Genre: Action, Martial Art, Fantasy, Over Power, Xianxia, Comedy.
Setelah kehilangan orang tuanya saat berumur 8 tahun, Wu Ming tidak memiliki semangat hidup dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan selanjutnya.
Bertemu dengan Hui Luo, seorang pria 20 tahun adalah sebuah keberuntungan bagi Wu Ming.
Hui Luo mengangkat Wu Ming menjadi murid dan mendidik Wu Ming untuk menjadi kultivator yang baik, di bekali 7 Dantian membuat Wu Ming tak terkalahkan dan memiliki kekuatan yang besar dalam waktu singkat.
Jadilah saksi petualangan Wu Ming yang nantinya akan di sebut sebagai Kaisar Void Ming!
"Jika aku dan keluargaku tidak memiliki tempat di dunia ini, aku akan membuat duniaku sendiri. Tidak ada yang dapat menentangku disana!"
#Terima kasih kepada Kak Ron (shujinkouron) yang telah menginspirasi saya untuk menulis cerita ini.
Basic : *Journey to Immortality by: shujinkouron
*Legenda Pendekar Naga by: Shujinkouron
*Against The God by: Mars Gravity
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vi', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.26 Menyerang Sebelum Di Serang
Setiba Biksu Qin di penginapan segera di sambut oleh Wu Ming, Biksu Qin segera menanyakan dimana Hui Luo.
" Guru sedang membeli pil untuk persiapan kita menyerang tenda sekte aliran hitam, sebentar lagi guru akan kembali." jawab Wu Ming.
" Ming'er bukankah sebaiknya dirimu tinggal disini terlebih dahulu ? Kakek dan gurumu cukup untuk mengalahkan mereka semua, disana terlalu berbahaya untuk anak seusiamu dan mungkin pemandangan disana akan membuatmu menjadi trauma." Ucap Biksu Qin, dirinya khawatir dengan keselamatan Wu Ming selagi dirinya berhadapan dengan banyak kultivator aliran hitam.
"Kakek tidak perlu khawatir, kebetulan diriku mempunyai cara untuk membantu kakek dan guru tanpa berhadapan langsung dengan kultivator aliran hitam tersebut." seru Wu Ming dengan tersenyum lebar.
" Hoo...menarik, mungkinkah dengan jurus itu?." Balas Biksu Qin dengan tersenyum, tak menyangka Wu Ming dapat segera mempelajari jurus yang ia maksud.
" Ya benar kakek, dengan bantuan jurus itu aku bisa menyerang mereka tanpa perlu berhadapan secara langsung dan mereka juga tidak dapat melihatku" Jawab Wu Ming dengan antusias.
Tak lama setelah itu Hui Luo kembali dari toko obat yang menjual Pil untuk Kultivator, setelah kedatangan Hui Luo Biksu Qin segera menjelaskan seberapa besar kekuatan sekte aliran hitam tersebut.
" ... Rencananya adalah aku akan menghadapi ketiga Kultivator Fondasi Rune, dan saudara Hui dibantu dengan Wu Ming menghadapi sisanya, saat aku selesai membereskan mereka bertiga aku akan langsung membantu kalian."
Hui Luo mengerutkan dahinya merasa salah mendengar penjelasan dari Biksu Qin, 'bagaimana bisa anak berumur 9 tahun ikut bertempur ? apalagi situasinya kalah jumlah' pikirnya.
"Tenang saja saudara Hui, kupastikan Ming'er tidak akan terluka sedikitpun" ucap biksu Qin tiba tiba seakan mengetahui apa yang dipikirkan oleh Hui Luo.
••••
Di sebuah tenda milik Sekte Rantai Bunga Neraka berkumpul kembali ketiga Cultivator bertingkat praktik Fondasi Rune, mereka berkumpul kembali untuk membahas Informasi yang didapatkan oleh Tim pengintai yang telah mereka kirim untuk mencari informasi terkait Kota Batu Hijau.
Salah satu dari ketiganya yang juga merupakan paling muda berdecak kesal karena Tim pengintai yang mereka kirim sangat lamban kinerjanya dan sampai sekarang mereka belum kunjung kembali.
" Berapa lama lagi kita harus menunggu ?!, Mereka bekerja sangat lamban, ketika mereka kembali akan kupenggal kepala mereka semua !..." Ucap geram Pria tersebut.
Dua Kultivator lainnya sebenarnya juga mengumpat karena kinerja Tim Pengintai yang mereka kirim begitu lamban, namun mereka merasa ada yang salah dan mempunyai firasat buruk karena selama ini Tim Pengintai yang mereka kirim dapat melakukan semua tugasnya dengan baik bahkan termasuk 5 besar tim pengintai terbaik di sekte mereka.
Ketika mereka sedang memikirkan kemungkinan lain yang telah terjadi pada tim Pengintai mereka, seseorang telah memasuki tenda tanpa mereka sadari.
"Hahaha!...Pantas saja mereka cukup gesit untuk ukuran Tim Pengintai biasa, namun tidak ada gunanya bukan membicarakan orang yang sudah mati bukan ?." Seru orang tersebut sambil tersenyum lebar.
"Si-siapa kau!"
"Lancang sekali!"
"-Ukh...Kalian semua diam!, biar aku yang bicara." Ucap seorang paling sepuh diantara ketiga Kultivator Fondasi Rune di tenda tersebut, ia mengetahui bahwa orang yang memiliki tingkat praktik yang tinggilah yang dapat menyusup diantara mereka tanpa mereka sadari.
" Salam Senior, nama saya Ling Hou, Maaf kalau sebelumnya jika kami menyinggung Senior, boleh kami tau tujuan senior datang kemari? " Ucap orang tersebut.
" Hahahahaha!... Persis sekali seperti yang Ming'er bicarakan!, kau sangat penuh tipu muslihat, pantas saja hatimu begitu gelap menandakan kau tidak akan bisa bertobat bahkan jika kau matipun jiwa mu akan terkurung selamanya didalam neraka !."
Seorang Biksu Kultivator yang mengembangkan praktiknya di jalan kebenaran dan selalu menjauh dari jalan kesesatan akan mendapatkan penglihatan lebih yang dapat melihat kemurnian hati seseorang, semakin banyak seseorang melakukan perbuatan sesat akan semakin gelap aura di sekitar tubuhnya.
Sebenarnya Ling Hou terkejut karena kedoknya telah terbongkar dihadapan Kultivator di depannya dan segera mengetahui bahwa sosok di depannya adalah Biksu Kultivator, memang karena Biksu Qin sekarang memakai jubah yang menutupi kepalanya membuat dirinya terlihat seperti seorang pendekar misterius.
" Apa maksud Senior? saya benar benar tidak mengerti maksud senior." Ling Hou masih berusaha mengelak walaupun kedoknya telah diketahui dan berharap akan ada seseorang dari luar yang membantunya.
" Tidak perlu repot-repot mengulur waktu, para anak buahmu itu tidak dapat membantumu karena sedang sibuk dengan sesuatu yang lain." Jawab Biksu Qin seolah membaca pikiran Ling Hou.
Nafas ketiga Kultivator Fondasi Rune tersebut menjadi sesak, berarti selama ini mereka telah masuk dalam genggaman tangan Biksu Qin, Ling Hou ingin menggunakan siasatnya yang selama ini menyelamatkan nyawanya dari Kultivator kuat aliran putih dengan cara memuja Muja mereka dan memohon ampun namun mengetahui semua itu tidak berarti di hadapan Biksu Qin, hanya ada salah satu dari dua jalan yang harus mereka pilih yaitu merelakan nyawa mereka atau bertarung dengan Biksu Qin dan berharap dapat selamat darinya.
jika benar tolong bhs Inggrisnya di hilangkan aj.
thanks