NovelToon NovelToon
Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Status: tamat
Genre:Contest / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tri Ani

ig : tri.ani.5249

Hidup ini berjalan sering kali tak sesuai dengan harapan dan keinginan kita, Allah lah yang paling tahu tentang kita dan akhir cerita kita. Aisyah Ratna, seorang agdis belia yang memimpikan bisa menikah dengan seorang pria yang sholeh yang akn membimbingnya, tapi sebuah takdir malah mempertemukan dengan pria arrogant yang jauh dari mengenal agama.
Hatinya begitu hancur saat seseorang yang bernama Kevin Alexander tiba-tiba hadir dalam hidupnya dan meminangnya. Apakah hidupnya akan bahagia setelah menjadi istri seorang Kevin Alexsander? Bisakah ia melupakan cintanya pada seorang pria anak ustad bernama Fahmi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengkhitbah 2

Aisyah segera mengenakan kembali hijabnya dan merapikan sedikit, melihat pantulannya

di cermin, setelah memastikan tidak ada yang ganjil, Aisyah pun segera keluar

kamar, bersamaan dengan ibunya yang juga dari dapur.

“Biar Ais aja bu yang buka pintunya,

mungkin itu paket Ais!”

Akhirnya bu Santi pun mengurungkan niatnya untuk ke depan, ia memilih kembali ke dapur.

Aisyah segera menuju ke depan untuk membukakan pintu.

Ia begitu terkejut saat melihat siapa yang datang ke rumahnya, ada Kyai Hamid tapi

bukan dengan Nyai Sarah melainkan nenek Widya.

“Assalamualaikum Aisyah …!” sapa Kyai hamid dengan senyum teduhnya, mungkin senyum teduh yang di miliki oleh gus Fahmi turunan dari Kyai Hamid.

“Waalaikum salam Kyai, nenek! Mari masuk …!” Aisyah benar-benar gugup. Tak biasanya

mereka berkunjung ke rumahnya.

“Ada siapa Sya?’ tanya bu Santi dari belakang, ia juga tertegun saat melihat siapa

yang datang ke rumahnya.

“Mari duduk!” untuk saja di rumah itu ada beberapa kursi plastik selain kursi utama

yang jumlahnya hanya ada tiga, dua kecil dan satu besar cukup untuk dua orang.

Bu Santi segera meminta Aisyah untuk membuatkan minum untuk tamunya, Aisyah pun segera ke dapur untuk membuatkan minum.di dapur ia terus memegangi dadanya yang berdebar begitu hebat.

“ya Allah …., jangan-jangan ini yang gus Fahmi maksud dengan kejutan! Aku nggak

nyangka!”

Walaupun tangannya gemetar, ia membuat teh untuk semua tamu nya. Beberapa kali Aisyah

menghembuskan nafasnya, berharap rasa deg-degannya segera hilang.

Setelah lebih tenang, ia pun segera kembali ke ruang tamu dengan membawa nampan yang

berisi beberapa gelas the hangat.

“Silahkan di minum pak Kyai, nenek!”

“Duduklah …, ada yang ingin pak Kyai bicarakan denganmu, serius!”

Aisyah pun segera duduk di kursi plastik yang berada di ruangan itu. Dengan menunduk

ia mencoba mendengarkan apa yang di katakana oleh pak Kyai.

“Jadi begini bu Santi, maksud kedatangan kami ke sini adalah untuk mengkhitbah putri

bu Santi, Aisyah!” Ucapan Kyai Hamid benar-benar membuat hati Aisyah begitu senang, ia sampai tidak bisa

menyembunyikan rasa bahagianya.

“Bagaimana apa bu Santi menerima khitbah kami?”

Bu Santi menatap Aisyah, Aisyah pun juga hanya bisa menunggu keputusan ibunya.

“Semua keputusan saya serahkan sama aisyah pak Kyai, tapi sebenarnya kami belum memikirkan maslah pernikahan sebelumnya karena Aisyah juga masih terlalu muda, apa lagi kami masih harus mengurus Nino yang masih sakit, iya kan sya?!”

Memang benar apa yang di katakan oleh ibunya, mereka harus memikirkan masalah Nino, ia tidak mungkin menikah jika Nino belum operasi. Bu Santi pasti akan sangat kesusahan mengurus Nino seorang diri.

“Kalau begitu bagaimana Aisyah?” tanya pak Kyai kemudian pada Aisyah. Aisyah senang karena pak Kyai sendiri yang datang melamarnya untuk gus Fahmi, mungkin.

"Aisyah .....!"

Sebelum Aisyah sempat menjawabnya, nenek Widya yang sedari tadi menunggu giliran untuk

bicara, akhirnya ikut bicara.

“Begini nak Aisyah, kalau nak Aisyah masih sangat berat mengenai pengobatan adik nak

Aisyah, jangan khawatir, saya akan mengurus semuanya, bahkan kami sudah menemukan donor ginjal yang tepat untuk anak bu Santi!”

“benarkah itu bu?” tanya bu Santi begitu haru. Aisyah dan bu Santi saling berpelukan mengucapkan syukur, rasa haru menyelimuti mereka.

“Iya bu, saya bahkan sudah mengatur jadwal operasinya!”

Aisyah senang sekaligus bingung, ia senang karena pak Kyai mengkhitbahnya tapi ia juga

bingung kenapa ada nenek Widya dan beliau juga berbaik hati mengurus semua

pengobatan adiknya padahal mereka baru bertemu dua kali.

Tok tok tok

Di tengah kebingungannya, tiba-tiba pintu kembali di ketuk. Dari luar, karena

pintu tidak tertutup jadi langsung terlihat siapa yang sedang mengetuk pintu.

“permisi!”

Semua mata menatap kedatangan orang itu.

“Tuan Alex!” aisyah lah yang paling terkejut di tempat itu.

“Silahkan masuk!” perintah bu Santi, Alex pun masuk dan menyapa semua orang yang ada di

sana. Kali ini Alex juga tersenyum pada Aisyah.

Setelah Alex duduk, Kyai Hamid segera memperkenalkan diri pada bu Santi dan Aisyah.

“Ini adalah nak Alex, nama lengkapnya Kevin alexander, cucu dari bu Widya satu-satunya, nak alex inilah yang mengkhitbah Aisyah!”:

Mendengarkan penjelasan dari Kyai Hamid, wajah aisyah berubah menjadi pucat pasi, kakinya seketika lemas seperti tidak bertulang.

"Aisyah!" teriak bu Santi saat melihat tubuh Aisyah yang tiba-tiba terduduk lemas, bu Santi langsung menyangga tubuhnya.

"Nak ...., kamu tidak pa pa kan?" tanya nenek Widya yang tidak kalah khawatir nya.

"Aisyah tidak pa pa bu, nek!" walaupun ia seperti tersambar petir di siang bolong, ia mencoba menenangkan hatinya sendiri.

Ia begitu tidak menyangka jika yang

mengkhitbahnya adalah Alex, pria arrogant itu. padahal ia sudah sangat berharap

gus fahmi lah yang mengkhitbahnya, bukan pria yang sekarang ada di depannya itu.

“Bagaimana apa nak Aisyah menerimanya?” tanya pak Kyai Hamid pada Aisyah.

“Saya sangat berharap nak Aisyah bersedia menjadi menantu saya, iya kan Alex?” ucap

nenek Widya tak mau kalah. Alex yang sedari tadi memperhatikan Aisyah akhirnya

mengangguk.

“Iya ,…, saya sangat berharap. Aisyah menerima lamaran saya!” ucap Alex begitu

meyakinkan.

Sebelumnya Alex tidak tahu jika Aisyah lah gadis yang akan di jodohkan dengannya, ia

mengira hanya gadis polos yang biasa mengaji di pesantren.

Saat sampai di depan rumah Aisyah, ia baru saja jika gadis yang akan di jodohkan

dengannya adalah Aisyah, sebuah keuntungan baginya karena Aisyah juga dekat

dengan baby El, akan sangat mudah mendapatkan ijin dari Rendi untuk bisa

bertemu dnegan baby El jika ia menikah dnegan gadis itu.

Rencana nenek sungguh luar biasa …,

batin Alex, ia tersenyum puas. Jika Aisyah sampai menolaknya ia kan berusaha

membuatnya untuk menerimanya.

Aisyah hanya bisa diam, ia tidak tahu harus melakukan apa ia juga tak tahu harus

bicara apa, yang ada di pikirannya sekarang adalah Gus Fahmi.

Apa ini yang di maksud gus Fahmi? Apa

gus Fahmi tahu soal ini? Kenapa gus fahmi lakuin ini? Ya Allah …, takdir

seperti apa yang akan engkau hadapkan padaku …

Walau bagaimanapun aisyah harus menjawabnya, sekarang atau nanti, yang pasti ia harus tetap menjawabnya.

“Maaf kan putri saya, mungkin ia masih merasa berat untuk meninggalkan adiknya, iya

kan nak?” tanya Bu santi.

“kalau masalah itu, bu Santi tidak usah khawatir, empat hari lagi adalah jadwal

operasi untuk Nino dan ini daftarnya, bu Santi tinggal menandatanganinya!” ucap

nenek Widya sambil menyodorkan sebuah map kepada bu Santi, bu Santi pun segera

melihatnya dan benar saja itu persetujuan operasi donor ginjal untuk Nino.

“Bu Santi tinggal menandatanganinya, atau mungkin Aisyah yang akan menandatanganinya, semua keputusan saya serahkan kepada bu Santi dan nak Aisyah!”

Walaupun tak terlihat memaksa tapi sebuah map itu sudah menjadi paksaan tersendiri,

Aisyah tidak mungkin langsung menolaknya, melihat ibunya yang antusias dan

keadaan adiknya, ia benar-benar tak berdaya.

“jawablah nak!” perintah bu Santi, sekarang pak Kyai hanya bisa diam menatap anak

didiknya itu, ia sudah berjanji tidak akan ikut campur salain hanya mengantar

dan mengungkapkan maksud kedatangan nenek Widya.

“Maaf, bisakah memberikan saya waktu tiga hari untuk mengambil keputusan?”

Bersambung

Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya

Maaf ya untuk dua hari ke depan dokter tampan itu suamiku belum bisa up dulu, mohon maklum

1
Novika Riyanti
Lumayan
Novika Riyanti
Kecewa
Marhaban ya Nur17
udh cerita panjang kali lebar, konflik g ada keluar"nya eh malah ini pake amnesia 😁 cerita basi thor
Marhaban ya Nur17
klo amnesia gw tinggalin neh lapak wkkwwkkw
Marhaban ya Nur17
kecelakaan , koma, amnesia uh males
Marhaban ya Nur17
musibah nya g kelar" thor 😁
Tri ani: sabar kak, semua akan indah pada waktunya
total 1 replies
Marhaban ya Nur17
anaknya raka apa anaknya,,,
Tri ani: eng ing eng ..., tunggu kejelasannya
total 1 replies
Marhaban ya Nur17
pendarahan apa ???
Marhaban ya Nur17
hamil kah tp nanti anaknya siapa ???
Marhaban ya Nur17
asna g hamil tuh thor ???
Marhaban ya Nur17
emang faling miris klo korban pelecehan itu ini yg tertinggal tuh pasti traumanya
Marhaban ya Nur17
salah target apa y asna 🤔
Marhaban ya Nur17
jujur as kau ini jan diem" bae napa
Marhaban ya Nur17
Gus fahmi kah orangnya bang alex
Marhaban ya Nur17
sabar bang wkkwkkw
Marhaban ya Nur17
ujian mau naik kelas wkwwkk
Marhaban ya Nur17
sah
Marhaban ya Nur17
makanya gw faling benci klo kasusu pelecehan
Marhaban ya Nur17
calon adik ipar wkwkw
Marhaban ya Nur17
tuh kan bener raka ama asna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!