo, ia merasakan perhatian tulus Kara.
.
.
.
.
paket komplit plit plit
Makasih ya kak udah nemani hari"ku👍
Laaah lalu apa yg ditonton jika gk ada hantunya
ada"aja Si Ica 🤣🤣🤣
ngakak sampek nangis
Ya ampuuun 🤣🤣🤣🤣🤣
pocongnya ketakutsn ikut lari 🤣🤣🤣
ada"saja perumpamaan bang jihad
Milo jawab :"ingakan aku untuk menembak kepala lelaki itu ".
ngakak aku 🤣🤣🤣🤣