NovelToon NovelToon
PENDEKAR PEDANG BERLIAN

PENDEKAR PEDANG BERLIAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Contest / Kultivasi / Pendekar / Wuxia / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Aa Petruk

Teratai Putih adalah nama sebuah desa terpencil yang letaknya jauh dari pusat keramaian kota di kekaisaran Han. Meski terletak jauh dari pusat ibu kota, namun penduduk desa Teratai Putih hidup rukun dan sejahtera berkat sumber daya alam yang melimpah.

Hingga suatu saat kedamaian desa Teratai Putih terusik oleh kehadiran kelompok perampok dan pendekar aliran hitam yang datang untuk merampas harta benda seluruh warga desa.

Penduduk desa yang awalnya hidup rukun penuh dengan ketentraman, terpaksa melewati hari-hari berselimut ketakutan yang mencekam.

Chi wei adalah seorang anak petani dari desa Teratai Putih. Dia bersama dua orang sahabatnya Tao Ming dan Yan San, setiap hari menghabiskan waktunya untuk berburu. Disaat anak-anak sebayanya sibuk belajar dan berlatih ilmu bela diri, mereka bertiga akan pergi ke hutan untuk berburu hewan liar dan berbagai macam tanaman obat. Hasil dari perburuan tersebut nantinya akan mereka jual ke tengkulak yang ada di desa Teratai Putih.

Hingga suatu ketika di sebuah hutan belantara, chi wei mengalami fenomena yang merubah jalan hidupnya. Takdir hidup yang membuat dia menjadi seorang pendekar berilmu tinggi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aa Petruk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cha 27 - Sekte Teratai Putih

"selamat ya Wei'er, semoga dengan adanya sekte ini keamanan desa kita jadi semakin terjaga, dan kau semakin lebih leluasa dalam melatih para murid-muridmu." Tuan Yun Lou berkata sambil memeluk Chi Wei, yang di susul ucapan-ucapan serupa dari beberapa tokoh masyarakat yang turut hadir di tempat itu.

Chi Wei tersenyum haru menyambut pelukan serta ucapan selamat dari orang-orang yang turut hadir bersamanya.

Di hadapan mereka berdiri kokoh sebuah tembok besar berwarna putih. Di bagian atas gerbang bangunan itu terdapat sebuah tulisan berukuran besar berhiaskan bunga teratai.

Sekte Teratai Putih. Tulisan berukuran cukup besar berhiaskan ukiran berwarna perak terpampang jelas sebagai identitas dari sekte tersebut.

Bangunan yang terletak di bagian selatan tepi danau teratai putih itu pada awalnya hanya sebuah lahan kosong di kelilingi hutan belantara yang selama ini digunakan Chi Wei untuk melatih para muridnya.

Meski pada awalnya Chi Wei selalu menolak dipanggil dengan sebutan guru, namun pada akhirnya dia tidak bisa menolak kenyataan bahwa dia lah satu-satunya orang yang mengajarkan para penduduk desa ilmu bela diri.

Seiring pesatnya kemajuan desa Teratai Putih dan semakin bertambahnya warga yang bergabung ikut berlatih ilmu bela diri, atas saran tuan Yun Lou dan para tokoh masyarakat desa teratai putih, akhirnya Chi Wei memutuskan untuk membangun sebuah sekte yang diberi nama sesuai dengan nama desa tersebut.

Tentunya Chi Wei tidak bergerak sendiri, ia dibantu para murid senior termasuk Tao Ming, Yan San dan sikembar serta tuan Yun Chan dan tuan Yun Hui yang merupakan pendekar pedang paling senior di desa tersebut.

Tuan Yun Chan yang dulu kehilangan sebelah tangannya, kini telah kembali normal berkat kehebatan pedang Berlian Biru yang Chi Wei miliki.

Bahkan kemampuan pedangnya meningkat pesat berkat bantuan sumber daya yang ia dapatkan dari Chi Wei, disertai jurus pedang tingkat tinggi yang berhasil Yun Chan kuasai. Pun demikian dengan adiknya, Yun Hui.

Untuk menunjang kemampuan mereka berdua, Chi Wei pun memberikan Yun Chan dan Yun Hui sebilah pedang pusaka yang ia dapatkan dari Lung Huo.

Meski tidak nampak secara fisik, Lung Huo selalu setia mendampingi dan membimbing Chi Wei dalam menjalani rutinitasnya tersebut.

Sehebat apapun Chi Wei, di mata Lung Huo ia tetaplah seorang pendekar belia yang masih sangat minim pengalaman.

Sejak saat itu Chi Wei diangkat menjadi ketua sekte, dan dibantu puluhan orang tetua yang terdiri dari para murid senior termasuk diantaranya Tao Ming, Yan San, si kembar, Yun Chan dan Yun Hui yang saat ini telah menjadi seorang pendekar berilmu tinggi.

Selain itu ada juga beberapa pendekar pengelana yang bergabung dan menjadi salah satu tetua sekte Teratai Putih.

Bukan tanpa alasan jika Chi Wei menunjuk para pendekar tersebut menjadi tetua, sebagai pendekar senior yang sudah cukup lama melanglang buana di dunia persilatan, tentu pengalaman mereka sangat berguna untuk perkembangan sekte.

Salah satunya adalah Zhang Yi, seorang pendekar pengelana berusia 30-an tahun beraliran netral itu awalnya datang ke desa Teratai Putih karena rasa penasarannya yang ingin menjajal kehebatan pendekar rambut biru yang terkenal itu.

Setelah mengakui kehebatan Chi Wei tanpa perlawanan dalam sebuah pertarungan, Zhang Yi kemudian memutuskan untuk menetap dan mengabdikan diri untuk menjaga keamanan desa.

Bahkan saat ini Zhang Yi memiliki seorang istri yang cukup cantik yang berasal dari desa Teratai Putih.

Atas izin Chi Wei dan para tetua sekte, Zhang Yi pun mengundang beberapa pendekar kenalannya untuk turut gabung bersamanya. Meski tidak semua memenuhi kriteria untuk menjadi seorang tetua, rata-rata mereka merasa senang menjadi bagian dari keluarga besar sekte Teratai Putih.

Selain tersedianya sumber daya yang melimpah, sikap ramah para penduduk desa dan sistem kekeluargaan yang diterapkan di dalam sekte menjadikannya sebagai nilai tambah yang membuat mereka merasa nyaman.

Terutama para pendekar yang mempunyai dendam khusus kepada kelompok pendekar aliran hitam. Mereka cukup antusias bergabung dengan sekte Teratai Putih.

Salah satu alasan yang melatar belakangi Chi Wei membentuk sekte tersebut adalah selain untuk mencetak generasi pendekar aliran putih juga untuk membentuk satu kekuatan guna menekan dominasi kelompok-kelompok pendekar aliran hitam.

Di bagian dalam area sekte berdiri kokoh beberapa bangunan utama seperti, aula pertemuan, perpustakaan, gudang penyimpanan dan lain sebagainya.

Sementara itu untuk seluruh anggota baik itu para tetua maupun para murid sekte, di siapkan bangunan khusus yang menyerupai villa-villa kecil sebagai tempat tinggal mereka.

Khusus untuk para tetua mereka mendapat kebebasan membawa anggota keluarga mereka untuk tinggal di villa tersebut, dengan catatan tetap mematuhi kebijakan sekte.

Semakin banyaknya pendekar yang bergabung menjadi bagian keluarga besar sekte Teratai Putih, membuat sekte tersebut mengalami peningkatan yang cukup pesat dalam waktu yang relatif singkat.

Hal itu membuat para perwakilan sekte lain baik dari sekte kecil, menengah, bahkan beberapa diantaranya merupakan utusan sekte besar satu persatu datang berkunjung untuk membangun sebuah relasi antar sesama sekte.

Nama besar Chi Wei yang terkenal sebagai Pendekar Rambut Biru, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemimpin sekte lain untuk menjalin sebuah hubungan kerjasama dengan sekte Teratai Putih.

Untuk semakin mempererat hubungan antar sesama sekte, sering diadakan juga sebuah kompetisi yang diikuti oleh para murid-murid berbakat dari masing-masing sekte.

Kompetisi tersebut juga diadakan dengan tujuan untuk memancing para murid agar semakin giat dalam berlatih. Tentu saja, bagi para murid yang keluar sebagai juara kompetisi tersebut, akan mendapatkan hadiah yang bernilai fantastis, baik berupa koin emas, sumber daya, berbagai macam pil ajaib, bahkan senjata pusaka tingkat tinggi.

Selain mendapatkan hadiah-hadiah tersebut, para murid yang berhasil memenangkan sebuah kompetisi, tentu saja namanya akan terkenal dikalangan para pendekar. Tentu itu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi para murid tersebut, terutama mereka yang masih berusia sangat muda.

Seiring berjalannya waktu, nama besar Chi Wei sebagai ketua tertinggi sekte Teratai Putih pun semakin menggema di dunia persilatan. Seorang pendekar muda berparas tampan yang sangat sulit untuk dikalahkan.

Hal itu tentu sangat berdampak besar pada perkembangan sekte. Bahkan dampak tersebut turut pula dirasakan oleh seluruh penduduk desa Teratai Putih.

Sejak berdirinya sekte Teratai Putih, para penduduk desa merasa keamanan dan keselamatan mereka menjadi lebih terjamin. Sehingga tak jarang dalam waktu-waktu tertentu para warga desa akan datang bergantian berkunjung untuk sekadar menyumbangkan sedikit harta benda mereka. Baik itu berupa hasil bumi, hasil industri, bahkan berupa koin emas.

Hal itu mereka lakukan sebagai bentuk dukungan demi kemajuan sekte dan juga sebagai ungkapan rasa terimakasih mereka atas rasa aman yang mereka rasakan. Moment itu pula mereka manfaatkan untuk mengunjungi anak-anak mereka yang ikut tergabung menjadi bagian dari keluarga besar sekte Teratai Putih.

Bahkan ada beberapa sekte kecil yang memutuskan bergabung dengan sekte Teratai Putih dengan alasan mereka tidak sanggup menyediakan sumber daya demi memenuhi kebutuhan para anggotanya.

Para mantan pemimpin sekte tersebut yang rata-rata sudah berusia lanjut, sedikitpun tak menurunkan rasa hormat mereka kepada Chi Wei yang berusia jauh lebih muda dibandingkan dengan mereka.

Bukan rahasia umum, jika di dunia persilatan mereka yang memiliki ilmu bela diri lebih tinggi akan menjadi orang yang paling disegani. Sebab itulah Chi Wei yang usianya masih sangat muda dengan kemampuannya saat ini terlebih menempati posisi sebagai ketua sekte membuat orang-orang disekitarnya sangat menghormatinya.

Para mantan anggota sekte kecil tersebut merasa sangat bersyukur telah diterima bergabung menjadi bagian dari sekte Teratai Putih. Bagaimana tidak, ilmu bela diri mereka yang sempat tersendat akibat kekurangan sumber daya, saat ini kemampuan mereka meningkat cukup pesat. Bahkan keuangan mereka pun menjadi lebih stabil sejak memutuskan untuk bergabung dengan sekte Teratai Putih.

Bahkan sebagai seorang ketua tertinggi, Chi Wei membebaskan anggotanya yang memiliki keahlian dalam berbisnis untuk mengembangkan kemampuannya tersebut.

Karena menurut Chi Wei, untuk membangun kehidupan yang sejahtera tentu semua yang menjadi faktor pendukung harus dimaksimalkan, terutama salah satunya dari segi ekonomi.

Kebijakan-kebijakan yang Chi Wei terapkan, membuat seluruh anggota sekte semakin merasa kagum terhadap pendekar berambut biru tersebut.

Satu hal yang mereka sayangkan adalah bahwa sampai detik ini belum ada satu wanita pun yang berhasil menarik perhatian Chi Wei.

Sebagai bagian dari keluarga besar sekte Teratai Putih, tentu mereka sangat menantikan wanita mana yang berhasil meluluhkan hati pendekar rupawan itu.

1
Rajo kaciak
cerita nya terlalu kereen
Rajo kaciak
mantap, mudah2an hanya seorang wanita nya , karna rata2 kultivator punya bnyk istri 🤣🤣
Nay Galcite Nay Galcite
😎😎
John Travolta
thor ga ada update lagi kah?
dofi hendriyanto
rekomendasi
Khairul Azman Abdul Kahar
waduhhhh kenapa tidak diambil cincinnya
Bocil
cwritanya bagus thor. tapi untuk suara audionya musiknya terkalu keras jd merusak suara lainya.
Didik Setyawan
aq bingung saat bca seorang yg d'panggil pangeran it anakx jenderal,trs anakx raja/kaisar d'panggil pa y??????????????????
Didik Setyawan
tingkatan pendekar kok lucu pke bingit sich,s'tauku gelar dewa yg akhir tp nie lucu bingit.masa pendekar bumi trs dewa bumi,pendekar langit trs dewa langit.n raja Mlah yg akhir,emang gelar raja lbih tinggi drpd dewa wkwkwk,,
Roynaldi Ananda
àuthor kan lulusan pesantren tebu ireng
Roynaldi Ananda
author sialan
Hary
KAMPRET.... 🤣
Omen Aura
keren menghibur😄
Omen Aura
kopi luwak😄😄
Raditya Radi
lanjut
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt
Purwanto aza
g ada kelanjutannya
Nurhairani
jadi ngak seru.masa berahir begini ceritanya
Roni Sakroni
lanjutkan dan terima kasih...
Roni Sakroni
asyemmm tenan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!