NovelToon NovelToon
Hilal Jodoh Belum Terlihat

Hilal Jodoh Belum Terlihat

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:324.7k
Nilai: 5
Nama Author: Revolusi Rindu

Arabella Qaseema, wanita dewasa berumur 24 tahun. Sesuai dengan namanya yang cantik, Arabella memiliki paras yang cantik dan imut. Tapi sayang, ia sulit mendapatkan pasangan. Setiap bulan yang berganti, bergulir disetiap harinya. Arabella, selalu berharap akan ada seorang pria yang akan datang untuk melamar.

"Hilal jodoh belum terlihat. Jadi nunggu hilal dulu. Nanti ya, kalau enggak Sabtu, ya Minggu,"

"Kalau diundang, aku gak mau ngasih kado. Hari minggu gini KUA-nya tutup,"

"Memang mau nyariin calon buat aku?"

"Besok ya, kalau enggak hujan. Aku cariin satu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Revolusi Rindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Kapten

Setelah pengajuan nikah lima hari yang lalu, aktivitas Arabella kembali seperti biasa begitu juga dengan Haafizh. Ditengah kesibukan sebagai abdi negara Haafizh harus kembali berangkat bertugas kali ini tugasnya tidak lama seperti sebelumnya.

Sesuai dengan rencana setelah tugas negara selesai Haafizh akan langsung menggelar acara pernikahan. Tugas kali ini hanya setengah tahun, berarti Haafizh harus kembali merindukan Arabella.

"Jika bukan karena tugas saya tidak rela meninggalkan kamu Ra. Jaga dirimu dengan baik. Sekarang saya adalah bagian dari hidupmu, jika ada apa-apa maka libatkan saya"

Arabella hanya mengangguk dengan senyum tipis terpaksa, kedua pelupuk matanya sedikit berair, membendung air mata yang siap tumpah kapan saja. Sedari tadi ia tidak rela membiarkan Haafizh pergi. Namun sayang, beberapa menit lagi Haafizh harus pergi jauh darinya.

Kali ini sungguh terasa berat melepaskan Haafizh bertugas, apa karena menjelang pernikahan ke khawatiran Arabella pada Haafizh yang harus pergi jauh darinya menjadi berat. Tapi bukan seperti itu yang Arabella khawatirkan. Jauh dihati kecilnya yang paling dalam, Arabella merasa akan ada jarak yang lebih jauh dari ini yang akan memisahkan dirinya dengan Haafizh.

"Ara sayang, saya sangat mencintaimu" Bisik Haafizh tepat ditelinga Arabella sebelum pergi meninggalkan Arabella seorang diri dibandara.

Tidak ada keluarga Haafizh yang pergi mengantarkan selain Arabella dan satu teman Haafizh yaitu Bagas. Katanya Bagas tidak bertugas sama seperti Haafizh ia masih ditugaskan dikota selama Haafizh pergi.

Yang Arabella ketahui tentang Bagas yaitu Bagas adalah teman dekat Haafizh. Kata Haafizh selama ia tidak ada maka Bagas lah yang akan menggantikan posisinya yaitu melindungi Arabella.

Haafizh selalu berpesan pada Bagas jika suatu hari bundanya mulai curiga dengan rencana semua ini maka Arabella jangan sampai bertemu dengan bundanya. Bagas tau tentang ke khawatiran Haafizh, kaptennya itu sangat takut jika bundanya melukai perasaan Arabella.

"Siap. Perintah kapten akan saya laksanakan" Ucap Bagas dengan sigap seraya memberi hormat pada Haafizh.

Hari terus berlanjut hingga satu bulan setelah keberangkatan Haafizh, Arabella kini lebih terbiasa kembali tanpa Haafizh disisinya. Selama satu bulan ini Haafizh mengabari Arabella hanya dua kali. Tidak masalah bagi Arabella asal Haafizh baik-baik saja maka Arabella sudah sangat bersyukur.

Seperti sekarang Arabella tengah berjalan beriringan dengan Ana, keduanya baru saja keluar dari sebuah toko baju, sedari tadi Ana belum mendapatkan baju yang menurutnya cocok padahal keduanya telah masuk dari toko yang satu ketoko yang lainnya hanya untuk sekedar melihat-lihat.

"Sebenarnya model baju apa yang ingin kamu beli?" Arabella sudah jengah sekali, kakinya pegal dengan keringat yang sudah bercucuran sejak tadi tapi Ana belum membeli satu barang apapun.

Berbeda dengan Ana yang super enerjik, semangatnya seolah-olah tidak pernah pudar. Padahal sudah empat jam kedua adik kakak itu berkeliling pasar hanya untuk mencari satu model baju yang diinginkan Ana.

"Itu dia kak Ara aku juga gatau harus beli baju apa"

Yaampun. Arabella menghela napas panjang lalu menghembuskannya dengan kasar, dengan cepat ia segera menggandeng tangan kanan Ana. "Lalu sedari tadi kita ngapain Ana? Kita udah empat jam loh ini keliling pasar!" Cetus Arabella, keduanya berjalan melewati beberapa pedagang asongan, menyalip beberapa orang yang tengah sibuk memilih barang dagangan.

Sampai akhirnya Arabella membawa Ana didepan toko baju langganan Arabella yang biasa ia belanja. "Nah Ana sebaiknya kamu belanja disini saja. Selain kualitas bajunya yang bagus disini juga tidak terlalu mahal" Ucap Arabella dengan antusias.

Ana hanya mengangguk lalu keduanya mulai berjalan pelan untuk melihat baju yang sudah dipanjang dibeberapa patung moniken sebagian ada yang dilipat rapi dalam etalase.

Kedua tangan Ana sibuk memilih-milih sementara Arabella ia tengah duduk dipojokan sambil menunggu Ana yang sibuk memilih baju Arabella terus mengecek gawai, berharap ada pesan masuk dari Haafizh.

"Sudah dua minggu Haafizh tidak memberikanku kabar"

Rasa rindu pada Haafizh kian meningkat menumpuk hingga berubah berat, menyiksa hati dan pikirannya hanya untuk memikirkan Haafizh. Arabella pikir jatuh cinta itu akan menyenangkan seperti Ana yang setiap hari terlihat haha hihi bersama kekasih nya tapi nyatanya kisah cinta nya berbeda.

Ada jarak yang begitu membentang memisahkan, ada yang waktu yang begitu panjang hingga begitu lama. Kisah cinta nya bersama seorang prajurit TNI ternyata sangatlah sulit, butuh perjuangan hingga rasa rindu itu bertemu diujung kesabaran yang telah ia nantikan.

Sebenarnya Arabella merasa insecure jika bersama Haafizh, perbedaan dari mulai sosial hingga materipun sangatlah berbeda. Bagaikan langit dan bumi yang kian bertemu tapi tak kunjung menyatu menjadi satu. Begitu juga dengan Arabella dan Haafizh.

"Kak Ara" Teriakan Ana membuyarkan lamunan Arabella. Ia segera bangkit dari duduknya lalu mendekati Ana yang sudah selesai memilih beberapa potongan baju.

"Udah selesai?" Tanya Arabella yang langsung dianggukki oleh Ana sambil menunjukkan beberapa potong baju yang ia pegang.

Melihat baju pilihan Ana membuat Arabella sedikit terheran-heran pasalnya Ana tidak pernah membeli baju semahal ini dengan gaya gamis yang begitu mewah.

"Ana pasti ini sangat mahal" Ucap Arabella dengan suara setengah berbisik.

"Sengaja kak. Kan aku mau ketemu mamah mertua" Ana begitu terlihat sangat antusias hingga senyum lebar diwajahnya mengembang dengan begitu lebar.

"Mamah mertua kok bisa? Bukannya kata ayah perjodohan itu ditunda dulu?"

Sebelum menjawab pertanyaan Arabella Ana mengambil gawainya didalam tas lalu membuka aplikasi hijau untuk menunjukkan beberapa chat singkat tadi malam yang ia dapat dari mamah mertua.

"Jangan bilang-bilang ke ayah yah Kak! Katanya mamah mertua akan datang besok, hihi." Bisik Ana seraya terkikik. Tidak lupa ia memperlihatkan chat singkatnya bersama mamah mertua.

Benar juga isi pesan itu percakapan antara Ana dengan nama kontak mamah mertua. Tapi kenapa Arabella merasa tidak suka, kenapa orang itu menyuruh Ana untuk tidak memberitahu siapapun? dan satu lagi kenapa orang yang dimaksud oleh Ana mamah mertua itu akan datang mendadak.

"Apa sebaiknya kita bilang ke ayah, biar kita juga melakukan persiapan untuk menyambut kedatangannya" Saran Arabella.

"Jangan! Ini kan rahasia. Gamau tau pokoknya kak Ara harus jaga rahasia ini sampai besok" Ucap Ana dengan serius.

Tidak mau berdebat lebih panjang Arabella memilih Ana untuk segera membayar belanjaannya.

Waktu terus berlanjut hingga matahari telah terbenam diupuk barat, malam ini sangatlah indah dengan bintang bertebaran diatas sana. Jika di kota sana ramai oleh kendaraan dan orang-orang yang berlalu lalang maka di perbatasan hutan sangatlah sepi, hanya terdengar suara hewan dengan sesekali suara dedaunan pohon yang terguncang oleh angin.

Sudah tengah malam tapi tugas sebagai abdi negara belum juga kunjung usai. Sekelompok pasukan khusus TNI Angkatan Darat baru saja selesai mengamankan perbatasan wilayah Indonesia bagian timur dari musuh.

Haafizh sebagai kapten tentu saja ia paling aktif diantara kawan sejawat lainnya. Bahkan saat teman-temannya sudah hendak beristirahat di markas yang mereka buat Haafizh masih berjaga memperhatikan area sekitar takut sewaktu-waktu musuh datang.

"Kapten ini sudah malam sebaiknya kapten beristirahat dulu" Ujar Arga teman sejawat Haafizh yang sudah menganti baju lorengnya dengan kaus pendek polos berwarna hitam.

Haafizh berbalik badan keduanya kini saling berhadapan dengan jarak tiga meter. "Baiklah. Tolong setelah delapan menit saya tertidur bangunkan saya kembali" Pinta Haafizh dengan begitu tegas.

Dion yang paham dengan kebiasaan kaptennya segera mengiyakan.

"Siap kapten. Kalau begitu biar saya yang berjaga-jaga" Ujar Arga.

Setelah itu Haafizh langsung menganti pakaian yang sama dengan Arga kenakan yaitu kaus hitam polos dengan bawahan celana loreng panjang. Masuk kedalam tenda dengan beralaskan tikar tipis Haafizh segera merebahkan tubuhnya.

Tubuh Haafizh terasa remuk dan sakit semua. Jika ditanya apa Haafizh lelah? Maka jawabannya adalah Ya. Haafizh sangatlah kelelahan, setiap bertugas maka nyawalah yang selalu menjadi taruhan. Tapi sebagai abdi negara, Haafizh lebih baik gugur dimedan tempur dari pada pulang membawa kekalahan. Itulah prinsip seorang prajurit.

"Kapten bangun... Kapten" Suara Arga terdengar sungkan saat membangunkan Haafizh. Tapi mau bagaimana lagi ini sudah permintaan dari kaptennya.

"Kapten ini sudah delapan menit" Kali ini Arga merasa lega karena Haafizh sudah membuka kedua matanya.

Hah. Kenapa sangat cepat sekali delapan menit terasa satu detik. Kedua kelopak mata Haafizh terasa begitu berat, ia ingin tidur kembali tapi ada kewajiban yang satunya lagi yang wajib dilaksanakan yaitu shalat tahajud.

Tepat pukul satu malam Haafizh selalu melaksanakan shalat sepertiga malam disetiap harinya tanpa terlewat.

"Terimakasih sudah membangunkan saya. Sekarang giliran kamu yang beristirahat" Ucap Haafizh pada Arga.

Usai berwudhu disebuah danau kecil yang diketahui itu adalah sumber mata air Haafizh selalu berwudhu disana, selain jernih dan bersih air disana sangatlah segar.

Selesai berwudhu Haafizh segera mengambil sajadah ditenda, ia terbiasa shalat didekat batu besar yang dibawahnya penuh rerumputan hijau pendek. Terlihat bersih dan rapi. Jika diperhatikan sekeliling hutan sangatlah gelap dan sepi, teman sejawatnya sudah tidur semua hanya Haafizh yang terbangun untuk melakukan shalat tahajud.

Empat rakaat telah selesai dilaksanakan. Haafizh segera berdoa dengan begitu khusu. Selain mendoakan kedua orang tua dan dirinya sendiri Haafizh juga mendoakan Arabella calon istrinya yang begitu ia dambakan.

Tidak jauh dari Haafizh, Arabella juga sama baru saja menyelesaikan shalat malamnya. Setiap doa yang ia keluarkan penuh deraian air mata, rasa rindunya pada Haafizh kian bertumbuh besar hingga tak terbendung.

"Antara adzan yang berkumandang, antara kiblat yang tentukan arahku pulang. Antara manisnya syahadat dan dasyatnya syafaat. Antara hitungan tasbih, aku percaya bahwa sujudku dan sujudmu akan bertemu di Aamiin yang sama."

"Ara saya rindu kamu"

1
Tata google
trus apa ana juga bukan gadis miskin dan rendahan.. apalagi anak seorang pela**r kok bisa2 ngomg ke ara kayak gitu..
Rachma Linggar
deg deg an dapet,, endingnya happy semangat berkarya terus 😍
Tamirah
cerita sampai episode ini keren.
tinggal menunggu prahara sang bunda nya hafiz lanjut....!
Tamirah
ceritanya.menarik yg diharap dr pembaca novel tentu happy ending
Lala Japoung
sabarrr
Dewi Susanti
lumayan menghibur
Marwa
assalamualaikum kak, bagus ceritanya semangat up ya,jgn lupa mampir di novelku juga ya.
~``Miss you
haisssh Sampek merinding baca ny

Masya Allah...
~``Miss you
gemeshhhh bangeeet
~``Miss you
haisshhhh
~``Miss you
Masya Allah, huhu mau banget kek gini ya Allah...😭🤣
~``Miss you
Masya Allah... langka bat yg kek beginian hiks
~``Miss you
huhu Masya Allah... Masya Allah...😭🤧
~``Miss you
melamar kyamuuu

🤣
~``Miss you
ciaaah kesempatan ae nih babang kapten wkwk
~``Miss you
huhu semoga lancar rencananya hiks
~``Miss you
dan saya takut akan rasa sakit ny hiks
~``Miss you
cocok sangaaaat 🔥
~``Miss you
gk bisa, halal kan dulu🤭😆🤣
~``Miss you
yaaaah huhu, dahlah hiks
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!