Bagaimana caranya untuk menjadi kaya? Bekerja? Berinvestasi? Itu adalah cara klasik. Semua orang bisa melakukannya.
Namun berbeda dengan Andi. Jika semua orang menjadi kaya dengan bekerja keras, maka yang Andi lakukan hanya diam menikmati harinya. Yang perlu ia lakukan hanyalah bernafas. Iya bernafas.
[Ding]
[Level : 1 (10000/100000)
[Host masih berada di level 1. Tingkat konversi : setiap nafas dihargai dengan satu rupiah]
[Host perlu mengeluarkan uang untuk bisa meningkatkan level. Semakin tinggi level semakin tinggi pula tingkat konversi]
[Selamat berjuang menghabiskan uang Host]
----
Yang perlu Andi lakukan hanyalah bersantai dan menghabiskan uangnya untuk bisa bertambah kaya. Cukup mudah bukan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyoka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 Level 6, Membeli Item Toko Sistem
“Kita sudah sampai Mas.” Ucap sopir taksi ketika mereka sudah berhenti di depan loby apartemen Andi. Andi dan sopir taksi segera turun dari mobil dan menurunkan semua belanjaan milik Andi. Setelah semuanya selesai, sangs sopir berpamitan kepada Andi. “Makasih ya Mas. Jangan lupa bintang lima.”
“Pasti Pak. Saya juga berterimakasih untuk dibantu nurunin semuanya.”
Melihat barang-barang belanjaannya, Andi sekarang bingung. Bagaimana ia membawa semua ini ke apartmenennya? Ketika Andi sibuk memikirkan hal tersebut, seorang satpam menghampiri Andi. “Ada yang bisa dibantu Mas?”
“Ada Pak. Bisa minta tolong bantu bawa belanjaan saya nggak Pak?” Pinta Andi kepada satpam tersebut.
“Masnya tinggal di sini? Lantai berapa?” Tanya satpam tersebut kepada Andi dengan pandangan yang menelisik.
Meskipun penghuni apartemen ini cukup banyak, tetapi satpam tersebut hafal sebagian besar wajah dari penghuninya. Dan pemuda di depannya ini nampak asing di matanya. Ini adalah kali pertamanya melihat wajah pemuda ini. Jadi sangat wajar dirinya curiga dengan pemuda ini bukan?
“Aku penghuni baru di apartemen ini Pak. Apartemenku di latai sepuluh nomer 4B. Jujur ini sebanarnya pertama kalinya aku kesini. Jadi aku juga minta tolong untuk diantarkan ke sana.” Ucap Andi sembari menunjukkan kunci apartemennya.
“Oh jadi Mas ini penghuni baru itu. Atasanku tadi sudah bilang bahwa ada penghuni baru yang akan datang jika tidak hari ini ya besok. Ternyata Mas datangnya hari ini.” Sikap satpam tersebut berubah ketika mengetahui bahwa Andi memang penghuni apartemen ini.
“Mari Mas, saya bantu bawakan barang-barangnya ke apartemen Mas.” Satpam tersebut segera mengambil belanjaan Andi. Kedua tangan satpam tersebut dipenuhi dengan barang belanjaan Andi. Ia kemudian memanggil salah satu temannya untuk membantu membawakan barang belanjaan Andi.
Dua satpam saja sudah cukup membantu Andi membawa semua belanjaan Andi. Mereka kemudian membawa Andi menuju lift yang ada di sana. “Mas tempelkan kartu Mas di lift, biar kita bisa langsung menuju ke lantai apartemen Mas.”
Andi kemudian mengikuti isntruksi satpam tersebut dengan menempelkan kartu yang ia dapatkan dari sistem ke pada lift. Tidak menunggu waktu lama lift tersebut membawa Andi menuju ke lantai sepuluh. Ketiganya kemudian keluar dari lift dan berjalan menuju apartemen Andi.
Apartemen milik Andi terletak di paling ujung di lorong B di latai sepuluh. Ketika mereka sudah sampai di depan pintu apartemen Andi, kedua satpam tersebut menaruh semua belanjaan Andi. “Mas kalo mau buka pintu pake kartunya saja. Pake sidik jari atau sandi juga bisa. Kunci itu dipakai kalo baterai buat kunci rumah Mas habis, buat emergency aja.” Jelas satpam tersebut.
Kemudian satpam tersebut membantu Andi menyetel sandi dan sidik jari untuk pintu rumah Andi. Setelah itu, kedua satpam itu pamit ke Andi. “Nah gitu Mas. Kami turun dulu ya Mas. Soalnya nggak bisa lama-lama ninggalin loby.”
“Makasih Pak. Ini dibagi berdua buat beli kopi Pak.” Andi memberikan selembar uang lima puluh ribu pada salah satu satpam.
“Makasih Mas.”
Apartemen milik Andi ini sudah berisikan perabot. Dengan begini Andi tidak perlu bingung membeli perabot yang sesuai untuk apartemen miliknya. Andi kemudian membawa masuk semua belanjaannya. Setelahnya ia melihat-lihat isi apartemennya.
Apartemen ini memiliki luas seratus lima puluh meter persegi dengan tiga buah kamar tidur, dua buah kamar mandi, dapur, ruang makan dan ruang tamu. Menurut Andi apartemen ini lebih dari cukup untuknya. Kemungkinan besar apartemen ini hanya Andi sendiri yang akan menempatinya ketika dirinya berkuliah nanti. Ia tidak mungkin membawa keluarganya ke sini. Bisa jadi mereka akan bertanya banyak hal.
Andi kemudian membawa baju-baju milik keluarganya di salah satu kamar yang ada di sana. Untuk pakaian miliknya, Andi membawanya ke kamar utama yang ada di sana. Sepertinya ia perlu berbelanja beberapa hal. Ia tidak memiliki handuk dan peralatan mandi lainnya. Ia juga butuh deterjen untuk mencuci pakaiannya ini.
Andi mengehempaskan tubuhnya ke ranjang yang ada di sana. Ia perlu berpikir untuk menentukan barang apa yang perlu ia beli dengan sisa uangnya.
[Ding]
[Modul Menjadi Kaya]
[Level 5 (88555200/100000000)]
[Saldo Host : Rp 99.858.840,-]
[Tingkat Konversi : 1 kali nafas \= 11 rupiah]
[Misi : --- ]
[Penyimpanan : - Voucer Cashback 200% (1/3)]
[Kemampuan : - Lidah Manis : Selamanya]
[Selamat berjuang menghabiskan uang Host]
Setelah memberi tip dan membayar taksi tadi, ini adalah sisa uang yang Andi miliki untuk saat ini. Tiba-tiba saja Andi terpikirkan sesuatu. Dirinya sekarang sudah memiliki tempat tinggal yang tidak diketahui siapapun. Mungkin ia bisa memulai melakukan sesuatu. Dan ini bisa pemuda itu jadikan alasan sumber pendapatannya yang besar.
Menjadi seorang content creator di waktu luangnya. Dengan begitu, dirinya bisa beralasan mendapatkan uang banyak dalam jumlah cepat dari hal ini. Tidak mungkin bukan Andi akan mengatakan semua uang itu dari bisnisnya?
Bisnis miliknya itu masih baru. Ibarat seorang bayi, bisnisnya itu masih dalam proses belajar tengkurap. Dia belum merangkak atau bahkan berjalan seperti bisnis yang lainnya. Jadi sangat tidak logis jika Andi mengatakan bahwa semua barang yang dibelinya berasal dari bisnisnya. Apalagi bisnis miliknya tersebut akan dikelola ibunya. Sudah jelas Andi tidak bisa berbohong.
“Baiklah jika aku ingin menjadi seorang content creator, aku memerlukan kamera, lampu pencahayaan, mic dan juga background. Sepertinya aku perlu kembali ke mall untuk membeli hal tersebut.”
*****
“Jadi semuanya sembilan puluh sembilan juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah.” Ucap seorang kasir ketika Andi selesai memilih peralatan yang diinginkannya.
Banyak sekali peralatan yang dibeli oleh Andi untuk idenya bisa berjalan itu. Kebanyakan uangnya ia habiskan untuk membeli kameranya. Untuk kamera utamanya saja Andi menghabiskan dana lima puluh satu juta. Itu belum peralatan yang lainnya. Dalam belanja kali ini Andi memilih yang terbaik dari kelasnya agar bisa memenuhi target menghabiskan uang sembilan puluh juta.
[Modul Menjadi Kaya]
[Level 6 (87955200/500000000)]
[Saldo Host : Rp 199.168.840,-]
[Tingkat Konversi : 1 kali nafas \= 16 rupiah]
[Misi : --- ]
[Penyimpanan : - ]
[Kemampuan : - Lidah Manis : Selamanya]
[Selamat berjuang menghabiskan uang Host]
Akhirnya ia bisa menghabiskan semua voucer cashback yang dihadiahkan oleh sistem. Saldo terakhir yang Andi miliki setelah belanja gila-gilaan adalah dua ratus juta kurang sedikit. Angka yang cukup banyak.
Dengan begini Andi bisa membeli barang yang dijual di toko sistem dengan tenang. Sisa saldonya masih cukup banyak. Jika tidak ada lagi bonus-bonus seperti cashback sebelumnya, Andi tidak mau menghabiskan semua saldo di rekeningnya. Setidaknya ia perlu menyisahkan dua puluh persen untuk dana darurat yang mungkin saja ia butuhkan.
“Toko Sistem”
[Ding]
[Toko Sistem]
[Pengalaman seorang pembalap tingkat 1: 10000000] [Beli]
[Pengalaman seorang juru masak tingkat 1 : 15000000] [Beli]
[Host, manfaatkan toko sistem untuk memperkuat dirimu]
Andi membeli kedua barang yang dijual di toko sistem.
[Ding]
[Selamat pembelian pengalaman seorang pembalap tingkat 1 telah berhasil dilakukan]
[Selamat pembelian pengalaman seorang juru masak tingkat 1 telah berhasil dilakukan]
[Semua pengalaman tersebut akan langsung ditransfer ke dalam ingatan Host dalam hitungan 3]
[3]
[2]
[1]
[Ding]
[Pengalaman berhasil ditransfer]
[Host perkuat dirimu dengan menambah pengalaman-pengalamanmu]
baru kali ini baca novel sistem yang mc nya gak mampu menjelaskan uangnya 😁